Mendatangi rumah sakit.

.

.

.

Satrio benar-benar marah karena putrinya harus dirawat selama 2 Minggu. Sedangkan Brandon langsung diperbolehkan pulang.

"Apa yang terjadi?" tanya Satrio pada Siska.

Saat ini Satrio berada didalam ruang rawat VVIP. Siska sudah sadar beberapa menit yang lalu.

"Sabar Pa," ucap Rubby istrinya Satrio.

"Ma, anak kita dianiaya, mana mungkin aku bisa sabar, Ma?" tanya Satrio.

"Iya, tapi bertenang lah dulu," jawab Rubby.

Sedangkan Siska seperti orang linglung, mencoba mengingat-ingat kejadian tadi. Tapi nihil.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" Satrio kembali bertanya. Tapi dijawab gelengan kepala oleh Siska.

"Pa, jangan didesak. Biarkan anak kita mengingatnya sendiri," jawab Rubby.

"Aku benar-benar tidak ingat apa-apa tentang kejadian itu, saat sudah sadar tau-tau sudah berada di rumah sakit," kata Siska.

Sementara Ferdinan dan Mentari sedang asik makan. Keduanya terlihat begitu bahagia seperti sepasang suami istri sungguhan.

"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Ferdinan.

"Rencana apa?" tanya Mentari balik.

"Rencana balas dendam," jawab Ferdinan.

"Aku ingin nakut-nakutin Siska terlebih dahulu. Aku ingin agar mentalnya terganggu," ucap Mentari menggebu-gebu.

"Lalu Pak Farid?" tanya Ferdinan.

"Aku sudah punya rencana lain untuknya. Aku ingin kasih kejutan kepadanya," jawab Mentari.

"Hmmm. Hati-hati ya," pesan Ferdinan.

"Jangan khawatir," jawab Mentari.

"Kalau begitu aku pulang dulu, besok aku kesini lagi," kata Ferdinan berpamitan.

"Perlu aku antar? Kamu kan tidak bawa mobil?" tanya Mentari.

"Boleh," jawab Ferdinan.

Akhirnya Mentari dan Ferdinan pun keluar bersama-sama. Mentari akan mengantarkan Ferdinan terlebih dahulu baru setelah itu ia akan melanjutkan rencananya.

Saat didalam mobil, mereka melihat Brandon yang baru pulang dari rumah sakit. Brandon tidak melihat karena mobil Mentari kacanya gelap kalau dilihat dari luar.

"Bukankah itu pria yang tadi?" tanya Ferdinan.

"Benar. Biar sajalah, bukan urusan kita," jawab Mentari.

Kemudian Ferdinan melajukan mobilnya untuk kembali ke mansion.

"Dulu aku sempat linglung mencari kamu, terakhir aku ketempat mu saat aku melihat kamu berlari dari sekolah," ucap Ferdinan.

"Oh, waktu itu mungkin aku sudah pergi keluar negeri," kata mentari.

"Sudahlah, yang lalu jangan diingat lagi, yang penting sekarang aku sudah kembali," ucap Mentari lagi.

Ferdinan mengelus rambut panjang Mentari. Mentari hanya tersenyum dan membiarkan Ferdinan melakukan hal itu.

"Cantik sekali," gumam Ferdinan.

"Biasa aja," jawab Mentari.

Tanpa terasa mereka pun sudah tiba di gerbang mansion. Pintu gerbang mansion terbuka secara otomatis. Meskipun demikian, penjaga gerbang tetap ada, untuk mengantisipasi kemungkinan ada kejadian yang tidak diinginkan.

"Aku langsung pulang, ya," kata Mentari.

"Hmmm. Hati-hati," pesan Ferdinan.

"Salam sama Mama dan Papa," kata Mentari sebelum ia menjalankan mobilnya. Ferdinan mengangguk.

"Bye-bye ...." Ferdinan melambaikan tangannya.

"Mentari tidak mampir dulu?" tanya Marshanda yang tiba-tiba nongol dari balik pintu.

"Dia ada urusan," jawab Ferdinan.

"Masuk yuk, Papa sekarang sudah bisa berjalan meskipun masih belum bisa jauh," kata Marshanda.

