Skylar kecl ngga nyangka ternyata cowo kecil yang selalu pendiam dan dingin itu kakak dari si kembar Jennifer dan Jayden.
Awal Skylar mulai lebih sering memperhatikannya setelah kejadian ngga sengaja dirinya menabrak cowo kecil itu di lorong kelas mereka.
"Kamu ngga apa apa?" tanya cowo kecil itu. Matanya sangat teduh walau nada suaranya datar datar saja.
"Kakiku sakit," lirih Skylar berucap. Air matanya menetes saat merasakan sengatan nyeri waktu menggerakkan pelan kaki kanannya. Dia terkilir.
"Hem.... menyusahkan,'" tukas cowo kecil itu sambil berjongkok.
"Kenapa kamu mendadak berhenti," tangis Skylar meledak. Dia menatap kesal cowo kecil yang kini sedang menatapnya seperti menyalahkannya.
Cowo kecil itu tambah stres melihat Skylar makin keras menangis. Dia memijat keningnya beberapa kali.
"Sudah jangan menangis. Cukup satu orang aja cewe cengeng yang aku kenal."
"Aku ngga cengeng," protes Skylar tambah berang dengan air mata yang semakin deras bercucuran. Ngga terima dibilang cengeng.
Ini sakit tau, serunya dalam hati. Cowo kecil itu harusnya tau kalo dirinya jarang menangis. Dia terpaksa menangis sekarang karena pergelangan kakinya sungguhan sangat sakit.
"Loh, ada apa ini Skylar? Eldar?" Miss Ruri mendekat dengan wajah panik.
"Dia jatuh sendiri, trus nangis, miss," lapor cowo kecil yang ternyata bernama Eldar itu.
"Engga begitu..... Dia sembarangan aja berhentinya, miss," ngga kalah garang Skylar mengadu, ditambah dengan tangis dan air matanya yang deras, hingga suaranya ngga terlalu jelas dan terlihat sangat menyedihkan.
"Ya, sayang. Sekarang kita ke klinik dulu, ya. Kamu bisa jalan?"
"Ngga bisa bu." Air matanya semakin banyak mengalir karena menahan sakit yang amat sangat, padahal baru sedikit saja kakinya digerakkan.
Mis Ruri langsung melihat sekitar, tapi kok, sepi, ya.
"Bu guru bantu berdiri, ya," ucapnya sambil mengulurkan kedua tangannya.
Skylar menggelengkan kepalanya. Dia takut karena baru digerakkan sedikit saja, sakitnya seperti kena setrum.
"Sakit bu," tangisnya lagi.
"Miss nyari mister dulu, ya, buat gendong kamu."
"Ayo, naik." Eldar yang sudah ngga tahan lagi mendengar suara tangisnya menawarkan bantuannya.
Keduanya melihat Eldar yang sudah duduk berjongkok di depan Skylar. Memberikan punggungnya.
"Eldar kuat?" tanya Mis Ruri agak khawatir. Dia lebih baik menunggu teman laki laki seprofesinya yang akan membopong Skylar. Walaupun tubuh Eldar cukup tinggi dari anak seusianya, tapi tetap saja dia masih anak anak. Masih penuh dengan tulang rawan.
Skylar masih terkesima, ngga nyangka kalo cowo yang tadi tadi tingkahnya sangat menyebalkan, mempersilakan punggungnya untuk dinaiki.
"Ayo, naik," tukas Eldar ngga sabar.
"Oke," putus Bu Ruri setelah gagal menelpon rekan rekannya. Lagi pula wajar lorong kelas sepi, sekarang, kan, masih jam pelajaran. Yang anehnya mengapa kedua siswanya berada di luar kelasnya.
"Ayo, Sky, miss bantu." Dengan perlahan dan hati hati, Miss Ruri membantu Skylar.
"Ta tanganmu terlalu mencekik leherku." Eldar agak kesulitan bernafas karena kedua tangan Skylar yang terlalu erat melingkar di lehernya
"Aku takut jatuh." Skylar mulai melonggarkan pelukannya, membuat Eldar mulai bisa menghirup oksigen lagi.
"Aku ngga akan menjatuhkanmu."
"Janji, ya."
"Hemm...."
Miss Ruri tersenyum melihat keduanya. Mereka terlihat sangat manis.
Akhirnya Eldar pun bangkit dengan kedua tangannya memegang kedua paha Skylar untuk menahan tubuhnya.
Skylar sampai menahan nafas saat tubuhnya sudah berada dalam gendongan Eldar.
"Jangan nangis lagi."
Skylar hanya menganggukkan kepalanya dan berusaha menghentikan suara tangisnya.
Dia malah merasa nyaman berada dalam gendongan Eldar. Cowo itu pun sepertinya ngga merasa berat, kakinya malah melangkah cukup cepat.
Miss Ruri tersenyum melihat keduanya dari belakang.
Akhirnya mereka sampai juga di ruang klinik.
"Kenapa temannya?" sapa seorang perawat perempuan yang langsung mendekat dan menuntun langkah El ke arah tempat tidur yang sudah dirapikan temannya.
"Terkilir." Jawaban Eldar singkat membuat Miss Ruri yang sudah akan membuka mulutnya jadi merapatkannya lagi.
"Oke, sekarang biarkan temanmu berbaring dulu di tempat tidur, ya," ucap dokter perempuan yang masih muda dan cantik, yang kebetulan sedang bertugas di klinik.
