" Agatha?!
Sean membulatkan matanya saat tahu jika orang yang akan di jodohkan dengannya adalah Agatha. Ketua osis di sekolahnya yang selalu menghukumnya.
Tak hanya sean, Agatha pun begitu kaget kala mengetahui jika sean lah cowok yang akan di jodohkan dengannya.
Keduanya benar benar terkejut tak main. Tidak menyangka akan terjadi seperti ini.
Wenie membawa Agatha untuk duduk di sampingnya. Wanita itu mengelus lengan Agatha sambil sesekali tersenyum pada keluarga Sean.
" Ini anak kami. Namanya Agatha. Agatha perkenalkan dirimu". Titah Juna pada Agatha.
" H-halo om. Nama saya Agatha". Ujar Agatha gugup.
Apalagi saat matanya tak sengaja melirik Sean yang menatapnya dengan remeh.
" Nama nya cantik seperti orangnya." Canda devan.
" Nama om devano. Dan ini Alana istri Om " lanjut devan.
Agatha tersenyum canggung. Melihat kedua pasangan itu sangat akrab membuat dirinya tak enak.
" Bagaimana dengan perjodohan ini pak devan?" Tanya Juna.
" Kita tanyakan dulu pada anak anak apakah mereka menerimanya". Sahut devan.
" Sean bagaimana kamu menerimanya?" Tanya devan.
Sean mengangguk tanpa berpikir. " Aku menerimanya" ucapnya santai.
Namun tidak bagi Agatha yang sangat terkejut dengan jawaban Sean. Bahkan pria itu menjawab tanpa berpikir dahulu.
" Putri mama apakah setuju?" Wenie menatap Agatha. Namun hanya tatapan tajam mengancam yang di berikan nya.
Ragu ragu Agatha mengangguk. " A- aku menerimanya". Ujarnya.
Semua bernapas lega kecuali Agatha yang terpaksa menerima perjodohan ini. Bukan tanpa alasan dia mau menerimanya. Tapi karena ancaman sang ibu tiri yang akan membuangnya jika ia tidak menerima perjodohan ini.
Apalagi ayahnya mengancamnya jika tidak menerima perjodohan itu maka dia tidak akan tahu bundanya dimana.
" Jadi bagaimana apakah pinangan kami di terima?" Tanya devan setelah sepakat.
Dengan yakin juna menjawab " saya menerimanya".
" Baik karena lamaran ini sudah di terima bagaimana dengan pernikahan nya?" Tanya Juna tak sabar.
Sebab jika putrinya tengah menikah maka dana bantuan ke perusahaannya akan mengalir lancar. Dan juna ingin menyegerakannya.
Yah, devan membuat kesepakatan perjodohan itu dengan Juna supaya di setujui dengan iming iming dia akan menyuntik saham di perusahaan Juna. Yang masih tahap berkembang belum maju.
Tentu saja keberuntungan itu langsung di terima dengan cepat oleh Juna. Dia tak mau melewatkan tambang emas. apalagi perusahaan milik devan begitu besar dan maju.
" Bagaimana jika dua Minggu lagi. Lebih cepat lebih baik" ujar wennie menambahi.
Mata Agatha membelalak saat mendengar ucapan ibu tirinya yang seakan mengusirnya.
" Ide yang bagus. Lebih cepat lebih baik. Kita sepakati dua Minggu lagi pernikahannya di laksanakan". Setuju Alana.
Bukan tanpa alasan Alana menyetujui nya. Dia ingin agar putri dari sahabat nya itu segera lepas dari hak wali Juna. Yang berarti segera menikah dengan putra sulungnya yang tampan tapi menyebalkan itu.
Sukses ucapan alana membuat dua pasangan itu terbelalak. Mereka saling menatap tak percaya pada masing masing.
Sungguh, kenapa cepat sekali? Ingin rasanya Agatha mengumpati ibu tirinya itu.
" Baik lah bicara nya sudah dulu. Bagaimana jika kita makan malam. Ini sudah lewat jamnya. Saya juga sudha menyiapkan makanan".
Akhirnya acara lamaran itu pun berpindah menjadi acara makan malam.
Setelah acara makan malam. Sean serta kedua orang tuanya memutuskan untuk pulang. Karena hari sudah larut malam. Apalagi besok masih harus sekolah.
Begitupun dengan agatha yang langsung masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan dirinya. Dia tak terlalu suka dengan pakaian pakaian gaun.
Saat ingin tidur Agatha di buat terkejut saat ponselnya mendapat pesan dari nomor asing.
08xxxxxxxxx
heh calon istri.
besok gue jemput. jangan sampe telat!
mata agatha terbelalak saat membacanya. apa katanya tadi calon istri? sembarangan.
...****************...
ramein guyss❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥🍷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments