Akhirnya pernikahan dua murid sma pun terjadi tepat di hari ini. Di adakan privat dan hanya beberapa keluarga saja yang di undang. Pernikahan nya berjalan hidmat meski sean grogi setengah mati.
Sean tampan dengan jas nya begitu pun Agatha yang cantik dengan dress nya. Keduanya benar benar pasangan yang cocok dan serasi.
Di samping itu ada alana yang memeluk tubuh suaminya merasa terharu dengan pernikahan dini putranya. Dia sampai meneteskan air mata melihat bagaimana kesungguhan Sean saat mengucap janji suci.
Begitu pun dengan pasangan itu juna serta wenie pun turut tersenyum. Meski bukan senyum haru yang di maksud wenie melainkan senyum kemenangan. Setelah putri almarhumah mantan istri suaminya tidak ada kini dia dapat sepenuhnya mengontrol juna dan tak ada halangan sepenuhnya.
Di sesi ciuman Agatha di buat menegang karena ini pertama kali bagi nya. Di tengah ketegangan nya malah terlihat Sean menyeringai begitu menyebalkan di matanya.
"Ingat nanti malam". Bisik Sean tepat di depan wajah Agatha. Setelah nya dia memberikan ciuman pada gadis yang telah menjadi istrinya itu.
Setelah pernikahan itu Sean langsung membawa Agatha ke sebuah apartemen yang di belinya. Tak mungkin dia yang sudah beristri masih tinggal di rumah orang tuanya dengan biaya dari mereka. Yah meskipun masih sma tanggung jawabnya sebagai suami tetap lah terlaksana.
"Ingat Sean kamu jaga mantu mommy dengan baik. Awas kalau kamu bikin dia nangis mommy kasih pelajaran nanti. Nakalnya juga di kurang kurangin ingat udah punya istri sekarang". Nasihat alana pada sang putra. Tangannya berkacak pinggang di depan pintu apart itu.
Beralih dia menatap mantunya seketika senyum manis mengembang di bibirnya. Dia pun menurunkan tangannya dan merangkul gadis manis itu.
"Yang betah ya sayang. Kalau ada apa apa atau Sean nanti nyakitin kamu, kamu bilang aja langsung sama mommy yah? Biar mommy yang kasih pelajaran sama dia." pesannya lembut. Meski tersirat sindiran untuk puteranya.
Agatha mengangguk dengan kaku. Masih tak menyangka dia sudah menjadi istri orang, dada nya sesak mengingat kembali bundanya yang tak kunjung dia tahu keberadaan nya.
Menikah tanpa di dampingi sang bunda, rasanya sangat sulit bagi Agatha. Selama tujuh tahun bunda nya lah yang selalu ada untuknya dalam segala hal apapun. Mereka sangat bahagia sebelum kedatangan sang ayah dan istri barunya.
"Ingat boy tanggung jawab! Sekarang kamu sudah jadi kepala rumah tangga". Peringatan devan terakhir menambahkan.
Orang tua Sean itu pun pamit pulang. Sepertinya dari hasil analisis kedua orang tua nya itu bakal bulan madu lagi.
"Serius kita tinggal berdua?" tanya Agatha pada Sean.
Tak yakin dia pada cowok itu. Bukan tak yakin sih sebenarnya mereka kan tinggal berdua, udah nikah juga takutnya nanti malam itu loh.
"Terus lo mau tinggal sama siapa? Sama tetangga?" tanya Sean menyahut.
"Ish bukan itu maksudnya". Agatha mencibir sebal dengan jawaban suaminya.
"Gak usah banyak drama. Udah masuk". Titah sean.
Dia giring dia koper besar miliknya dan Agatha. Dengan sebal Agatha pun membuka pintu apartemen mereka.
"Kita tidur pisah ya?" pintar Agatha mengambil alih koper berwarna pink nya.
"Nggak!" tolak Sean cepat.
"Suka gak suka kita satu kamar. Jangan coba coba buat pisah kamar, ingat kita udah nikah". Lanjutnya tegas tak terbantah.
"Tapi Sean l-"
"Gue gak bakal ngapa ngapain lo Agatha". Sahut Sean tahu apa yang di maksud gadis itu.
Agatha menghentakan kakinya sekali ke lantai itu. "Yaudah yang mana kamarnya?! " tanya nya sebal. Nadanya kurang mengenakan di telinga Sean.
