part 9

"Aah sakit!" agatha merintih pelan.

"Pelan pelan sean. Lo pikir ini gak sakit hah?" murka agatha memukul lengan cowok itu.

"Maaf. Gue lepas aja ya?" ucap sean meminta izin.

"Iya tapi pelan pelan". Jawab agatha akhirnya melunak.

Sean melepaskan cincin kekecilan itu dari jari agatha, meski sesekali gadis itu merintih karena sakit.

Mereka sedang berada di toko perhiasan untuk memilih cincin pernikahan mereka. Saat mencoba ternyata cincin nya kekecilan di jari agatha hingga gadis itu meringis karena sakit. Sean pun berusaha melepasnya dengan pelan.

"Uh, akhirnya."

Mereka bernapas lega kala cincin itu akhirnya terlepas dari jari agatha. Agatha mengecek jarinya dan ternyata ada lecet karena benda itu.

"Maaf mas ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pegawai.

"Telat mbak." jawab Sean ketus dengan wajah galak. Pegawai tadi sampai mengelus dada lihat wajah galaknya.

"Yang bener mbak jari calon istri saya sampe lecet". Ujar Sean lagi.

Pegawai tadi dengan ramah nya tersenyum dan mengangguk. Lalu mengeluarkan beberapa desain cincin untuk di pilih sang pembeli.

"Ini mas ada beberapa model yang cocok. Bisa di lihat lihat dahulu". Pegawai tadi menyodorkan beberapa kotak cincin sepasang.

Mereka mencoba beberapa dari yang di tawarkan dan Agatha menyukai salah satunya. Cincin silver dengan diamond di atasnya sedangkan milik Sean yang polos saja. Akhirnya keduanya sepakat untuk memilih cincin tersebut.

"Kami ambil yang ini mbak. Nanti ibu saya bakal kesini mengurusnya". Ujar Sean.

Selesai memilih cincin mereka kembali dan menuju butik cecel untuk memastikan ukuran baju yang nanti mereka kenakan sesuai.

Agatha tak banyak bicara saat Sean dengan kencang membawa motor besarnya hingga ugal ugalan. Dia hanya diam dan berpegangan kuat sembari merapal doa dalam hati untuk di selamat kan.

Sampai di sana mereka langsung masuk yang langsung di sambut sang pemilik butik.

" hallo tampan balik lagi? Buat pengukuran ya?" sambut cecel dengan hebohnya.

Sean mengangguk saja, tanpa di jawab pun tante di depannya pasti sudah tahu.

Setelah semuanya selesai mereka pulang. Tentunya Sean mengantar Agatha lebih dahulu ke rumahnya setelahnya dia melaju cepat menuju arena balapan di mana teman temannya sudah menunggu.

Arena balapan motor itu tak terlalu besar tetapi cukup curam. Sean serta temannya sering mengikuti balapan itu, selain memperluas relasi mereka juga kadang memenangkan balapan. Hasil dari kemenangan itu mereka sumbang kan sebagian, sebagian lagi mereka pakai bersama.

"Giliran berapa gue?" tanya Sean setelah berhasil menghampiri rian dan jonat.

"Lo giliran final. Tadi gue menang pas babak pertama dan babak kedua sekarang jonat. Lo bagian akhir" rian menjelaskan cukup rinci.

Mereka pun bersiap terutama Jonathan karena ini bagian gilirannya. Sean serta rian hanya menonton dari kejauhan bagaimana lugas nya sang teman dalam mengendarai motor.

Tiga besar yang masuk final adalah Sean, lalu tim sebelah riko dan satu lagi tim Jack. Sean sudah mengenal semuanya karena mereka sering bertemu dalam pertandingan.

"Giliran lo an." ujar Jonathan. Melepas helmnya dan meraup oksigen banyak.

Sean mengambil alih helm itu dan mulai menyiapkan diri. Motor yang sudah di modif sedemikian rupa tampak berada di garis start.

1

2

3

Dan klakson berbunyi. Semua pembalap menancap gas nya kuat kuat berusaha saling menyalip. Sean berada di posisi kedua tetapi cowok itu tak risau.

"Kalau Sean menang gue taruhan lo bakal cepet punya pacar". Celetuk rian tiba tiba.

Sontak Jonathan mendelik sinis pada temannya itu. " kenapa jadi gue? Lo kali. Lo kan yang paling gak laku di antara kita". Ujarnya sinis.

Rian mengumpat kesal. "Gak usah jujur jujur amat napa jon. Kan gue cuma taruhan aja". Ucapnya melirih meratapi nasibnya sebagai jomblo abadi.

"Kalau Sean menang lo harus jadi babu gue dua hari". Tandas jonat kemudian.

"Anjing! Taruhan macam apa itu?"

Kembali pada sean lima dari tujuh tikungan telah terlewati dengan baik. Dan Sean sukses menyalip hingga kini berada di posisi pertama.

Tikungan ke enam dia tancap gas kuat lalu berpindah pada rem yang dia tarik kuat. Sontak ban itu berhenti dan berbelok arah dengan cepat. Kembali dia tekan pedal gasnya dan luck!

Sean menang di start pertama. Berputar putar di atas motor hingga suara nya nyaring terdengar dengan asap yang banyak keluar. Sean hentikan aksinya dan seketika kedua temannya datang menghampiri. Serta beberapa. Jeritan para penonton yang menggema di sana menyebut nama nya.

"Parah lo! Mereka kalah telak" ujar rian memberi tepukan di punggung sang sahabat.

Sean hanya menyunggingkan bibirnya kemudian di lempar kunci nya pada jonat.

"Bawa balik tuh motor ke markasnya. Kita nongkrong malam ini di pak obeng, katanya 𝘢𝘥𝘢 ' 𝘱𝘳𝘰𝘮𝘰 100% 𝘨𝘰𝘳𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯' " titah Sean pada sahabatnya itu.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Aduuhhh Sean kata orang Kamu itu lagi DARAH MANIS,Mau Nikahkan,Ntar apa2 yg terjadi gimana..

2024-12-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!