Di Salah satu apartemen keluarga Erik, terlihat David sedang bersembunyi.
"Cih sana pergi." usir David.
"Kelakuanmu seperti seorang wanita bersembunyi di sini." cibir Joshua.
"Coba kamu ada di posisiku, apa kamu mau bertukar denganku?" tanya David dengan kata-kata yang begitu menyindir.
"Mulutmu sebesar lapangan bola, kamu berbicara tidak ada aturan, dasar lidah tidak bertulang." jawab Joshua.
"Heh.., beraninya kamu mengatakan seperti itu, kalau mulutku lapangan sepak bola, mulutmu adalah samudera." balas David.
"Beraninya kamu mengatakan hal itu, mulutku bukan samudera, mulutku adalah bola dunia." cibir Joshua.
Dua pemuda yang saling mengatakan penghinaan, mereka seperti dua gadis yang sedang bergosip.
"Dasar tidak tahu diri." Joshua yang malah duduk di samping David.
"Jos, bisa aku minta satu bom yang kamu buat?" tanya David.
"Kamu meminta bom? Memangnya kamu mau apa? kamu Mau ngebom mulutku?" Joshua sedikit menyipitkan matanya.
"Bukan bukan mulutmu yang mau aku bom, aku mau mengebom rumah wanita itu, berani sekali dia mencintaiku. Dia kan lebih tua dariku masa dia nenek-nenek suka brondong, Kalau aku sih ogah banget, sudah tua tuwir wajahnya keriput tulangnya saja sudah lembek."
"Kok kamu tahu tulangnya lembek? kamu habis bawa dia periksa ke rumah sakit ya?" Joshua malah mengajak David bercanda
"Tentu saja aku tahu kalau tulangnya lembek, kalau wanita seusia kita kan masih padat berisi tulangnya itu tulang berkalsium dan mempunyai vitamin ABC. Kalau dia sih bukannya vitamin ABC, dia itu racun kematian." jawab David yang membuat Joshua menganggukkan kepalanya.
"Benar juga sih, wajahnya aja sudah keriput, disetrika berulang kali tetap saja bergelombang. Apa sebaiknya aku buatkan dia setrika khusus ya?" tanya Joshua.
David langsung menatap saudaranya dengan tatapan mata yang benar-benar sangat marah.
"Kamu mengajakku bercanda ya?" tanya David.
"Ya tidak, kamu tadi bilang kan wajahnya itu sudah keriput bergelombang dan seperti lipatan baju. Bagaimana kalau aku buatkan setrika khusus untuk mengecilkan wajahnya?"
"Umur tidak bisa bohongi, dia itu sudah tua walaupun dibuatkan setrika khusus tetap aja wajahnya tuh seperti cucian yang habis diperas. Sudah keriput berumur tidak tahu diri lagi." jawab David.
"Tetap saja dua pria itu memperbincangkan seseorang yang memang tidak tahu malu sama sekali, seorang wanita yang berusia 40 tahun namun jatuh hati kepada David. mungkin kalau wanita berumur itu melihat Kedua saudara David yang lain mungkin dia juga akan jatuh cinta. itu namanya nenek-nenek tuwir yang tidak tahu diri.
"Bagaimana kalau nenek-nenek tuwir itu kita serahkan saja sama paman John?" tanya David.
"Kalau dia diserahkan sama paman John, bisa remuk redam."
"Bagaimana kalau kita serahkan sama kakek McQueen?' tanya Joshua kembali.
"Kalau sama kakek McQueen dia akan rata seperti aspal jalanan."
"Kalau begitu kita serahkan sama siapa?" tanya Joshua.
"Ya kita biarkan saja dia menua seperti buah-buahan yang kemudian membusuk."
Entahlah, dua pemuda yang terlihat pendiam itu ternyata mempunyai sifat hampir sama persis dengan mama mereka, sukanya membicarakan orang setelah berbicara dengan begitu serius akhir-akhirnya mereka menemukan jalan buntu untuk membicarakan sesuatu yang lebih baik.
Kembali ke tempat Jesselyn, Gadis itu sedang mengerjakan beberapa pekerjaan, dia dia terus saja menghela nafasnya berulang kali. Dia disuruh bekerja di perusahaan sebagai pemegang saham sekaligus pengganti sang Mama namun Gadis itu tidak mau. Sekarang dia bekerja menjadi sekretaris dari Alexander.
