Kan apa kata Sean, pagi pagi Agatha marah marah perihal Sean yang memeluknya tanpa izin. Ketika bangun Agatha terkejut dengan pelukan sang suami, bahkan lebih terkejut lagi saat wajah cowok itu berada di atas dada nya. Tentu saja Agatha murka.
"Jangan marah elah. Semalem gue gak sadar, suer deh. Kalau lo gak percaya cek aja CCTV". Ujar Sean memberi penjelasan.
Agatha mendelik tajam. " ngapain pasang CCTV di kamar hah? Lo ngintip yah?" semprot Agatha murka.
"Ngintip apaan sih? Jangan kan lihat nyobain nya juga boleh. Udah sah ini". Sahut Sean.
" ya tapi gak harus pasang CCTV di kamar juga kali." tak mau kalah Agatha kembali berujar.
"Udah lah. Ayo berangkat". Sean mengalah saja. Berdebat dengan perempuan sepertinya tidak akan ada habisnya. Selalu ingin menang.
" ingat hukumannya!". Peringat Agatha.
Seketika sean menghela napas kasar. Dia menatap Agatha dengan memohon. "Emang gak bisa kalau di batalin?" tanya Sean melirih.
"Gak bisalah. Tanggung jawab sama hukumannya, makanya jangan bikin masalah kalau gak mau di hukum". Tegas Agatha.
"Ya kan bukan gue yang duluan".
"Jawab lagi gue lempar nih. Udah jelas jelas salah masih aja ngebela diri, Terima aja kenapa sih? Lagian yang di hukum bukan cuma lo, jegar juga sama". Ucap Agatha mendadak kesal.
"Udah ayo berangkat. Gak usah banyak tapi tapian". Ketusnya.
Sean pasrah, dengan wajah kusut cowok itu berangkat menuju sekolah. Dan benar saja, sampai di sekolah banyak siswa siswi yang menahan tawa saat melihatnya. Bahkan kedua temannya sudah terbahak bahak sampai tenggorokannya hampir keluar. Raut wajah Sean semakin menggelap kini.
"Anjir, lo ngapain kek gitu? Hahahaha lucu banget lo bangsat." ujar rian tak sanggup menahan tawa nya.
Hukuman yang Agatha berikan ia lah, jegar dan Sean memakai bando yang berbentuk dua jempol. Di depan dada mereka tulisan 'saya minta maaf atas kejadian kemarin. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi dan berdamai' terlihat jelas di sebuah kertas yang mereka kalung kan. Benar benar Agatha membuat keduanya kapok.
"Ih cucok deh lo berdua. Kayak upin dan ipin". Ujar jonat ikut tertawa.
Dua cowok yang di hukum itu menatap tajam Jonathan. " mata lo gue colok!" umpat Sean tajam.
"Dua jempol buat lo tha. Setuju gue sama hukuman lo, jadi kayak upin ipin". Sahut rian mengacungi jempol pada Agatha.
Agatha pun ikut menahan tawanya. Lucu sekali dua manusia di depannya itu. "Makanya kalau gak mau di hukum jangan berantem kayak anak kecil aja".
"Gak Terima protes, kalian masuk ke ruang ujian. Hukuman kalian sampai selesai ujian nanti". Ujar Agatha. Berjalan lebih dulu masuk ke sekolah.
Jegar menutup wajahnya malu, harga dirinya sebagai anggota OSIS jatuh seketika.
Huhu- bu septi sang pengawas ujian sampai tak kuat menahan tawanya kala melihat dia orang yang di hukum itu. Semakin dongkol dua cowok itu mendengar tawa bu septiani.
" ekhm. Lain kali kalian jangan berbuat ulah lagi jika tidak mau di hukum. Jika nanti kalian terlihat ribut lagi ibu akan meminta Agatha menghukum lebih dari ini ". Ujar bu septi.
"Baik bu". Jawab jegar sang anggota OSIS. Cowok taat peraturan yang di hukum gara gara ribut.
"Hm!"
Sean hanya menanggapi dengan deheman laknat. Pokus menyelesaikan ujiannya supaya cepat cepat terlepas dari hukuman. Bu septi sampai gak bisa berkata kata dengan tingkah laku murid nya yang satu itu. Untung ganteng untung banyak duit.
"𝘛𝘩𝘢 𝘭𝘰 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘭𝘶𝘢𝘯. 𝘎𝘶𝘦 𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘨𝘶𝘦 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨. 𝘗𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘭𝘦𝘮 𝘴𝘰𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢"
"𝘉𝘵𝘸 𝘨𝘶𝘦 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘴𝘦𝘯𝘪𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘭𝘰. 𝘜𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘶𝘦 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘳 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘭𝘰 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘯𝘢𝘪𝘬".
Deretan pesan yang di kirimkan Sean beberapa saat lalu. Agatha sedikit di buat bingung, kemana pergi nya cowok yang tak lain adalah suaminya itu.
Tak ingin ambil pusing Agatha pun keluar dari gerbang sekolah. Di sana sudah ada taksi yang ternyata benar pesanan Sean. Agatha pun pulang dengan menggunakan taksi itu.
Sedang kan Sean malah pergi menuju arena balapan yang ada di luar kota bersama kedua temannya. Ada turnamen balap motor yang legal, Sean yang sudah sering menang menjadi perwakilan dari kota jakarta timur.
