Menemui Aminah.

.

.

.

Abiyan masih berdiri ditempatnya. karena kursi hanya ada dua. Kemudian Abiyan memberanikan diri untuk duduk. Sementara Mentari hendak bangkit, dengan repleks Abiyan memegang tangan Mentari.

Mentari menoleh ke Abiyan dengan tatapan tajam. Abiyan bergidik melihat tatapan tajam dari Mentari.

"Tunggu, kamu mau kemana?" tanya Abiyan.

"Menemui suamiku, kenapa?" tanya Mentari.

"Bisakah menunggunya disini saja," ucap Abiyan dengan tatapan genit.

Mentari menyentak tangannya sehingga pegangan itu terlepas. Kemudian Ferdinan pun datang, setelah melakukan pembayaran.

"Kita pergi sekarang?" tanya Ferdinan. Mentari mengangguk.

Sebenarnya Ferdinan tadi melihatnya saat Abiyan menangkap tangan Mentari saat Mentari hendak bangkit.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ferdinan.

"Tidak, hanya aku merasa risih dengan pria itu," jawab Mentari.

Kemudian mereka pun pergi meninggalkan restoran tersebut. Abiyan segera membayar makanannya padahal belum disentuh sedikitpun.

Abiyan berlari kecil keluar dari restoran tersebut dan langsung menghampiri mobilnya. Abiyan mengikuti mobil Ferdinan.

"Sepertinya dia mengikuti kita," kata Mentari.

"Dia menginginkanmu," ucap Ferdinan.

"Lebih cepat lagi," titah Mentari.

"Ini sudah cepat," jawab Ferdinan.

"Sini gantian, biar aku yang nyetir," kata Mentari.

Tanpa menghentikan mobilnya mereka bertukar posisi. Sebelumnya Ferdinan menyetel dengan mengemudi mobil secara otomatis.

Kini mereka sudah tukar posisi, dengan kecepatan tinggi, Mentari menyetir mobilnya. Sehingga Abiyan kehilangan jejak mereka.

"S*al, aku kehilangan jejak mereka," umpat Abiyan sambil memukul-mukul setir mobil.

Sedangkan Mentari dan Ferdinan sudah tertawa senang.

"Kamu sibuk gak?" tanya Mentari.

"Tidak, kenapa?" tanya Ferdinan balik.

"Aku ingin menemui seseorang di desa xxxx," jawab Mentari.

"Laki-laki atau perempuan?" tanya Ferdinan.

"Perempuan. Dan beliau sudah aku anggap seperti ibuku sendiri," jawab Mentari.

"Baiklah, kemanapun kamu pergi aku siap," kata Ferdinan.

Abiyan yang merasa kehilangan jejak pun memutuskan untuk kembali ke apartemen miliknya. Dengan mengendarai mobil sport miliknya ia dengan cepat tiba di gedung tersebut.

Abiyan pun masuk kedalam lift dan menuju lantai 15, ia ingin menemui sahabatnya.

Tiba dilantai yang dimaksud, Abiyan keluar dari dalam lift. Dan menekan bel pintu apartemen tersebut.

Tidak berapa lama pintu pun terbuka, tampak sosok seorang pria yang baru bangun dari tidurnya.

"Baru bangun kamu?" tanya Abiyan.

"Aku kurang enak badan, entah kenapa aku tiba-tiba bisa lupa. Kadang aku sendiri pun tidak tahu apa yang terjadi?" tanya Brandon.

"Kok bisa? kamu tidak lagi minum obat terlarang, kan?" tanya Abiyan.

"Tidaklah, mana ada aku mengkonsumsi barang seperti itu?" tanya Brandon.

"Kita memang g*la, main wanita dan minuman. Tapi jangan yang satu itu," pesan Abiyan.

"Aku juga tau," kata Brandon.

"Bro, aku menyukai seseorang wanita, cantik dan lembut," kata Abiyan.

"Haah ... Tumben banget, biasanya tidak pernah bermain perasaan," kata Brandon.

"Ini beda, tapi sayangnya sudah punya suami," ucap Abiyan.

"Jangan cari penyakit kamu," kata Brandon.

Bukankah wanita single masih banyak?" tanya Brandon.

"Iya, tapi yang ini benar-benar beda. Aku sudah beberapa kali satu lift dengannya," kata Abiyan.

