Gubrak!
"Awsh!" Agatha meringis kala tubuhnya terjatuh dengan Sean di atasnya. Tadi kakaknya tak sengaja tersandung hingga membuat tubuhnya oleh.
"Sean bangun! Berat tau?!" pekik Agatha mencoba mendorong tubuh cowok di atasnya.
Sean masih terdiam mematung. Terlebih kala wajahnya berada tepat di dua gunung itu. Sialan! Miliknya bangun.
"Sean ish!" pekik Agatha lagi. Geli serta kaki tubuhnya di posisi seperti ini. Dia tetap berontak agar di lepaskan.
"Diem tha! Dia bangun". Bentak Sean sebal.
Semakin Agatha memberontak, semakin gadis itu bergusruk gusruk semakin keras pula miliknya bereaksi.
"Dia siapa ish? Gak usah alesan deh". Ujar Agatha sebal sekaligus terkejut.
Sungguh Sean tersiksa sekarang. Dia pun berguling pada samping tubuh agatha, matanya menatap ke bawah di mana celananya mengembung.
Agatha menghela napas lega. Dia melirik cowok di samping nya yang tengah menunduk, dia pun ikut melihat dan alangkah terkejutnya dia saat melihat bagian bawah cowok itu. Sontak Agatha menjerit dan langsung memejamkan matanya.
"Sean! Lo gila. Kenapa itu kayak gitu sih hah?!" teriak Agatha dengan napas memburu.
"Dari awal gue udah bilang, lo diam. Tapi lo gak dengerin gue jadinya dia bangun". Jawab Sean dengan ketus.
" terus itu gimana cara nidurin nya lagi?" tanya Agatha sembari meringis. Tak sanggup dia melihatnya, untuk membuka mata pun dia enggan.
"Elus pake tangan". Jawab Sean menyeringai.
Tidak ada salahnya dia mengerjai, toh tadi juga sudah dia peringatkan sejak awal.
"Enggak. Enak aja!" tolak Agatha cepat dengan ngegas.
Sean bangkit pelan lalu tiba tiba dia berguling dan memeluk tubuh Agatha membuta gadis itu spontan berteriak.
"Sean! Lo gila! Lo ngapain meluk gue hah? Lepasin!" pekik Agatha kuat. Dia memberontak mencoba melepaskan diri.
"Diem ga. Ini ulah lo jadi harus lo yang nidurin. Gak ada salahnya juga gue minta, lo istri gue dan gue suami lo". Ujar Sean.
Dia tenggelamkan wajahnya di tengkuk gadis itu. Seketika Agatha terdiam, memang benar kini dia sudah menjadi istri dari cowok itu.
"Tapi janjinya lo waktu itu gak sekarang. Tadi juga waktu gue minta pisah kamar lo nya yang gak bolehin". Cicit Agatha pelan. Merasa bersalah dan takut di saat bersamaan.
"Emang gak boleh sekali ga? Gue tersiksa banget sumpah! Lo bisa rasain kan". Ujar Sean.
Agatha mengangguk kaku. Terdiam dan terkejut merasakan bokongnya di tempeli benda keras itu
"Plis ga sekali, emang gak boleh? Gue suami lo dan sekarang lagi butuh lo". Pinta Sean. Jujur dia sangat tersiksa dengan miliknya yang semakin bangun membesar.
Agatha menarik napasnya dalam, lalu membuka matanya. Dia berbalik perlahan dan menatap mata cowok yang sedang meminta itu.
"Gue takut an. Gimana kalau nanti gue hamil?" tanya Agatha pelan.
Sean menggeleng yakin. "Gak bakal. Gue keluarin di luar". Sahut Sean yakin.
Menatap mata Sean intens Agatha berusaha tenang. "Janji?" ujar nya.
"Janji!"
Setelah mendengar jawaban Sean Agatha mengangguk pelan. Dari sana lah Sean mulai berani dengan menyatukan bibir mereka.
Dia gugup tetapi Agatha lebih gugup. Saking gugupnya Agatha hanya dapat berdiam kaku saat dia mencium gadis itu.
Permainan mereka kian panas dan semakin panas. Geleyaran aneh mulai merasuki tubuh Agatha. Sesekali gadis itu mekenguh pelan di samping telinga cowok di atasnya.
Tubuh atasnya yang sudah polos habis Sean mainkan. Dadanya, perutnya, lehernya dan seluruhnya. Hingga tubuh keduanya polos tanpa pakaian.
Sean mulai memposisikan dirinya. Kaki Agatha dia angkat hingga mengangkang di depan tubuhnya.
"Pelan". Pinta agatha lirih.
Sean menatap istrinya, membenarkan anak rambut nya dan dia mengangguk. "Lo boleh cakar gue buat lampiasin kesakitan lo". Ujarnya lirih.
Agatha tak mampu menjawab, hanya mengangguk dan sudah di mengerti Sean. Di daratkan nya satu ciuman lembut di bibir wanita itu. Bertempelan sekejap, Sean mulai menggerakan bibirnya. Bersamaan dengan ******* itu bokongnya maju dan di hentakan hingga terasa tancapan kuku Agatha di punggungnya.