Pertandingan di adakan di bandung sekitar pukul tujuh malam. Sebagai teman yang setia jonat dan rian setia mensupport temannya yang akan tanding itu.
Tak hanya bertiga, dua orang senior nya dari jakarta pun ikut untuk memantau dan memastikan semuanya sempurna untuk pertandingan.
Terdapat sekitar 63 peserta yang ikut dari berbagai kota. Beberapa sudah Sean kenal karena ikut dalam satu komunitas.
Saat bendera di kibarkan seluruh peserta sudah memasang kuda kuda, siap untuk meluncur menggunakan kuda besi mereka.
Seorang wanita mengacungkan bendera dan di sebelahnya lagi sebuah pistol. Hitungan mundur pun mulai terucapkan dengan keras.
3
2
1
Dor!
Brumm!
Suara motor bersahutan dengan garang nya. Melesat melewati garis star berburu buru menjadi yang tercepat menuju finish.
Tampak pada putaran awal Sean berada di posisi sepuluh. Posisi pertama tentu di duduki oleh pembalap asal bandung.
Terdapat tujuh kali putaran dalam pertandingan antar kota ini. Di putaran ke empat Sean berhasil menggeser posisi menjadi yang ke empat. Tetapi pada putaran kelima cowok itu tampak kesulitan menyela motor di depannya. Putaran ke enam Sean maju satu langkah menjadi posisi nomor tiga.
Di putaran terakhir Sean tampak sedikit oleng sampai sedikit ketinggalan jauh dari nomor dua dan nomor tiga.
Tampak dari kursi Podium rian dan jonat serta dua senior melihat dengan tegang, sesekali mereka berteriak memberikan semangat. Tetapi pada putaran akhir ini mereka tak mampu berkata kata dan hanya bisa duduk menyaksikan dengan cemas juga tegang, tangan mereka berkeringat dingin lihat dua pembalap depan yang sudah dekat dengan garis finish.
Tak di biarkan Sean tancap gas kuat kuat sampai habis, membuat penonton kontan berteriak karena di depannya adalah sebuah belokan.
Semakin sean putar pedal gas itu sebelum dia lepas cepat kontan menarik rem kuat kuat sampai ban belakangnya berputar hingga mengeluarkan asap serta suara garang.
Dia lepas rem itu dan kembali putar pedal gas dengan sekuat tenaga sampai-
"Yeeeeeeeehhhhhhhh!"
Sean menyalip dua pembalap di depannya dan menjadi yang pertama sampai di garis finish.
Kontak penonton berteriak dengan aksi Sean yang menegangkan namun berujung kemenangan itu. Sean melakukan selebrasi beberapa saat sebagai tanda kemenangan.
Sontak jonat dan rian tampak melompat lompat kegirangan. Mereka saling berpelukan tanpa sadar dan mengusap hidung nya seakan habis menangis.
"Ih anjing lepas! Jijik banget gue di peluk sama". Sentak jonat melepas pelukan rian.
"Lo juga meluk gue bangsat". Tukas rian pula.
"Sean! Lo menang, anjing. Terhura gue lihatnya". Ujar rian kemudian menatap sean yang sedang selebrasi.
Sean pulang sebagai juara pertama. Hadiah dari pertandingan tadi adalah uang sebanyak 10.000 euro atau sekitar kurang lebih 170 juta. Tak lupa juga sebuah piagam penghargaan yang terbuat dari titanium dengan warna gold.
"Selamat bro, sukses. Aksi lo tadi hebat banget". Puji radit, pembalap asal bandung yang berada di posisi dua.
Keduanya bertos ria dan saling berpelukan layaknya seorang teman.
" lo juga hebat. Gue harus banyak belajar dari lo." sahut Sean.
"Sip. Lain kali kita adain duel privat". Ucap radit di iringi kekehan.
Sea mengangguk, ikut terkekeh pelan. "Harus. Ke Jakarta nanti, sekali sekali kita tanding di jakarta".
"Yoi. Gue tunggu undangan nya". Sanggup radit.
Setelah kepergian radit dan beberapa orang yang mengucapkan selamat pada Sean dua teman serta dua senior nya datang.
"Sean lo menang bangsat. Terhura gue lihat nya. Eh tadi atraksi lo keren abis ampe cewek cewek samping gue teriakin nama lo mulu". Ujar rian dengan sedikit keluhan.
Sean hanya menatap datar. Cowok itu kembali mengenakan helmnya. Sebelum naik pada kesayangannya, Sean sempat melirik jam yang ada di tangannya. Ternyata sudah pukul satu malam, cowok itu pun bersiap untuk pulang.
"Eh lo gak nginap aja di sini?" tanya salah satu senior.
"Nggak. Gue pulang langsung, kalau tuh duit udah masuk kabarin. Nanti kita omongin". Ujar Sean di angguki orang tadi.
Cowok itu kemudian menghidupkan mesin motornya yang sontak mengeluarkan suara garangnya.
"Gue duluan". Pamit nya dan melesat cepat pergi untuk segera menemui istrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
G
lanjut
2023-11-30
0
G
selamat ya sean atas kemenangannya
2023-11-30
0