"Jangan bilang kalau cewek yang kamu maksud adalah penghuni lantai 20," kata Brandon.

"Benar, dia tinggal satu lantai denganku," jawab Abiyan.

"Terserah kamu deh, kalau dapat masalah jangan cari aku," kata Brandon.

Sementara Ferdinan dan Mentari masih dalam perjalanan menuju desa xxxx.

"Kamu yakin, sayang ini jalannya?" tanya Ferdinan.

"Yakinlah, aku sudah mencari tahu tentang Bu Aminah," jawab Mentari.

"Sayang, sebenarnya siapa pria tadi?" tanya Ferdinan.

"Namanya Abiyan Santoso, dan dia baru pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan kuliahnya," kata Mentari.

"Aku sudah mencari tahu tentang pria itu dan juga keluarganya," kata Mentari lagi.

"Tunggu ... Santoso bukankah pengusaha yang masuk 10 besar dalam jajaran bisnis di negara ini?" tanya Ferdinan.

"Benar, aku sudah menyelidikinya, dan dia mempunyai anak perempuan bernama Aprilia," kata Mentari.

"Aprilia sepertinya aku kenal nama itu," ucap Ferdinan.

"Tentu, dia juga ikut andil dalam pembullyan di sekolah kita dulu, dan dia juga yang telah menganiaya aku," kata Mentari.

"Hmmm, sepertinya mereka saling berhubungan," kata Ferdinan.

Perjalanan yang mereka tempuh masih sangat jauh, lebih kurang 2 jam lagi baru mereka akan sampai di desa tersebut.

"Jalanan disini kurang bagus, kalau tahu begini bawa mobil yang lebih tinggi," kata Ferdinan.

"Sudah, ikhlaskan saja. Nanti beli baru lagi," ucap Mentari. Seolah beli mobil sama seperti beli jajanan di warung.

"Satu jam lagi kita sampai," ucap Mentari. Ferdinan hanya mengangguk saja.

Akhirnya mereka pun tiba di desa yang dimaksud. mereka melihat seorang wanita paruh baya sedang berjalan kaki sendirian. Ferdinan pun menghentikan mobilnya.

Wanita itu terlihat takut saat melihat mobil berhenti didepannya. Ternyata Ferdinan hanya ingin memberikan tumpangan kepada wanita itu.

"Mari Bu aku antar," kata Ferdinan.

"Siapa kalian?" tanya wanita itu.

"Kami dari kota, Bu dan ingin berkunjung ke tempat saudara kami," jawab Mentari.

"Mari naik, Bu," ucap Mentari lagi.

"Tidak usah, rumah saya dekat sini," jawab wanita itu.

"Ya sudah kalau begitu, kami jalan dulu," kata Mentari.

"Kamu tau rumahnya, sayang?" tanya Ferdinan.

"Tau, jalan saja terus, nanti diujung desa itulah rumahnya," jawab Mentari.

"Kok kamu bisa tau seakurat itu, sayang?" tanya Ferdinan.

"Aku sudah mencari tahu dan ternyata pencarian ku tidak sia-sia," jawab Mentari.

Para warga desa pun keluar dari rumah mereka saat melihat ada mobil mewah melintasi desa mereka.

Mereka semua takjub dengan mobil mewah tersebut. karena baru kali ini mereka melihat mobil sebagus itu.

"Orang kaya mana tuh?" tanya warga 1.

"Pastilah orang kota," jawab warga 2.

"Iya itu aku tau, maksudku ia mau kerumah siapa?" tanya warga 1.

"Mungkin kerumahnya Aminah," jawab warga 3.

"Oh iya benar, Aminah dulu kan punya suami orang kota," kata warga 4.

"Mari kita lihat," ucap warga 5.

Mereka pun mengikuti mobil tersebut. Dan benar saja, mobil itu berhenti di depan rumah Aminah yang terlihat sangat sepi.

"Sayang, kamu yakin ini rumahnya?" tanya Ferdinan.

"Yakin, mengikut pencarianku memang inilah rumahnya," jawab Mentari.

"Neng, mau cari siapa ya?" tanya seorang wanita paruh baya yang tidak jauh dengan rumah Aminah.

"Apa benar ini rumahnya Bu Aminah?" tanya Mentari balik.

