"Pakai peralatannya." perintah Daniel.
"Kamu ini ngapain sih, aku kan sudah bilang jangan pakai senjata ini." raut wajah kesal di tunjukkan oleh Jesselyn.
'Memangnya kenapa tidak mau memakai senjata itu? itu kan senjata yang paling banyak menghasilkan." ucap David.
"Aku tidak suka senjata yang terlalu besar, kalau ini bagianmu dan Joshua. Kalian pakai ini saja aku ambil senjata kecil." Jesselyn yang kemudian mengambil beberapa pistol yang dia masukkan ke pakaian dan jaketnya.
"Wajahmu kelihatannya tidak senang sekali, Jesselyn?" tanya Joshua.
"Tentu saja, aku tidak senang kalian kemari dengan membawa masalah, seharusnya kalian itu mengurus urusan kalian sendiri. Lalu, kenapa aku harus diikutsertakan dalam hal ini?"
"Ya bagaimana lagi, ini semua perintah dari mama. Kalau kamu tidak suka kamu bisa menelpon mama dan bilang sama Mama kalau kamu masih ada urusan." jawab Joshua.
"Kamu mau cari ribut ya, ya bukan cari ribut, Jesselyn. kamu tahu sendiri kan Mama sekarang berada di Belanda, Dia sedang mengurus beberapa permasalahannya."
Empat orang itu akhirnya memakai persenjataan mereka, mereka sudah bersiap-siap untuk masuk ke markas Yang katanya digunakan untuk mengambil organ tubuh manusia dan diperjualbelikan.
"Dasar mereka orang-orang brengsek, kalian jangan sampai melewatkan satu orang pun, habisi mereka tanpa tersisa. Kalaupun kita mendapat masalah aku bisa mengatasinya " ucap Daniel.
"Sombong sekali kau, kata-katamu itu bisa dipercaya atau tidak? jika kami dalam masalah awas kamu." ancam Jesselyn yang kemudian masuk bersama 3 saudaranya.
"Aku tidak dapat berpikir bagaimana jadinya pria yang akan menjadi suami saudari kita itu, dia akan bertahan lama."
"Berapa lama?"
"Aku yakin kalau dia membuat masalah, bisa-bisa pria itu akan dicincang habis kalau tidak pasti dia dijemur di belakang pembatas pagar Mansion kita." ucap David.
"Belakang Mansion? Bukankah itu ada kolam buaya?" tanya Joshua kembali.
"Ya tentu saja aku yakin saudari kita itu akan melempar suaminya ke kolam buaya." jawab David.
"Otakmu itu kotor sekali, David. ya nggak mungkin lah saudari kita sampai melempar suaminya ke kolam buaya. buaya-buaya itu kan anak buah Mama, kalau buaya-buaya itu sampai menerkam suami Jesselyn.. saudari kita bisa jadi janda dong. Aduh mampus kita kalau dia seperti itu, bisa-bisa hidup kita yang dalam bahaya." kedua pemuda itu saling menatap satu sama lain sembari mencibir saudarinya habis-habisan.
"Kalian mau aku tembak kepala kalian atau kalian berdiri di sini saja?!" seru Jesselyn yang sudah meninggalkan dua saudaranya itu sedikit jauh.
Akhirnya 4 orang itu masuk ke dalam organisasi gelap yang sudah diberitahu oleh Daniel. di dalam bangunan itu ada beberapa mayat yang sudah tidak berwujud lagi, matanya tidak ada otaknya dan beberapa bagian fatal lainnya seperti jantung, ginjal tulang sumsum dan lain sebagainya.
"Gila, mereka ini benar-benar sangat gila. Mereka melakukan hal seperti ini hanya untuk uang." ucap Joshua.
"Maka dari itu kita langsung meledakkan saja tempat ini."
"Kalian bisa diam tidak! kalian ini sangat menyebalkan sekali, dari tadi aku mendengar kalian itu terus mengomel panjang lebar tanpa tentu arah." giliran Daniel yang marah kepada dua saudaranya itu.
Daniel yang mulai memantau situasi, dia mengukur tingkat kesulitan yang ada di tempat itu, mungkin untuk saat ini Daniel sedikit memantau beberapa situasi.
