part 14

"Bisa make dasi yang bener?" tanya Agatha menatap sean tajam keluar dari kamarnya dengan seragam yang cukup berantakan.

"Itu juga bajunya, masukin yang bener Sean pake sabuk nya yang bener". Lanjut Agatha cukup garang.

Sean mana peduli, bukannya mendengarkan cowok itu malah menarik kursi dan duduk dengan santai. Menatap beragam makanan yang tersedia di meja itu.

Agatha menghela napas sabar. Ikut duduk dan mulai menyiapkan makanan. Tak seperti kemarin hari ini dia bangun pagi pagi sekali dan memasak untuk sarapan.

Yang simple saja seperti sup ayam, perkedel kentang dan tahu bumbu goreng. Meski tak terlalu pandai dalam memasak tetapi dia cukup bisa menyajikan rasa yang nikmat.

Terbukti kini Sean makan dengan lahapnya hingga menambah nasi. Tentu sebagai istri Agatha senang melihatnya. Merasakan masakannya sangat di hargai meski tanpa cowok itu berbicara.

Setelah makan Agatha membereskan lebih dahulu bekas makan mereka. Benar, kemarin mertuanya datang dan membawa semua perlengkapan makan dan masak untuk di apart.

"Kita berangkat". Ujar Sean mengambil kunci motor dan tas yang kini berada di bahunya.

"Benerin dulu seragamnya". Peringatan Agatha lagi dan Sean tetap tak peduli.

Menghela napas jengah Agatha pun maju ke depan cowok itu dan mulai memperbaiki penampilannya. Satu kancing atas yang di buka Sean kini di tutup istrinya, dasinya Agatha eratkan serta kerah nya Agatha rapi kan.

" yang bawah enggak?" tanya Sean jahil.

Agatha mendelik lalu berbalik dan meninggalkan cowok itu. "Punya tangan? Rapihin sendiri". Sungut nya.

Sean terkekeh lalu menyusul keluar sang istri. Turun dari apartemen mereka berangkat menggunakan motor ke sekolah.

Tentu banyak orang bertanya tanya karena tak biasanya keduanya berangkat bersama. Bukan tak biasa malah tidak pernah.

"Kalau ada yang ngomong aneh aneh tentang lo, lo bilang aja sama gue. Biar gue yang tanganin". Ucap Sean pada Agatha.

Kening Agatha mengerut. "Maksudnya?" tanya nya tak mengerti.

"Lo taukan gue punya banyak fans di sekolah? Lihat kita berangkat bareng pasti mereka bakal banyak ngomong kosong. Lo gak usah ambil hati bilang aja sama gue". Tutur Sean dengan jiwa narsisnya.

Hendak Agatha menonjok wajah menyebalkan Sean tetapi tak jadi sebab teman teman cowok itu datang.

"Gak perlu. Gue bisa hadapi sendiri". Tolaknya melenggang pergi menuju kelas.

Sean menyunggingkan sebelah sudut bibirnya. Dia tahu istrinya memang tangguh, terbukti dia sering di hukum olehnya.

"Woy Sean. Tumben amat lo datang barengan ma ketos". Ujar rian datang dan memberi tepukan kuat pada bahu Sean yang sontak memberi nya tatapan tajam.

"Tadi lihat dia di pinggir jalan lagi nunggu angkot. Karena gue kan baik hati dan tidak sombong jadi gue kasih dia tumpangan". Jawab Sean sungguh kebohongan yang laknat.

Ooo- mulut kedua temannya membulat. " gue kira kalian janjian gitu. Secara ini bukan pertama kali lo bareng sama dia". Ujar rian.

Sean menyipitkan matanya. "Terus?" tanya nya.

"Ya gak terus kemana mana." sahut rian nyengir.

"Udah mau bel. Bolos gak?" tanya jonat yang sedari tadi memperhatikan murid murid cewek. Biasa lah mata ikan.

"Gak dulu." jawab Sean melenggang pergi dari sana. Tentu di ikuti dua temannya.

.......

Di kelasnya benar saja Agatha di serbu beribu pertanyaan dari fans fanatik suaminya. Dia hanya mampu menghela napas sabar meladeni nya.

"Eh agatha gak usah sombong lo. Mentang mentang datang di boncengin Sean kita nanya aja sampe gak di jawab". Celetuk salah satu cewek di kelasnya.

Cewek cewek yang lain pun ikut mengangguk setuju oleh ucapan murid barusan.

Agatha di buat pusing oleh mereka. Dia yang sedari tadi mengerjakan tugas di buat tak pokus oleh pertanyaan pertanyaan unfaedah mereka.

"Emang kalian mau nanya apa coba soal sean?" tanya Agatha yang jengah.

