Ada yang mulai suka

Hari ini Jesselyn sengaja pergi ke salah satu gudang perusahaan milik Alexander, dia mulai memantau gudang tersebut, Gadis itu yakin kalau gudang Perusahaan Alexander menyimpan beberapa barang ilegal. Dengan menggunakan pakaian serba hitam juga penutup wajah Jesselyn menyusup ke perusahaan itu.

Perusahaan yang sudah selesai Jan kerja itu dijaga oleh beberapa penjaga keamanan, Jesselyn yang seorang hacker tentu saja dia membobol sistem keamanan perusahaan itu dengan mudah. Dengan begitu pawai dan lincahnya hanya dalam hitungan beberapa menit saja seluruh sistem keamanan perusahaan di bawah kendali gadis itu.

"Baiklah kalau begitu, Semua sistem keamanan ini sudah ada di tanganku. Aku harus segera mencari keberadaan barang-barang itu." ucapnya seraya memasuki salah satu gudang.

Memang di perusahaan itu hanya ada dua gudang, namun sebenarnya di perusahaan milik Alexander ada dua gudang lagi yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun termasuk Henry.

"Baiklah kalau begitu." ucap Jesselyn yang memakai beberapa alat untuk memantau tempat itu satu. persatu barang yang ada di gudang itu dilihat oleh Jesselyn, beberapa barang itu masih dalam tingkatan wajar.

Tidak ada barang selundupan atau ilegal seperti yang dikatakan oleh beberapa orang. langkah kaki Jesselyn terus memasuki tempat itu, beberapa tempat sudah di pantau. beberapa barang sudah dilihat namun ada sebuah ruangan kecil di dalam gudang itu. Jesselyn memasuki tempat itu, tatapan matanya menatap sebuah ruang besi yang ada di sana.

"Tempat ini menggunakan sidik jari, lalu sidik jari siapa yang digunakan untuk membuka tempat ini? Apakah pria itu atau wanita itu?" Jesselyn mulai bingung. Jika menggunakan sidik jari, itu artinya jesslyn tidak bisa membuka menggunakan alat canggihnya. Dia harus kembali untuk mendapatkan sidik jari Alexander ataupun Melania.

Malam ini terpaksa Jesselyn kembali dengan tangan kosong, besok dia akan kembali ke gudang satunya juga kembali ke gudang yang tadi dia masuki. Hanya sidik jari Alexander ataupun Melania yang bisa membuka tempat tersebut.

"Selamat pagi." seperti biasa Jesselyn sudah masuk ke kantor pagi-pagi sekali. Dia masih mempunyai pekerjaan yang diberikan oleh Alexander.

"Kamu sudah datang, Jesselyn?" tanya Alexander.

"Sudah, Tuan." jawab Jesselyn yang kemudian membuka beberapa berkas.

"Nanti kamu ikut denganku, Aku mau menemui salah satu rekan bisnisku."

"Baik, Tuan." jawab singkat Jesselyn yang kemudian mulai mengerjakan pekerjaannya.

Wajah yang penuh senyum itu dapat dilihat, Alexander benar-benar menyukai sifat yang dimiliki oleh sekretarisnya itu. baru pertama kali dia melihat wanita selincah itu bahkan Melania pun adalah wanita yang hanya bisa bersenang-senang. bermanja-manja tanpa bisa melindungi dirinya sendiri.

"Oh ya Jesselyn, boleh aku tanya sesuatu?"

"Memangnya Ada apa, Tuan? tanya Jesselyn balik.

"Memangnya apa yang terjadi waktu di pesta itu? kenapa kamu menghajar dua pria itu?"

Jesselyn sedikit memikirkan apa yang harus dia katakan, Dia memanyunkan bibirnya kemudian sedikit berkedip. "Apa harus saya jawab, tuan?" tanya Jesselyn dengan senyum yang sedikit mengembang.

"Tentu saja, masa kamu tidak mau menjawabnya."

"Sebenarnya pria itu mau berbuat jahat pada saya, tuan. Saya tidak suka diperlakukan seperti itu, saya ini bukan seorang wanita murahan yang menjajakan tubuh saya." berulang kali Alexander tersenyum mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Jesselyn.

Gadis itu cantik, muda, menyenangkan dan sangat-sangat menggairahkan. Mungkin itulah yang ada di pikiran Alexander saat ini, pria itu nampak sangat menyukai sosok gadis yang begitu menyenangkan itu.

