Pulang sekolah Agatha tak pulang dulu karena ada rapat yang akan di laksanakan OSIS. Sebenarnya dia sudah meminta Sean pulang duluan karena takut jika cowok itu menunggunya pasti mati kebosanan.
Tetapi namanya juga Sean, keras kepala dan bandel jadi lah cowok itu menunggu bersama ketiga temannya.
"Sebenernya kita ngapain dah disini?" tanya rian bingung. Menyulut rokoknya kemudian dia hisap sekilas.
"Nongkrong lah. apa lagi?" sahut sean. Asap rokok keluar dari mulut serta hidungnya.
"Tumben amat lo ngajak nongkrong di sekolah. Biasanya juga di bar kalo gak di bar ya di arena". Timpal jonat. Duduk anteng tetapi tangannya yang jahil mengambil rokok milik rian.
Dia menyulut rokok dengan ujung rokok yang memerah milik rian. Ketiga nya memang suka rokok, meski bukan pecandu tetapi rokok tetap menjadi hisapan favoritnya saat ini. Entah untuk selanjutnya mungkin dada batin Sean mesum.
"Tobat bentaran. Kemarin daddy gue tahu gue balapan lagi ancamannya gue gak di kasih warisan". Sahut Sean.
Sebelum menginap dia memang melakukan turnamen balap motor tentu dengan kedua temannya. Mereka menang meski dengan Sean yang sedikit terluka di betisnya.
Entah dari mana orang tuanya tahu hingga saat sampai di rumah dia mendapat ancaman di cabut dari ahli waris.
"Miskin dong lo. Kalo lo miskin gak ada yang neraktirin kita jajan jon. Gas cari temen kaya baru". Ujar rian laknat pada satu temannya.
"Gas. Gak mau gue di bawa miskin ma dia". Setuju jonat melirik Sean.
"Sono aja cari. Syukur syukur lo dapet bespren sebaik dan secakep gue yang tidak pernah sombong." sean ikut andil berbicara.
"Temen lo narsis amat jon pengen gue getok". Celetuk rian.
"Getok. Getok aja kepalanya sampe benjol kayak patrick ikhlas gue mah ikhlas". Jonat ikut jijik dengan kenarsisan satu temannya.
Yah meskipun itu fakta tetapi tak harus di sebar sebar juga elah. Dia juga gak kalah cakep yah meski kekayaannya gak seperti putra sulung keluarga arlots itu.
"Cantik". Celetuk jonat tiba tiba entah melihat apa.
Sontak sean dan rian menatap jonat dengan aneh, me melotot saat cowok itu malah tersenyum geli.
"Sinting!" maki mereka berbarengan.
"Apaan yang cantik?" tanya rian penasaran.
"Ketua OSIS kita, Agatha evelyn. Cocok kayaknya tuh cewek pake marga bastian". Lanjut jonat.
Mendengar nama istri yang di sebut sontak sean menoleh menatap datar temannya.
"Jelek amat marga lo". Ujar sean datar.
Rian tergelak melihat wajah ngenes jonathan. " eh lo beneran suka sama agatha?" tanya nya.
"Bukan suka sih kayaknya naksir". Jawab Jonatan kembali tersenyum sendiri seperti orang gila.
Tanpa tahu dia di belakangnya sesosok cowok mengetatkan rahangnya. Terkepal tangannya pula dengan wajahnya yang menyimpan rahasia.
"Apaan lo naksir sama cewek galak kayak gitu? Gak cocok dia sama lo. Lagian cewek galak gila kayak gitu emang ada cowok yang mau? Gue sih ogah. Cuma cowok gila yang mau". Sahut sean nyolot. Padahal kenyataan nya dia adalah suaminya.
"Anjing pedas amat omongan lo kayak seblak level edan. Kemakan omongan sendiri tau rasa lo". Timpal rian.
"Apaan? Gak mungkin lah". Sahut sean mantap.
"Kita tandain kan ya jo?" rian bertanya pada satu temannya.
"Kalau suatu saat terbukti lo suka sama dia motor Kawasaki 300 punya lo kasih ke kita gimana?".
Sean terdiam sesaat. Itu adalah motor kesayangannya yang di beri nama rocki, motor yang kini sudah berumur lima tahun menemaninya sejak SMP. Tak mungkin dia mempertaruhkan nya.
"Jangan motor elah yang lain aja." ujar Sean. Tak rela nanti kehilangan kesayangannya.
