"Kenapa muka lo? Merah amat". Celetuk Sean dengan nada ejekan. Tentu saja semakin membuat malu gadis di depannya.
Agatha menatap sekilas dan kemudian menggeleng. Bagaimana tidak malu coba? Dia tertidur pulas dalam dekapan cowok itu dan bangun kesiangan karena terlalu nyenyak. Iya bangunnya berbarengan dengan Sean dan sialnya ketahuan kalau dia memeluk cowok itu, bahkan wajahnya berada di leher cowok itu yang setengah telanjang. Entah kapan Sean membuka bajunya sampai setengah telanjang begitu.
Sean terkikik melihatnya. Setelah menyemprot parfum dia pun menghampiri gadis itu.
"Gue udah siap". Ujarnya.
Agatha mendongak dan kembali mengangguk. Bangkit dan berjalan lebih dahulu keluar dari apartemen itu. Di ikuti Sean dari belakang.
Seperti rencana kemarin, hari ini Agatha mengajak suaminya berbelanja kebutuhan bulanan untuk di apartemen. Belum ada yang sarapan karena memang tidak ada bahan masak apapun tadi.
Tidak menaiki motor melainkan menaiki mobil. Untuk memudahkan mereka membawa barang bawaan yang pasti banyak. Sampai di supermarket mereka mulai berbelanja.
Keduanya berkeliling dengan mata yang menengok nengok, sesekali mengambil bahan yang mereka butuhkan.
"Sean. Di apartemen udah ada wajan belum?" tanya agatha.
Seperti ibu ibu, gadis itu memilah milih alat alat masakan dengan teliti. Takut salah beli nanti.
"Gak usah beli alat masak". Ujar Sean menurunkan kembali wajan yang di pegang istrinya.
Sontak Agatha menoleh heran. " loh emangnya kenapa? Kan butuh buat masak ih". Tanyanya bingung.
"Nanti mommy bakal dateng ke apart bawa semua alat masak. Katanya buat menantu kesayangannya". Jawab Sean di akhiri nada ejekan pada menantu kesayangannya.
Kemarin mommy nya sempat mengirim pesan padanya, alana mengatakan jika dia akan membawa kebutuhan alat masak dan makan. Supaya nanti kedua anaknya tidak perlu repot membeli.
Agatha memelotot sekejap sembari mengangguk. Kembali dia berjalan untuk mencari bahan yang lain.
"Gue yang ini. Lo mau yang mana?" tanya Agatha.
Dia mengambil shampo yang selalu di gunakannya dan bertanya pada sang suami. Tak mendapat jawaban membuat Agatha berbalik dan menatap sang suami.
"Sean shampo lo yang mana? Lo denger gue gak sih?!"
Sean yang sedang melihat lihat rak lain menoleh sekilas pada jajaran beragam merk shampo Lalu menunjuknya satu.
"Yang itu". Ujarnya.
Agatha menghela napas pelan dan dengan sabar mengambil dua shampo milik Sean.
"Ga beli ini". Tiba tiba Sean menyodorkan sebuah bungkusan pada Agatha.
Agatha mengambilnya lalu membaca nya dengan teliti. Tak tahu apa isi di dalam kotak itu, tetapi dari namanya sangat mencurigakan.
Sean yang menahan senyumnya sontak tergelak kala Agatha melempar barang tadi padanya dengan kuat. Wajahnya tampak kesal sampai memelotot pada Sean yang masih asik tertawa.
"Nggak. Enak aja!" tolak Agatha mentah mentah.
"Emang kenapa si? Kan biar nanti pas main lo gak hamil dulu". Sahut Sean menggoda.
"Apaan kayak gitu? Enak aja! Gak ada main gitu." tegas Agatha nyolot.
"Coba dulu sekali. Kalau lo nagih boleh nambah". Bujuk Sean.
"Nggak ada!" ketus Agatha.
Agatha yang terlanjur kesal melanjutkan belanjanya pada rak bagian sabun. Tak memperdulikan Sean yang entah sedang apa itu.
Kembali Sean simpan benda tadi lalu menyusul istrinya yang sudah lebih dulu pergi. Terlihat menggemaskan melihat Agatha mengetuk mengetuk dagunya dengan jari menghadap rak sabun.
"Lagi milih apaan?" tanya nya.
Sedikit terperanjat Agatha menoleh sekilas pada Sean. Lalu mundur selangkah dan meraih troli belanjanya.
"Lo suka pake sabun apa? Gue gak tahu mau pilih yang mana". Jawabnya jujur.
Tanpa menjawab kembali Sean mengambil sabun yang selalu di pakainya. Di simpan ke dalam troli dan kembali mereka mencari kebutuhan yang lain.
Sekitar setengah jam keduanya selesai dan kini berada di kasir untuk membayar belanjaan mereka. Dan totalnya adalah Rp 1.783.000
"Biar gue yang bayar". Sela Sean sebelum Agatha berhasil mengeluarkan kartu debit nya.
Sean menyodorkan kartu miliknya pada kasir itu. Sebagai suami yang baik dia wajib melaksanakan kewajiban nya yaitu menafkahi.
Setelah memasukan semua barang belanja ke dalam mobil mereka kembali menjalankan mobilnya. Sebelum pulang, karena mereka belum makan keduanya memutuskan berhenti di sebuah warung nasi untuk sarapan.
Berbagai menu keduanya pilih, selain karena lapar biasanya dalam warung nasi pinggir jalan begini rasanya pasti sangat enak. Meski tak semua warung nasi begitu.
"Buk saya mau ayam goreng nya satu pake telur semur sama orek tempe. Pakai sayur kangkung dan sambal yang banyak ya bu". Pesan Agatha pada pemilik warung.
"Siap neng. Di bungkus atau di makan di sini?"
"Makan di sini aja". Jawab agatha sembari memberi senyum ramah.
" saya juga sama kan kayak Agatha ya bu". Sean ikut menimpali dan ibu tadi mengangguk.
Keduanya pun duduk di salah satu bangku yang kosong. Saat sedang menunggu Agatha tak sengaja melihat seseorang yang tampak dia kenal. Dia pun mencoba memberi tahu suaminya.
"Itu rian bukan si?" tanya nya menyenggol lengan sang suami.
Sean menoleh pada orang yang di tunjuk Agatha lalu menggeleng pelan. "Bukan. Masa iya dia jauh jauh kesini ngapain? Lagian ini juga lagi jam sekolah". Ujar cowok itu.
"Masa sih? Tapi kok mirip banget yah". Agatha bergumam. Hendak kembali menatap cowok tadi tapi cowok itu keburu pergi entah kemana. Alhasil dia tak jadi memastikan.
Setelah pesanan mereka datang keduanya langsung makan dengan lahap. Agatha yang memang menyukai pedas memakan banyak sambel hingga mulutnya kepedasan.
Akibatnya saat sampai di apartemen gadis itu langsung masuk ke kamar mandi untuk buang air besar. Bukannya kapok karena sakit perut gara gara makan pedas siangnya dia malah makan mie samyang dengan level paling pedas. Sean sampai tak bisa berkata kata dengan melakukan istrinya dan hanya mampu menggelengkan kepala.
Saat di tegur pun jawaban gadis itu membuatnya tak bisa berkutik. " mau gimana lagi, ini kesukaan gue dan sulit gue hilangin. Ibaratnya lo nyobain rokok sekali lo rasa nikmat lo kecanduan begitupun gue pada rasa pedas". Jawaban telak dari sang ketua osis sma mandiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
G
lanjut
2023-11-23
0