Eldar pun mendudukkan gadis kecil cengeng itu ke atas tempat tidur. Kemudian dia pun pergi tanpa kata, hanya mengangguk pada dokter dan miss Ruri hingga membuat hati Skylar kesal.
Hampir satu jam berlalu Skylar beristirahat di ruang klinik di temani seorang perawat.
Nggak lama kemudian pintu pun terbuka dan memunculkan sosok Eldar yang menenteng paper bag
Perawat itu tersenyum melihat bocah tampan itu mendekati teman perempuannnya yang sejak tadi manyun sambil memainkan ponselnya.
"Nih," ucap Eldar sambil meletakkannya di samping Skylar.
"Apa ini?" tanya Skylar sambil melihat isi paper bagnya. Ternyata susu stroberi kesukaannya. Senyumnya langsung sumringah. Dia pun langsung meminumnya dengan pipet yang sudah tersedia.
Skylar yang sedang menyedot susu stroberinya tanpa sadar ditatap Eldar dengan sedikit lengkungan di garis senyumnya.
Saat Skylar menatapnya, cowo itu mengalihkan tatapannnya dan duduk di kursi yang tadinya diduduki oleh perawat, yang sudah beranjak.pergi setelah melihat kedatangan Eldar.
Kini dia sedang mengeluarkan ponselnya dan mulai sibuk dengan itu.
Tanpa canggung Skylar menghabiskan susu stroberinya dan memakan roti dengan selai strobery yang dibelikan Eldar
Dalam hati bersorak karena yang dibelikan Eldar adalah kesukaannya. Skylar melirik Eldar lagi yang tampak serius dengan ponselnya.
Dia tau dari mana, ya? batin Skylar penuh tanya.
Skylar yang mengunyah rotinya terus menatap Eldar yang lebih suka melihat layar ponselnya.
Walaupun terkesan dingin dan ngga peduli, tapi Eldar menunggui Skylar sampai mami Skylar datang. Setelahnya dia pun pergi.
Setelah itu pun mereka ngga akrab bahkan saling menghindar jika bertemu. Tepatnya dirinya sendiri karena dia selalu gugup jika melihat anak laki laki itu dari jauh
Skylar ngga bisa melupakan momen itu. Sejak itu dia lebih sering memperhatikan Eldar secara diam diam. Dan bila kepergok Eldar, maka dia akan mengalihkan tatapannya atau buru buru pergi.
Sampai pada suatu ketika Jennifer mengajaknya mengerjakan tugas kelompok di rumahnya. Saat itu Skylar baru tau kalo cowo itu kakaknya Jennifer. Ada perasaan senang yang muncul di hatinya. Walaupun Eldar tetap ngga acuh.
Dan saat yang paling menegangkan, yang Skylar pikir dia akan langsung meninggal, tapi ternyata Eldar datang menyelamatkannya saat tenggelam.
Anehnya papinya ngga mengijinkan Skylar menjenguk Eldar. Tapi ketika ada kesempatan, maminya mengijinkannya melihat keadaan Eldar. Saat itu papinya sedang berada di kantor.
Tapi Eldar lebih dingin dari biasa. Skylar takut saat itu. Pikirnya, Eldar mungkin marah karena dia gagal mendapat nilai renang karena harus opname di rumah sakit juga karena sudah menyelamatkannya.
Jennifer dengan berapi api menceritakan proses penyelamatan Eldar padanya yang sangat keren.
"Tau ngga Sky, El nyium kamu loh biar kamu bangun. Seperti cerita putri tidur atau putri salju. Hiiih... top banget, deh." Wajah Jennifer sangat sumringah waktu menceritakannya. Dia terlihat bahagia sekali.
Jayden yang menemani kembarannya nampak ngga peduli. Sibuk dengan ponselnya.
"Kok, dia ngga datang?" tanya Skylar pelan.
"El opname juga. Capek mungkin. Yaa.... Nilai El disalib Er jadinya."
Skylar tau, siapa yang dimaksud Er oleh Jennifer. Dia sepupu mereka.
Apa karena itu dia marah? Bahkan Eldar ngga ikut mengantarnya ke bandara. Jadi dia dengan tergesa menuliskan surat untuk Eldar. Ngga ada yang istimewa, dia hanya menuliskan nomer telpon ponsel maminya.
Berharap suatu ketika Eldar akan mengabarinya. Tapi setiap hari, hingga berganti bulan dan tahun, Eldar ngga juga menghubunginya.
Sesekali Skyla bertanya keadaan Eldar pada Jennifer. Tapi lama lama dia bosan berharap. Jennifer juga sepertinya malas malasan mengabari tentang Eldar padanya.
Papinya pun secara aneh mengatakan padanya kalo dia hanya boleh berteman pada Jennifer, Jayden dan Erland. Sama Eldar ngga boleh.
Skylar waktu itu masih kecil, dia ngga bertanya walaupun ingin. Tapi Skylar takut melihat wajah marah papinya.
Seiring waktu berlalu, Skylar mulai melupakan Eldar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Sri Widjiastuti
hadeeh ni bapak songong. pdhal sdh hutang nyawa tuh. biasa aja lah
2024-10-31
1
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, mereka memang manis
2023-12-02
1
anggita
👍+🌹buat thor.
2023-11-25
1