Renang

BYUR

Eldar sekarang sudah berada di pinggir kolam renang. Kelas mereka akan melakukan penilaian individu dan kelompok.

Satu persatu teman temannya sudah melakukannya. Gilirannya belum.

Ngga jauh dari kolamnya berada, tepat di seberangnya, di kolam. lain, Eldar melihat rombomgan kelas Jayden. Kelihatannya saat ini kelas adiknya itu juga ada kelas renang.

Matanya selalu saja bisa tau dimana keberadaan teman Jennifer berada. Skyla. Saat ini mereka sedang mengobrol dan tertawa tawa dengan yang lain.

Tapi ngga lama kemudian terdengar suara gebyuran air kolam. Beberapa anak perempuan itu yang saling bercada sambil bertolak tolakan pada jatuh ke kolam renang yang agak dalam.

Parahnya banyak yang ngga bisa berenang.

BYUR!

BYUR!

BYUR!

Guru renang dan beberapa.anak laki laki termasuk Erland, melompat ke kolam untuk menolong anak2 perempuan itu yang rata rata ngga bisa berenang.

Eldar, Erland dan guru renang serta beberapa murid kelas lima ikut membantu. Ternyata teman teman Jayden yang ikut nyebur pun, beberapa diantaranya ngga bisa berenang. Malah ikut berteriak teriak minta tolong seperti anak perempuan yang tadi.

Sangat menyusahkan

Eldar dan Erland sudah menyelamatkan beberapa yang lainnya. Juga guru dan teman teman yang lainnya Tapi dia merasa ada yang kurang.

"Ayo, El. Sampai kapan kamu mau berendam?" Erland mengulurkan tangannya pada sepupunya.

"Skyla! Skyla!"

Teriakan Jennifer menahan niat Eldar untuk menyambut tangan Erland.

Melihat Jennifer yang akan melompat turun ke dalam air, Eldar sadar, anak perempuan itu belum diselamatkan.

Erland dan teman teman yang lain ikut nyebur lagi. Sementar para guru sibuk.melakukan pertolongan pada murid murid perempuan dan laki laki yang sudah telanjur kembung karena meminum air kolam.

"Jayden! Aku harus nyelamatin Skyla. Kenapa kamu tahan!" marah Jennifer karena pinggangnya malah dipeluk kembarannya.

"Kamu sudah pucat. Biarkan yang lain nyelamatin Skyla," larang Jayden. Dia ngga mungkin membiarkan kembarannya yang sudah gemetar kedinginan itu nyebur ke dalam kolam lagi.

Eldar pun langsung menyelam, membiarkan matanya perih terkena air karena berusaha melihat di kedalaman kolam.

Nama Skyla riuh diserukan oleh teman temannya dengan panik. Eldar melihat tubuh Skyla yang hampir melayang menyentuh dasar kolam. Kolam ini sangat luas, karena diperuntukkan untuk lomba lomba tingkat internasional.

Dengan cepat Eldar menggerakkan kakinya ke sana. Beberapa orang pun sudah melihatnya dan ikut menyelam membantu Eldar.

Mereka menarik tubuh Skyla yang sudah ngga bergerak. Eldar dan yang lain bergerak ke tepi dengan disambut teriakan panik dan takut .Eldar cepat naik ke pinggir kolam. Erland dan yang lain membantu menaikkan tubuh Skyla.

Tanpa menunggu orang dewasa yang ada di sana, Eldar melakukan CPR. Anak perempuan itu memuntahkan banyak air kerika Eldar menekan dadanya berulang kali.

Suasana tegang. Ngga ada yang berinisiatif menghalangi kineja Eldar.

"Bangunlah!"

"Bangun," seru Eldar berulang ulang. Tapi tubuh Skyla masih kaku.

Anak anak perempuan termasuk Jennifer sudah menangis. Sebagian anak laki laki juga mengusap air matanya dan sebagian lagi menatap dengan kalut dan panik.

"Biar bapak Eldar," tukas guru renangnya ingin mengambil alih.

Tapi Eldar ngga menggubris. Jantungnya berdetak sangat kencang. Dia mendadak merasa takut ditinggalkan anak perempuan yang suka mencuri curi lirik memandangnya.

Eldar berinisiatif melakukan nafas buatan. Untung saja Eldar sudah mendapat pelatihan khusus dari papinya tentang CPR dan cara melakukan nafas buatan ini. Selain dia, Jayden juga bisa melakukan ini.

Setelah beberapa kali melakukannya, mata anak perempuan terbuka lemah. Menatapnya sayu dan tertegun.

"Skyla sadar!"

"Skyla sadar!"

"Sudah jangan nangis. Temanmu sudah bangun," seru Jauden sambil mengguncangkan bahu Jennifer agar berhenti menangis.

Guru renang itu pun mendekat dengan tatapan kagum pada Eldar.

"Syukurlah kamu sadar," senyum Eldar sambil membaringkan secara perlahan tubuh Skyla yang masih saja menatapnya lekat. Dia merasa sangat lelah

BRUGG!

"Eldar!"

"Eldar."

Erland segera mendekat. Begitu juga Jayden dan Jennifer.

