"Hari ini kamu ada waktu luang sedikit, Jesselyn?" tanya Henry.
"Memangnya ada apa?" Jesselyn bertanya balik.
"Nanti malam ada pesta perusahaan, aku diundang oleh salah satu pengusaha untuk menghadiri pesta itu. Bisa tidak kamu datang bersamaku?" tanya Henry sembari menunjukkan senyum penuh permohonan.
"Ya bisa saja sih, tapi aku tidak punya gaun untuk ke pesta."
"Itu masalah gampang, nanti aku akan mengirim gaun itu ke tempatmu. Aku akan mengantarmu pulang terlebih dahulu setelah itu aku mau mengajakmu untuk membeli pakaian, bagaimana?"
Bukan Jesselyn namanya kalau gadis itu tidak pandai berbicara manis, salah satu saudaranya yang mulutnya sangat berbahaya adalah Joshua, walaupun terlihat begitu pendiam Joshua adalah sosok pemuda yang sangat pandai merayu para wanita. Banyak gadis jatuh cinta padanya dengan kata-kata yang selalu dikatakan oleh pemuda itu.
"Apa kamu yakin kamu mau mengajakku? kalau kamu mengajakku nanti kamu menyesal." ucap Jesselyn sembari melirik Henry dengan tatapan mata yang penuh godaan.
Henry tersenyum mendengar pertanyaan dari gadis itu, tak ada kata yang keluar dari mulutnya lagi. Hanya senyum sedikit malu juga salah tingkah.
"Baiklah kalau gitu, kamu kerjakan pekerjaan ini nanti kalau sudah pulang aku akan menjemputmu, Oke."
"Oke." jawabnya. setelah itu Jesselyn kembali bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Setelah semua pekerjaannya selesai dia kembali ke kantor tempatnya.
Di tempat itu sudah ada Alexander dan si bianglala Melania, yang sedang bercumbu rayu.
"Tuan." panggil Jesselyn.
"Ya." spontan Alexander menjawab panggilan Jesselyn. Pria itu menatap gadis yang benar-benar menggoda.
"Oh ya, Tuan. Hari ini saya mau cepat pulang karena tuan Henry mau mengajak saya ke acara pesta pengusaha." dengan tatapan mata yang begitu menggoda itu Jesselyn berbicara dengan Alexander.
Gadis itu memang berbicara santai bukan seperti gadis yang sedang menggoda, namun kata-kata yang penuh irama tarik ulur itu membuat Alexander menganggukkan kepalanya. Sedikit senyum terukir di bibir Alexander ketika dia menjawabnya, baru pertama kali ini dia melihat seorang gadis dengan kata-kata sederhana namun begitu membuat hati berdebar.
"Pesta pengusaha? Bagaimana mungkin pria itu diundang ke pesta pengusaha, Bukankah dia hanya bawahanmu?" tanya Melania kepada Alexander.
"Tentu saja dia di undang oleh para pengusaha itu, apa kamu tidak tahu pamannya adalah seorang pengusaha hebat yang mempunyai beberapa usaha di bidang perhotelan. Apalagi pamannya memiliki kekuasaan di Meksiko."
"Jadi maksudmu Henry juga pria kaya?" Melania sedikit bingung.
"Ya, dia cuma ingin keluar dari keluarganya, dia lebih memilih mandiri." jawab Alexander.
"Auch..., ternyata dia kaya juga." guman Melania.
Di salah satu butik, Jesselyn bersama Henry datang ke tempat itu. mereka sedang melihat beberapa gaun yang sangat indah, Henry meminta Jesselyn untuk melihat beberapa pakaian itu dan mencobanya. Baru satu gaun baru dicoba oleh Jesselyn, tatapan mata Henry benar-benar begitu terpukau oleh gadis itu.
Jesselyn keluar dengan memakai dress berwarna pink, sedikit hiasan bertabur di gaun tersebut, Henry benar-benar terbuka dengan sosok Jesselyn. Gadis itu begitu cantik walaupun dia belum memakai make up.
"Aku suka yang ini." ucap lepas Henry ketika melihat Jesselyn memakai pakaian itu.
"Apa aku cocok dengan pakaian ini, Tuan?" tanya Jesselyn yang melihat gaun yang dipilihkan oleh Henry.