"Ya sudah kalau begitu pukul 09.00 nanti kamu harus bersiap-siap." ucapnya. Alexander kemudian berdiri mengambil beberapa barang yang ternyata kemarin dia beli. Pria itu memberikan barang-barang itu kepada Jesselyn.

"Ini apa, Tuan?" Jesselyn bingung ketika dia diberi sesuatu oleh Alexander.

"Mungkin barang itu tidak terlalu mahal, kemarin aku tidak sengaja mencium parfum yang kamu pakai. Bukankah itu parfumnya?" tanya Alexander.

Senyum terlihat merekah di bibir Jesselyn ketika Alexander memberikan parfum yang sama persis dengan miliknya. "Ternyata penciuman Tuan Alexander sangat tajam juga ya, Aku tidak mengira Kalau tuan tahu saya memakai parfum ini."

"Lalu, apa kamu suka dengan parfum itu?"

"Tentu saja, Tuan. parfum ini adalah parfum kesukaan saya." tanpa mengatakan apapun Jesselyn langsung memasukkan parfum itu ke laci.

"Oh ya, tuan. Aku lupa berterima kasih. Terima kasih atas pemberian Tuan." walaupun mengatakan kata-kata sederhana itu tapi bagi Alexander kata-kata itu membuatnya tersenyum begitu lebar. Dia merasa kalau Gadis itu adalah gadis yang sangat berbeda, gadis yang sangat berbeda dari Melania.

Dia tidak terlalu memusingkan apapun, hidup sederhana dengan semua pekerjaan yang ada di perusahaannya.

Beberapa jam kemudian Alexander mendatangi Jesselyn yang masih ada di kantornya. "Ayo kita berangkat." ajak Alexander.

Jesselyn nampak bingung karena dia lupa hari ini dia harus ikut dengan Alexander ke suatu tempat. "Memangnya kita akan ke mana, Tuan?"

"Ya Tuhan, kamu lupa ya Aku kan tadi bilang sama kamu kalau kamu harus ikut aku untuk menemui salah satu klienku. Apa kamu lupa?" tanya Alexander.

Jesselyn menganggukkan kepalanya, dia sedikit tersenyum karena dia memang lupa harus ikut dengan Alexander.

"Ya sebentar, tuan." Jesselyn yang kemudian membersihkan pakaiannya dan memakai blazer yang dia lepas.

Terlihat sekali kalau Gadis itu memang cantik, perpaduan antara Caroline dan Erik, mata belok mirip Caroline, gaya berjalan begitu gagah seperti Erik.

Henry yang baru datang ke perusahaan dia nampak mencari keberadaan Jesselyn, ketika dia memasuki kantor Alexander dia tidak menemukan keberadaan Gadis itu. "Oh ya, di mana Tuan Alexander?" tanya Henry kepada salah satu karyawan.

"Kelihatannya Tuan Alexander keluar bersama Jesselyn, Tuan." jawab Salah satu karyawan.

"Memangnya mereka ke mana?" tanya Henry.

"Kami tidak tahu, Tuan." jawab karyawan kembali.

Henry mengambil ponselnya, pria itu menelpon Jesselyn untuk bertanya di mana keberadaannya.

"Kamu ada di mana, Jesselyn?" tanya Henry.

"Maaf tuan, saya sedang keluar bersama Tuan Alexander. ini aku sedang menemani Tuan Alexander untuk menemui salah satu kliennya." jawab Jesselyn.

"Fi sekitar daerah mana?" tanya pria itu kembali. Henry tidak ingin jesseli6n jatuh di perangkap Alexander, pria itu adalah pria yang suka bergonta-ganti wanita apalagi dia masih dalam status kekasih Melania.

"Saya ada di salah satu restoran, mungkin yang agak jauh dari perusahaan. Nama restoran itu restoran the look." jawab Jesselyn.

"Kamu tolong tunggu di sana ya, karena aku akan menjemputmu. lagi pula pertemuan itu Seharusnya aku yang menanganinya." Henry yang kemudian mematikan ponselnya. Henry tidak ingin Alexander berusaha mendekati Jesselyn, Henry juga tidak ingin Jesselyn jatuh ke perangkap pria itu.

Setelah mematikan ponsel, Henry pergi ke tempat Alexander, dia akan menggantikan posisi Jesselyn agar Gadis itu tidak terlalu dekat dengan Alexander.

