"Apa kamu bisa melakukannya?" tanya Alexander.
"Tentu saja, tuan." Jesselyn yang kemudian mulai memijit kepala Alexander.
Tangan yang begitu lembut itu memijat kepala Alexander, entah bagaimana namun Alexander benar-benar merasakan kenyamanan.
"Kamu belajar memijat di mana, Jesselyn?" tanya Alexander.
"Memijat apa harus belajar, tuan? memijatkan cuma harus menggerakkan tangan." jawab santai Jesselyn.
Alexander memejamkan matanya, menikmati rileks dari pijatan gadis muda itu. Tangan itu benar-benar begitu lembut.
"Oh ya Jesselyn, jika Melania mengganggumu jangan kamu hiraukan, dia memang seperti itu, dia selalu saja cemburu dengan orang-orang yang ada di sekitarku." Tak Ada Jawaban yang keluar dari mulut Jesselyn.
Namun Gadis itu tahu kalau Melania hanyalah wanita pencemburu yang takut kehilangan miliknya. "Itu adalah sikap yang sangat wajar, tuan. Jika seseorang mencintaimu maka dia akan berusaha untuk mempertahankannya, sama sepertimu. Jika Tuan mencintai seseorang mungkin Tuan akan berusaha mengejarnya, mendapatkan orang itu untuk hidup bersama."
"Kamu benar sekali, aku memang selalu bersikap seperti itu. Aku dulu begitu mencintainya, namun aku tidak pernah merasakan perasaan yang begitu indah." ucap Alexander sembari memejamkan matanya.
"Gila, ini pria kalau tidak mencintainya kenapa dia harus bersama bahkan tinggal di Satu atap. Pria ini adalah pria tidak tahu diri, bilang seperti itu tapi tinggal bersama dengannya." Guman jesselin dalam hati ketika dia mendengar perkataan dari Alexander.
Kata-kata itu memang tidak seharusnya dikatakan oleh Alexander, karena kata-katanya itu seolah ingin mengatakan kalau Melania hanyalah seorang wanita yang tidak terlalu dia harapkan. Jika seperti itu kenapa harus bersama? tinggal bersama dan mungkin sudah melakukan semuanya berdua.
Tiba-tiba Henry masuk ke kantor Alexander. pria itu menatap Jesselyn yang sedang memijat kepala bosnya. Tatapan mata Henry nampak sangat terkejut, pria itu tidak menginginkan pemandangan seperti ini, pemandangan yang dia lihat membuat perasaannya sedikit kacau.
"Ada apa, Henry?" tanya Alexander ketika melihat sahabatnya itu masuk ke kantornya.
"Oh ya, kita ada masalah sedikit." jawab Henry.
"Memangnya ada apa? apakah segawat itu?"
"Iya, Tentu saja sangat gawat."
Jesselyn nampak tersenyum ketika melihat Henry, namun berbeda dengan pria itu, dia menunjukkan sikap acuh bahkan dia menunjukkan perangai dingin ketika Jesselyn tersenyum padanya.
"Lebih baik kita pergi untuk melihat tempat itu, takutnya terjadi sesuatu di sana." Alexander bergegas untuk pergi ke tempat yang dikatakan oleh Henry.
Niat hati Jesselyn ingin bertanya kepada Henry, namun sayangnya pria itu begitu acuh kemudian langsung meninggalkannya. tatapan mata itu begitu dingin, begitu tidak menyenangkan hingga membuat Jesselyn sedikit kebingungan.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia tiba-tiba seperti itu? apa Aku melakukan kesalahan?" Jesselyn nampak bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Henry. padahal biasanya dia bersikap begitu baik.
"Tuan." Panggil Jesselyn. gadis itu berjalan mendekati Henry.
"Ada apa?" tanya Henry dengan nada bicara yang sedikit tidak menyenangkan.
Jesselyn diam untuk sesaat.
"Jika kamu tidak ingin mengatakan sesuatu lebih baik kamu kembali bekerja." setelah mengatakan itu Henry langsung pergi.
Jesselyn terdiam dengan kata-kata yang sedikit dingin yang diucapkan oleh Henry. "Apa Aku melakukan sesuatu? Kenapa dia seperti itu!" berulang kali pun Jesselyn tetap bingung.
