Dikeluarkan dari sekolah.

.

.

.

Dua hari Mentari dirawat oleh Bu Aminah, sekarang ia pergi kesekolah untuk mengadukan masalah ini.

Dengan mengendarai motor milik Bu Aminah, Mentari pun pergi. Meskipun ia masih diliputi rasa takut. Takut disekap lagi seperti sebelumnya.

Mentari tiba disekolah dan langsung menuju ruang Kepala sekolah.

Tok ... Tok. Mentari mengetuk pintu. Tanpa disuruh masuk, ia langsung masuk.

"Mentari?"

"Pak, saya mau lapor," kata Mentari.

"Tentang?" tanya Pak Farid.

"Saya disekap Pak, dan saya dianiaya," jawab Mentari.

"Siapa yang melakukannya?" tanya Pak Farid.

"Siska dan kedua temannya, Pak," jawab Mentari.

"Tidak mungkin," kata Pak Farid.

"Benar, Pak. Saya berani bersumpah," ucap Pak Farid.

Farid menatap Mentari dari atas sampai bawah, timbul niat jahat dalam dirinya pada gadis itu.

Plaak ... Satu tamparan mendarat dipipi Mentari. Sehingga Mentari terjatuh di sofa. Kemudian dengan beringas Farid menerkam Mentari. Mentari hanya bisa berontak.

"Pak, tolong jangan, Pak. Apa yang Bapak lakukan?" tanya Mentari.

"Jangan munafik kamu, Mentari. Seluruh sekolah ini sudah melihat fotomu tanpa b*s**a," kata Farid.

"Dan kamu adalah j*l*ng. Berani sekali kamu ingin melaporkan anak pemilik sekolah ini," kata Farid lagi.

Beberapa kali Mentari mendapatkan tamparan dari Farid, bahkan pria itu menjambak rambut Mentari.

Mentari terus berontak demi mempertahankan kesuciannya. Kemudian Farid kembali menampar pipi Mentari.

"Lihat, lihat ini," kata Farid memperlihatkan foto Mentari.

Mentari hanya bisa menangis. Ia mulai mengerti dan tau siapa pelakunya.

"Sekarang kamu sudah dikeluarkan dari sekolah ini," kata Farid.

Saat Farid lengah, Mentari menendang aset berharga Farid sehingga pria paruh baya itu menjerit kesakitan.

Mentari pun berlari keluar dari ruangan Kepala sekolah. Tanpa menoleh kiri kanan ia terus berlari keluar.

"Mentari?" batin Ferdinan. Ferdinan tidak sengaja melihat Mentari dari belakang. Ferdinan pun mengejar Mentari keluar sekolah. Tapi Mentari sudah lebih dulu pergi dengan menggunakan motor.

"Kenapa nasibku seperti ini?" batin Mentari. Timbul pikirannya untuk b*n*h diri. Ia terus melajukan motornya menuju jembatan.

"Mungkin dengan cara ini, semua akan berakhir," batin Mentari.

Saat ini Mentari sudah berada dipembatas jembatan. Hanya tinggal satu langkah maka ia akan terjatuh.

"Bila memang ini jalanku, ampuni aku Tuhan," ucap Mentari. Iapun memejamkan matanya. Kemudian beberapa saat ia kembali membuka matanya.

"Aku akan kembali untuk membalas kalian satu persatu, aku bersumpah akan membalaskan dendamku," gumam Mentari.

Seketika setelah Mentari bergumam. Langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap. Petir menyambar bersahutan seolah alam semesta mendukung ucapan Mentari.

Tidak berapa lama hujan pun turun dengan begitu deras, Mentari berjalan menuju motor. Ia mengurungkan niatnya untuk b*n*h diri.

Mentari pun kembali ke rumah, dengan perasaan dan dendam yang membara. Dia bertekad untuk pergi keluar negeri.

"Bu!" panggil Mentari.

Mentari pun langsung memeluk Bu Aminah yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.

"Kenapa, Nak?" tanya Aminah.

"Aku dikeluarkan dari sekolah Bu," jawab Mentari.

"Sabar ya, Nak," ucap Aminah sambil mengelus rambut hitam Mentari.

"Aku ingin keluar negeri Bu," kata Mentari. Aminah yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya.

Sejujurnya ia tidak rela kalau harus berpisah dari gadis itu, "apa kamu yakin, Nak?"