"Nah gitu dong gak usah sombong. Eh lo ada hubungan ya sama dia kok bisa lo boncengan gitu?" tanya siswa yang tadi.

"Iya tuh bener. Secara kan belum ada tuh cewek yang pernah di boncengin tuh cowok cuma lo doang". Lanjut cewek sebelahnya.

"Gue gak ada hubungan apa apa sama tuh cowok". Jawab Agatha cepat.

" alah gak usah bohong. Kalau gak ada hubungan apa apa gak mungkin tiba tiba kalian akur gini mana berangkat ke sekolah boncengan. Biasanya juga bertengkar". Sahut cewek tadi.

"Iya jujur aja kali. Gak bakal kita bully juga lo". Setuju cewek lain.

" ya emang gue gak ada hubungan apa apa sama Sean. Kita bareng tadi karena gue numpang sekalian kesini. Kalau kalian gak percaya tanya aja sama cowok nya langsung". Ujar Agatha.

Dalam hati dia berdoa semoga Sean bisa di ajak kerja sama jika nanti gadis gadis ini benar benar menanyakan. Tanpa Agatha tahu Sean sudah lebih dulu menistakannya.

"Udah kalian langsung tanyain aja sama orangnya. Gue mau ngerjain tugas". Ujar Agatha sengaja mengusir mereka.

Ketiga gadis itu pun mendelik tajam. "Dasar sombong! Cuma di boncengin doang gaya nya udah selangit. Gimana kalau beneran jadi ceweknya?" sindir salah satu gadis sembari berjalan pergi.

Agatha hanya mampu menghela napas sabar. Masih pagi pagi juga sudah di buat pusing. Kemana juga bu jingga tidak masuk jadilah mereka bebas kesana kemari.

"Emang lo beneran gak ada hubungan ya sama sean?"

Agatha menoleh dan terkejut kala temannya datang tiba tiba. Dia mengelus dadanya pelan dengan kedatangan temannya yang seperti hantu.

"Iya lah. Kita gak punya hubungan apa apa. Tadi pas lagi nunggu bus dia dateng dan nawarin tumpangan. Karena takut telat yaudah gue ikut aja". Bohong Agatha.

Dalam hati gadis itu meminta maaf pada sang sahabat. Belum apa apa sudah dua kali berbohong. Berbohong soal apa? Soal hubungan nya dengan Sean dan tumpangan tadi tentu.

"Oh gitu. Kirain". Beo Janeta sahabat Agatha.

.....

"Shit!".

Berkali kali Sean dan kawan kawan mengumpat. Menatap kertas di depannya dengan sebal dan putus asa.

Sungguh mereka sangat menyesal karena tidak bolos tadi. Mereka lupa jika pagi ini adalah pelajaran matematika, pelajaran yang begitu mereka hindari.

Lebih sialnya lagi, buk jovi memberi mereka soal praktek. Karena sebentar lagi masuk ujian tengah semester hari ini bu jovi memberi soal sebagai latihan untuk ujian nanti. Sungguh membagongkan bukan?

"Lima menit lagi". Ujar bu jovi menatap jam tangannya.

"Fuck!" umpat rian frustasi.

Dia menoleh pada jonat mencoba meminta contekan. "Jon kasih gue contek elah". Bisik nya membujuk.

Jonat tentu menggeleng. Dia sama pusing nya dengan satu temannya itu. "Gak ada ngan otak gue ketinggalan di parkiran tadi". Jawabnya frustasi.

Kedua kemudian menoleh bersamaan pada cowok yang sedari tadi diam mengerjakan.

"An kasih gue nyontek lah". Ucap rian meminta.

Sean mendongak Lalu memberi isyarat sebentar. Rian dan jonat sabar menunggu Sean yang menyelesaikan soal tadi.

" nih". Sodor Sean.

"Lo yakin jawabannya bener?" tanya rian tak pasti.

"Lo mau gak? Yaudah kalau gak mau". Sean hendak kembali menarik kertasnya namun rian lebih dulu mengambilnya.

"Iya iya. Gitu aja baperan". Ucap nya memberi cengiran.

Karena waktu yang mepet terpaksa dia percaya pada jawaban cowok itu. Bukan tak percaya tetapi trauma karena terakhir mereka meminta contekan pada Sean keduanya mendapat telur besar berwarna merah di kertasnya. Alhasil remidial jalan terakhirnya.

" waktunya habis. Kumpulkan semua kertasnya dan selamat istirahat". Ujar bu jovi.

Terpopuler

Comments

Cica Kosmetik

Cica Kosmetik

bknnya sean pintar ya..keturunan alana dan dev..🤭🤭🤭

2024-08-09

0

G

G

hahaha lucu banget mereka
semangat thor

2023-11-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!