Aku kembali.

.

.

.

Lima tahun kemudian...

Seorang gadis cantik dengan pakaian modis, dan sangat berbeda dari 5 tahun lalu. Baru turun dari pesawat. Ia berjalan sambil menyeret koper miliknya.

Ya dia adalah Mentari, "Kini aku kembali."

Mentari yang dulu sudah mati, dan sekarang adalah Mentari yang baru, dengan pesona baru. Tapi tetap dengan dendam yang sama.

Mentari memesan taksi untuk kembali kerumah yang dulu ia tinggali.

"Mau kemana, Nona?" tanya supir taksi itu.

"Kealamat ini Pak," jawab Mentari.

Supir taksi itu pun tidak bertanya banyak lagi. Langsung membawa penumpangnya kealamat yang dituju.

Tidak butuh waktu lama, Mentari pun tiba dirumah yang dulu ia tempati. Ternyata rumah itu sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya gedung tinggi dan apartemen.

"Banyak sekali perubahan disini," batin Mentari.

Rumah Bu Aminah juga sudah tidak ada. Terpaksa Mentari membeli sebuah apartemen dikawasan ini.

"Semoga Nona suka dengan tempat ini," ucap pemilik gedung tersebut.

"Terimakasih Tuan," ucap Mentari.

Setelah melihat apartemen beserta isinya, Mentari pun beristirahat sejenak. Sebelum memikirkan rencana selanjutnya.

"Aku harus mencari tahu dulu informasi targetku," gumam Mentari.

"Oh iya, Ferdinan bagaimana kabarnya?" gumam Mentari. Kemudian ia membuka laptopnya, dan mencari informasi tentang Ferdinan.

"Ternyata Papa nya lumpuh, dan dia menjadi CEO menggantikan Papa nya," gumam Mentari.

Seketika Mentari tersenyum saat mengetahui kalau Ferdinan masih jomblo.

"Apakah dia masih ingat aku?" batin Mentari.

Lain kali aku temui dia, sekarang aku harus menghancurkan orang-orang yang sudah membuat aku menderita dulu," batin Mentari.

Merasa letih, Mentari merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Tanpa sadar matanya mulai terpejam, hanya dalam sekejap iapun tertidur.

Dua jam kemudian, Mentari pun terbangun. Karena perutnya terasa lapar. Mentari berjalan menuju dapur. Dibuka nya kulkas tidak ada apa-apa pun didalamnya.

"Aku terpaksa harus keluar berbelanja," gumam Mentari.

Mentari pun memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat. Tapi sebelum itu ia ingin pergi ke dealer mobil untuk membeli mobil agar lebih mudah kemana-mana.

Sementara disisi lain...

"Tuan, klien kita sudah menunggu," kata Jerry sang asisten pribadi.

"Hmmm," jawab Ferdinan.

Lalu iapun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya. Jerry mengikuti dari belakang dengan membawa map berwarna biru.

Keduanya pun masuk kedalam lift, karena ruang kerja mereka ada di bagian paling atas. Atau lebih tepatnya lantai paling atas.

Setibanya dilantai dasar, Ferdinan seperti biasa. Sikapnya selalu dingin dan tidak tersentuh.

"Jam berapa meeting nya?" tanya Ferdinan.

"Jam 2 siang, Tuan," jawab Jerry.

"Ini baru jam 12, masih banyak waktu. membuang-buang waktu saja," kata Ferdinan dengan nada dingin.

"Ta-tapi klien kita sudah menunggu, Tuan," ucap Jerry terbata-bata.

"Biar saja, salah dia sendiri," jawab Ferdinan.

"Berangkat!" perintah Ferdinan kemudian.

Akhirnya keduanya pun menuju tempat pertemuan mereka dengan klien.

"Kenapa di restoran?" tanya Ferdinan.

"Salah lagi," batin Jerry.

"Tapi klien sedang menunggu disini, Tuan," jawab Jerry.

"Memang nasib bawahan selalu salah," batin Jerry.

"Selamat datang, Tuan," sapa pelayan.

"Hmmm. Atas nama Satrio Kuncoro," kata Ferdinan.

"Mari Tuan, saya antar," ucap pelayan itu. Meski dimaki dan dicaci, demi profesionalitas dalam bekerja mereka harus tetap bersikap ramah.

