" Apakah yang Daddy lakukan salah mom ?". Tanya Luis kepada Nameera dengan posisi yang belum juga berubah.
" Entahlah Dad, tapi yang papa bicarakan tadi ada benarnya juga. Apa kita terlalu kejam kepada Ruby Dad ?". Ucap bingung Nameera sembari mengangkat kedua bahunya.
" Sshh, kenapa menjadi serumit ini mom, Papa malu pada rekan Papa malam itu karena photo yang di pampang dengan sangat jelas pada layar monitor ". Luis mengusap wajah nya kasar dan beranjak berdiri.
Agatha mendengar kedua orang tuanya terus saja ketakutan dengan apa yang terjadi. Agatha angkat bicara dan meyakinkan Luis akan apa yang di lakukan nya adalah benar. Agatha tidak ingin usaha nya sia-sia dan dia tidak ingin kedua orangtuanya mencari Ruby dan menyuruh nya kembali pulang seperti yang di lakukan Revin.
" Sudahlah Mom, Dad ! jangan terlalu dipikirkan apa yang kakek katakan, dia seperti itu kerena Ruby adalah kesayangan nya Dad. Coba hal ini terjadi kepada ku, pasti saja kakek tidak akan pernah membelaku. Kau juga tahu bukan itu mom ?!". Sedih Agatha dalam kepura-puraan nya, air mata palsu itu menghipnotis kedua orangtuanya agar terus bersimpati.
" Kalian orang tua bodoh !". Batin Agatha.
***
" Hai Brayn ". Sapa Ruby pada seseorang yang tengah terduduk di atas kursi taman.
Seusai Ruby belanja dari supermarket, Ruby langsung menemui seorang teman yang sangat dia sayangi setelah Reina dan Meily.
Sebenarnya bukan hanya Brayn, masih ada dua temannya lagi yang sangat Ruby sayangi.
Dengan tersenyum. " Hai By, apa sekarang kau sudah ingat jika kau ini punya seorang teman, apa kau melupakan pria tampan ini hmm?". Gerutu Brayn dengan ekspresi datarnya, walaupun dia lebih tua dari Ruby tapi dia sangat menghormatinya karena kemampuan Ruby di atas mereka.
Mereka bertiga akan banyak bicara jika dengan Ruby, tapi jika dengan orang lain, mereka akan bersikap dingin.
Sikap manjanya Ruby paling mereka nantikan dalam hidup, jika mereka melihat Ruby bermanja kepada mereka itu artinya tengah ada yang dia inginkan. Ya, itu lah sikap Ruby yang sangat di nantikan oleh mereka.
Genzi Brayn. Dia seorang hacker termuda setelah Ruby, keluarga nya telah tiada saat dia masih kecil.
Mereka semua bertemu melalui sebuah game yang mana di sana harus memecahkan kode -kode yang sangat rumit sekali menurut orang awam, tapi mereka dengan mudahnya menuntaskan itu semua.
" Bagaimana kabarmu Brayn ?". Ucap Ruby.
" Seperti yang kau lihat ".Brayn memutar badannya menunjukan bahwa dia baik-baik saja.
" Harusnya aku yang menanyakan semua itu, apa kau baik-baik saja ? apa lukamu sudah benar-benar sembuh ?". Ucap Brayn.
" Aku sudah sangat baik-baik saja, jangan khawatir !". Ucap Ruby meraih tangan Brayn.
" Apa kabar mereka berdua Brayn, apa mereka juga baik-baik saja?". Tanya Ruby.
" Jangan khawatir, mereka berdua sangat baik-baik saja ". Jawab Brayn mengacak rambut Ruby.
" Brayn jangan sentuh rambutku ! lihatlah jadi berantakan ". Ketus Ruby cemberut dengan yang dilakukan Brayn.
" Sudah lama aku tidak melihat mu seperti ini By !". Tawa Brayn memecah keheningan di sekitar taman.
Mereka duduk berdua di bangku taman mendiskusikan sesuatu dan sesekali bercanda tawa di sana. Tidak lama, Ruby pamit kepada Brayn.
" Sudah malam, aku pamit pulang ya, salam untuk mereka berdua. Brayn terimakasih ! ". Ucap Ruby memeluk Brayn dengan rasa rindu.
" Apapun untuk mu By. Sudah pulanglah !". Seru Brayn. Ruby melepaskan pelukan nya dan pamit pulang.
Mereka bertiga telah mengetahui semua yang terjadi dan bagaimana dia bisa mengenal seorang Jakson Abraham, mereka yang selalu menyemangati Ruby walaupun sikap dingin Ruby semakin bertambah. Dibalik sikap dingin Ruby terselip rasa syukur karena melihat keadaan Ruby yang sangat baik-baik saja.