"Lebih baik kita segera berpencar, kalian ini benar-benar sangat lelet." Jesselyn yang langsung meninggalkan ke-3 saudaranya. dia berlari ke sebuah arah yang tidak dia ketahui, Gadis itu melihat beberapa tubuh yang sudah tergeletak di salah satu ruangan.
Bau yang membusuk membuat penciuman Jesselyn benar-benar terganggu, darah ada di mana-mana.
"Permainan ini akan sangat menyenangkan." ucap Jesselyn yang kemudian memakai kacamata khusus yang dibuatkan oleh Robinson.
ZLEPP..
ZLEPP..
ZLEPP..
ZLEPP.
tanpa banyak kata ataupun pergerakan jaseln langsung membunuh beberapa orang yang ada di tempat itu. Beberapa orang yang sedang mengambil organ tubuh manusia.
"Dasar kalian ini para makhluk iblis, harusnya kalian tidak pernah terlahir di dunia ini." ucapnya seraya menggorok leher musuh-musuhnya.
"Arg..," suara kesakitan dari musuh-musuhnya.
Jesselyn semakin masuk ke salah satu ruangan, Gadis itu menatap beberapa anak kecil yang disekap di tempat itu. Hatinya tersentak begitu luar biasa, ketika melihat beberapa anak kecil itu matanya ditutup dengan tangan terikat.
"Dasar orang-orang brengsek, beraninya mereka melakukan hal ini." tatapan mata itu seperti api yang sudah mulai berkobar, beberapa anak kecil ditaruh di salah satu ruangan.
Mereka akan menjadi korban pengambilan organ tubuh manusia sedangkan di sebelah tempat itu sudah terbujur kaku, beberapa mayat anak kecil yang tubuhnya sudah tidak sempurna lagi. air mata jesselin tiba-tiba menetes, dadanya terasa berdebar begitu kencang, terasa sakit saat melihat pemandangan seperti itu. Hidupnya begitu berlimpah namun di tempat ini dia seperti melihat neraka yang dibuat oleh para manusia sendiri.
"Cepat kita lakukan." ucap salah satu pria yang hendak mengambil beberapa anak untuk dibunuh Jesselyn bersembunyi di suatu tempat.
Beberapa pria itu membuka sel yang mengurung beberapa anak itu."Seret mereka keluar!!" seru salah satu dari pria itu.
Mendengar itu Jesselyn sudah tidak mampu lagi menahan amarahnya, seketika dia keluar dia mengambil pistol dengan alat peredam yang sudah dia pasang.
ZLEPP..
ZEPP..
ZEPP..
ZEPP..
Beberapa tembakan itu diarahkan ke tiga pria yang akan menyeret beberapa anak yang ada di dalam sel. Tanpa bisa melawan tiga pria itu langsung mati di tempat, kepala mereka menjadi sasaran peluru pistol Jesselyn.
"Dasar kalian bedebah! kalian ini makhluk yang tidak harus hidup di dunia ini!" hati yang sudah mulai menggelap itu membuat Jesselyn melakukan sesuatu di luar nalar.
Salah satu tangannya mengambil pisau yang lumayan besar yang selalu dia bawa, tangannya langsung mulai beraksi, dia mengoyak tubuh satu persatu dari tiga pria itu. nyawa yang belum sepenuhnya lepas itu membuat 3 pria itu harus merasakan kesakitan yang teramat luar biasa.
Jesselyn memasukkan salah satu tangannya dan mengambil jantung salah satu pria itu.
"Seperti inilah rasa sakit yang dirasakan oleh anak-anak yang telah kalian bunuh." ucap Jesselyn. dua pria yang lain ditusuk otaknya oleh gadis itu.
Jesselyn benar-benar sangat barbar, sangat menakutkan bahkan dia seperti monster. setelah melakukan itu nafas Jesselyn begitu memburu, dia melihat tangannya sudah berlumuran darah. Untung saja dia memakai kacamata pemberian dari McQueen, hal itu membuatnya sedikit mengontrol tubuhnya karena Jesselyn sebenarnya mempunyai phobia darah.
Berkat kacamata khusus yang dibuatkan oleh McQueen, Jesselyn bisa menghadapi phobianya itu sedikit demi sedikit.
"Hiks.. hiks..," suara tangis dari salah satu anak-anak yang disekap di sel ruangan itu. Jesselyn menatap sekitar 15 anak yang dikurung di tempat itu.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments