"Selamat pagi semua"
Seorang gadis terlihat menuruni anak tangga, kaki jenjang nya terekspos karena hanya mengenakan rok selutut dan terguncang akibat langkah ribut dari sang pemilik kaki, di sertai senyum berseri secerah pagi ini.
"Pagi By!"
Mommy Nameera tersenyum, membelai rambut putri nya yang baru saja sampai di bawah tangga dan kemudian merangkul berjalan ke arah meja makan.
"Pagi juga putri daddy" Daddy Luis muncul dari arah kamar, berjalan mendekat lalu mengecup singkat putri kecilnya kemudian duduk di area meja makan.
"Pagi. By"
Revan, Revin dan juga Agatha pun ikut menyapa bersamaan dan bergegas duduk di tempat mereka masing-masing.
"Sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat, biar tidak ada yang demo saat kau belajar nanti!"
Seru mommy Nameera di sela mengolesi roti dengan selai kesukaan putri bungsu nya itu. Ruby pun mengambil roti itu dan langsung melahap dengan semangat.
"Oke mom. Terimakasih!" Ucap Ruby dengan mulut menggembung penuh dengan roti di dalam nya.
Keluarga kecil itu di buat gemas akan sikap Ruby tapi lain halnya dengan Agatha yang menatap tidak suka, delikan alis pun memang menandakan jika remaja satu itu tidak suka pada Ruby.
...**...
Sarapan pagi telah selesai, jam menunjukkan jika mereka harus segera berangkat ke sekolah dan yang laki-laki ke kantor.
"Kak ayo kita berangkat bersama!"
Ajak Ruby dengan bergelayut manja pada lengan Agatha. Ruby pun ingin sekali ini saja pergi ke sekolah bersama Kakak angkatnya itu tapi usaha nya selalu sia-sia.
"Eummm.... kita berangkat masing-masing saja sepertinya. By! Ada apa juga pagi ini kau mau bareng sama Aku. Tumben?! Kau sehatkan ?!"
Seru Agatha tersenyum manis dan menggoda Ruby di depan orang tua dan juga kedua kakak nya seraya menempelkan punggung telapak tangan di kening Ruby.
"Ishh...jangan begitulah. Kak! Aku bosan kalau harus berangkat sendiri terus! Bareng ya, ya. Kita kan satu sekolah juga. Kak!"
Rengek Ruby dengan wajah sedih nya tapi terkesan bodoh, senyum nakal pun masih terlukis di antara kedua sudut bibir nya.
Tingkah manja dari Ruby kembali tidak luput dari perhatian orang tua dan kedua kakak nya, mereka hanya bisa menahan tawa karena ulah menggemaskan si bungsu di pagi hari ini.
"Ya ampun anak ini. Semakin hari malah semakin menggemaskan saja!"
Revan dan Revis malah semakin gemas pada tingkah Ruby, ada aja gebrakan nya.
Lain halnya dengan Agatha.
"Ya ampun ini anak satu, bikin repot saja! Tidak bisa apa aku merasakan duniaku sendiri? Pengganggu!"
Batin Agatha terus saja nyerocos tanpa henti, mimik wajah nya sudah sangat kesal namun bagaimana lagi, dia harus sebisa mungkin menyembunyikan dan tersenyum palsu di depan Ruby terutama keluarga nya.
"Awas saja kau!" Batin nya terus menggema dan berkoar-koar.
"Kak bagaimana? Boleh berangkat bersama, tidak?!" Masih rayuan yang sama.
"Kita pergi masing-masing saja ya, soalnya teman kakak ingin berangkat bersama, lihatlah mereka sedari tadi menelpon!" Ucap Agatha meyakinkan Ruby dengan memperlihatkan layar handphone nya.
"Ya ampun sudah lah By! Sana berangkat sendiri saja. Pak supir nya sudah bersiap itu, lihatlah sedari tadi dia menunggumu!" Ucap Revan yang baru angkat bicara setelah melihat rengekan manja dari adiknya yang tidak usai.
