Pagi pagi sekali Agatha di buat kesal oleh Sean. Bagaimana tidak cowok yang katanya calon suaminya itu sudah nangkring di bawah dari jam enam pagi.
Agatha yang baru saja selesai mandi di buat keteteran sebab ibu tirinya terus saja mendesaknya untuk segera turun. Mau tak mau Agatha buru buru memakai seragam serta jas almamaternya. Merias wajahnya dan merapikan rambutnya. Dia meraih tas nya yang untung sudah disiapkan sejak semalam.
Sungguh di sepanjang kegiatannya dia tak berhenti mengumpati cowok biang onar itu.
Dia turun dengan menenteng tas nya. Lalu duduk di meja makan yang sialnya sudah ada cowok itu stay di sana.
" Maaf ya Sean. Agatha memang suka gitu. Lama kalau dandan". Ujar wenie yang duduk di samping Wira.
" Tidak papa Tante. Saya sudah terbiasa. Di rumah juga kalau mau pergi pergian suka nungguin mommy. Suka dandan sampe berjam jam". Balas Sean.
" Hahaha kamu bisa aja". Wenie tertawa ringan.
Sean serta juna hanya tersenyum saja menanggapi. Sedangkan Agatha diam saja.
Matanya sibuk memberi tatapan tajam pada cowok yang sialnya malah menatapnya dengan santai sambil mengedipkan sebelah matanya. Buru buru Agatha memalingkan wajahnya.
Mereka sarapan dengan Sean yang menjadi anggota baru. Agatha hanya diam di sepanjang sarapan itu.
Selesai sarapan keduanya berpamitan lalu berangkat ke sekolah dengan Sean yang membawa motor ninja miliknya itu.
" Pegangan ke perut jangan ke pundak!" Titah Sean dengan sedikit berteriak.
" Gak. Ke pundak aja". Tolak Agatha.
" Mau nurut atau gue paksa?!" Ancamnya Sean.
Namun Agatha tetap menolak keras. " Gak. Ngotot banget sih lo".
Sean mendengus pelan sedetik berikutnya dia memelankan laju motornya lalu dengan cepat memutar gasnya hingga Agatha refleks memegangi perutnya.
" Lo! "
Agatha tak terima oleh kelakuan cowok itu. Ngotot banget si jadi cowok.
Sean tak peduli dengan umpatan cewek di belakangnya. Dia terus melajukan motornya melesat menuju sekolah.
" Turunin gue disini!" Titah Agatha saat berada di luar gerbang.
" Gak!" Tolak Sean tegas.
" Turunin Sean. Lo mau nanti ada rumor yang beredar hah?!"
Cowok itu mengangkat bahunya singkat. " Bodo amat" ujarnya dan terus melajukan motornya.
" Lo yang bodo amat gue mah kagak. Pokoknya turunin gue di sana. Gue gak mau di serang fans fanatik Lo itu". Protes Agatha.
Tak memperdulikan ocehan agatha Sean justru menambah kecepatan motornya hingga berhenti tepat di parkiran tempatnya.
Agatha yang kaget karena sean tiba tiba menambah laju motornya semakin di buat terkejut dengan keberadaanya saat ini. Terlebih banyak siswa dan siswi yang menatap serta meneriaki mereka. Tak sedikit pula yang menatap nya tajam serta melotot.
" Astaga mimpi apa gue semalem sampe liat si Sean ngebonceng si agatha?". Celetuk rian langsung mengucek matanya dua berkali kali. Memastikan di depannya bukan mimpi.
"Anjing ini beneran?". Tanya rian masih tak percaya.
Jonat pun sama, cowok itu berdiri mematung sambil dengan mata yang memelotot. Melongo melihat pasangan yang biasanya bagaikan tom and Jerry sekarang satu motor.
"Sumpah, si sean ke sambet apaan tuh?" ujar jonat masih tak percaya.
Keduanya sadar kala sean datang dan dengan tak beretika menendang betis dua temannya itu. Sontak mereka mengaduh kesakitan samberi memegang berisi yang di tendang teman laknat nya.
"Parah lo goblok. Sama temen sendiri durhaka lu apalagi sama orang tau lu, depresi kali". Ujar rian. Masih mengaduh sakit di bagian betisnya.
Sean hanya terkekeh mendengarnya. Cowok itu tersenyum meledek dengan tengilnya. "Lemah lo pada!" cibir nya.
"Lo waras an?"
Tiba tiba jonat bertanya dengan alis naik sebelah. Tak mengaduh kesakitan lagi dengan betisnya.
Sean sontak mengerutkan dahinya hingga alis hampir menyatu. "Maksud lo? Gue waras lah". Jawab sean.
"Ini beneran lo kan?" tanya rian masih cengo. Pria itu meletakan punggung tangannya di dahi sang teman mengecek apakah panas atau tidak.
"Lo apaan sih bangsat? Gue sehat, gue waras dan gue tampan. Lo pada yang kenapa? Kesurupan asu lo?" sean ngegas. Menyentak tangan sahabat nya yang tanpa izin menyentuh dahinya.
Mendengar ucapan narsis temannya sontak rian dan jonat mendatarkan wajahnya. Kepedean memang!
"Maksud gue lo waras kesini sama agatha? Satu motor? Boncengan? Bukannya kalian gak akur yah?" tanya jonat memperjelas maksud ucapannya.
