Eldar ngga peduli saat ada gadis cantik yang duduk di sebelahnya sedang menatapnya terpesona sejak tadi. Dia terus meneguk minuman beralkoholnya dan terlihat seksi di mata gadis cantik itu.
"Eldar, kamu suka ke sini?" Gadis cantik yang tampak modis itu memulai pembicaraan.
Eldar tetap ngga menyahut. Dia mengenalnya. Pengacara muda putri relasi bisnis papinya.
Eldar ngga minat. Mau secantik apa pun. Atau seseksi apa pun. Dia ngga tertarik berhubungan dengan orang orang yang mengenal keluarganya. Terlebih lagi tau masalalu orang tuanya.
Dia memberi tanda agar bartender memberikan tambahan minuman lagi untuknya. Dia ke sini karena ingin melupakan hal menyakitkan yang tadi siang ngga sengaja di dengarnya.
Flashback
"Eldar memang cekatan dan kompeten dijadikan CEO. Tapi dia bukan anak kandungmu," kata Om Arsil mampir di telinganya.
Pintu ruangan papinya tumben ngga tertutup rapat. Eldar yang akan menemui papinya jadi menghentikan langkahnya. Tanpa sadar dia sedikit merapatkan tubuhnya ke arah pintu untuk mendengar pembicaraan yang membawa bawa namanya.
"Kau bicara apa! Tutup mulutmu!" geram Xavi marah.
"Aku bicara yang sesungguhnya. Para pemegang saham yang lain, belum tentu setuju, kan. Mereka lebih setuju kalo kau memilih Jayden yang jadi CEO," sahut Arsil tak gentar memberikan pendapatnya.
"Aku tak butuh pendapatmu dan pemegang saham lainnya. Saham Om Dewan sudah lebih dari cukup."
"Terus Jayden, putra kandungmu dapat apa....! Kau terlalu memanjakannya lebih dari anak kandungmu sendii."
"Jangan ikut campur!"
"Kau sudah menyerahkan jabaran CEO tunggal pada Dave di perusahaan papimu. Sekarang kau akan menyerahkan jabatan CEO ini juga pada anak Aiden. Anakmu dapat apa!"cecar Arsil. Dia ngga habis pikir dengan isi kepala Xavi.
"Lebih baik kau pergi sekarang," usir Xavi.
Eldar langsung pergi dengan perasaan yang berantakan.
Dia pun ngga pernah menginginkan kursi CEO. Sejak SMP, SMA dan kuliah, Eldar ngga ingin menjadi apa pun walau teman teman satu sekolah selalu ingin mencalonkannya. Eldar selalu menolaknya. Hingga Erland yang selalu menjadi ketua OSIS, bahkan ketua BEM di kampus mereka.
Selama ini dia hanya membantu pekerjaan papinya karena Jayden dan Jennifer belum menyelesaikan kuliahnya.
Ngga disangka papi dan Opa Dewan akan memberikan kursi CEO padanya.
endflashback
"Eldar, aku menyukaimu," bisik
Amanda di telinga Eldar yang tetap acuh tak acuh.
Merasa terus menerus dicuekin, Amanda nekat duduk dipangkuan Eldar. Dengan agresif dia mengalungkan kedua tangannya di leher Eldar.
Eldar menatapnya dengan sorot ngga terbaca, kemudian mengalihkannya dengan meneguk kembali alkohol di depannya.
Dia ngga tau, kenapa dia masih belum bisa mabok juga. Padahal sudah bergelas gelas alkohol masuk ke dalam kerongkongannya.
Apa dia mendapat kelebihan ini dari papi kandungnya?
Eldar membuang nafas kasar yang terasa panas di wajah Amanda. Gadis ini semakin nekat saja karena Eldar tetap membiarkannya berada di pangkuannya.
"Eldar, aku menyukaimu. Lakukan apa yang kamu mau."
Eldar tersenyum miring. Amanda seperti gadis yang sudah mabok, padahal dia hanya minum segelas saja tadi.
Melihat wajah sayunya, kemarahan Eldar muncul kembali. Wajah yang begitu mirip dengan Om Arsil yang selama ini dia hormati dan selalu bersikap baik padanya, tapi bisa mengatakan hal yang semenyakitkan itu.
Sepanjang hidupnya dia sudah berusaha menjadi anak yang ngga punya beban hidup apa apa. Segala perkataan yang selalu menyinggung masa lalu mami kandungnya, sama sekali ngga dia anggap. Walau tetap saja tetap menusuk hatinya.
Dia berusaha menjadi Eldar yang kuat dan membanggakan. Di usianya yang tergolong sangat muda, dua puluh dua tahun, dia sudah menyelesaikan S1 dan S2 setahun yang lalu. Saat ini dia sudah bekerja sebagai wakil CEO di bawah bimbingan papinya.
Banyak terobosan yang dia buat hingga perusahaan opanya semakin menancapkan kuku di Asia dan Eropa.
Tapi tetap aja orang orang itu masih membicarakan masa lalu mami dan papi kandungnya. Mereka tetap meremehkannya.
Eldar menggenggam gelas itu sangat kuat hingga terdengar bunyi retakan.
Baiklah. Jika itu mau mereka, akan dia turuti.
Sampai seumur ini dia selalu menjauhi para perempuan yang memujanya. Dia sudah berusaha menampilkan citra baiknya. Sekarang dia sudah ngga bisa menahannya lagi.
Bukan salahnya. Tapi mereka yang meminta. Dia hanya mengabulkannya sedikit.
