part 10

"Bang, kata mommy gue minta uangnya sama abang". Ujar kevin arlots sang adik. Menengadahkan tangannya meminta uang.

Sean mendelik pelan, menatap adiknya yang sudah siap dengan seragamnya. "Ngapain sama gue? Sama daddy sono gue mana punya duit". Ucap sean nyolot.

"Daddy gak kasih. Malah bilang minta sama abang mu aja, abang mu kan kaya. Gitu katanya, udah lah bang kasih gue duit telat nanti gue ke sekolah". Pinta kevin lagi pada sang kakaknya.

Sean menggeleng tegas. "Gue bilang gak ada ya gak ada". Tolaknya.

Kevin tampak mendengus. Sedetik kemudian dia berteriak keras sampai Sean memelotot tajam.

"Mommy abang lagi nonton film bok-"

"Anjing! Diem lo lemes banget mulut".

Sean membekap mulut adiknya secepat kilat. Bahaya kalau sampai mommynya dengar, meski pun dia sudah besar tapi alana tetap selalu memarahinya jika berbuat hal yang tidak tidak. Pernah dia ketahuan gara gara si kevin berakhir motor dan ponsel nya di sita.

"Makanya kasih gue duit. Daddy bilang hukuman lo karena masih suka balapan". Pada akhirnya kevin memberitahu alasan utamanya pada Sean.

Sean pun mendengus kesal. Dia meraih dompetnya dan memberikan satu lembar berwarna hijau pada sang adik.

"Kurang ini bang. Satu lagi yang biru". Pintar kevin melunjak.

Sean memelotot. "Apaan?! Gak ada. Udah sono lu sekolah telat nanti". Sean mengusir dan dengan teganya mendorong tubuh adiknya untuk keluar.

"Gue teriak lagi kalau gitu!" ancam kevin berancang ancang untuk berteriak.

Kembali mulut bocah itu Sean bekap dan pada akhirnya dia merelakan uang lima puluh ribu nya pada sang adik. Kevin jelas kegirangan, bocah itu berlari cepat cepat keluar dari rumah dan berangkat.

Sean mendengus pelan. Mengumpat dalam hatinya yang pasti setelah ini bakal dapat amukan mommy nya karena ketahuan dia masih suka balapan.

Huh, Sean masuk ke dalam kamar mandi. Setelahnya dia memakai seragam sekolah dan memberi perawatan diri. Gesby pada rambut serta beberapa semprot minyak berwangi maskulin.

Setelahnya dia turun untuk sarapan, dilihat nya jam yang ternyata sudah setengah delapan. Tak khawatir justru Sean dengan santai nya sarapan.

"Gak usah ikut ikutan balapan lagi. Kamu udah mau nikah mulai perbaiki diri, kurang kurangin nakalnya kasian nanti Agatha capek ngurusin kamu yang bandel".

Kan kan, sudah di bilang bakal kena omelan dan benar saja alana datang dengan segelas susu sembari mulut yang menceramahi anaknya panjang lebar. Sean hanya berdehem saja menjawab omelan mommy nya itu

"Dengerin kata mommy bang, jangan cuma ham hem ham hem doang". Nasihat alana gemas dengan tingkah putranya yang setiap harinya ada saja kelakuan nakalnya.

"Iya. Sean selesai, berangkat dulu". Jawab Sean setelah menghabiskan habis susu yang mommynya buat. Cowok itu bangkit dan pergi setelah mencium pipi mommynya.

Alana hanya mampu geleng geleng kepala melihat anaknya yang begitu keras kepala. Padahal dulu Sean sangat menggemaskan kenapa sekarang sangat menyebalkan.

.....

"Mang pesenan bakso saya mana?" tanya Agatha saat bakso pesanannya tak kunjung datang.

Tukang bakso tadi mengerutkan alisnya, menatap siswi di depannya. "Loh neng, bukannya tadi udah di bawa ya?" ujar tukang bakso itu.