Mentari mengangguk, "yakin Bu."

"Baiklah kalau begitu, ibu hanya bisa mendoakan semoga kamu selamat," kata Aminah.

Aminah memberikan uang kepada Mentari untuk ia bertahan hidup di luar negeri. Dan tabungannya juga ia kuras habis untuk biaya selama di luar negeri.

Tujuan Mentari adalah negara China. Karena ia ingin belajar disana dan kuliah disana.

Saat ini Mentari sudah berada di bandara. Paspor Mentari memang sudah ada, jadi hanya tinggal berangkat saja.

Sementara Ferdinan sudah kelimpungan mencari Mentari. Ferdinan mendatangi rumah Mentari, tapi Mentari sudah lebih dulu berangkat.

"Kemana kau pergi, Mentari? Apa kamu tidak menyukai aku? Baru saja aku merasa nyaman dengan seseorang, sekarang sudah ditinggal pergi," batin Ferdinan.

Ferdinan pergi kesuatu tempat yang cukup sunyi. Ia meluapkan segala yang bersarang dibenaknya.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. MENTARI AKU MENCINTAIMU...!" Ferdinan berteriak sehingga suaranya serak.

Kemudian ia terduduk diatas rerumputan sambil menangis. Dia tidak tahu kemana lagi mencari Mentari.

Sedangkan orang yang ia cari kini sudah didalam pesawat. Dengan menggunakan masker dan kacamata hitam untuk menutupi bengkak di wajahnya.

"Selamat tinggal Indonesia. Tunggu aku sukses aku akan kembali untuk membalas dendam kepada kalian semua," batin Mentari.

Tiba-tiba Mentari teringat Ferdinan, seketika air matanya jatuh.

"Aku menyukaimu Ferdinan. Maaf aku harus pergi tanpa memberitahumu," batin Mentari.

Mentari akhirnya tiba di negara tujuannya, Mentari turun dari pesawat dan langsung memesan taksi untuk mencari kontrakan yang murah.

Supir taksi pun mengantar Mentari ke kontrakan murah untuk disewa.

"Bagaimana?" tanya pemilik kontrakan tersebut.

"Saya setuju nyonya," jawab Mentari.

"Nama kamu siapa? Kamu bukan warga negara sini, kan?" tanya Sonya pemilik kontrakan tersebut.

"Nama saya Mentari, saya datang dari Indonesia," jawab Mentari.

"Hmmm. Semoga kamu betah tinggal disini. Oya, kalau mau ikut latihan karate dan taekwondo ada disini. Setiap malam," kata Sonya.

"Benarkah, berapa bayarannya perbulan?" tanya Mentari berbinar.

"Soal bayaran tidak dipungut biaya, kalau berminat datanglah," ucap Sonya.

"Alhamdulillah, aku akan belajar bersungguh-sungguh agar bisa menjadi kuat," batin Mentari.

...****************...

Hari-hari berlalu. Mentari pun sudah mendapatkan pekerjaan. Dan juga ia begitu semangat belajar ilmu beladiri. Tekadnya untuk balas dendam semakin menggebu-gebu.

Mentari juga belajar hacker pada seorang gadis yang ia kenal ditempat kerjanya. Meskipun ia tidak lulus sekolah, tapi Mentari bukan gadis b*doh.

Sehingga dengan mudah ia mempelajari semuanya.

Mentari juga belajar ilmu kedokteran kuno, yaitu akupunktur. Sebab itulah Mentari bertekad ke negara ini.

Sementara di Indonesia.

"Ferdinan!" panggil Siska.

Tapi Ferdinan tidak peduli sama sekali, menoleh saja tidak. Apalagi berhenti. Dalam hatinya hanya ada Mentari. Sampai kapanpun tetap Mentari.

"Ferdinan...!" panggil Siska lagi. Tapi Ferdinan sama sekali tidak menggubris.

"Kalau loe tidak berhenti, akan gua sebarkan foto dan video Mentari," ancam Siska.

Ferdinan berhenti dan berbalik menghampiri Siska. Siska tersenyum, merasa ancamannya berhasil.

Plaak ... Satu tamparan mendarat sempurna dipipi Siska.

"Jadi kamu dalang dibalik semua ini?" tanya Ferdinan.

"Bu-bukan, bu-bukan gua," jawab Siska gugup.

"Sekarang Mentari hilang, pasti kamu dalangnya," kata Ferdinan.