Dengan sengaja rian menampol pundak Sean keras. "Alah bilang aja nanti juga bakal suka. Manusia mana tahu gimana masa depan nanti" ujar nya menggoda.
"Terserah apa kata lo yang penting jangan rocki". Tegas Sean.
"Oke kalau gitu kalau nanti lo kalah lo harus mau kerja sama sama gue? Kalau lo masih nolak itu artinya lo emang suka sama tuh cewek". Ujar rian.
Sean terdiam sesaat berpikir, kemudian mengangguk. "Setuju". Ujar nya.
"Gue duluan ya ga? Jangan lupa soal besok oke?"
Atensi mereka teralihkan saat para anggota OSIS keluar dari sekolah. Pun pertanyaan jegar pada agatha membuat atensi sean menoleh pada keduanya.
"Lo bisa pegang ucapan gue". Balas agatha yakin.
"Nanti kalau lo berhasil gue kasih hadiah surprise deh". Bisik jegar di samping telinga gadis itu.
Agatha sontak mengangguk. "Lo pegang ucapan gue, gue pegang ucapan lo juga barusan". Sahut Agatha.
" lo beneran gak mau gue anterin?" tawar jegar lagi.
Agatha tentu menggeleng keras. "Enggak ja. Udah lo duluan aja gue ada urusan sebentar". Agatha beralasan.
Melambaikan tangannya dan berjalan keluar sekolah, tentunya dengan melewati sekelompok anak gabut yang lagi nongkrong di parkiran sekolah.
"Sok cakep". Cibir Sean pelan.
Jegar yang hendak menghidupkan mesin motornya sontak terhenti. Dia menatap Sean dengan tatapan remeh nya.
"Maksud lo gue?" tanya nya.
Sean menoleh dan mengerdikan bahu nya pelan. "Gak tuh. Ngerasa aja kali". Jawab nya santai. Satu seringaian terbit di wajahnya.
Merasa tersinggung jegar sontak turun dari motornya. Menghampiri Sean dan berdiri di depan cowok itu.
"Kalau lo ada masalah sama gue bilang. Jangan cuma modal nyindir doang. Mental tahu emang!" ujar nya remeh.
Sean jelas tak Terima, bangkit dia dari duduknya mencengkram kerah seragam cowok itu hingga sedikit berjengkit jegar.
"Kuping lo budeg? Gue bilang bukan sama lo bangsat. Lo aja yang ngerasa anjing". Bentak Sean dan dia hempaskan kuat cowok itu sampai jegar terhuyung dan jatuh.
Bug!
" fuck!"
Sean mengumpat keras kala satu bogeman mengenai rahang sebelah kanan nya. Tak tinggal diam dia balas dengan satu bogeman kuat pada wajah cowok itu hingga jegar mundur dan sudut bibirnya sobek.
"Lo pikir lo keren hah? Cuma jadi beban sekolah aja lo bangga banget bangsat. Ngaca lo tahu diri!" sentak jegar keras.
Sean berdecih. "Jadi OSIS belagu lo. Gak malu kalah sama cewek jadi ketua?" sinis nya.
Merasa di rendah kan satu bogeman lebih kuat kembali menghantam rahang Sean dan di balas pula lebih keras hingga darah segar mengalir dari hidung jegar.
Keduanya saling bersitatap tajam dan sinis. Tangan terkepal dan hendak kembali saling membogem tetapi kalah cepat Oleh rian dan jonat yang berusaha memisahkan.
Tubuh dua orang itu terseok Seok menahan dua tubuh kekar cowok itu untuk tidak berantem.
"Udah an mati entar anak orang". Pintar jonat melerai.
"Dia yang mulai bangsat!" pekik Sean hendak kembali memukul jegar tetapi jonat kuat menahannya.
"Lo yang duluan bangsat". Teriak jegar tak Terima.
"Bangsat lo!" umpat Sean.
Dua cowok berbeda kubu itu hendak kembali bertarung sebelum suara melengking Agatha menghentikan nya.
"Berhentiiiiiiiii!"
"Kalian berdua, jegar Sean di hukum!"
...**************** ...
karena part nya kepanjangan aku cut jadi dua part. besok aku up lanjutannya❤❤️🔥❤️🔥❤️🔥🍷🍷🍷💋💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
G
sean siap" aja nanti ngebayar utang tuh sama jonat dan rian
apa sih yg dibicarakan jegar dan agatha?
kasihan ya sean dihukum sama istri sendiri
2023-11-27
0