"Jam berapa sih lo semalam pulang?". Tanya Agatha penasaran.
Dia sempat menunggu Sean pulang sampai pukul sepuluh, tetapi karena tak kunjung datang akhirnya Agatha memutuskan untuk tidur duluan. Dan pagi nya seperti biasa dia mendapati Sean tidur dengan memeluk nya. Agatha sudah tak bisa marah lagi, mau di peringat kan berapa kali pun kalau Sean tidak mendengar kan percuma.
Sean mendongak menatap sang istri yang bertanya. "Jam empat". Jawab nya kembali pokus makan.
Berangkat sekitar jam satu malam dari bandung dan sampai di apartemen jam empat lebih. Untunglah tengah malam jalanan sepi dan tak macet, jadi waktu yang di tempuh Sean tak lama. Hanya sekitar tiga jam, lebih cepat dua jam dari biasanya.
Agatha menganga, jam empat? Apa cowok itu tidak merasa lelah atau capek? Jika dia yang berada di posisi Sean pasti lah sekarang masih tidur.
"Astaga! Lo dari mana aja sih sampe pulang subuh kayak gitu? Keluyuran gak jelas kemana lo? Pantes mommy berkali-kali ingetin buat gak ngizinin lo keluar malem tau nya gini. Kalau tahu dari awal gak bakal gue kasih izin asal lo tau". Ujar Agatha panjang lebar persis seperti ibu yang memarahi anaknya.
Sean hanya terkekeh mendengar omelan istrinya. Tak bereaksi marah atau pun kesal sedikit pun.
" kenapa malah ketawa?" tanya Agatha bingung.
Sean menunduk, menatap makanan nya dan kembali dia angkat kepalanya menatap sang istri.
"Lo mirip sama mommy. Pantes dia sayang banget sama lo". Ucap Sean jujur.
Sean gemas saat Agatha memarahi nya seperti barusan. Sebab itu sangat mirip sekali ketika mommy nya mengomeli dirinya, pantas saja Alana begitu suka pda Agatha karakter keduanya cukup sama.
"Jangan alihin pembicaraan! Semalam lo dari mana?" tanya Agatha berusaha menahan salting nya.
"Biasalah, nama nya juga anak cowok. Keluar malem pulang subuh mah usah biasa". Jawab Sean seadanya.
" ya tapi lo dari mana? Yang jelas Sean biar gue tahu". Tekan agatha cepat.
"Nongkrong di warung pak obeng. Gak percaya? Tanya aja sama rian jonat. Bareng mereka soalnya". Tantang Sean.
Tanpa di suruh pun kedua temannya pasti akan mengerti jika nanti Agatha beneran bertanya. Meski ya sean tak yakin istrinya berani bertanya tentang nya pada kedua temannya yang ada nanti mereka curiga.
"Lo gak usah khawatir. Gue keluar buat nongkrong bukan cari cewek lain. Gak mungkin gue selingkuh, guee setia orang nya". Lanjut Sean. Mulai hidup jiwa jiwa kenarsisan nya.
"Hm. Gue cuma tanya buat mastiin. Kan kalau nanti mommy tanya gue bisa jawab dengan lugas gak bingung" . Ujar Agatha.
Selesai makan Agatha membereskan bekas makan mereka lalu berangkat. Begitu sampai banyak sekali siswa siswi yang berdatangan menghampiri Sean.
Agatha mana peduli, gadis itu langsung saja masuk ke kelasnya sebelum masuk ruang ujian. Di sana sudah ada janeta yang stand by menunggunya.
"Eh lo udah lihat belum yang trending di sekolah kita?
Janeta menyambut kedatangan temannya dengan sebuah pertanyaan. Agatha melepas tas nya dengan kebingungan.
"Trending? Apaan?" tanya nya tak tahu.
Agatha sibuk, selain sibuk mengurusi OSIS dia juga sibuk mengurusi rumah tangga nya. Jadi tak sempat jika membaca gosip lambe sekolahnya. Lagi pun kebanyakan isinya yang unfaedah.
"Astaga! Lo beneran gak tahu?" Kaget janeta.
