Bab 16

Nisa kembali duduk di meja, menemani Lelakinya menyelesaikan makan. Ia agak aneh, kok, Reza makannya lama sekali.

"Apa kalian tidak bosan ketemu setiap hari?"

Goda Mina diiringi tawa.

"Mana bisa bosan. Jadian sebagai pacar resmi saja barusan. Kan, sebentar lagi ada yang berstatus mantan istri."

Reza ikut menimpali, sambil mengedipkan mata.

"Dan dia juga akan segera menjadi mantan pacarmu."

Bisik wanita ini dalam hati.

"Kak Reza. Kalau nanti mau nginap di sini sama Nisa juga, boleh."

Ia lanjut menawarkan sesuatu yang tentu saja membuat Reza semakin senang.

"Memang boleh, Min?"

"Iya, lah. Apa, sih yang tidak bisa kulakukan untuk seorang kawan lama?"

Nisa menatap Mina lama, kemudian sekali lagi mengucapkan terimakasih sudah mau berbagi tempat tinggal sementara.

Wanita satu anak ini lalu permisi ke belakang untuk mencuci piring bekas makan mereka. Ia merasa bersyukur memiliki teman sebaik Mina, apalagi membolehkan Reza untuk bebas datang ke rumahnya.

Sepeninggal Nisa, Reza berbalik ke kamar pacarnya. Ia berbaring sambil membuka ponsel, mengamati foto dirinya dan sang kekasih yang baru dipotretnya semalam saat menyantap bakso.

"Kak, mau susu?"

Mina menyusul ke kamar dan berdiri di ujung ranjang. Diraihnya tangan cowok keren di depannya lalu, meletakkannya di balik kaos oblongnya. Otomatis tangan yang kekar itu terasa hangat, karena mengenai dua bukit kembar yang tampak membesar.

"Jangan goda aku, Dek. Kamu mau kecewakan sahabatmu sendiri?"

"Tapi, kak. Ah, sudah, lah."

Ia segera menyingkir ke kamar sebelah, takut ketahuan Nisa.

Wanita yang entah kenapa, beberapa jam yang lalu secara spontan berubah nakal dan tak mau ambil pusing dengan sahabatnya ini, cekikikan seperti orang kesurupan. Ketawa dan bahkan bicara sendiri, kini menjadi hobi barunya. Sepertinya dia terobsesi dengan pesona Reza.

Di tempat lain, Coki baru saja tiba di hotel. Dia menanyakan Mina sama teman-temannya, dan kata mereka Mina masuk siang.

Boss Coki pun mengangguk dan meninggalkan mereka.

Aku akan meminta bantuannya untuk suatu hal. Pikirnya sambil meneguk air dalam botol.

pukul satu siang, yang ditunggu Coki datang. Melihat boss nya berpangku tangan di depan pintu hotel, Ia langsung menyapa; "

Selamat siang, Boss."

"Siang juga, Mina. Bisa ikut ke ruanganku sebentar?"

Yang dituju langsung mengekor dari belakang, mengirim si boss.

Ruangan boss terasa dingin, karena AC dinyalakan. Itu membuat Mina terasa nyaman. Bulir keringat di dahinya mulai mengering

Coki lalu meminta sesuatu hal yang agak berbeda, membuat Mina kaget. Namun, beberapa saat setelah berpikir, akhirnya dia menyetujui permintaan boss.

"Itung-itung ini sebagai peluang besar untuk bisa mendapatkan Reza." Gumamnya nyaris tak terdengar.

"Baik, Boss. Aku mau."

Mereka bertatapan sebentar, dan coki mendekatkan wajahnya ke wajah Mina dan melumat bibir gadis itu, lalu berbisik di telinganya.

"Terimakasih sudah menerima tawaranku. Sepertinya kita akan lebih sering dekat."

"Iya, boss ganteng. Terimakasih kembali."

Mina menarik wajah Coki dan balas berbisik di telinga boss-nya.

Bulu kuduk Coki berdiri, ditatapnya wanita muda di depannya dengan penuh napsu.

Kau sudah membuat adik kecilku bangun..Kau harus tanggung jawab, Mina!

Ditariknya tubuh mungil itu dan melahapnya. Yang dilahap tak mau menolak. Ia semakin intens melayani boss-nya, berharap ini menjadi awal mula yang baik untuk mencapai semua tujuannya.

Setelah selesai melewati pertempuran yang sengit, keduanya berbaring di atas sofa sambil berpelukan.

"Mina, hari ini kamu membuatku senang. Mintalah apapun yang kamu inginkan, pasti ku kabulkan."

Ia menatap Coki dengan berbinar, seakan tak mau melepas pandangannya.