"Benar Neng, tapi ...." perkataan ibu itu terjeda.

Mentari sudah mulai cemas, banyak pikiran negatif dalam benaknya. Berpikir kalau Aminah sudah meninggal.

"Tapi apa Bu?" tanya Mentari.

"Tapi Aminah nya lagi di kebun," jawab wanita itu.

Mentari yang tadinya cemas, kini bisa bernafas lega.

"Tidak apa-apa, Bu. kami akan menunggu disini," jawab Mentari.

Ferdinan dan Mentari pun duduk dibawah pohon mangga, yang kebetulan berbuah lebat. Juga buah-buahan lain yang juga berbuah.

Ferdinan sudah menyiapkan sarung tangan karetnya, agar tidak bersentuhan dengan wanita yang ada di desa ini.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

bagus jadi kmu bisa mnjaga hatimu untuk kekasih belahan jiwa mu mentari 🤗💞

2024-06-27

5

Ramlah Kuku

Ramlah Kuku

astaga sealergi itu kah Ferdinad

2024-05-11

2

Isabela Devi

Isabela Devi

ferdinan sealergi itu ya

2024-03-21

1

lihat semua
Episodes
1 Awal mula.
2 Mendapat masalah.
3 Dianiaya.
4 Berhasil kabur
5 Dikeluarkan dari sekolah.
6 Aku kembali.
7 Cewek dingin
8 Gadis tangguh.
9 Dibuat kagum
10 Mengobati
11 Tidak ada yang lain
12 Sembuh
13 Siapa?
14 Kembali bertemu.
15 Mendatangi rumah sakit.
16 Balas dendam selanjutnya
17 Balasan
18 Tetangga
19 Menemui Aminah.
20 Membawa Aminah kembali
21 Memang kamu siapanya?
22 Aku bukan yang dulu.
23 Aji mumpung.
24 Pembukaan.
25 Dihadang.
26 Nyonya parasit
27 Menemui Siska.
28 Tidak terbukti.
29 Semut juga bisa menggigit.
30 Hanya sentilan kecil.
31 Jangan memandang rendah.
32 Hanya sedikit pelajaran.
33 Mengamuk.
34 Seperti di teror.
35 Seperti orang linglung.
36 Permainan baru dimulai.
37 Belum kapok juga.
38 Tidak akan memberi muka.
39 Giliran selanjutnya.
40 Undangan makan siang.
41 Couple.
42 Kedatangan Jenny.
43 Balasan setimpal.
44 Kekompakan dua sahabat
45 Berbagi.
46 Bertemu musuh lama
47 Mengambil alih
48 Part 48
49 Part 49
50 part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55.
56 Part 56
57 Part 57
58 part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 part 68
69 Episode 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Awal mula.
2
Mendapat masalah.
3
Dianiaya.
4
Berhasil kabur
5
Dikeluarkan dari sekolah.
6
Aku kembali.
7
Cewek dingin
8
Gadis tangguh.
9
Dibuat kagum
10
Mengobati
11
Tidak ada yang lain
12
Sembuh
13
Siapa?
14
Kembali bertemu.
15
Mendatangi rumah sakit.
16
Balas dendam selanjutnya
17
Balasan
18
Tetangga
19
Menemui Aminah.
20
Membawa Aminah kembali
21
Memang kamu siapanya?
22
Aku bukan yang dulu.
23
Aji mumpung.
24
Pembukaan.
25
Dihadang.
26
Nyonya parasit
27
Menemui Siska.
28
Tidak terbukti.
29
Semut juga bisa menggigit.
30
Hanya sentilan kecil.
31
Jangan memandang rendah.
32
Hanya sedikit pelajaran.
33
Mengamuk.
34
Seperti di teror.
35
Seperti orang linglung.
36
Permainan baru dimulai.
37
Belum kapok juga.
38
Tidak akan memberi muka.
39
Giliran selanjutnya.
40
Undangan makan siang.
41
Couple.
42
Kedatangan Jenny.
43
Balasan setimpal.
44
Kekompakan dua sahabat
45
Berbagi.
46
Bertemu musuh lama
47
Mengambil alih
48
Part 48
49
Part 49
50
part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55.
56
Part 56
57
Part 57
58
part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
part 68
69
Episode 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!