part 15

Satu bulan terasa singkat bagi pengantin baru itu. Pernikahan keduanya tampak baik baik saja meski kadang ada pertengkaran di antara mereka. Untungnya bisa di selesaikan dengan kepala dingin.

"Good morning anak anak mommy. Udah pada siap ya? Sarapan dulu". Pagi hari senin alana menyambut dengan suara cempreng nya.

Kemarin mereka datang ke rumah orang tua Sean dan memutuskan menginap. Ini adalah permintaan alana yang meminta keduanya menginap meski hanya satu malam.

"Pagi mom". Sahut keduanya kompak.

Menarik kursi dan duduk bersebelahan. Di kursi lain sudah ada kevin alesha dan tentu nya devan sang kepala keluarga.

"Sarapan yang banyak. Kalian perlu banyak energi untuk ujian". Ujar daddy devan bijak.

Benar, tepat hari ini adalah hari pertama ujian. Meski gugup Agatha mencoba yakin dengan kemampuannya. Dia juga akan meminta doa pada kedua mertuanya.

"Iya dad". Jawab Agatha ramah.

"Kakak suapin aku". Pinta alesha sang adik bungsu.

Agatha menoleh padanya dan mengangguk. Menyuapi satu sendok sedang pada adik perempuan suaminya itu.

Dari kemarin sejak awal Agatha datang alesha sudah nemplok padanya. Padahal itu adalah kali kedua mereka bertemu tetapi sudah sedekat itu.

"Sudah sayang jangan minta di suapin kakak terus. Nanti kakak telat ke sekolahnya. Sini biar mommy yang suapin". Ucap alana perhatian.

Alesha menatap kakak cantiknya sebentar lalu mengangguk. Bergeser duduk ke sebelah mommy nya dan mulai di suapi.

Selesai sarapan pasutri muda itu berpamitan pada orang tuanya. Sekaligus meminta doa supaya di lancarkan waktu ujian.

"Semoga ujian kalian lancar dan dapat nilai yang memuaskan". Ujar devan.

Meski kini sudah memiliki tiga orang anak bahkan sudah memiliki seorang menantu aura jangan dan hot pria itu masih begitu lekat seperti saat masih muda. Tak heran jika terkadang alana posesif terhadap suaminya.

"Iya dad." jawab dua orang itu.

Mereka berangkat dari rumah milik devan langsung ke sekolah. Tak setiap hari mereka berboncengan karena terkadang takut membuat orang lain curiga. Agatha sering memesan taksi untuk pergi ke sekolah meski pulangnya tetap dengan cowok itu.

Sangat kebetulan mereka berdua berada di sesi yang sama yakni sesi pertama. Sengaja di acak supaya tidak ada yang saling bersekongkol dalam contek menyontek.

Baru saja turun dari motor cowok itu motor lain lewat dan melewati kubangan air kecil hingga terciprat pada pakaiannya. Agatha melongo sekilas lalu menoleh pada sang pelaku yang baru mematikan mesin motor nya.

Dengan berani gadis itu melangkah dan berdiri di hadapan cowok yang baru melepas helm nya.

"Jegar tanggung jawab lo!" pekik Agatha kencang. Berkaca pinggang pada teman satu organisasi nya itu.

Cowok bernama jegar itu menatap Agatha lalu tertawa pelan. "Astaga baju lo kenapa ta? Baru juga hari senin udah kotor aja". Ujar dengan tertawa.

Agatha tentu nya kesal. " kenapa kenapa. Ini ulah lo tolol tanggung jawab lo beliin gue baju baru". Tukas Agatha tak ingin tahu.

Jegar turun dari motor nya dan mendekat pada gadis yang sedang berkaca pinggang itu.

"Jangan kan tanggung jawab beliin lo baju seragam, tanggung jawab nikahin lo pun gue sanggup". Candanya dengan terkekeh.

Merangkul baju Agatha dan hendak pergi dari sana. "Ayo gue antar ke koprasi buat tanggung jawabin lo". Ajaknya.