"Syukurlah, Ma," ucap Ferdinan.

Kemudian Ferdinan masuk bersama Mama nya, Ferdinan langsung melihat keadaan Papa nya yang sedang belajar berjalan ditaman belakang mansion.

Sementara Mentari pergi ke rumah sakit. Ia ingin menjenguk Siska yang sedang dirawat. Tidak berapa lama Mentari pun tiba dirumah sakit dan langsung memarkirkan mobilnya. Mentari berjalan santai menuju ruang ganti. Mentari mengambil pakaian perawat dan memakainya.

Mentari dengan santai berjalan keruangan dimana Siska dirawat. Sebelumnya Mentari sudah mencari tahu sebelumya. Tidak sulit untuk Mentari sebagai seorang hacker.

Mentari menyamarkan wajahnya dengan polesan make-up agar sedikit berbeda. Agar tidak dicurigai.

Mentari masuk keruang rawat Siska. Dan tersenyum manis kearah kedua orang tua Siska.

"Permisi, saya ingin mengecek kondisi pasien. Mohon ibu dan bapak bisa keluar sebentar," titah Mentari.

Tanpa rasa curiga, kedua orang tua Siska pun keluar. Kebetulan Siska saat ini sedang tidur.

Mentari tersenyum devil saat kedua orang tua Siska keluar.

Siska berteriak tanpa suara saat Mentari menyentuh kakinya. Karena Mentari sudah menutup mulut Siska dengan lakban agar tidak berteriak terlalu keras.

"Airmata Siska mengalir sambil geleng-geleng kepala saat melihat Mentari.

"Kau tidak lupa, kan sama aku? Aku sangat merindukanmu," tanya Mentari.

Siska hanya menggeleng kepala, wajah sudah terlihat sangat pucat. Karena Mentari yang sekarang terlihat sangat mengerikan dimata nya.

Mentari menekan kaki Siska dengan kuat, sehingga Siska hanya bisa menangis. Setelah selesai menyiksa Siska, seperti biasa Mentari menghilangkan ingatan Siska agar melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Kini Siska sudah tidak sadarkan diri.

Mentari dengan tenang berjalan keluar dari ruangan tersebut. Dan kembali keruang ganti untuk mengganti pakaiannya.

"Ini belum seberapa Siska, nanti baru giliran teman-temanmu," batin Mentari.

Kini Mentari sudah berada didalam mobil, setelah tadi ia berganti pakaian. Mentari mengambil laptopnya dan mensabotase cctv.

Tidak sulit bagi Mentari untuk melakukan semua itu. Setelah selesai Mentari pun menjalankan mobilnya untuk kembali ke apartemen miliknya.

Satrio dan Rubby baru saja masuk, dan melihat Siska sedang tidak sadarkan diri, mereka mengira kalau Siska sedang tidur.

Selang beberapa menit dokter dan suster datang untuk memeriksa keadaan Siska.

"Loh, bukannya baru beberapa menit yang lalu putri saya diperiksa?" tanya Satrio.

Dokter dan suster saling pandang, padahal mereka belum ada yang memeriksa Siska.

"Dok, tadi ada perawat masuk, katanya untuk memeriksa putri saya," kata Rubby.

"Tuan, Nyonya. kami belum ada yang memeriksa putri Tuan. Percayalah," kata dokter tersebut.

"Jadi tadi siapa? Dan dia memakai seragam khusus perawat dan lambang bajunya juga rumah sakit ini," tanya Satrio.

"Kita cek keadaan putri Tuan dulu, baru setelah itu kita selidiki masalah ini," kata dokter.

"Sepertinya Putri Tuan sedang pingsan," kata dokter.

"Apa...?!" Satrio tanpa sadar meninggikan suaranya.

"Iya Tuan, Nona Siska pingsan," jawab dokter.

Satrio langsung keluar dan pergi keruang kontrol cctv di rumah sakit ini. Lagi-lagi Satrio dibuat heran. karena tidak ada tanda-tanda orang masuk kedalam ruangan tersebut.

"Aneh, padahal tadi jelas-jelas ada yang masuk. Apa jangan-jangan itu hantu," batin Satrio.