Di tempat lain, Nisa sibuk memikirkan bagaimana ia harus menghasilkan uang, Sampai ia teringat sesuatu.

"Ha, ya. Untuk apa aku mikir jauh. Pacarku kan punya Toko buku, kenapa aku tidak melamar kerja saja di sana."

Saking senangnya, ia pun buru-buru menelpon Reza. Karena ia tak menjawab telepon dari Nisa, maka wanita ini memutuskan untuk menunggu saja. Ini kan hari mulai beranjak senja..Palingan nanti malam pacarnya apel lagi ke sini.

_______________

Hari sudah gelap, Mina masih sibuk bekerja di resto. Beberapa teman kerjanya mulai berbisik-bisik, menggosipkan dia dan boss hotel.

"Tadi siang aku melihat dia ikut boss ke ruangannya, eh lama sekali tidak keluar-keluar." Dia kerjanya di bagian sini, kok bisa lama-lama di ruangan boss. Pasti mereka ada apa-apa." Kata salah satu karyawan.

Yang digosipkan menghampiri teman-temannya, sehingga dengan cepat mereka mengubah topik.

"Eh, kalian tahu, tidak. Sebentar lagi aku dipindahkan ke bagian resepsionis."

Pamer Mina berbangga diri.

"Loh, kamu kan cuma punya ijazah SMA. Sekolah pun bukan di bagian perhotelan. PD sekali, kamu."

Ucap teman satunya.

"Nah, makanya sekarang aku lagi di kase ilmu tambahan sama boss. Tidak percaya?"

Jelas mina sambil pergi meninggalkan teman-temannya yg saling melirik dan memberikan kode satu sama lain.

"Ih, makin menjadi dia sejak masuk ruangan boss tadi."

Timpal teman yang satunya lagi.

Bumi sudah mulai gelap, Menyisakan sisa-sisa cahaya terang yang semakin redup. Risal baru saja pulang dari kampus, karena mata pelajarannya sudah selesai diajarkan sejak sore tadi. Pikirannya mulai melayang menuju sosok yang beberapa tahun lalu menemani hidupnya. Sosok yang lemah lembut, dan tak pernah bicara kasar walau hanya sekali. Ia akui memang tak pernah memberikan perhatian penuh pada Nisa, hanya sebatas bermain bersama Bobi kala itu. Tak disadari, air matanya membasahi sudut mata, dan hal itu disaksikan oleh Hana yang baru saja datang.

"Kamu menangis, sayang? Ada masalah?"

"Tidak papa, Hana.Mataku sepertinya kemasukan debu."

Bohong Risal sambil berpura-pura menggosok matanya.

Di tempat berbeda, Reza mendatangi Nisa. Berhubung Mina belum pulang kerja, mereka berdua pun memilih untuk nonton tv. Nisa tidur di pangkuan lelakinya dan mereka saling menatap dengan intens.

"Mas, semalam aku bermimpi buruk tentang kita. Aku melihat kamu bercumbu dengan wanita lain, tapi sayang, di dalam mimpi, wajah wanita itu tidak jelas."

Cerita Nisa serius.

"Percayalah sayang. Itu hanya mimpi. Aku janji akan selalu mencintai kamu. Apapun godaan yang nanti menghampiri, pasti aku berusaha menjaga hati." Balas Reza sambil menggenggam erat tangan mungil di depannya.

******

" Eh, boss. Sudahi dulu, ya. Aku sudah kelelahan." Desah seseorang yang digarap pria tampan di dalam mobil.

"Siapa suruh menggemaskan jadi orang."

Ucap seseorang itu sambil terus menggarap wanita yang menggeliat bak cacing kepanasan.

Kedua orang itu membuat suasana dalam mobil semakin panas, kadang menjerit tak karuan.

"Hei, siapa di dalam? Sedang apa kalian, hah?'

Gertak seorang kakek yang lewat, tapi terganggu dengan suara jeritan dari dalam mobil.

Mendengar itu, Coki bangun dan menjatuhkan bobot tubuhnya di depan kemudi mobil. Ia tancap gas dalam keadaan bugil, hanya jas kerjanya yang ia gunakan untuk menutupi bagian bawah badannya. Sedangkan Mina, ia masih berbaring lemas di bagian belakang mobil.

"Aku antar kamu pulang sekarang, ya. Ingat! Rencana kita jangan sampai ketahuan."

"Baik, masku!"

Mina merasa sudah mulai menguasai Coki, sehingga dia berani memanggilnya dengan sebutan mas.

Terpopuler

Comments

Anis Rohayati

Anis Rohayati

klu si reza smpe kegoda sma jalang mina sma aja kaya Kaka nya jiji aku jadi mls baca

2023-12-05

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!