part 2

Setelah pulang dari sekolah, Sean pikir dia akan langsung istirahat karena lelah akibat hukuman tadi.

Namun harapan nya salah. Alana malah menyuruhnya untuk duduk di sofa ruang tamu menghadap pada kedua orang tuanya.

Kebetulan devan pulang lebih awal dari kantornya.

" Mommy sama Daddy mau ngomong apasih. Sampai harus kayak gini. Kayak di sidang aja". Tanya sean. Dia lelah akibat hukuman tadi di sekolah.

" Ekhm.."

" Jadi gini mommy dan Daddy ingin minta sesuatu sama kamu". Alana membuka suara.

Dahi Sean mengerut. Mommynya terlalu bertele tele membuatnya penasaran.

" Minta apa sih mom?" Tanyanya.

" Mommy sama Daddy minta sesuatu tapi kamu harus turutin".

" Iya kalau Sean mampu". Jawab Sean dengan nada tak sabaran.

" Harus! Kami tahu kalau kamu mampu lakuin ini jadi harus mau oke?" Tanya alana. Tangannya di kaitkan pada tangan devan.

" Ya tapi apa mom? Yang jelas dong kalau ngomong. Gak usah bertele tele begini". Desaknya.

Alana dan devan saling pandang. Mereka kemudian menatap Sean bersamaan. Membuat cowok itu gugup di tatap seintens itu.

" Mommy sama Daddy kenapa sih?" Tanyanya heran.

" Jadi permintaan kami adalah kamu menerima perjodohan yang kami lakukan". Tegas devan.

Ucapan itu sontak membuat Sean nyaris melompat. Dia menatap horor pada kedua orang tuanya. Apa apaan ini tiba tiba dia di jodohkan dan harus menerimanya? Jangan bilang kalau mommynya hamil lagi sampai memiliki permintaan aneh aneh.

Yah, dulu saat Alana hamil anak ketiga, dia sering minta aneh aneh sama Daddy nya. Bahkan Sean sendiri pernah menjadi bahan aneh aneh mommynya. Membayangkannya saja Sean sudah bergidik ngeri.

" Mommy gak lagi hamilkan?" Tanya sean memastikan.

" Kamu apaan sih ngomongnya begitu. Minta adik lagi?" Devan tersenyum.

" Nggak lah. Gak mau Sean punya adik lagi. Udah cukup Kelvin sama alesha aja yang terakhir. Sean gak mau di susahin lagi." Sergahnya.

" oh jadi kalau mommy hamil nyusahin gitu?" Marah Alana.

Sean buru buru menggeleng. " Nggak gitu mom. Sean cuma kesel aja sama mommy". Lirihnya.

" Udah. Sekarang kita harus pokus sama jodoh Sean. Jangan pikiran mommy hamil lagi atau engga". Lerai devan.

Pria itu tidak mau sampai terjadi peperangan akibat perdebatan Sean dan Alana.

" Kayak yang tahu aja Daddy jodoh Sean siapa" ketus Sean.

" Tahulah. Ini lagi mau di dekatkan sama kamu. Pokoknya kamu harus terima perjodohan ini. Kalau engga nanti Daddy usir ke Amerika dan gak pulang lagi."

" Usir aja Sean gak takut". Gumam Sean namun masih bisa di dengar oleh devan.

Devan menghembuskan napasnya. " Gini Sean. Daddy sama mommy memiliki sahabat. Dan orang yang di jodohkan sama kamu itu putrinya."

" tapi suami dari sahabat mommy itu menikah lagi tanpa menceraikan sahabat mommy. Istri kedua nya memiliki seorang anak yang umurnya seumuran dengan orang yang mau di jodohkan sama kamu." Jelas devan.

" Sahabat mommy di asingkan ke sesuatu tempat yang kami gak tahu oleh suaminya. Dia menitipkan pesan untuk menjodohkan kamu dengan putrinya supaya suami sahabat mommy tidak bisa menyakiti putrinya". Lanjutnya.

Sean hanya mangut mangut mengerti. Dia sudah paham apa yang terjadi dari cerita daddynya.

" Gimana? Kamu maukan?" Tanya alana.