Agatha menggelengkan kepalanya. "Belum mang, makanya aga tanyain ke sini. Tadi aga pesen tiga kok gak dateng dateng". Ucap agatha.

Tukang bakso itu menghentikan sejenak aktifitas nya. "Tadi pesanan neng aga sudah di bawa sama pacarnya. Tuh yang itu katanya mau di anterin". Jawab mang sohib, tukang bakso langganan.

Agatha menoleh pada orang yang di tunjuk mang sohib, seketika matanya membulat besar kala tahu siapa orang nya. Buru buru dia berlari menghampiri nya.

Brak!

"Anjing!" umpat cowok itu tersentak kaget.

"Uhuk uhuk a-air a-ir". Rian yang sedang asik asiknya makan bakso seketika tersedak akibat gebrakan tiba tiba di meja.

Cowok itu terbatuk batuk sambil meminta air. Jonat pun menyodorkan segelas air teh pada temannya yang hampir sekarat itu.

"Lo ngapain kesini ngagetin aja?" tanya rian setelah tenggorokan nya lega.

Agatha menyengir pelan. "Eh sorry yan, gue gak sengaja". Ucapnya merasa bersalah. Melihat tadi wajah menyedihkan rian yang tersedak.

"Lagian kalian ngapain bawa pesenan orang sembarangan hah? Itu bakso pesenan gue kenapa malah kalian bawa sih?" marah Agatha. Menatap tajam tiga cowok di depannya.

"Hah?" rian membeo.

"Huh hah huh hah! Itu yang lo makan bakso pesenan gue. Gak mau tahu pokoknya lo ganti". Ujar Agatha lagi.

" loh kok gue? Noh ama yang ambil". Rian menunjuk Sean dengan dagunya. Cowok itu malah santainya menyantap bakso pesanan orang.

Beralih atensi Agatha menatap cowok itu. Tangannya berkacak pinggang hendak murka kembali

"Sean aldev tanggung jawab lo!" bentaknya sebal.

"Tanggung jawab? Emang lo hamil?" tanya Sean santai.

Semakin sebal Agatha, wajahnya memerah karena malu apalagi beberapa siswa menatap mereka.

"Maksud gue ganti balik bakso yang lo ambil. Seenaknya aja lo ambil pesenan orang". Sentak Agatha kesal. Murka nya dia tumpah tumpahkan pada cowok itu.

Sean meraih botol dan meminum airnya. Lantas bangkit dan mendekat pada Agatha yang masih berkacak pinggang.

Agatha pun panik sedikit, tak ingin terlihat dia semakin meninggikan dagunya. Bukan karena sombong tapi karena menatap Sean yang jauh lebih tinggi.

"Nih. Gausah banyak omong, entar kalau udah sah lo kasih gue jatah gue kasih lo banyak nafkah! " Sean berbisik tepat di samping kuping Agatha. Membuat cewek itu sontak merinding seketika.

Sean tersenyum geli menatap wajah cewek di depannya yang merona. Bibirnya berkedut berusaha untuk tidak tergelak.

Sedangkan Agatha memalingkan wajahnya singkat lalu mengambil uang yang di sodor kan Sean.

"Thank". Ucapnya di akhiri sunggingan bibir. Tak lupa dia injak kaki cowok itu hingga Sean meringis kesakitan.

Tak peduli Agatha malah kembali memesan bakso pada mah sohib. Dalam hati dia mengumpat banyak banyak pada cowok itu. Mesum lah sinting lah pokoknya segalanya.

Arg! Dia ingin berteriak sekarang saking kesal dan malunya.

"Mang sohib pesen bakso komplit tiga porsi. Itu punya aga ya mang, kalau ada yang bilang cowoknya aga gak punya pacar." ucap Agatha sebelum kembali pada kedua temannya yang sudah menggibah berbagai topik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!