"Tuh". Sean menunjuk dengan dagunya pada kamar yang akan mereka tempati.
Agatha menarik kopernya cepat, masuk ke dalam kamar yang di maksud suaminya. Tanpa menunggu lama dia menyiapkan segala barang bawaan nya ke dalam lemari di kamar itu.
"Sekalian punya gue. Tugas pertama istri". Suruh Sean dengan nada ejekan. Menyodorkan koper miliknya pada sang istri yang terduduk di depan lemari.
Meski dongkol Agatha tetap menurut. Gadis itu dengan sabar membereskan seluruh pakaian suaminya meski harus beberapa kali menghela napas kala membereskan pakaian dalam cowok itu. Ah sialan!
Sedang Agatha membereskan Sean memilih untuk membersihkan tubuhnya dahulu. Terasa lengket karena seharian bertemu banyak orang.
Dengan handuk melilit di pinggang Sean keluar dari kamar mandi. Terlihat segar terlebih kala cowok itu menyugar rambutnya ke belakang. Sangat tampan dengan air yang bercucuran di tubuhnya.
"Sean ngapain gak pake baju?" pekik Agatha kencang saat melihat tubuh cowok itu.
Sean menoleh sekilas. "Ini juga mau pakai baju". Jawab nya sambil mulai membuka lemari.
Matanya seketika memelotot melihat bra milik istrinya, meski begitu sedetik kemudian dia malah tersenyum geli dan mengambilnya.
"Merah amat! Emang punya lo cukup segede gini?" tanya Sean dengan wajah menyebalkan nya. Menenteng bra merah terang itu dan memperlihatkannya pada Agatha.
Sontak Agatha memelotot tajam. Bangkit dan dengan cepat merebut kembali bra miliknya.
"Lancang banget lo!" kakinya tajam dan kesal. Dia menaruh kembali bra miliknya dan dia tutup lagi sebelah lemari.
Sean terkekeh gemas melihat wajah dongkol Agatha.
Menyenangkan sekali menjahili nya. Kembali dia lanjut aktifitasnya yaitu memakai pakaian.
"Sean arlots!" teriak Agatha menggelegar saat dengan santainya Sean memakai cd di depannya. Bahkan setelah cd itu terpakai cowok itu melepaskan handuk di pinggangnya. Tentu saja wajahnya sudah memerah bak udah rebus melihat bokong padat suaminya.
"Apasih? Dari tadi lo teriak mulu gak gue apa apain juga". Ketus Sean.
Tanpa rasa bersalah kembali melanjutkan memakai pakaian. Kaos biru polos dengan celana cream sebatas lutut. Sangat terlihat anak muda sekali.
Cowok itu kemudian berbalik dan menatap istrinya. "Gue laper. Lo laper juga gak?" tanyanya.
Agatha menghela napas sebentar kemudian mengangguk. "Hm gue juga lapar" jawabnya jujur.
"Masak mie aja kali ya? Kayak nya masih ada sisa kemarin. Pesan juga udah malem gini". Usul cowok itu.
"Boleh. Biar gue yang masak, mie nya di mana?"
Sembari keluar kamar Agatha berinisiatif untuk menawarkan diri memasak. Yah itung itung belajar jadi istri yang baik.
"Di nakas atas kalo gak salah". Jawab Sean.
Di sinilah Agatha sekarang di dapur. Di depan kompor yang sedang merebus dua bungkus mie. Sembari menunggu gadis itu menuangkan bumbu bumbu mie ke dalam mangkuk. Sedangkan Sean dengan manut di meja pantri. Sesekali cowok itu menatap Agatha yang sedang memasak mie.
"Tada udah jadi".
Agatha meletakan dua mangkuk mie di atas meja pantri. Lalu dia ikut duduk di sampingnya.
Langsung Sean meletakan ponselnya beralih menyantap mie. Berdua di meja pantri bersama istrinya di iringi obrolan ringan, sungguh hangat interaksi mereka.
"Besok masih ambil cuti kan? Kita belanja ya?" Agatha bertanya dan dengan anggukan Sean menjawab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
ALMARHUMAH MANTAN ISTERI SUAMINYA.. berarti mama nya Aghata udah meninggal dong,Katanya di Asingkan..🤔🤔
2024-12-21
0
Qaisaa Nazarudin
Tadi Winnie bilang Almarhumah, Berarti udah meninggal lho mama kamu..
2024-12-21
0