" Bye bye Brayn ". Ruby berbalik melambaikan tangannya. Brayn mengulas senyum manis dan membalas lambaian tangan Ruby.
" Kami tahu, kamu itu kuat By ". Batin Brayn dan berlalu pergi meninggalkan taman yang sepi.
***
Sementara di apartemen milik Revan dan Revin, di sana masih dalam suasana yang penuh dengan pertanyaan.
" Bicara santai saja kepadaku, kita sama-sama seorang kakak dari Ruby ". Ucap Ronald dan di angguki oleh Revan dan juga Revin. Entah karena apa saat ini mereka berdua bersikap seperti orang bodoh di hadapan Ronald, itu bukan seperti mereka biasanya.
Ronald Esten telah menceritakan semua tentang dirinya kepada kedua kaka dari Ruby. Mereka tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Ruby, mengapa mereka sama sekali tidak mengetahui hal sepenting itu, padahal mereka sangat dekat Ruby.
Setelah mendengar cerita dari Ronald, Revan dan juga Revin seolah tidak percaya jika Ruby sesungguhnya anak yang sangat dewasa, mereka pun tidak menyangka di balik manja adiknya itu, dia adalah seorang pemimpin dari perusahaan Ra Company yang terkenal itu.
Mereka juga tidak menyangka jika Ruby sebenarnya telah menyelesaikan pendidikannya. Revan dan juga Revin, mereka berdua membatin, begitu buruk kah mereka sampai adiknya tidak sampai hati memberitahu semua hal penting seperti ini ?.
Ronald pun kembali berbicara sesaat setelah melihat mimik wajah Revin dan juga Revan seakan tahu apa yang tengah mereka berdua pikirkan.
" Sudahlah, bukan Ruby tidak ingin memberitahu semuanya pada keluarga, tapi dia menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu kalian. Yang aku tahu, dia akan menjadikan ini sebagai hadiah istimewa untuk ulangtahun pernikahan orang tuanya, tapi apalah daya semua kejadian tak terduga itu terjadi begitu saja !". Ucap Ronald menjelaskan semuanya agar mereka tidak menyalahkan dirinya sendiri dan tidak merasa di nomor duakan.
" Sekarang yang harus kita lakukan adalah bagaimana cara agar dapat menemukan Ruby secepatnya, aku takut dia kenapa-napa !". Ucap Ronald dengan semangat membaranya.
" Benar apa kata kamu Nald". Ucap serentak Revan dan Revin.
" Oh ia Van, pimpin lah dahulu perusahaan Ra Company dan aku akan kembali pada pekerjaan ku ". Ucap santai dari Ronald, tapi tidak dengan kedua orang didepannya itu. Mereka terkejut dengan keputusan dari Ronald dan berpikir apa mungkin dia asal bicara ? Batin mereka.
" Kau kakak tertuanya Van dan sedari awal pun Ruby akan menjadikan mu wakil CEO di sana, tapi karena sekarang dia tak ada jadi kau harus menjadi pemimpin di sana dan aku akan tetap dalam pekerjaan ku !".
Dengan tidak sadar Revan menganggukkan kepalanya tapi tidak lama dari itu dia menggelengkan kepalanya.
" Dan kamu Vin, urus lah perusahaan cabang yang ada di sini gantikan kakak mu, kita bertiga akan kerjasama agar Ruby bangga memiliki kaka seperti kita ". Seru semangat dari Ronald dengan wajah penuh dengan ambisi.
" Laksanakan kak !". Seru Revin dengan tangan seperti sedang menghormati bendera.
" Jika begitu aku pamit, jika ada apa-apa langsung hubungi saja aku jangan sungkan !". Ucap Ronald dan berlalu pergi.
***
" Kakek aku pulang !". Teriak Ruby menggema di seisi Rumah itu.
" Sudah malam ini By, kenapa teriak-teriak ?!". Ucap Jakson dengan lembut.
Setelah sampainya Ruby di rumah, dia segera merencanakan apa yang tadi didiskusikan oleh dia dan Brayn.
" Semangat Ruby ". Batin Ruby menyemangati dirinya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
Maura
visualnya dong thor...
2021-06-01
2
☠ᵏᵋᶜᶟoffdll⍣⃝𝑴𝒓🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ𝕸y💞
kok ngak ada visual nya 😁😁
2021-04-23
1
Silvia
maaf thor ,
sampai sini aku masih gemes sm Agatha yg ga tau diri
2021-03-06
3