part 17

"Agatha". Panggil Sean.

Tetapi tidak ada sahutan dari gadis yang di panggilnya. Jangan kan menyahut menoleh pun tidak. Datar dia meninggalkan Sean yang kelimpungan sejak tadi gara gara dia cueki.

"Agatha. Lo denger gue kan?"

Tetap tak ada sahutan. Membuat nya benar benar kelimpungan karena sedari pulang dari sekolah istrinya itu diam saja.

"Agatha!". Kesal akhirnya Sean terpaksa menarik tangan gadis itu hingga Agatha berbalik dan menatap Sean.

"Apa?". Tanya nya datar. Menatap malas pada sangat suami.

"Lo kenapa diam aja sih? Gue tahu gue salah. Maafin gue makanya". Ujar sean memberi penjelasan.

"Lo yang kenapa? Lo ada masalah apa sih sama jegar sampai ribut kayak tadi? Lo pikir itu keren begitu?". Marah agatha.

Dia marah pada suaminya tentu soal masalah tadi. Entah apa masalahnya karena waktu dia tanya pun Sean tak menjawab dengan benar. Hanya diam dan beralasan asal. Padahal tanpa Agatha tahu alasan utama nya ya tentu karena jealous.

"Lihat sekarang kan? Wajah lo luka luka emang ada untung nya begitu? Dengan cari masalah emang bisa bikin lo terkenal bikin lo kayak gitu?".

"Dia yang duluan. Gue gak akan balas kalau bukan dia yang mulai duluan". Sean mencoba membela diri. Melihat kemarahan Agatha cukup menyeramkan sekarang.

"Gak usah ngebelain diri. Udah tahu salah masih aja di bener benerin. Harusnya lo gak usah ladenin jegar, gue gak ngebela dia cuma lo harus bisa kontrol emosi. Lo udah dewasa Sean udah bukan anak kecil lagi, ribut ribut tadi kayak anak kecil aja."

Agatha menatap Sean yang balik menatapnya dengan lesu. Dia sedikit meringis dalam hati melihat wajah babak belur suami nya. Sebagaimana pun dia, dia adalah seorang istri yang pasti melihat suaminya terluka ikut khawatir.

"Jangan minta di obatin. Obatin sendiri lukanya juga ulah sendiri". Suruh Agatha.

Dia masuk ke dalam kamar meninggalkan Sean yang menghela napas pasrah. Wajahnya cukup perih meski tak sesakit itu. Dia pun menghempaskan tubuhnya pada sofa, bersandar dan menutup matanya merasakan luka di wajahnya.

Sean akui sekarang dia mulai menyukai gadis yang berstatus istrinya itu, padahal tadi baru saja membuat taruhan bersama temannya. Seperti nya memang akan kalah, sekarang mendengar orang lain menyukai istrinya saja dia sudah kepanasan.

Setelah tubuhnya segar Agatha keluar dari kamar. Tatapannya terpaku pada Sean yang memejamkan matanya sembari bersandar pada punggung sofa. Luka di wajahnya masih sama bahkan sudah tampak mengering, sepertinya cowok itu tak mengobati nya.

Agatha menghela napas sabar, bandel memang. Di suruh di obati bukannya menurut malah tidur, apa cowok itu tak takut terkena infeksi.

Sabar Agatha mengambil handuk bersih dan es batu, tak lupa pula dia bawa obat merah untuk mengobati luka itu nanti.

Di samping Sean Agatha duduk, meletakkan barang bawaannya di atas meja. Lalu dia bangunkan pelan suaminya yang tampak pulas tidur.

"Sean bangun dulu. Obatin lukanya biar gak infeksi". Ucap Agatha pelan menggoyang goyangkan lengan suaminya.

Tampak Sean membuka matanya, lalu menegakan badannya. Dia menoleh pada Agatha dengan wajah datarnya.

" hm?" tanya nya.

"Obatin dulu luka nya nanti infeksi kalau gak di obatin". Ucap Agatha.

Meraih baskom berisi air dingin serta handuk kecil tadi. Dia basahi dan dengan telaten membersihkan luka luka di wajah suaminya yang sudah mulai mengering.

Sean tampak menurut, tak banyak bergerak dan diam kala tangan Agatha dengan gesit membersihkan luka lukanya.

Sudut bibirnya yang sedikit terluka dan robek membuat nya meringis kala air dingin menyapanya.

"Awsh!"

"E-eh maaf. Gue gak sengaja, sakit ya? Sorry. Gue bakal coba lebih pelan lagi". Agatha ikut ngilu melihat luka di bibir suaminya.