Agatha mengangguk. "Gue belum sempet buka twit apalagi gue gak ngikutin lambe sekolah kita". Ujar Agatha.
Janeta geleng geleng kepala mendengar penuturan sahabat nya. Semua warga sekolah pasti lah berteman karena kepo dengan lambe sekolah, kecuali Agatha mungkin. Teman nya itu begitu tak peduli dengan kehidupan orang lain.
Janeta membuka aplikasi burung nya lalu mencari nama lambe sekolah nya. Setelah nya dia perlihatkan pada Agatha.
"Nih. Lihat!" sodor nya.
Agatha meraih ponsel temannya lalu dia tatap lamat lamat. Seketika mata nya membulat kaget melihat apa yang di bilang trending itu.
"Ini sean?" tanya nya tak percaya.
Kembali memastikan bahwa yang di poto itu benar suami nya. Penglihatan nya tak salah, meski tertutupi helm benar yang di poto adalah Sean arlots, suami nya.
Melihat wajah kaget sahabat nya janeta sontak melongo. "Lo beneran gak tahu al? Berita nya trending sejak semalam astaga".
"Ini beneran sean yah? Masa dia sih". Agatha maish tak percaya.
" mata lo picek?! Udah tahu itu sean masih nanya lagi." sebal janeta.
Agatha menggeleng. "Bukan gitu. Maksud gue gak salah yang menang dia? Gak mungkin lah kayak nya".
"Apanya yang gak mungkin sih tha? Dari tampang nya aja udah kelihatan dia jago motor. Bukti nya dia menang jadi juara pertama turnamen kemarin. Nih lihat, sampe masuk TV loh". Janeta kembali menyodorkan ponselnya membuat teman nya itu yakin.
Agatha menatap nya masih tak percaya. Oh jadi gara gara ini Sean pulang subuh kemarin, pikirnya dalam hati. Agatha menduga pasti ini juga yang membuat Sean di serbu cewek cewek di depan tadi.
"Oh my god".
........
Sean keluar dari ruang guru dengan wajah cerah. Tentu saja, berita viral tentang Sean yang menang tanding pun terdengar sampai ke telinga para guru. Jadi lah dia di panggil dan mendapat banyak pujian dari guru guru di sekolahnya karena nama sekolah ikut terharum kan oleh kemenangan Sean itu.
Seringaian tipis menghiasi wajah tampan cowok yang berjalan dengan santai nya di lobi ruangan. Manusia munafik, pikirnya.
Entah lah, tapi menurut nya manusia itu begitu menjijikan dan munafik. Mereka akan menghargai kita jika apa yang di lihat nya bagus, tapi jika yang di lihat nya jelek yang otomatis mereka abaikan.
Ibarat nya sebuah bingkisan jika luar nya begitu rapi indah tak ada sedikit pun goresan sudah paspti banyak orang menyukai dan memuji nya. Tetapi jika bingkisan nya tergores, atau tak rata dan tak rapi pasti yang mereka lemparkan umpatan. Tapi dari kedua bingkisan itu mereka tak tahu seperti apa isi nya, entah itu baik entah itu buruk.
Sama seperti pandangan beberapa guru di sekolah pada nya. Dia sering di pandang rendah, murid nakal dan tak bermoral. Tetapi hari ini dia buktikan dia memiliki kemampuan dan kalian tahu apa? Guru yang tadi memandangnya rendah dia adalah yang paling tinggi memujinya.
So, pelajaran nya jangan menjudge orang seenaknya, sekilas nya dan setatap nya. Karena kita belum tahu seperti apa orang itu sebenarnya. Bisa jadi dia lebih baik dari kita.
"Kata bang gazi duit udah masuk ke rekening. Nanti malam kita kumpul di markas besar". Celetuk jonat uang entah sejak kapan berada di sampingnya.
"Yoi. Kayak nya bakal ada acara makan makan deh buat rayain kemenangan lo." sahut rian menimpali.
Sean menganggukkan kepala nya. "Jam tujuh kita kumpul di warung pak obeng jam delapan gas ke markas besar".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
G
lanjut
2023-12-04
0
G
sean anggota geng motor kah?
2023-12-04
0