Setelah pagi itu malamnya Jesselyn sudah bertekad untuk mencari tahu mengenai gudang milik perusahaan Alexander. 2 sidik jari dari Alexander dan Melania sudah dia dapatkan, Jesselyn menyusup ke perusahaan dengan begitu cepat, para petugas keamanan tempat itu juga tidak bisa mengetahui keberadaan gadis itu. Semua CCTV sudah ada di kendali tangan Gadis itu, namun ketika dia berada di dalam gudang tiba-tiba ponsel Gadis itu mulai berdering.
"Apaan sih." kesal Jesselyn ketika ponselnya terus berdering. Gadis itu mengambil ponselnya dan di sana tertera nama David yang dari tadi menelpon. "Kenapa kamu dari tadi menelponku?"
"Kenapa kamu kesal seperti itu? apa Aku melakukan sesuatu padam?"
"Ya tentu saja aku kesal, aku sedang mengerjakan pekerjaanku. Kenapa kamu tiba-tiba menelponku, kamu ini menjengkelkan sekali ya."
"Apa kamu tidak merindukanku? Aku ini sudah berada di depan apartemenmu lho." jawab David yang membuat Jesselyn sangat terkejut.
"Apa maksudmu? kamu ada di depan apartemenku?"
"Tuh kan, kata-katamu tidak menyenangkan sama sekali. Aku ini bukan seorang rentenir loh, aku ini saudaramu. Ya tentu saja aku mau menemuimu, menemui saudariku." jawab David.
Jesselyn benar-benar mendengus kesal. Kenapa juga salah satu saudaranya itu malah berada di Meksiko, Seharusnya kan dia tidak tiba-tiba berada di Meksiko. telepon itu membuatnya harus meninggalkan pekerjaan yang seharusnya sudah dia lakukan.
"Dasar tidak tahu diri, Kenapa juga dia harus berada di sini." kesal Jesselyn yang kemudian akhirnya tidak mengerjakan pekerjaannya dan kembali untuk melihat apakah benar kalau saudaranya itu berada di depan apartemennya.
Jesselyn kembali ke tempatnya, di tempat lain Henry merasa ada seseorang yang berhasil membobol sistem keamanan perusahaan Alexis. Pria itu mulai berselancar di dunia paralel.
"Siapa yang berani membobol sistem keamanan perusahaan ini? bagaimana dia bisa membobol perusahaan ini? Seharusnya tidak ada satu orang pun yang bisa melakukannya." Henry benar-benar sangat terkejut ketika dia mengetahui ada seseorang yang berhasil membobol sistem keamanan perusahaan Alexis.
Jari jemarinya mulai mengotak-atik laptopnya, dia menyusup ke beberapa informasi perusahaan milik Alexander. Beberapa berkas Sudah dicopy bahkan dikloning oleh pria itu, sistem pertahanan perusahaan Alexander memang sangat canggih.
Tapi ada seseorang yang berhasil membobol sistem itu, berarti orang itu benar-benar sangat luar biasa. Entah sebenarnya siapa Henry, Kenapa pria itu memasuki jejaring keamanan perusahaan Alexis? pria itu bahkan membuat kloning setiap bagian terperinci dari perusahaan Itu.
Setelah semua pekerjaannya selesai Henry mematikan laptopnya, dia begitu Ingin tahu siapa orang yang berhasil membobol sistem keamanan perusahaan.
Jesselyn sendiri Dia sudah berada di bangunan apartemen miliknya, Gadis itu melangkahkan kakinya dengan terburu-buru. seorang pria memang sudah berdiri di depan pintu apartemen milik Jesselyn.
"David, Apa yang kamu lakukan di sini?!" teriak Jesselyn ketika dia melihat David benar-benar ada di depan apartemennya.
Ketika menoleh bukannya David yang ada di sana melainkan Daniel.
"Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu, Jesselyn?" tanya Daniel saat melihat saudarinya berteriak seperti makhluk yang habis kerasukan.
"Daniel, Kok kamu sih. di mana David?" tanya Jesselyn kepada saudara kembarnya.
"Karena kami kelaparan ya kami makan dulu, mereka keluar sedangkan sedangkan aku ada di sini." jawab Daniel.
"Kami? maksudmu?" Jesselyn mulai memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan. Gadis itu menatap Daniel, sekitar beberapa detik kemudian David, Joshua serta seorang pria yang sangat menyebalkan ada di sana, Ruhan.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Oi Min
siapa sbnrnya Henry ini?? kok mencurigakan
2024-05-11
0
itanungcik
lanjut bestie...
2023-11-24
0
nanae
up banyak4 dong thorr
2023-11-24
0