Sean membalas dengan deheman. Agatha mengambil obat merah tadi dan mulai memberikannya pada luka luka itu. Dia menggigit bibir bawahnya menahan rasa ngilu.

Sean tatap intens Agatha yang masih mengobati lukanya, jarak kedua begitu dekat terlebih saat Agatha mengoleskan obat.

"Cantik". Batin Sean memuji.

Rambut pirang yang di cepol, bibirnya yang mancung alis tegas dan mata blue miliknya, tak lupa bintik bintik kecil di wajahnya membuat kesan galak tegas dan berkharisma. Cocok memang dengan jabatannya sebagai ketua OSIS.

Pandangan Sean turun, pada bibir yang digigit sangat mpu. Sedikit tebal dan berwarna pink. Sangat seksi terlebih jika dia basahi.

"Selesai". Ujar agatha.

Meletakkan kembali obat serta handuk itu ke meja. Lalu menatap wajah Sean yang sudah lebih bersih dari sebelum dia bersihkan.

"Sebelum tidur, ganti baju dulu". Peringatan Agatha.

Sean mengangguk. Mendekatkan wajahnya dengan senyum menyebalkan pada Agatha. Agatha sedikit was was, tak mundur tetapi meyakinkan hatinya.

"Agatha.." bisik Sean tepat di depan wajah gadis itu.

Mata keduanya saling Bertabrakan, blue Eyes dan grey eyes. Tampak kaku Agatha di tatap se intens itu oleh suaminya.

"Um?" dia bertanya pelan.

Sean meraih tengkuk Agatha dan secepat kilat menyatukan bibir keduanya. Mata Agatha tertutup rapat, tangannya terkepal pelan di depan dada Sean.

Rasa aneh mulai Agatha alami, ciuman pertamanya. Matanya terpejam merasakan bibir Sean yang begitu lihai bermain, dia tak bisa membalas rasa ini begitu asing baginya.

Meski terkesan kaku tetapi tak ada penolakan dari sang wanita membuat si pria mulai bergerak agresif. Menekan tengkuk Agatha semakin dalam satu tangannya naik turun mengusap punggung sang wanita. Merasakan sensasi punggung mulus yang tertutupi bra itu.

Sean tak membiarkan Agatha kehabisan oksigen, cowok itu sesekali melepas ciuman mereka membiarkan si wanita bernapas.

Tak di beri jeda untuk bicara atau protes kembali Sean sumpal dengan mulutnya. Mulai di rebahkan tubuh Agatha di sofa panjang itu yang sontak Agatha mengalungkan tangannya. Dia tindih pelan tubuh gadis yang belum sadar itu.

Mulai Sean bermain dengan tangan dan leher. Panas sensasi keduanya terlebih dengan Agatha sebagai pemula. Sensasi baru yang menurutnya begitu memabukan seakan menuntut untuk di beri lebih tak dapat dia tolak.

Ketika ciuman mereka terlepas dengan napas terengah Agatha mencoba menolak.

"Sean. Lo udah janji gak bakal begitu sebelum lulus". Peringatan Agatha.

Tahu arah mereka kemana, tak ingin dia Sean mengingkari janjinya, kesepakatan nya sebelum menikah.

"Coba sekali. Gue bener bener gak bisa nahan". Pintar Sean dengan nada suara yang sudah memberat.

Tak dapat Agatha menolak sebagai seorang istri, dia menatap lekat mata grey legam suaminya. Tidak ada yang salah, mereka sudah sah batinnya. Pada akhirnya gadis itu mengangguk setuju.

Sean tersenyum, mencium lembut nan mesra kening gadis yang sontak menutup matanya. Kembali dia berikan satu ciuman panas, tangannya mulai kurang ajar. Mengusap ngusap leher Agatha pelan lalu turun pada dada.

Belum sempat Agatha mende sah sebuah teriakan membuat kegiatan keduanya terhenti.

"ABANG!"

"fuck!"

...****************...

hi semua nya. gimana kabar hari ini? semoga baik yah aamin.

untuk visual mereka aku simpan di ig. cek ya di ig @notyouyoi

oh ya tandain kalau ada typo. see you❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥

Terpopuler

Comments

ani sumarni

ani sumarni

lanjut thor cerita nya bagus

2023-11-28

0

G

G

kasihan banget sean🤣🤣

2023-11-28

0

Nona Aan Chayank

Nona Aan Chayank

Gagal maning.. gagal maning,,, 🤣🤣

2023-11-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!