Eldar membiarkan gadis itu mencium lehernya. Berusaha membangkitkan gairahnya.
Eldar kembali meninta gelasnya diisi lagi dengan alkohol agar dia bisa mabok dan melakukan hal hal di luar kebiasaannya.
Sang bartender tersenyum miring saat menuangkan lagi alkohol untuk laki laki tampan tapi dingin di depannya. Sudah biasa melihat hal seperti itu. Apalagi gadis yang menjatuhkan dirinya ke pangkuan laki laki yang baru dilihatnya adalah pelanggan eksklusif.
Di sebelah sebelah mereka juga banyak pasangan yang melakukan ciuman panas. Malah menurutnya laki laki ini masih sangat sopan, padahal perempuan di dekatnya sudah seperti cacing kepanasan.
Amanda dengan ngga tau malunya meletakkan sebelah tangan Eldar di puncak dada terdekatnya dan menggerak gerakkan tangan Eldar yang kaku di sana.
Suara erangannya sudah terdengar aneh. Seolah menikmati apa yang dia lakukan sendiri.
Sedangkan Eldar ngga terpengaruh, dia tetap meneguk alkoholnya.
Amanda sudah menggila, dia malah merubah posusi tangannya kini ke pahanya dengan desisan aneh dari mulutnya yang terus terdengar.
Tapi kali ini Eldar ngga membiarkannya. Dia pun mendorong tubuh Amanda hingga gadis itu jatuh terbanting ke lantai.
BUG
Amanda yang ngga menduga hal itu akan terjadi menatap Eldar ngga percaya. Ada ringisan kesakitan di wajahnya. Bokongnya yang mencium lantai cukup berdenyut.
"El!"
"Bitch!" kecam Eldar sambil beranjak pergi.
Dia mulai agak sempoyongan, tapi terus saja berjalan pergi. Amanda merutuk, mengomel dan mengumpat dalam gumamannya sambil menatap nanar kepergian Eldar.
Tanpa sadar Eldar menubruk seorang gadis cantik yang sedang bergoyang. Kepalanya mulai terasa pusing hingga ngga melihat seorang gadis di depannya.
"Kamu ngga apa apa?" tanya gadis itu saat melihat laki laki yang menabraknya pelan malah hampir jatuh. Dia pun menahan bahu Eldar.
Kedua pasang mata saling tatap. Eldar tersenyum miring.
"Akhirnya kamu kembali," gumam Eldar. Eldar yang setengah mabok itu menarik tengkuk gadis yang hanya terpaku ngga bisa menolak.
Ciuman Eldar mendarat di bibir gadis itu. Menghisap kuat dan lama hingga gadis itu terengah.
Eldar melepaskannya. Setelah mengusap lembut bibir gadis itu dengan jari jempol tangan kanannya, Eldar berlalu pergi. Masih dengan langkah sempoyongan.
Gadis yang awalnya bergeming itu tersadar, bermaksud akan melangkah mengejarnya. Dia tiba tiba merasa khawatir pada laki laki kurang ajar itu.
"Mau kemana?" tanya temannya yang baru datang sambil menahan tangannya sehingga dia tidak jadi pergi.
"Ngga, kok, Jen." Tapi tatap matanya sudah ngga menemukan laki laki asing yang sudah menciumnya tadi.
Jantungnya masih berdebar. Dia masih bisa merasakan ciuman bibir laki laki asing tadi.
"Kamu nyari siapa?' gadis yang menegurnya ikut melihat ke arah mana sahabatnya memandang. Mereka baru bertemu lagi setelah belasan tahun berpisah.
"Nggak," sangkalnya. Dalam hati dia mengumpat laki laki asing yang sudah mencuri ciuman pertamanya. Bahkan langsung pergi begitu saja.
Padahal dia selalu menjaganya buat teman kecilnya dulu. Mata gadis itu terpejam. Tapi kenapa bibirnya pun merespon ciuman laki laki itu tadi.
Haaahhh.
"Kamu kenapa Sky?" tanya sahabatnya semakin heran. Padahal baru saja ditinggal sebentar ke toilet sudah jadi linglung begitu.
Apa ada yang mengganggunya?
"Ngga apa apa Jennifer sayang....."
"Diiih.... Ji-jai..... Aku masih normal Skyla Lavina Geraldy." Jennifer menampilkan wajah ngga sukanya.
"Ngawur. Aku juga masih suka laki laki tau," bantah Skyla kesal.
Laki laki tadi siapa? Memangnya kapan aku meninggalkannya, batinnya ngga mengerti.
*
*
*
Eldar nekat membawa mobilnya dalam kondisi mabok. Walau berusaha fokus, dia akhirnya menabrak juga pembatas beton dan menimbulkan bunyi yang cukup keras. Apalagi tadi dia cukup ngebut membawa mobilnya.
Kepalanya semakin berdenyut. Matanya semakin kabur.
Eldar teringat wajah mami dan papinya yang selalu menyayanginya. Bibirnya tersenyun getir.
Eldar ingin semuanya segera berakhir. Matanya pun terpejam. Kesadarannya pun sudah menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Wayan Sucani
Ya Tuhan..
2025-02-03
1
Esih Mulyasih
kamu harus kuat Eldar...smg apa yang km cita citakan terwujud, bisa membuat papi Xavi danani daiva bangga 💪🥰
2024-06-25
1
Elisabeth Ratna Susanti
suka nih tipe cowok berprinsip teguh seperti ini 😍❤️👍
2023-11-24
2