"Kamu mau apa lagi ke sini, Zalfa?" tanya Hendri. pria Itu kelihatan sangat tidak suka dengan sosok Zalfa yang ada di sampingnya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu, Henry? aku ke sini karena aku ingin berbicara denganmu. Apakah kamu tidak merindukanku?"
"Untuk apa aku merindukanmu? Aku tidak mempunyai keinginan untuk bertemu denganmu, lagi pula banyak pria yang menunggumu kan? silakan kamu ke sana."
"Apa kamu masih cemburu, Henry? aku tahu kalau kamu masih mencintaiku, aku tahu kalau kamu masih mengharapkanku." dengan begitu percaya diri Zalfa mengatakan itu.
Sebuah senyum terukir di wajah Henry ketika dia mendengar perkataan yang keluar dari mulut Zalfa. Seperti apapun wanita itu Henry tidak ingin berurusan lagi dengan Zalfa, sudah cukup sakit hati yang dia rasakan di masa lalu, dia tidak ingin lagi berurusan dengan Zalfa, dia tidak ingin lagi melihat wanita itu.
Di lain pihak lagi ada Melania yang begitu murka, dia langsung mendatangi Alexander yang sedang berdansa dengan Jesselyn. tanpa mengatakan apapun wanita itu langsung menarik tangan Jesselyn yang sedang berdansa dengan Jesselyn, dia langsung mengganti posisi dansa dan menggeser Jesselyn.
Tak ada raut kemarahan di wajah Jesselyn, dia nampak tersenyum saat melihat amarah yang ditunjukkan oleh Melania.
"Sangat menyenangkan, aku akan lihat Seperti apa wanita ini. Kelihatannya dia akan melakukan apapun untuk mempertahankan miliknya, kelihatannya dia adalah wanita tidak tahu diri." guman Jesselyn dalam hati. Gadis itu melangkah mendekati Henry yang sedang berbicara dengan mantan kekasihnya.
"Apakah aku mengganggu, Tuan Henry?" tanya Jesselyn.
"Tidak." jawab singkat Henry yang kemudian mengajak Jesselyn pergi dari tempat itu.
Zalfa begitu tidak menyukai sosok yang dibawa oleh mantan kekasihnya itu ke pesta, Dia berjalan mendekati salah satu pelayan, dia mengeluarkan beberapa lembar uang untuk memberikan pelajaran kepada gadis itu. Zalfa masih belum tahu siapa gadis yang dia musuhi Itu, dia belum tahu sosok seperti apa yang ingin dia jadikan musuh.
Setelah menyuruh dua pelayan untuk melakukan sesuatu yang jahat kepada Jesselyn, wanita itu meminta kepada ayahnya untuk menjauhkan Henry dari Jesselyn, rencananya wanita itu akan membuat Jesselyn mengalami masalah yang sangat berat.
"Henry." Panggil salah satu pengusaha.
Henry menoleh menatap pengusaha itu.
"Ya, tuan." jawab Henry.
"Bisakah kita berbicara sebentar, Aku ingin berdiskusi denganmu mengenai sesuatu." jawab si pengusaha.
Henry melakukan kepalanya.
"Pergi saja, Tuan. Aku akan di sin,i aku mau mengambil beberapa makanan ini. Oh ya aku akan berada di sudut tempat itu saja."
"Baiklah kalau begitu, Kamu tunggu di sana Aku akan segera kembali." Setelah mengatakan itu Henry pergi ke tempat para pengusaha.
Di tempat lain seorang pelayan pria memberikan Jesselyn segelas minuman, tentunya minuman itu sudah diberi obat jahat oleh Zalfa.
"Aku sudah membawa minuman, jadi tidak usah." Jesselyn menolak minuman yang diberikan oleh salah satu pelayan.
"Tapi, nona. ini diberikan oleh salah satu pengusaha untuk anda." pelayan pria itu tetap bersih kukuh, dia memaksa Jesselyn untuk menerima minuman tersebut.
"Tidak, terima kasih." jawabnya.
Dari cara berbicara pria itu, Jesselyn bisa melihat tingkah aneh dua pria itu. mereka tidak akan bisa membohongi gadis itu dengan mudah.
"Terima saja nona." dua pria itu memaksa.