"Bawa keduanya ke rumah sakit," seru guru renang itu pada teman temannya yang mendekat.

Mata Skyla yang sudah terbuka pun menutup lagi.

*

*

*

Sayup sayup Eldar mendengar suara orang orang yang bertengkar di dekatnya. Tapi matanya masih berat untuk dia buka.

"Kenapa papa harus menghubungi aku demi anak ini!"

"Aurora! Pelankan suaramu," seru Dewan penuh tekanan.

"Om ngga perlu menghubungi Rora," kesal Daiva. Datang datang hanya.membuat ribut. Eldar masih belum sadar dari kemarin. Berempaf

Hening.

"Anak itu belum mati? Dia sama menyusahkan seperti ibunya," seru Mami Xavi yabg tiba tiba datang.

"Mami.... Jaga bicara mami," sentak Xavi mulai emosi.

"Hendy! Bawa pergi istrimu," seru Dewan ngga kalah emosinya.

Hendy menatap wajah cucunya yang nampak pucat. Hatinya terenyuh. Sudah beberapa kali dia melihatnya tanpa seorang pun tau. Bahkan istri dan putranya.

"Kita pulang, mam."

"Mana bisa. Kita ke sini mau menjemput mereka. Gara gara anak pembunuh ini, Xavi sampai membatalkan rencananya," sergah Mami Xavi ngga peduli dimana dia berada.

Tadi dia memaksa masuk dengan baju khusus pada dokter yang ada di ruangan ICU ini.

"Aku akan panggilkan satpam jika istrimu ngga mau pergi, Hen!" seru Dewan sangat geram.

"Tolong keluar mam. Kasian Eldar," pinta Daiva menahan marah dan air matanya. Anaknya masih terbaring lemah. Mengapa mereka datang semua. Bukan mendo'akan yang baik baik, tapi malah menyunpahinya.

"Kalo mami seperti ini terus, aku ngga akan menjenguk mami lagi," tandas Xavi menahan emosi.

"Apa? Mami sudah mau menerima anak kembarmu. Ini balasan kamu......?!" Air mami Hendy mengalir ngga terima.

"Papi, tolong bawa mami pergi," tukas Xavi sambil memeluk Daiva yang juga sudah menangis.

Tanpa kata Hendy pun pergi sambil menarik kasar lemgan istrinya. Dewan mengusap rambut cucunya dengan tangab bergetar

Setelah orang tua Xavi pergi, Aurira mendekat dengan matanya yang berkaca kaca.

"Lebih baik dia dulu ngga ada aja , Daiva. Sekarang kamu lihatkan, sudah ada yang membencinya. Apalagi nanti kalo dia semakin besar. Dia akan semakin menderita.'

"Diam, Rora. Diam!" bentak Daiva dengan suara bergetar.

Dewan pun menarik kasar tangan putrinya, pergi dari dalam ruangan Eldar sambil menggelengkan kepalanya ketika putrinya mau mengucapkan kalimat protesnya.

Diava pun mendekati Eldar dan mencium keningnya dengan nata yang sudah basah.

"Kamu harus cepat sadar, El. Mami dan papi sayang banget sama kamu."

Xavi mengusap kasar air matanya yang mengalir pelan.

Kejadian ini di luar dugaannya. Siapa yang mengira mami dan Aurora akan datang.

Sementar itu Eldar menahan dadanya yang mau meledak.

Kenapa?

Apa dia ngga berhak untuk hidup?

*

*

*

Dua hari kemudian.

"Hai....." sapa Skyla sambil duduk di samping Eldar, di taman rumah sakit. Tadi dia ke kamar perawatannya, tapi kata maminya sedang berada di taman bersama Jayden dan Erland.

Eldar tersenyum kaku. Dari tadi dia mengamati kedua sepupunya yang sedang bermain layangan sambil tertawa gembira. Eldar agak terkejut ketika mendengar suara sapaan Skyla.

Tumben, biasanya diam aja kalo ketemu.

Dengan memberanikan dirinya, Skyla duduk di samping Eldar.

Eldar mengalihkan tatapannya ke arah dua sepupunya lagi.

"Em.... Te terimakasih sudah menyelamatkan a aku." Skyla meremas ujung roknya saking gugupnya.

"Ya."

Hening.

"El.... A... aku akan pindah sekolah."

Eldar yang dari tadi mencuekin Skyla jadi menoleh ke arahnya setelah kalimatnya berakhir.

Skyla lagi lagi menunduk ketika mata elang Eldar menatapnya.

"Ya."

Skyla mengangkat kepalanya menatap Eldar bingung dengan jawaban singkatnya.

"Selamat tinggal," ucap Eldar datar.

DEG!

Skyla sampai bengong mendengarnya..Saat Skyla balas menatap Eldar, hatinya mencelos. Mata Eldar menyorot dingin.

.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

lhah kok ndadak skyla nya pindah to?

2024-10-30

1

Sabaku No Gaara

Sabaku No Gaara

/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/

2024-05-22

1

Fenti

Fenti

benar tu, bawa pergi jauh saja tu dua perempuan, bikin emosi saja😤

2023-12-01

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!