"Kalau semua ini benar adalah ulahmu, maka aku tidak akan segan-segan menghabisi mu, aku tidak peduli kau anak pemilik sekolah ini," ancam Ferdinan.

"Ferdinan, loe menyalahkan gua?" tanya Siska.

"Tidak ada orang lain, kalau bukan kamu, siapa lagi?" tanya Ferdinan.

Kemudian Ferdinan pun pergi dari tempat itu. Siska mematung ditempatnya berdiri. Dia terlalu ceroboh berbicara.

"Aaaaa... S*al," umpat Siska.

"Aku tidak akan putus asa untuk mendapatkanmu, Ferdinan," batin Siska.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Ani Maryani

Ani Maryani

dasar wanita gak tau malu demi obsesi sampai segalacara untuk melenyapkan seorang gadis yg tak berdosa semoga kau dapat karma siska

2025-02-17

1

LENY

LENY

DASAR WANITA IBLIS JALANG GAK TAHU MALU KAMU SISKA. TUNGGULAH PEMBALASAN MENTARI😡

2024-12-02

1

Katarina Istinganah

Katarina Istinganah

kenapa masih anak SMA aja sdh terlalu mikirin pacaran

2024-11-29

1

lihat semua
Episodes
1 Awal mula.
2 Mendapat masalah.
3 Dianiaya.
4 Berhasil kabur
5 Dikeluarkan dari sekolah.
6 Aku kembali.
7 Cewek dingin
8 Gadis tangguh.
9 Dibuat kagum
10 Mengobati
11 Tidak ada yang lain
12 Sembuh
13 Siapa?
14 Kembali bertemu.
15 Mendatangi rumah sakit.
16 Balas dendam selanjutnya
17 Balasan
18 Tetangga
19 Menemui Aminah.
20 Membawa Aminah kembali
21 Memang kamu siapanya?
22 Aku bukan yang dulu.
23 Aji mumpung.
24 Pembukaan.
25 Dihadang.
26 Nyonya parasit
27 Menemui Siska.
28 Tidak terbukti.
29 Semut juga bisa menggigit.
30 Hanya sentilan kecil.
31 Jangan memandang rendah.
32 Hanya sedikit pelajaran.
33 Mengamuk.
34 Seperti di teror.
35 Seperti orang linglung.
36 Permainan baru dimulai.
37 Belum kapok juga.
38 Tidak akan memberi muka.
39 Giliran selanjutnya.
40 Undangan makan siang.
41 Couple.
42 Kedatangan Jenny.
43 Balasan setimpal.
44 Kekompakan dua sahabat
45 Berbagi.
46 Bertemu musuh lama
47 Mengambil alih
48 Part 48
49 Part 49
50 part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55.
56 Part 56
57 Part 57
58 part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 part 68
69 Episode 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Awal mula.
2
Mendapat masalah.
3
Dianiaya.
4
Berhasil kabur
5
Dikeluarkan dari sekolah.
6
Aku kembali.
7
Cewek dingin
8
Gadis tangguh.
9
Dibuat kagum
10
Mengobati
11
Tidak ada yang lain
12
Sembuh
13
Siapa?
14
Kembali bertemu.
15
Mendatangi rumah sakit.
16
Balas dendam selanjutnya
17
Balasan
18
Tetangga
19
Menemui Aminah.
20
Membawa Aminah kembali
21
Memang kamu siapanya?
22
Aku bukan yang dulu.
23
Aji mumpung.
24
Pembukaan.
25
Dihadang.
26
Nyonya parasit
27
Menemui Siska.
28
Tidak terbukti.
29
Semut juga bisa menggigit.
30
Hanya sentilan kecil.
31
Jangan memandang rendah.
32
Hanya sedikit pelajaran.
33
Mengamuk.
34
Seperti di teror.
35
Seperti orang linglung.
36
Permainan baru dimulai.
37
Belum kapok juga.
38
Tidak akan memberi muka.
39
Giliran selanjutnya.
40
Undangan makan siang.
41
Couple.
42
Kedatangan Jenny.
43
Balasan setimpal.
44
Kekompakan dua sahabat
45
Berbagi.
46
Bertemu musuh lama
47
Mengambil alih
48
Part 48
49
Part 49
50
part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55.
56
Part 56
57
Part 57
58
part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
part 68
69
Episode 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!