Tetapi belum satu langkah mereka berjalan tubuh Agatha sudah di tarik ke belakang oleh Sean hingga membuat gadis itu terhuyung dan menabrak dada kekar cowok itu.

Rangkulan jegar pada Agatha pun terlepas yang sontak cowok itu berbalik dan menatap Agatha serta Sean bingung.

"Dia bareng gue. Gue ada perlu sama dia. Lo pergi aja". Ujar Sean sebelum menarik Agatha menjauh dari area parkiran itu.

Meninggalkan jegar yang bingung dengan dua murid beda jenis nya. Dia menggaruk kepalanya pelan sebelum mengerdikan bahunya acuh dan memilih masuk ke kelas.

Sean menarik Agatha hingga sampai di koprasi. Tanpa berkata pun Agatha tahu jika Sean menyuruhnya mengganti bajunya yang kotor karena cipratan air.

Dengan setia pula Sean menunggu Agatha berganti pakaian. Dia berdiri di depan kamar mandi sambil menscroll ponsel nya.

Tak lama Agatha keluar dengan pakaian bersih. Pakaian kotor dia masukan ke dalam paper bag dan di masukan lagi ke dalam tas. Sean mendekat dan menarik gadis itu untuk segera ke ruangan ujian.

"Lo udah gue tanggung jawabin ngapain masih minta tanggung jawab orang lain?!" tanya Sean ketus.

Agatha menoleh sekilas dan kembali berjalan. "Maksud gue tanggung jawab soal baju. Kan dia yang ngotorin jadi dia yang harus tanggung jawab". Jawab Agatha pelan mencoba memberi pengertian.

"Tapi lo dengarkan dia bilang apa tadi? Jangan tanggung jawab soal pakaian nikahin lo pun dia mau. Dan lo? Cuma diem aja. Harusnya lo nolak lo udah punya suami secakep gue masih aja cari cowok yang gak ada apa apa nya di banding gue". Tukas Sean tajam. Memberi lirikan tajam pada gadisnya.

Agatha menghentikan langkah nya sebentar lalu menatap Sean intens. "Lo cemburu?". Tanya nya berani.

Sean membalas tatapan Agatha semakin dalam. Dia mendekat pada gadis itu dengan kepala yang dia rendahkan membuat Agatha sontak mundur perlahan. Sialnya di belakangnya adalah tembok membuat nya tak bisa berkutik lagi kala Sean semakin mendekatkan wajahnya.

Agatha yang sudah negatif thingking pun menutup matanya. Pada jarak dua senti antar bibir keduanya Sean menghentikan gerakan kepalanya. Dia menyunggingkan sudut bibirnya pelan.

"Gak usah ke PD an!" bisik Sean di depan bibir ceri itu. Dia memundurkan kembali kepalanya dan mulai kembali melangkah meninggalkan Agatha yang masih tremor.

Gadis itu membuka sebelah matanya kemudian menatap sekelilingnya. Sontak dia menghela napas panjang saat Sean sudah tak ada.

Tubuhnya sudah panas dingin dengan isi pikirannya, buku bulu remang nya sampai berdiri kala hembusan napas cowok itu terasa di wajahnya.

Tidak dia tidak ke pd an. Dia hanya bertanya karena akhir akhir ini menurutnya sifat Sean sangat aneh. Seperti marah marah tak jelas dan tentu nya posesif.

Tak ingin memikirkan lebih Agatha memilih cepat cepat masuk ke dalam ruang ujian. Untungnya ujian belum di mulai jadi dia tak terlambat.

Tubuhnya sedikit mematung kala tatapan matanya bertemu bola mata grey milik Sean. Buru buru dia mengalihkan kembali tatapannya, sedangkan Sean hanya terkekeh melihat. Gemas dengan tingkah istrinya apalagi wajahnya yang merona di pipi. Kenapa tadi tak ia cium saja sekalian pikirnya laknat.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Aku dari tadi bacanya BERKACA PINGGANG... BERKACA itu apaan sih thor? BERKACAK/BERCEKAK PINGGANG kali ya maksudnya?

2024-12-22

0

G

G

cium aja tadi sean kan dah halal kok

2023-11-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!