"Kenapa?"
Skylar jadi jengah saat mendengar pertanyaan pasiennya yang ternyata bernama El.
Dia terlalu intens memetakan wajah di depannya untuk mencari jejak masa lalunya.
"Ngga pa pa." Skylar pun memalingkan tatapannya.
Hatinya meragu dan ngga yakin masih mengingat wajah Eldar yang dulu waktu dia kecil, karena sudah kabur di pikirannya. Ngga jelas. Hanya sesekali muncul, itu pun samar samar.
Wajah Jennifer, Jayden dan Erland sekarang saja sudah jauh berubah.
Mereka hanya membisu sepanjang perjalanan.
Eldar merasa ngga asing melihat rumah mewah yang dia masuki.
"Mampir?" tawar Skylar saat membuka seatbeltnya. Dia menatap El yang masih memandang rumahnya
"Emm.... Udah malam," tolak Eldar sambil menatap tajam sosok laki laki paruh baya yang barusan keluar dari rumah mewah itu.
DEG DEG
Papa Skylar.
Jadi gadis ini Sky? Kenapa tadi dia berbohong tentang namanya?
Tangan Eldar mengepal marah. Teringat akan kata kata Erland kalo laki laki paruh baya itu sudah melamarnya untuk putrinya, Skylar. Yang paling menyakitkan adalah kata katanya yang merendahkannya karena dia anak mantan pembunuh.
Eldar masih mengingat maminya yang suka menangis diam diam saat dia masih berada di rumah sakit
Eldar tau, Maminya selalu masuk ke kamar perawatannya dan menangis tertahan setelah mendengar kata kata papi Skylar.
"Makasih, ya, El," ucap Skylar lagi saat sedang menahan pintu mobilnya.
Eldar menganggukkan kepalanya dengan raut datar. Sudah ngga ingin berlama lama lagi di sini.
Diia ngga bohong kalo ada secercah kebahagiaan di hatinya begitu tau gadia itu Sky.
Ada rindu yang membuat debaran debaran indah di dadanya.
Tapi hanya bisa dia simpan.
Begitu pintu mobil ditutup Skylar, Eldar langsung memundurkan mobilnya dan putar balik. Kemudian melajukan mobilnya keluar dari gerbang rumahnya.
Memang ngga sopan. Seharusnya dia turun karena Papi Skylar sedang berjalan ke arah mereka.
Tapi Eldar sudah ngga peduli lagi dengan etika sopan santun pada orang yang sudah membuat air mata maminya mengalir.
"Siapa yang ngantar kamu?" tanya Geraldy heran melihat mobil itu langsung pergi. Hatinya agak tersinggung.
Kurang ajar banget. Didikan siapa itu bisa sampai ngga ngehormatin orang tua.
"Teman, papi. Maaf, ya, papi, dia buru buru," ucap Skyla merasa ngga enak. Dia tau papinya pasti kesal, karena melihat aura wajahnya yang ngga mengenakkan saat melihat El memutar mobilnya pergi meninggalkan rumahnya
"Ya, sudahlah. Laen kali lebih selektif mencari teman. Kalo bisa yang lebih sopan," nasihat Geraldy.
"Iya papi."
Geraldy pun merengkuh bahu putrinya dan mereka pun berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Tuan besar....."
Geraldy pun menoleh. Begitu juga Skylar.
Sekuriti mereka pun mendekat dengan membawa kunci mobil.
"Ada yang mengantarkan mobil nona muda," ucapnya sambil memberikan kunci mobil Eldar pada Skyla.
Di belakangnya, mobil Skylar sedang dikendarai sekuritinya yang lain mulai memasuki garasi
Geraldy melirik putrinya yang sedang menerima kunci mobilnya.
Dalam hati dia penasaran, siapa laki laki kurang ajar tadi. Mobil yang dibawanya bahkan lebih mewah dari mobil milik putrinya.
"Jangan bilang kalo dia suruh pengawalnya bawa mobil kamu ke sini," tukas Geraldy sambil melipat kedua tangannya di dada.
Skyla menghela nafas panjang.
"Iya papi."
"Sampai segitunya. Apa benar hanya teman?" Geraldy menatap putrinya penuh selidik.
Sepertinya bukan orang sembarangan, batinnya lagi. Dia akan menyelidikinya. Apalagi permintaannya pada Alexander untuk menjodohkan anak anak mereka sudah ditolak temannya itu.
Mungkin laki laki yang diakui putrinya hanya sebagai temannya saja itu, memerlukan sedikit pelajaran adab sopan santun jika menghadapi orang yang lebih tua.
Dia akan menyelidikinya.
*
*
*
Jennifer
Boleh minta foto El, Jen?