"Heh..," helaan nafas Jesselyn. "Kalian ini memaksa sekali." Memangnya keturunan Caroline bisa bersabar? tentu saja Putri wanita barbar itu menatap dua pria yang memaksanya. "Aku sudah bilang aku tidak mau kan? kalian ini terus saja memaksaku, Sebenarnya kalian ini disuruh siapa?" pertanyaan itu membuat dua pria itu benar-benar sangat tersentak.
"Apa maksud nona? tentu saja kami tidak disuruh siapa-siapa, kami hanya ingin mengantar minuman dari pengusaha itu." jawab dua pelayan.
Jesselyn langsung meninggalkan dua pelayan itu, dia tidak ingin membuat keributan di tempat itu. Ketika berada di tempat yang sedikit sepi di salah satu ruangan, tiba-tiba saja dua pelayan itu hendak melakukan sesuatu kepada gadis itu. belum sempat mereka mendekatinya salah satu tangan Jesselyn langsung bergerak dengan begitu cepat.
"Aku tahu kalau kalian ini disuruh seseorang untuk melakukan kejahatan padaku, dengarkan aku baik-baik jika kalian berani melakukan hal itu padaku akan kupastikan kalian itu mati. Akan kupastikan kalian mendekam di penjara." ucapnya.
"Dia tidak bisa diajak berbicara baik, lebih baik kita buat dia bertekuk lutut." ucap salah satu pria.
Dari tadi Jesselyn bersabar, tetap saja dua pria itu berusaha melakukan sesuatu kepada Jesselyn. Tentu saja Gadis itu tidak akan tinggal diam.
BUGG..
BUGG..
BUGG..
beberapa pukulan langsung melayang ke tubuh dua pria itu, Jesselyn memberikan pukulan dan serangan kepada mereka berdua.
"Ternyata Gadis ini bisa mempertahankan dirinya." ucap salah satu pria.
"Ayo, lebih baik kita tundukkan dia, jika sampai perintah kita gagal kita tidak akan mendapat uang sama sekali." jawab pria yang satu lagi.
Mendengar perkataan seperti itu tentu saja Jesselyn langsung murkah, salah satu kakinya sudah mengambil kuda-kuda, satu tendangan diarahkan oleh Gadis itu ke wajah salah satu pria.
"Kurang ajar, kami akan memberimu hukuman!" seru si pria.
"Tentu saja, beri aku hukuman. Setelah itu aku akan membuat kalian daftar ke akhirat." jawab Jesselyn.
Suara kegaduhan yang ada di ruang pesta yang sedikit tidak jauh itu membuat beberapa orang yang ada di sana nampak langsung berdatangan.
"Apa yang terjadi Nona?" tanya seorang wanita.
"Dua orang ini berusaha untuk melecehkan saya, Nyonya. Tentu saya tentu saja saya tidak akan membiarkannya." jawab Jesselyn.
Wanita setengah baya itu menatap Jesselyn, dia menatap dua pria berpakaian pelayan pesta.
Dua pria itu sedikit terkejut, mereka tidak akan mengira kalau ada salah satu istri pengusaha yang malah ke tempat mereka.
"Beraninya kalian berusaha untuk mengacaukan pesta ini!" seru wanita setengah baya.
"Lebih baik kita pergi dari sini." ucap dua pria itu.
Melihat dua pria itu hendak kabur Jesselyn langsung mengejar dua pria itu, Gadis itu tidak akan membiarkan mereka berdua lepas begitu saja.
"Aku tidak akan membiarkan kalian kabur." Jesselyn kemudian mengejar dua pria itu, dia menarik tubuh salah satu pria, memberikan pukulan bertubi-tubi ke wajah pria itu hingga membuat pria itu tidak bisa membalas serangan Jesselyn.
"Lepaskan!" seru si pria.
Jesselyn memutar tubuhnya, menginjak tubuh salah satu pria sebagai tumpuan kakinya, dia melompat kemudian memberikan tendangan di tubuh salah satu pria yang hendak melarikan diri.
BUGG..
BUGG..
BRAKK..
pria yang hendak melarikan diri itu langsung tersungkur di lantai, nafasnya begitu terengah-engah, dia menatap Jesselyn dengan tatapan mata yang begitu tidak terkata. niat hati ingin mendapatkan uang banyak malah dia sekarang seperti makhluk yang tidak berguna sama sekali.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Oi Min
ck....... anak Carol Erik di lawan
2024-05-11
0
funny hamster
yaaa
itulah campuran caroline dan erik
2023-11-22
0
tia
lanjut thor
2023-11-22
0