Pelayan itu mengantar Ferdinan dan Jerry keruangan private. Keduanya pun masuk, dan terlihat seorang wanita s*ksi sedang duduk di sofa.

Tanpa bicara apa-apa, Ferdinan langsung pergi saat melihat wanita itu. Wanita itupun bergegas mengejar Ferdinan, dan memegang tangan Ferdinan tapi ditepis kasar oleh Ferdinan.

"Ferdinan, mengapa loe selalu menghindar dari gua?" tanya Siska.

Ya wanita itu adalah Siska, yang sampai sekarang masih berusaha untuk mendapatkan Ferdinan.

"Jerry, batalkan kerjasama ini," ucap Ferdinan tegas.

"Baik Tuan," ucap Jerry.

"Dapat kerja tambahan lagi nih," batin Jerry.

"Jangan mendumel begitu, nanti bonus aku tambah," kata Ferdinan.

"Siap bos," ucap Jerry. Ferdinan mendengus saja.

"Ferdinan!" panggil Siska. Tapi yang dipanggil seolah tuli.

Dengan cepat Ferdinan masuk kedalam mobil, dan langsung menancap gas. Jerry yang belum sempat masuk pun ditinggal didepan restoran.

"Tuan...!" panggil Jerry.

"Yah aku ditinggal," kata Jerry. Jerry terpaksa pulang keperusahaan dengan menggunakan taksi.

Sedangkan Ferdinan melajukan mobilnya entah kemana, kali ini hatinya semakin kacau. Ditinggal tanpa kabar selama 5 tahun. Ditambah pekerjaan selalu numpuk belum lagi sang Papa yang lumpuh. Dan hari ini bertemu orang yang paling ingin ia hindari.

"Aaaaahh," teriak Ferdinan didalam mobil.

"Kenapa aku harus ketemu ular betina itu lagi sih?" tanya Ferdinan pada dirinya sendiri.

Saat tiba dilampu merah. Entah mengapa perasaan Ferdinan serta jantungnya berdegup lebih cepat.

Ferdinan menoleh kearah mobil putih berlambang kuda didepannya, tapi pengemudi tersebut tidak kelihatan. Karena kaca mobilnya gelap.

"Ada apa dengan diriku, perasaan yang sudah lama tidak aku rasakan sejak 5 tahun lalu," gumam Ferdinan.

Kemudian lampu lalu lintas pun berubah hijau. Kendaraan pun mulai berjalan kembali.

Ferdinan tidak kembali ke kantor, melainkan pulang ke mansion. Saat turun dari mobil, sang Mama langsung menghampirinya.

"Tumben pulang awal?" tanya Marshanda.

"Lagi bete Ma," jawab Ferdinan. Kemudian mencium tangan dan kening Mamanya.

Belum sempat Ferdinan masuk kedalam mansion, ponselnya berdering pertanda panggilan masuk.

"Ada apa?" tanya Ferdinan to the point.

"Tuan, Tuan Satrio datang ke perusahaan. Dia ingin bertemu Tuan," lapor Jerry.

"Kau urus saja, aku tidak punya waktu," kata Ferdinan.

"Tapi Tuan, Ia ingin bertemu dengan Tuan," kata Jerry lagi.

"Ya sudah, suruh dia menunggu," ucap Ferdinan. Lalu mematikan sambungan teleponnya.

"Ma, maaf aku harus kembali ke kantor," ucap Ferdinan.

"Pergilah, Nak," kata Marshanda.

Ferdinan terpaksa kembali ke kantor untuk menyelesaikan permasalahannya. Dengan mengendarai mobil sport miliknya, Ferdinan tidak peduli membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Sehingga dalam sekejap ia sudah tiba di perusahaan.

Saat Ferdinan masuk kedalam ruangannya, ternyata Satrio Kuncoro sudah ada didalam sedang duduk bersama putrinya di sofa. Sementara Jerry berdiri.

"Tuan, Syukurlah Tuan datang," ucap Jerry.

"Ferdinan duduk berseberangan dengan kedua ayah dan anak itu.

"Ada apa Tuan Satrio?" tanya Ferdinan.

"Atas alasan apa, sampai kamu menolak kerjasama kita?" tanya Satrio.

