part 8

"Ekhm!" Sean berdehem pelan. Berbalik dan menatap kedua temannya yang datang menghampiri.

"Ngapain lo berdua disini?" tanya Sean langsung.

"Nyamperin lo lah apalagi? Lo telat gak bilang bilang ma kita, tau gitu kita juga bakal telat ye kan. Tumben bet lo barengan apalagi telat ma agatha". Ujar rian. Menatap sean lalu beralih agatha dengan heran.

"Bibir lo merah amat, abis ******* lo?" tanya rian dengan terkekeh pada gadis di depannya.

Agatha memelotot. "Matamu buta. Merah apa nya lipstik aja gak pake gue". Sergah nya garang.

Tanpa berkata gadis itu berlalu setelah melihat temannya keluar kelas. Buru buru menghampiri nya dan menjauh dari kumpulan cowok bandel.

"Anjing. Galak amat tuh cewek". Gumam rian menggeleng geleng kepalanya heran.

"Eh lo beneran udah ciuman ama si agatha?" tanya jonat memastikan. Dari tampilan temannya sepertinya cukup pasti untuk di pertanyaan kan.

Mata sean ikut memelotot menatap temannya tajam. "Pala lo peyang! Gak lah anjing. Sekalipun ciuman gue tahu tempat kali". Ketus sean tak Terima di tuduh yang tidak tidak.

Kedua teman itu membulatkan mulutnya. " oh kirain. Lo kan suka khilaf tiba tiba". Celetuk rian sangat hapal tabiat satu temannya.

"Bacot lo pada! Kantin yok laper gue".

........

"Pak obeng katanya lagi promo gorengan. Kita nongkrong yok malam ini?" ajak rian.

Berada di kantin ketiga nya duduk di bangku paling pojok. Tempat biasa mereka nongkrong, satu kaki sean di angkat ke meja yang cukup panjang itu.

"Anjir jualan gorengan aja bisa promo. Hebat tuh pak obeng". Celetuk jonat kagum sampai geleng geleng kepala.

"Gas. Mumet gue di rumah mulu". Timpal sean yang sejak tadi diam. Bosen dia setelah memainkan ponselnya asal.

"Lagian lo di rumah mulu kek perawan. Di ajakin nongki kayak yang paling bangkrut lo". Sahut rian.

Dua hari belakang sean memang selalu di rumah jika di ajak keluar malam. Katanya sih sibuk, seperti kenyataan dia sibuk menyiapkan pernikahan nya dengan ketua osis sekolah.

"Sekalian beli pengaman gue buat nanti main". Celetuk sean di akhiri seringaian tipis.

Tahu apa yang di pikirkan cowok itu? Tentu saja malam pertama pernikahannya nanti. Di bilang juga kadang khilaf ya begini.

"Jir gak waras kayak nya lo. Main mulu". Sahut rian mendengar ucapan tak benar temannya.

"Main mulu bapakmu!" cibir sean cepat.

Dengar ya dia tak pernah sekali pun bermain wanita, sampai sekarang masih perjaka. Sekedar ciuman pun paling di pipi.

Brak!

Ketiganya terperanjat mendengar suara gebrakan meja di pukul kuat. Bukan meja mereka tetapi meja siswa lain lebih tepatnya meja yang kini di tempati agatha dan temannya.

Sontak mereka menoleh bersamaan, terlihat tiga orang cowok menghampiri keduanya dan langsung menggebrak meja itu keras.

Agatha yang sedang asik makan bakso bersama claudia dan cellin terkejut bukan main. Mereka kompak menoleh pada pelaku yang menggebrak mejanya.

"Lo yang udah hukum pacar gue ya kan? Berani banget lo bangsat sama gue. Lo gak tahu siapa gue hah?!" tanya cowok itu garang menunjuk wajah Agatha.

Agatha mengerutkan keningnya bingung. "Maksud lo jessica? Dia pacar lo?" tanya nya balik.

"Iyalah anjing siapa lagi. Lo? Najis banget gue punya pacar songong galak kayak lo. Bisanya cuma nge hukum orang gak sadar diri banget anjing! Modal apa lo jabat jadi ketos? Cantik kagak kaya kagak cuma modal numpang doang. Cewek bangsat emang!" umpat cowok itu memaki maki Agatha dengan keras.

Agatha yang merasa tersinggung pun sontak berdiri. Menatap cowok itu yang dengan sombong mengangkat wajahnya.

"Maksud lo apaan ngomong gitu? Punya dendam apa lo sampai repot repot urus hidup gue. Denger dito, gue hukum jessica bukan tanpa sebab. Dia di hukum karena bolos dan bully murid lain. Itu tuh kelakuan asli pacar tercantik lo". Tukas Agatha tegas. Tak Terima harga dirinya di injak injak.

Merasa terhina cowok bernama dito itu mengepalkan tangannya. Di sekeliling nya banyak yang menatap mereka berdua.

"Cewek gila emang lo!"

Plak!

Bugh!

Satu tamparan mendarat di pipi kanan Agatha di balas bertubi tubi pukulan oleh sean yang dengan cepat melompat dan membalas perbuatan cowok itu.

Wajah Agatha sampai tertoleh ke samping, namun wajahnya lebih shock melihat dito sekarang. Terkulai lemas hingga terbatuk batuk akibat pukulan balasan yang di berikan sean barusan.

Cowok itu menetralkan napasnya yang memburu, melirik tajam dito yang terkulai lemas akibat ulahnya.

"Cupu! Beraninya cuma sama cewek doang lo. Lebih berengsek lo di banding dia sendiri, cowok kok main tangan sama cewek. Cupu lo bangsat!" sean mencibir keras. Memberi balasan ucapan menyakitkan dito pada Agatha.

Terakhir setelah dia usap tangannya yang di gunakan memukul dito, dia tatap Agatha dengan datar. Terlihat pipi gadis itu memerah jelas akibat tamparan dito.

"Obatin pipi lo!" ujarnya sebelum berlalu dari sana. Pergi meninggalkan kantin yang ribut akibat ulahnya.

Rian serta jonat saling menatap, melirik lirik dengan melongo.

"Anjing. Itu beneran si sean?" tanya jonat setelah melihat aksi brutal temannya.

"Beneran lah ege. Kok gue gak tahu dia kapan loncatnya?" balik bertanya rian dengan mata speechless.

"Lo pikir dia kodok? Buruan susul dia". Sahut jonat berlari lebih dahulu meninggalkan rian yang masih melongo.

Sontak cowok itu berlari terpogoh pogoh menyudul dua temannya.

" woy an, tungguin gue!"

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Mampos loe Deto,Loe pikir loe doang yg bisa ngebelain cewek loe..👏👏👏👍👍👍 Dasar Pengecut,Berani nya ama cewek,Noh tantang si Sean..

2024-12-21

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kirain beneran Sean tukang celup,Hampir aja aku maki ,untung gak .

2024-12-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!