"Apa kamu sudah bertemu dengan Alexander, Jesselyn? tanya Henry.
"Belum, Tuan. Memangnya ada apa?" tanya Jason kembali.
"Seharusnya hari ini dia sudah masuk, tapi kenapa dia masih belum sampai di sini, aku sangat kesal kalau dia bersama dengan Melania." ucap Henry.
Jesselyn benar-benar sangat penasaran dengan sosok yang bernama Melania. Seperti apakah sosok itu hingga membuat Henry juga sangat kesal dengan wanita itu, sekitar 5 atau 10 menit kemudian Alexander sudah datang bersama seorang wanita yang berpakaian begitu seksi. Sebagian dadanya diperlihatkan, rambutnya terurai di bawah pundak dengan memakai mini dress berwarna merah menyala.
"Wow wanita ini memakai pakaian yang kurang bahan sekali, kelihatannya dia harus dililit sedikit dengan kain agar pakainya sedikit panjang." guman Jesselyn dalam hati ketika dia melihat Melania.
"Wanita itu siapa, Tuan Henry?" tanya Jesselyn.
"Dialah wanita yang aku maksud, dialah yang namanya Melania, wanita tidak tahu diri yang selalu merusak kehidupan Alexander." jawab Henry.
"Wah pria seperti dia?" guman Jesselyn dalam hati.
Sesaat kemudian Gadis itu melihat sosok Alexander yang berdiri di samping Melania, Jesselyn menatap Alexander dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Pria ini tidak terlalu bodoh tapi kenapa mencari pasangan yang sangat bodoh, bahkan kelihatannya wanita itu suka bermain laki-laki." guman Jesselyn kembali.
"Aku benar-benar tidak suka dengan wanita itu karena itu, kalau ada wanita itu perutku langsung mulas." ucap Henry yang kemudian benar-benar pergi dari tempat itu.
"Kamu mau ke mana, Henry?" tanya Alexander.
"Aku ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan, Oh ya perkenalkan namanya adalah Jesselyn. Dia adalah sekretaris barumu yang menggantikan flora yang resign." ucap Henry.
Alexander menatap Jesselyn dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Selamat pagi, Tuan." ucap Jesselyn sembari sedikit membungkukkan kepalanya.
"Jadi kamu sekretaris baruku ya?" tanya Alexander yang menatap Jesselyn dari atas kepala sampai ujung kaki. pria itu melihat Jesselyn gadis muda yang terlihat benar-benar sungguh menggairahkan.
"Benar sekali, tuan. Saya adalah sekretaris tuan Alexander." jawab Jesselyn yang sedikit menunjukkan ketidaksukaan ketika pria itu menatapnya dengan tatapan mata yang begitu tidak menyenangkan. Bahkan tatapan mata itu ada tatapan mata seorang pria mesum.
"Oh ya, karena kamu mempunyai pekerjaan yang tidak bisa kamu tunda aku akan mengajak sekretaris mu ini melihat beberapa pekerjaan di lapangan." Henry yang kemudian langsung menarik tangan Jesselyn.
Dari raut wajah yang ditunjukkan oleh Henry pria itu benar-benar tidak suka dengan sosok Melania, entah pria itu mempunyai hubungan apa namanya jelas Henry benar-benar tidak suka dengan wanita itu.
"Bagaimana sih Henry, Kenapa dia mencarikan sekretaris sangat mudah seperti itu. Lihatlah dia cantik dan begitu seksi dia benar-benar ingin menghancurkan hubunganku dengan Alexander Apa?" guman Melania dalam hati ketika wanita itu melihat tatapan mata yang ditunjukkan oleh Alexander.
"Kenapa kamu seperti itu?" tanya Henry kepada Melania.
"Tidak apa-apa, sayang. Oh ya, ayo kita masuk aku akan memberitahumu mengenai sesuatu." jawab Melania.
Waktu akan mulai berjalan dengan seiring rencana yang dibuat oleh Jesselyn, Gadis itu sudah merencanakan sesuatu yang sangat luar biasa.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Lembenk Doank
semangat
2023-11-20
0
!M@m@#
lanjuuuttt thorrrr
2023-11-20
0