Anggukan kepala yang di lakukan Henry membuat Jesselyn sedikit tersenyum, pria itu memang terlihat begitu kalem namun kalau dia marah dia benar-benar sangat menakutkan. Sosok Henry sedikit membuat Jesselyn melirik pria itu. setelah memakai pakaian itu Gadis itu bergegas kembali ke apartemen, dia sedikit tersenyum dengan semua perlakuan yang ditunjukkan oleh Henry.
Sekitar 2 jam kemudian Henry kembali menjemput gadis itu, pintu apartemen Jesselyn diketuk oleh Henry. Jesselyn yang sudah bersiap-siap nampak dia keluar dari apartemennya, sebuah senyum ditunjukkan oleh Gadis itu yang membuat Henry mukanya sedikit bersemu merah, sosok gadis yang begitu mempesona hatinya. membuatnya sering tersipu malu Walaupun dia harus menyembunyikannya.
"Kenapa Tuan Henry tersenyum seperti itu? apakah make up-ku terlalu tebal atau gaunya tidak cocok?" Jesselyn menatap dirinya kemudian menatap gaun yang dia pakai.
Henry menggelengkan kepalanya. "Tidak, Kamu sangat cantik, lebih cantik dan terlalu cantik." jawab Henry.
senyum yang begitu cantik ditunjukkan oleh Jesselyn ketika Henry memujinya seperti itu, entah mengapa Jesselyn merasa kalau pekerjaannya ini akan membuat dia mengalami tantangan yang sangat luar biasa.
"Bisa aku pegang tanganmu?" tanya Henry.
Jesselyn tersenyum sesaat kemudian tangannya melingkar di tangan Henry, mereka berdua nampak seperti pasangan yang serasi. sebuah mobil sport berwarna hitam dikendarai oleh Henry, pria itu nampak benar-benar begitu tampa.
"Tuan Henry malam ini sangat tampan, pasti ada seseorang yang ingin Tuan temui." selidik Jesselyn.
"Memangnya aku tidak boleh ya? Aku ini seorang pria lajang yang normal, tentu saja aku mencari gadis yang mau menerimaku kan?" tanya Henry yang membuat Jesselyn tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Ya itu sih sah-sah saja, apalagi Tuan Henry tampan menawan dan sangat sopan, wanita mana sih yang tidak akan bertekuk lutut di hadapanmu, Tuan." jawab Jesselyn.
Hendri tidak menjawab, namun dia hanya tersenyum tatapan matanya terus menatap Jesselyn yang terlihat begitu menawan.
Sekitar 30 atau 45 menit kemudian mobil yang dilajukan oleh Henry sudah berhenti, Henry keluar terlebih dahulu dari dalam mobil itu kemudian membukakan pintu mobil untuk Jesselyn. Dia mengulurkan tangannya dan membawa Gadis itu masuk ke dalam pesta pengusaha malam ini.
"Wow.., pestanya kelihatan sangat meriah, tuan." ucap Jesselyn yang melihat begitu banyak tamu sudah memasuki tempat itu.
"Aku harap kamu akan suka tempat ini." jawabnya. Henry menggenggam tangan Jesselyn, membawanya masuk ke pesta para pengusaha yang di antara para pengusaha itu ada keluarganya.
"Selamat malam, tuan." sapa beberapa penjaga hotel.
Henry tersenyum sembari menundukkan kepalanya, pria itu masuk ke dalam hotel tempat para pengusaha mengadakan pesta.
"Selamat malam, Tuan Hendri." tiba-tiba seorang wanita mendatangi Henry yang datang bersama Jesselyn.
"Selamat malam." jawab singkat Hendri yang langsung pergi berlalu tidak menghiraukan si wanita, dia langsung masuk ke dalam pesta.
"Tuan Henry benar-benar sangat sombong sekali, kelihatannya Tuan sudah bersama seorang wanita makanya Tuan sudah lupa dengan aku." ucap sih wanita.
Henry menghentikan langkah kakinya, dia menatap wanita itu dengan tatapan mata yang begitu tidak suka.
"Bisakah kamu berbicara dengan sopan, nona? aku datang bersama dengan teman wanitaku. Jadi mohon jangan mengatakan sesuatu yang tidak enak didengar telinga." dengan sangat sopan Henry mengatakan hal itu. dia tidak ingin Jesselyn berpikir kalau dia adalah seorang pria brengsek yang suka bergonta-ganti wanita.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Hera Hartati
setiap chapter nya terlalu singkat, panjangin lagi thor....
2023-12-10
0
Lembenk Doank
lanjut
2023-11-20
0