Sean mengangguk. " Yaudah mau. Kalau itu kebaikan buat Sean".

" Syukurlah kalau kamu mau. Siap siap, nanti malam kita berangkat ke rumahnya. Daddy sudah bicarakan tadi dengan orang tuanya". Titah devan.

Sean mengangguk. Lalu pamit pada kedua orang tuanya untuk ke kamar. Masih ada beberapa jam sebelum malam. Dia bisa menghabiskan waktu itu untuk tidur.

Seperti rencana Tadi sore. Kini Sean sudah siap dengan pakaiannya untuk datang ke rumah sang calon jodoh.

Begitupun dengan Alana dan devan yang sudah rapi. Mereka sedang menunggu Sean yang masih berada di kamarnya. Entah apa yang anaknya lakukan sampai belum turun.

Ketika mendengar suara derap kaki, Alana dan devan kompak menoleh pada sang putra. Sean turun dengan penampilan yang tampan sampai kedua orang tuanya pun tak dapat berkedip sama sekali. Benar benar bibit unggul devan.

" Pantesan lama. Dandan dulu biar jodohnya terpesona." Celetuk Alana kala kesadarannya kembali.

Sean hanya mengerdikan bahu nya acuh. " Udah lah mom. Gak usah goda goda Sean nanti Daddy cemburu. Mending kita buruan kesana".

" Cie yang udah gak sabar ketemu calon jodoh". Ledek devan.

Anak dan ayah itu sangat suka sekali saling meledek.

Sean tak memperdulikannya. Dia berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil miliknya. Begitupun Alana devan mereka masuk ke dalam mobil milik devan. mereka hanya pergi bertiga sebab kedua anak yang lain sedang berada di rumah oma opanya.

Setelah perjalanan panjang, tibalah mereka di sebuah rumah yang besar dan mewah. Devan turun terlebih dahulu di ikuti oleh Alana dan Sean di belakang.

Saat berada di depan pintu mereka dia sambut dengan senyuman calon mertua Sean. Juna dan wenie.

" Selamat datang di kediaman kami pak devan dan Bu Alana". Senyum Juna.

Mereka membalas dengan senyuman dan ucapan selamat malam. Lalu masuk ke dalam rumah besar itu. Duduk berhadapan dengan sang empu rumah.

" Bagaimana kabar pak devan?" Tanya Juna.

" Sangat baik. Anda pula bagaimana kabarnya?"

" Seperti yang anda lihat. Baik baik saja".

" Em dimana putri anda pak Juna? Dari tadi saya tidak melihatnya". Tanya Alana kala tak mendapati kehadiran calon menantu nya.

"Sepertinya Masih di kamar. Sebentar saya panggilkan". Izin wenie.

Dia pun pergi untuk memanggil putri tirirnya.

" Ini putra anda?" Tanya Juna saat melihat Sean.

" Iya. Dia putra kami. Namanya sean. Sean perkenalkan dirimu" titah devan pada Sean.

" Perkenalkan om. Nama saya Sean. Putra pertama mommy dan Daddy".

Juna mengulas senyum. " Nama saya Juna. Wah tampan sekali putramu. Persis seperti daddynya". Puji Juna. Melihat kesamaan Sean dan devan.

Devan hanya membalas dengan mengulas senyum. Terdengar suara langkah kaki seseorang membuat atensi semuanya menoleh pada arah tangga. Dimana disana wenie tengah menuntun seorang gadis.

Namun saat gadis itu mendongak. Seketika Sean terkelonjat kaget. Matanya menatap gadis yang tengah di dampingi ibu tirinya itu.

'Agatha?!'

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Andai Sean tau dijodohin ama Agha..Gak sabar liat reaksi sean..
Tapi kasian bamget Agha punya bokap kelakuan kek gitu,Lebih menyayangi anak tiri dari anak kandung sendiri,benar2 Gila..

2024-12-21

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Wkwkwkwk lagi deg degan bacanya,Aku langsung ngakak ngebayangin reaksi Sean..🤣🤣🤣😜

2024-12-21

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Lha yg ada ntar kalah rebutan utk jadi isteri nya Sean ...ckk

2024-11-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!