"Bagaimana, Pa?" tanya Rubby saat Satrio sudah kembali keruang putrinya dirawat.

"Tidak ada apa-apa, Ma. Didalam rekaman cctv tidak terlihat orang masuk," jawab Satrio.

"Tadi sudah jelas-jelas seorang perawat wanita masuk untuk memeriksa anak kita," kata Rubby.

"Begini saja, Tuan dan Nyonya. Sebaiknya anda berdua istirahat," kata dokter tersebut.

"Iya, Pa. Benar apa yang dokter katakan," ucap Rubby.

"Baiklah, mungkin kita terlalu capek," kata Satrio.

Sedangkan dokter setelah selesai tugasnya langsung keluar, karena masih banyak pasien yang akan ia periksa.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Katarina Istinganah

Katarina Istinganah

mereka sdh halu

2024-11-29

1

Morna Simanungkalit

Morna Simanungkalit

teruskan Mentari hajar / siksa semua yang menyakitimu agar mereka merasakan bagaimana mereka menyiksamamu dan mati pelan - pelan.

2024-08-21

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

GOOD MENTARI, SUKA DGN AKSI LO

2024-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Awal mula.
2 Mendapat masalah.
3 Dianiaya.
4 Berhasil kabur
5 Dikeluarkan dari sekolah.
6 Aku kembali.
7 Cewek dingin
8 Gadis tangguh.
9 Dibuat kagum
10 Mengobati
11 Tidak ada yang lain
12 Sembuh
13 Siapa?
14 Kembali bertemu.
15 Mendatangi rumah sakit.
16 Balas dendam selanjutnya
17 Balasan
18 Tetangga
19 Menemui Aminah.
20 Membawa Aminah kembali
21 Memang kamu siapanya?
22 Aku bukan yang dulu.
23 Aji mumpung.
24 Pembukaan.
25 Dihadang.
26 Nyonya parasit
27 Menemui Siska.
28 Tidak terbukti.
29 Semut juga bisa menggigit.
30 Hanya sentilan kecil.
31 Jangan memandang rendah.
32 Hanya sedikit pelajaran.
33 Mengamuk.
34 Seperti di teror.
35 Seperti orang linglung.
36 Permainan baru dimulai.
37 Belum kapok juga.
38 Tidak akan memberi muka.
39 Giliran selanjutnya.
40 Undangan makan siang.
41 Couple.
42 Kedatangan Jenny.
43 Balasan setimpal.
44 Kekompakan dua sahabat
45 Berbagi.
46 Bertemu musuh lama
47 Mengambil alih
48 Part 48
49 Part 49
50 part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55.
56 Part 56
57 Part 57
58 part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 part 68
69 Episode 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Awal mula.
2
Mendapat masalah.
3
Dianiaya.
4
Berhasil kabur
5
Dikeluarkan dari sekolah.
6
Aku kembali.
7
Cewek dingin
8
Gadis tangguh.
9
Dibuat kagum
10
Mengobati
11
Tidak ada yang lain
12
Sembuh
13
Siapa?
14
Kembali bertemu.
15
Mendatangi rumah sakit.
16
Balas dendam selanjutnya
17
Balasan
18
Tetangga
19
Menemui Aminah.
20
Membawa Aminah kembali
21
Memang kamu siapanya?
22
Aku bukan yang dulu.
23
Aji mumpung.
24
Pembukaan.
25
Dihadang.
26
Nyonya parasit
27
Menemui Siska.
28
Tidak terbukti.
29
Semut juga bisa menggigit.
30
Hanya sentilan kecil.
31
Jangan memandang rendah.
32
Hanya sedikit pelajaran.
33
Mengamuk.
34
Seperti di teror.
35
Seperti orang linglung.
36
Permainan baru dimulai.
37
Belum kapok juga.
38
Tidak akan memberi muka.
39
Giliran selanjutnya.
40
Undangan makan siang.
41
Couple.
42
Kedatangan Jenny.
43
Balasan setimpal.
44
Kekompakan dua sahabat
45
Berbagi.
46
Bertemu musuh lama
47
Mengambil alih
48
Part 48
49
Part 49
50
part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55.
56
Part 56
57
Part 57
58
part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
part 68
69
Episode 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!