"Putrimu," jawab Ferdinan dingin.

"Hanya karena itu? Atau mungkin itu hanya alasanmu saja?" tanya Satrio.

"Ya, sebab adanya putrimu, makanya aku menolak," jawab Ferdinan.

"Begitu susahnya loe menerima gua, Ferdinan," ucap Siska.

"Sekeras apapun kamu mengejarku, Maka akan sia-sia," ucap Ferdinan dengan nada dingin.

"Sekarang pergilah, aku rasa semuanya sudah jelas," kata Ferdinan.

"Kau...!" Satrio menuding jari kearah Ferdinan.

"Sebaiknya jari mu lebih pantas kau tudingkan kepada putrimu," ucap Ferdinan.

Ferdinan sudah hilang hormat pada pria paruh baya didepannya itu.

.

.

.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

MENTARI KAMU HRS MENCARI BU AMINAH YG SANGAT BERJASA SAMA KAMU ❤🙏

2024-12-02

1

Katarina Istinganah

Katarina Istinganah

jangan sedikit sedikit comen kita jadi tdk konsen bacanya

2024-11-29

0

Hamliah Lia

Hamliah Lia

lanjut kak

2024-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 Awal mula.
2 Mendapat masalah.
3 Dianiaya.
4 Berhasil kabur
5 Dikeluarkan dari sekolah.
6 Aku kembali.
7 Cewek dingin
8 Gadis tangguh.
9 Dibuat kagum
10 Mengobati
11 Tidak ada yang lain
12 Sembuh
13 Siapa?
14 Kembali bertemu.
15 Mendatangi rumah sakit.
16 Balas dendam selanjutnya
17 Balasan
18 Tetangga
19 Menemui Aminah.
20 Membawa Aminah kembali
21 Memang kamu siapanya?
22 Aku bukan yang dulu.
23 Aji mumpung.
24 Pembukaan.
25 Dihadang.
26 Nyonya parasit
27 Menemui Siska.
28 Tidak terbukti.
29 Semut juga bisa menggigit.
30 Hanya sentilan kecil.
31 Jangan memandang rendah.
32 Hanya sedikit pelajaran.
33 Mengamuk.
34 Seperti di teror.
35 Seperti orang linglung.
36 Permainan baru dimulai.
37 Belum kapok juga.
38 Tidak akan memberi muka.
39 Giliran selanjutnya.
40 Undangan makan siang.
41 Couple.
42 Kedatangan Jenny.
43 Balasan setimpal.
44 Kekompakan dua sahabat
45 Berbagi.
46 Bertemu musuh lama
47 Mengambil alih
48 Part 48
49 Part 49
50 part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55.
56 Part 56
57 Part 57
58 part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 part 68
69 Episode 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Awal mula.
2
Mendapat masalah.
3
Dianiaya.
4
Berhasil kabur
5
Dikeluarkan dari sekolah.
6
Aku kembali.
7
Cewek dingin
8
Gadis tangguh.
9
Dibuat kagum
10
Mengobati
11
Tidak ada yang lain
12
Sembuh
13
Siapa?
14
Kembali bertemu.
15
Mendatangi rumah sakit.
16
Balas dendam selanjutnya
17
Balasan
18
Tetangga
19
Menemui Aminah.
20
Membawa Aminah kembali
21
Memang kamu siapanya?
22
Aku bukan yang dulu.
23
Aji mumpung.
24
Pembukaan.
25
Dihadang.
26
Nyonya parasit
27
Menemui Siska.
28
Tidak terbukti.
29
Semut juga bisa menggigit.
30
Hanya sentilan kecil.
31
Jangan memandang rendah.
32
Hanya sedikit pelajaran.
33
Mengamuk.
34
Seperti di teror.
35
Seperti orang linglung.
36
Permainan baru dimulai.
37
Belum kapok juga.
38
Tidak akan memberi muka.
39
Giliran selanjutnya.
40
Undangan makan siang.
41
Couple.
42
Kedatangan Jenny.
43
Balasan setimpal.
44
Kekompakan dua sahabat
45
Berbagi.
46
Bertemu musuh lama
47
Mengambil alih
48
Part 48
49
Part 49
50
part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55.
56
Part 56
57
Part 57
58
part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
part 68
69
Episode 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!