Berhasil, cowok itu berhasil menembus lubang gadis itu. Dia diam kan sekejap, mencoba membuat Agatha nyaman dengan miliknya.
Di tatap nya wajah sang istri yang sudah bercucuran air mata. Merasa bersalah Sean mengelus pelan pelipisnya, memberi kecupan pelan pada wajah gadis itu.
"Sakit?" tanyanya pelan.
Agatha mengangguk, napasnya memburu dengan air mata yang masih sesekali berjatuhan.
Dirasa Agatha mulai menerima Sean pun mulai menggerakan tubuhnya. Maju mundur dengan irama teratur, sesekali dia dengar Agatha mele nguh pelan.
Semakin lama semakin cepat pula lakukan tubuh cowok itu, semakin keras pula des ahan Agatha terdengar. Selain bersemangat Sean melajukan tubuhnya menikmati alunan suara merdu Agatha.
"Ouh! Fucking. You my sexy girl ouh!" Sean meracau hebat.
Tubuh nya maju mundur dengan irama cepat yang sesekali dia perlambat. Sedetik lagi dia sampai pada puncak kenikmatan tumpukan kuat membuatnya terbangun dari mimpi.
Bug Bug!
"SEAN BANGUN GAK LO HAH?! GUE GEBUK LO PAKE VAS KALO GAK BANGUN!" teriak Agatha melengking setelah dua kali dia tumpuk wajah suaminya menggunakan bantal.
Sontak Sean bangun. Menatap sekeliling hingga menemukan wajah Agatha, lalu mengusap wajahnya kasar kala menyadari jika tadi hanya lah mimpi.
"Kenapa lo teriak teriak?" tanya Sean. Bersandari di dasbord ranjang dan menatap istrinya samar.
Bayang bayang mimpi percintaan tadi masih terlihat di pikiran nya. Terasa sangat nyata sekali hingga wajahnya di penuhi keringat.
"Lo tuh yang kenapa? Mimpi apaan lo sampe ngigau menjijikan kayak gitu? Ish!" pekik Agatha pada Sean.
Tadi setelah makan mie, saat dia masih persiapan untuk tidur Sean sudah melayang ke alam mimpi. Belum sempat dia tertidur malah mendengar Sean mengigau hal yang menjijikan.
"Hah? Menjijikan apa dah? Gue lagi enak enaknya tidur malah lo ganggu". Sahut Sean bingung. Padahal dia tahu benar apa yang di mimpikan nya.
Agatha menurunkan bila matanya sekilas. Lalu berkacak pinggang dengan mata memelotot.
"Iya saking enaknya tidur sampe ngigo gak bener. Masa bilang ouh siti enak banget. Cepetan lagi ti". Ujar Agatha menitukan suara menjijikan tadi. Satu hal yang dia ubah yakni nama siti, sebenarnya sean menyebut namanya tetapi dia malu mengungkapkan nya.
Sean memelotot kaget. Siti? Siapa siti itu, dalam mimpinya dia bercinta dengan Agatha bukan dengan wanita bernama siti yang entah siapa itu.
"Masa sih? Perasaan gue mimpi gituan nya sama lo deh. Kok jadi siti?" tanya nya bingung.
Wajah Agatha memerah. Mendengar ucapan biadab Sean membuatnya ingin mencungkal ginjal cowok itu.
"Sean lo gila!" umpat nya cepat.
Sean terkekeh mendengarnya. Tanpa merasa bersalah dia menarik Agatha ke dalam dekapannya dan membawanya berbaring bersama.
Tentu saja Agatha memberontak. Mencoba melepaskan tangan cowok yang mendekap nya itu yang membelit tubuhnya.
"Sean lepas ih! Gue gak mau di peluk sama lo". Ujarnya terang terangan.
"Diem, entar yang di bawah bangun". Sean berbisik pelan di samping telinga gadis itu.
Sontak saja Agatha terdiam kaku, tak berani bergerak sedikitpun. Dia bukan gadis polos yang tak tau apa pun mengenai hal seperti itu.
Tanpa sadar Agatha yang sudah mengantuk berat tertidur dalam pelukan cowok itu. Sean menyunggingkan senyumnya menatap gadis salam dekapannya.
"Kalau bukan lo yang di jodohin sama gue, udah abis sama gue di malam pertama".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Gercep Sean,Walau gak Cinta,MP tetap lah MP ya Sean..😂😂😜😜
.Moga aja Sean jenis yg Setia,Jangan pernah selingkuh,Apapun kesalahan bisa di maafin dengan bersyarat,Tapi bukan SELINGKUH apalagi sampai CELAP CELUP...
2024-12-22
0
Qaisaa Nazarudin
Apa mmg dari awal Sean emang udah suka sama Agha ya,Sean sengaja bikin onar hanya untuk menarik perhatian Aghata dan pengen selalu di dekat Aghata kali ya..Ada beberapa novel yg ku baca kek gitu..
2024-12-22
0
Qaisaa Nazarudin
Astaga cuman mimpi ternyata,Ku pikir beneran,Makanya aku sempat heran,Mau2 nya Aghata cepat luluh dan nyerah ke Sean..🤣🤣😂
2024-12-22
0