"Kenapa emang kalau gue barengan ke sini sama dia? Satu motor dan boncengan. Terserah gue lah suka suka gue." balas sean sedikit songong.
"Nanya aja kita mah, semua terserah lo. Mau boncengin dia mau perkosa dia juga terserah lo, kita cuma nanya". Sahut rian. Cowok itu menyugar rambutnya ke belakang.
"Parah lo!" sahut jonat menempeleng kepala sahabat nya itu yang isinya cuma hal begitu.
"Sinting!" ujar sean.
Cowok itu berlalu dari sana. Tak memperdulikan dua sahabatnya yang saling melempar tatapan tajam.
"Eh an, kita gak bolos lagi?" tanya rian setelah berhasil menyamakan langkah nya bersama cowok itu.
Sean menggeleng. Tasnya dia tenteng dengan satu tangan. "Gak dulu". Jawabnya dia angguki kedua orang di sampingnya.
Sebagai calon suami yang baik dia mencoba mengurangi beban calon istrinya dari sekarang. Salah satunya menunda bolos ye kan?
......
Ternyata jalan menjadi calon suami yang baik tak semulus yang sean kira. Baru saja maju satu langkah kakinya kembali berbelok. Ribut ribut di sekolah siang siang bolong seperti ini di sebabkan oleh apa?
Tentu saja oleh tiga biang onar yang tak sengaja melempar sepatu pak mamad, guru fisika ke atas genteng. Tentu saja pak mamad heboh karena sepatunya hilang entah kemana.
"Pokoknya saya tidak mau tahu ambil lagi sepatu saya yang di genteng itu. Sekarang!" tegas pak mamad meminta para cowok onar itu.
"Tapi pak gentengnya tinggi. Susah untuk ambilnya apalagi ini panas sekalih". Ujar rian dengan mengeluh. Wajahnya di murung murung supaya dapat di ampuni.
Niatnya tadi hanya bermain main lempar lemparan sepatu tahunya itu sepatu pak mamad. Pantas saja sepatunya burik tak pernah di semir ternyata milik pak mamad toh pikir mereka.
"Resiko kamu yang sudah melempar sepatu saya ke genteng. Kamu pikir itu tidak laknat hah? Sudah sana cepat ambil sebelum gosong. Kalau kalian gak mau ambil saya suruh guru bk manggil kalian. Menyusahkan saja!" ancam pak mamad di akhiri umpatan. Pening kepala nya menghadapi tiga murid nakal di depannya, belum lagi dengan pelajaran fisika.
"Saya ganti aja pak gimana?" tawar jonat. Berusaha bernegosiasi dahulu siapa tahu tidak jadi manjat genteng.
"Tidak bisa pokoknya kamu ambil sepatu saya. Cepat cepat!" tegas pak mamad mengangkat rotan yang di pegangnya hendak memberi mereka pelajaran.
Sontak saja ketiga cowok onar itu berlari terbirit birit menuju roftoop. Dengan napas ngos ngos sean mendorong jonat dan rian maju ke genteng. Dua cowok itu mendelik tajam pada sang pelaku.
"Ngapa lo liat gue kayak gitu? Udah sono cepat ambil tuh sepatu karatan." ujar sean nyolot.
"Ini gimana cara ambilnya? Jauh banget woy". Tanya rian bingung.
"Mana gue tahu. Cari solusi sendiri lah". Jawab sean acuh.
Sontak rian dan jonat menoleh padanya. Memberi tatapan tajam pari purna.
"Lo juga ikutan an berarti lo harus ikut tanggung jawab. Udah lo aja manjat" suruh rian seenaknya.
"Ogah udah sono lu manjat". Titah sean ikut seenaknya.
"Ribet amat lo pada. Tinggal ambil galah aja apa susahnya si?" ujar jonat heran dengan kedua temannya.
"Yaudah sono ambil". Titah sean pula.
" bangsat!" umpat jonat sambil berlalu mencari galah.
Sean dan rian hanya memperhatikan apa yang di lakukan oleh teman satu laknat nya itu.
"Nih. Manjat sono!" jonat menyodorkan galah penemuannya pada rian dan meminta satu temannya itu memanjat.
Rian pun mengambil galah itu lalu mendekat pada genteng yang di atasnya ada sepatu pak mamad. Dia sodorkan dan sodok sodok berusaha menjangkau sepatu itu. Tapi naas bukan sepatunya yang jatuh malah galah nya yang jatuh ke bawah. Mereka hanya mampu melongo saja melihatnya.
"Siapa yang di atas sana? Tanggung jawab kalian kepala pak oji tertimpa galah". Teriak seorang satpam sekolah.
Sontak ketiga cowok itu terdiam saling melirik. "Anjing!" umpat ketiganya.
...****************...
Hi semuanya ❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥 gimana kesan pertama kalian baca novel ini? aku harap kalian suka dan gak bosan yah.
bye bye❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤❤❤❤❤❤🍷🍷🍷🍷📌📌📌
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Anak tiri bokapnya mana? Cowok apa Cewek? Semoga cowok,Kalo cewek pasti jadi Pelakor untuk hubungan Sean dgn Agha..
2024-12-21
0
Qaisaa Nazarudin
Minta di belein yg baru aja pak,Yang mahal tentunya..🤣🤣🤣🤣
2024-12-21
0
Ratnawati Syam
lucu...😂
2024-01-27
0