Skylar memandang lama pesan yang sudah diketiknya sejak tadi. Tapi dia ragu ragu mengirimnya.
Kirim...
Engga....
Kirim....
Engga.....
Dari tadi itu saja yang dia lakukan.
Skylar menghela nafas berkali kali.
Sejak bertemu lagi dengannya, ketiga teman lamanya sama sekali ngga membicarakan tentang El.
Apa ini El yang sama?
Skylar sempat dejavu melihat tatapan datar Eldar tadi.
Dengan nekat, Skylar mengirimkan tombol kirim. Sekarang jantungnya berdetak melebihi batas normal menunggu jawaban Jennifer.
^^^Me^^^
^^^Buat apa?^^^
Skylar menggigit bibir bawahnya bingung, mendapat balasan dari. Sahabatnya.
Dengan agak bergetar dia pun mengetik lagi.
Jennifer
Hanya mau tau aja.
Masih dengan perasaan yang ngga tenang, Skylar mengirimkan pesan itu pada Jennifer.
Ngga sampai lima menit Jennifer pun mengirimkan foto Eldar.
BRAK
Ponsel Skylar jatuh ke lantai begitu wajah El terpampang di layar ponselnya.
Mereka orang yang sama......?
Tidak......!
Skylar menggelengkan kepalanya berulang kali.
Ngga mungkin.
Teringat lagi ciuman yang didaratkan Eldar pada bibirnya.
Skylar membaringkan tubuhnya. Kemudian memejamkan matanya.
Tadi Eldar melihat papinya, kan? Apa dià sudah tau kalo aku Skylar?
Banyak pertanyaan bermunculan di dalam kepala Skylar.
Tapi ada satu yang Skylar takutkan, jika El sudah tau siapa dia sekarang.
Apa sikapnya masih akan sama?
Skylar merasa sedih. Dia ngga rau apa yang sudah terjadi sampai El ngga mengantarnya ke Bandara.
Rasanya saat saat menyenangkan mereka sudah berakhir. Waktu dia dan El ngga tau siapa mereka yang sebenarnya.
El bisa bersikap ringan dan romantis. Juga hangat.
Skylar menghela nafas panjang.
Tapi di pertemuan terakhir mereka, sikap El terlihat sangat dingin. Skylar ingin bertanya, ada apa sebenarnya. Tapi dia telanjur takut. Bahkan untuk bertanya kenapa El ngga pernah menelponnya, padahal sudah memiliki nomernya.
Matanya jadi sulit terpejam. Kantuknya sudah hilang. Tapi jantungnya masih berdebar kencang. Skylar ngga mungkin memungkiri kalo dia senang kalo cowo itu sudah kembali.
*
*
*
Malam ini juga Geraldy meminta video rekaman kedatangan Eldar saat mengantar putrinya pada sekuritinya.
Dia mengamati dengan seksama sejak kedatangan mobil mewah yang mengantar putrinya memasuki halaman depan rumahnya sampai pergi meninggalkan rumahnya.
Eldar mencoba mengingat plat nomernya. Dia seperti mengenal nomer istimewa itu. Lagj pula mobil yang dibawa itu merupakan mobil mewah limitted edition. Ngga banyak orang yang memilikinya.
Dia pun menelpon asistennya untuk mencari pemilik mobil tersebut.
Ngga nyampe setengah jam, sebuah notif pesan dari asistennya masuk.
Milik tuan muda Eldar, tuan besar.
DEG DEG DEG
Jantungnya hampir copot, karena ini semua di luar dugaannya.
Bagaimana bisa? decaknya ngga suka.
Sky tau?
Geraldy mengingat lagi sikap ngga sopan pemilik mobil itu yang langsung pergi, padahal dia sendiri sedang datang mendekat.
Apa Eldar baru tau kalo dia mengantar Sky pulang?
Geraldy merasa miris.
Eldar selalu berusaha melindungi Sky, sejak dulu lagi. Bahkan hampir meninggal karenanya
Geraldy sadar sikapnya sudah ngga adil pada Eldar.
Tapi dia beneran ngga bisa menerima calon menantu yang ada cacat. Skylar adalah putrinya satu satunya. Ngga mungkin dia melepasnya pada orang yang memiliki rekam jejak masa lalu orang tua yang sangat mengerikan.
Orang tuanya pasti akan protes. Makanya dia memilih Erland. Sayangnya Alexander menolak niat baiknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Akbar Razaq
Nanti kau sendiri yg rugi Tuan Geraldy yg terhormat.
2024-11-04
1
Deandra Putri
pliss deh, bukan salah eldar klo oeangtuanya adalah penjahat
2024-06-03
2
Nurul Syahriani
Coba dibikin ada cacat juga anaknya biar dia tau rasa
2023-12-29
1