*Bersambung*

Mohon dukungannya untuk karyaku.

*Isteri bar-bar bos mafia

*My jodoh duren(duda keren)

*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)

*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)

Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

Terpopuler

Comments

Endangdaman

Endangdaman

belum tau aja alex siapa sebenarnya jessley itu

2023-11-22

0

itanungcik

itanungcik

lanjut bestie..

2023-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Tiada lawan.
2 Si kembar
3 Keahlian si kembar
4 Jesselyn
5 David
6 Mulut yang penuh rayuan
7 Pesta
8 Ada yang kesal
9 RENCANA JAHAT
10 Hadiah untuk kalian
11 Ada yang mulai suka
12 Alexander marah
13 Jesselyn Memuji Melania
14 Jesselyn bermain api
15 Para pembuat masalah
16 Henry mulai cuek
17 Jesselyn mulai cuek
18 Organisasi gelap
19 Hancurkan mereka
20 Inilah kematian
21 Ada yang cemburu
22 Mengejar Jesselyn
23 David yang jail
24 Mempermalukan Zalfa
25 Maafkan aku
26 Rahasia Alexander
27 Pria berbahaya
28 Pergilah dari sini
29 Apa kamu suka sama aku?
30 Henry cemburu
31 Mengantarkan Jesselyn
32 Alexander membawa Jesselyn
33 Roma
34 Alexander yang posesif
35 FRANCISCO PALSU
36 Terpenjara
37 Francisco mengejar Alexander
38 Alexander terluka
39 Waktu mulai berjalan
40 Kedatangan Caroline dan Erik ke Roma
41 Malaikat pencabut nyawa
42 Nikahi dia
43 Jebakan
44 Jebakan di Hotel A
45 KEDATANGAN HUGO
46 Halo hugo
47 Membusuk lah di penjara
48 S2. DANIEL
49 Wanita penggoda
50 Cornelia
51 Mengusik Daniel
52 Jangan mengusikku
53 Menghajar para preman
54 Emilia di culik
55 Menyelamatkan Emilia
56 Ke tempat Vero
57 Menyelamatkan Emilia
58 Emilia terluka
59 Kamu harus berjuang Emilia
60 Hukuman untuk Vero
61 Cornelia yang ganjen
62 Catatan sipil
63 Kamu hanyalah wanita murahan
64 Jangan berani menghinanya
65 Asalkan bersama
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Keluarga Tiada lawan.
2
Si kembar
3
Keahlian si kembar
4
Jesselyn
5
David
6
Mulut yang penuh rayuan
7
Pesta
8
Ada yang kesal
9
RENCANA JAHAT
10
Hadiah untuk kalian
11
Ada yang mulai suka
12
Alexander marah
13
Jesselyn Memuji Melania
14
Jesselyn bermain api
15
Para pembuat masalah
16
Henry mulai cuek
17
Jesselyn mulai cuek
18
Organisasi gelap
19
Hancurkan mereka
20
Inilah kematian
21
Ada yang cemburu
22
Mengejar Jesselyn
23
David yang jail
24
Mempermalukan Zalfa
25
Maafkan aku
26
Rahasia Alexander
27
Pria berbahaya
28
Pergilah dari sini
29
Apa kamu suka sama aku?
30
Henry cemburu
31
Mengantarkan Jesselyn
32
Alexander membawa Jesselyn
33
Roma
34
Alexander yang posesif
35
FRANCISCO PALSU
36
Terpenjara
37
Francisco mengejar Alexander
38
Alexander terluka
39
Waktu mulai berjalan
40
Kedatangan Caroline dan Erik ke Roma
41
Malaikat pencabut nyawa
42
Nikahi dia
43
Jebakan
44
Jebakan di Hotel A
45
KEDATANGAN HUGO
46
Halo hugo
47
Membusuk lah di penjara
48
S2. DANIEL
49
Wanita penggoda
50
Cornelia
51
Mengusik Daniel
52
Jangan mengusikku
53
Menghajar para preman
54
Emilia di culik
55
Menyelamatkan Emilia
56
Ke tempat Vero
57
Menyelamatkan Emilia
58
Emilia terluka
59
Kamu harus berjuang Emilia
60
Hukuman untuk Vero
61
Cornelia yang ganjen
62
Catatan sipil
63
Kamu hanyalah wanita murahan
64
Jangan berani menghinanya
65
Asalkan bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!