Kesakitan di hati Eldar

Satu hari sebelumnya.

"Aku Dave." Seorang anak laki laki seumuran Eldar kini berada di dekatnya.

Opanya sengaja membawanya untuk menemui saudara kandung satu papinya.

Eldar menatap bingung. Dia masih belum tau siapa laki laki paruh baya dan anak laki laki seusianya yang ada di depannya.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Opa Hendy lembut. Hatinya cukup kagum dengan cerita penyelamatan Eldar. Masih kecil tapi jiwa penolongnya sangat besar.

Xavi dan Daiva sudah mendidiknya dengan sangat baik.

"Baik."

Opa Hendy menggenggam lembut tangannya.

"Mungkin kamu bingung, ya," senyum Opa Hendy sangat hangat.

Eldar masih terdiam. Dia masih bingung. Lagipula hatinya masih sedih dan terluka mengingat ucapan ucapan kasar kemarin.

"Aku opamu. Ini saudara satu darah dengan papimu, El."

Walau diucapkan dengan lembut, tapi Eldar seperti merasa mendapat sentakan keras di hatinya.

Opanya? Kenapa baru sekarang menjenguknya?

Dia pun menatap Dave yang berdiri tenang. Tanpa ekspresi. Anehnya dia ngga merasa memiliki kedekatan seperti bersama Jayden, Jennifer bahkan Erland dan sepupu sepupunya yang lain

Rasanya asing aja.

"Setelah kamu sehat, kita bisa mengobrol panjang lebar," senyum Opa Hendy lagi sambil mengelus kening cucu nya dengan perasaan ngga menentu.

Ini juga anak Aiden. Putranya yang sudah tiada itu malah meninggalkan dua orang cucu yang tampan dan tangguh

Keduanya pun berbalik pergi. Sebelum melewati pintu, Opa Hendy menoleh dan melambaikan tangan padanya.

Eldar hanya tersenyum kaku.

Setelah tau siapa jati dirinya yang sebenarnya, Eldar semakin merasa ngga nyaman dan tertekan.

Apa dia benar benar ngga diinginkan?

*

*

*

Saat dia akan terbangun dari tidurnya yang lelap, Eldar mendengar suara orang orang yang berbicara serius dan agak perlahan.

Eldar tau, salah satunya adalah papinya, Xavi.

"Sayang sekali dia anak Aurora."

"Jaga bicaramu. Kalo ngga ada Eldar, putrimu pasti sudah meninggal," sentak Xavi geram.

Terdengar helaan nafas beratnya.

"Maaf. Aku tau kalian yang mengasuhnya sampai menjadi pribadi hebat dan kuat. Padahal dia baru berusia tujuh tahun."

Xavi hanya mendengus.

"Aku sangat berterima kasih."

"Lebih baik kamu pergi," umpat Xavi muak.

Dasar ngga tau diuntung, makinya dalam hati.

"Maaf Xavi. Aku sungguh sungguh minta maaf. Ohya, aku akan membawa Skyla pindah."

"Hemm...."

"Skyla sedih sebenarnya karena meninggalkan Jennifer."

Xavi tau, kedua anak itu sangat dekat. Jennifer yang dikelilingi oleh banyaknya sepupu laki laki, merasa gembira ada Skyla yang usianya sama demgannya.

"Tapi putri kecilku sepertinya menyukai Eldar. Aku pun suka padanya. Tapi kenapa harus ada noda dari Aurora," keluh Papi Skyla dengan suara berat.

Xavi ngga menjawab, dia mengawasi Eldar, apakah dia sudah bangun atau belum dari tidurnya.

Jangan sampai Eldar mendengar.apa yang diucapkan Papi Skyla.

"Kita keluar," seret Xavi geram.

Papi Eldar menurut tanpa membantah. Dia menatap Eldar sebelum.pergi.

"Sampaikan ucapan terimakasihku padanya."

Xavi ngga menggubris. Dia terus menyeret temannya keluar dari kamar Eldar.

Kebaikan apa pun yang anaknya lakukan, ngga akan bisa meninggalkan cap buruk dari masa lalu ibu kandungnya-Aurora. Status Aurora sebagai mantan napi pembunuhan tingkat satu sudah melekat erat di ingatan orang orang

Papi Skyla hanya sedang menjaga image bersihnya.

Skyla menyukai Eldae? Batin Xavi tergelak. Bukan hamya Skyla, bahkan teman teman perempuan satu sekolah Skyla, hampir semua menyukai Eldar. Dia tau dari cerita Jennifer.

Eldar, anaknya tampan, pintar dan berkharisma. Ngga ada yang bisa menolak pesonanya. Tapi semua kelebihannya itu dikalahkan oleh masa lalu buruk ibu kandungnya.

Sementara itu Eldar kembali merasa hatinya berdarah. Tapi dia ngga menyesal sudah menyelamatkan Skyla. Malahan kalo Skyla sampai tidak bisa diselamatkan, dia akan merasa sesak di sepanjang hidupnya.

Lebih baik mengetahui dia pergi dalam keadaan selamat dari pada harus kehilangannya di depan matanya.

*

*

*

"El, mau ikut ke bandara?" tanya Jennifer yang sudah berada di dalam kemarnya. Gadis kecil itu langsung membuka pintu tanpa.mengetuk seperti kebiasaannya.

Eldar yang tetap memejamkan matanya, berusaha menahan tawanya. Seolah ngga terganggu dengan tindakan Jennifer.

"El," goyang Jennifer pada sebelah kaki Eldar, memaksanya membuka matanya.

Eldar terpaksa membuka matanya sambil nyengir.

"Hiiiih." Jennifer memasang wajah cerah karena sudah berhasil membangunkan Eldar.

"Ayuh, ikut," desaknya memaksa.

"Kemana?" taya Eldar pura pura bodoh.

"Ngantar Skyla ke bandara. Dia, kan, mau pindah, El."

"Aku masih pusing," tolak Eldar cepat. Kata kata penolakan papi Skyla masih jelas terekam di kepalanya.

"Benarkah? Aku panggil papi, ya, minta dipanggilkan dokter," seru Jennifer khawatir dan panik.

"Ngga usah. Aku hanya butuh tidur."

Jennifer terdiam. Wajahnya terlihat kecewa walaupun tetap menunjukkan rasa khawatirnya.

"Oooh."

"El, sebenarnya aku sedih. Skyla pindah. Aku.ngga punya teman lagi," curhatnya sedih. Dia pun duduk di samping Eldar yang masih berbaring, mengawasinya.

"Kalian, kan, bisa ketemu jika liburan," hibur Eldar.

"Oh iya, aku lupa." rautnya berbinar dengan ide kakak tertuanya

Dia.bisa bolos, lagi pula jatah bolosnya blm dipake.

Terpopuler

Comments

Nabila

Nabila

masih ingat bolos

2024-03-02

1

R yuyun Saribanon

R yuyun Saribanon

masi muter2 alur cerritanya

2023-12-12

1

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

kasihan banget Eldar

2023-11-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!