"Ish, iya iya aku berangkat sendiri saja!" Teriak Ruby menghentakkan kaki nya berkali-kali.
"Lalu Kaka kenapa masih berdiri di depan pintu. Bukankah kalian harus segera berangkat juga?!"
Ruby mengingatkan Kakak nya yang dari tadi masih melamun melihat kemanjaan Ruby pada Agatha di teras rumah.
"Ya ampun, sudah jam berapa ini kak. Kita ada meeting bersama karyawan pagi ini!" kaget Revin melihat jam tangan yang melingkar di ,pergelangan tangannya.
"Ayo Vin. kita harus segera pergi!"
Revan berlari menuju mobil kesayangannya diikuti Revin dari belakang yang tak lupa melambaikan tangan.
"Mom,Dad, kami pamit, ya! Bye—bye?" Revin menutup kaca mobil dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi.
"Mom, Dad, Aku juga berangkat!" Pamit Ruby menyalami tangan kedua orang tuanya.
"Hati-hati sayang, awas jangan nakal, belajar yang rajin agar jadi orang yang sukses!" Nasehat mommy Nameera sambil memeluk Ruby..
"Sudah sana berangkat ah, nanti semakin telat!" Seru Daddy Luis. Nada suara sang daddy membuat bibir mungil Ruby semakin manyun.
"Ya ampun Daddy seperti mengusir Ruby jika seperti itu bicaranya!" Ketus nya tidak terima.
"Bukan begitu sayang. Lihatlah ini sudah jam berapa?!" Ucap daddy sambil memperlihatkan jam tangannya.
Mata Ruby semakin membulat.
"Astaga bisa-bisa nya !"
"Dad. Mom aku duluan!" Teriak Ruby sembari berlari masuk ke dalam mobil nya yang setia dari tadi nunggu sang majikan.
Melihat sikap anak nya yang seperti itu perlahan membuat Mommy Nameera and Daddy Ruby khawatir, mereka takut Ruby tak akan pernah dewasa.
Lalu bagaimana dengan Agatha ? Dia sudah berangkat duluan sebelum Kaka angkatnya pergi.
"Mom, Daddy berangkat juga!" Pamit Luis sembari tersenyum.
"Hati-hati Dad" Ucap Nameera sembari memberikan tas kerja milik suaminya.
...**...
Dari sejak masuk sekolah, Agatha mulai tidak menyukai Ruby. Alsan nya sederhana, karena Ruby di limpahi kasih sayang. Untuk itu menurutnya , Ruby terlalu beruntung mempunyai Orang Tua yang pengertian dan kedua Kaka yang sangat menyayanginya.
Agatha cemburu, kenapa bukan dirinya yang berada di posisi itu, dia sangat iri hati sehingga dari setiap hari nya timbul rasa jelek pada Ruby.
Tahun ini Agatha dan juga Ruby akan menyelesaikan pendidikan nya dan akan segera masuk ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu masuk ke Universita
...**...
"Ada apa dengan mu, Tha ?!". Tanya Resa salah satu teman dari Agatha.
"Biasa Res ! Tch, dia benar-benar membuatku kesal !"
Kesal Agatha dengan suara yang berat tertahan supaya tak banyak orang yang mendengarnya.
Teman-teman Agatha sudah tau jika dirinya sama sekali tidak menyukai Ruby. Agatha menceritakan semua nya kepada teman-teman nya, tapi tidak dengan dirinya yang hanyalah putri angkat keluarga Smith.
Bisa jatuh harga dirinya jika mereka tahu, dengan sifat yang seolah dia adalah wanita tercantik dan sombong itu mana mungkin dia menceritakannya.
Siapa yang tidak mengetahui seorang Agatha Fransiska Smith putri dari keluarga Smith orang terkaya. Dia dan teman nya tak elak selalu membuli murid yang nerd atau cupu atau miskin dan sampai sekarang belum ada yang dapat menghentikan nya.
Sikap Agatha selalu terdengar di telinga Ruby, tapi Ruby tak menanggapinya. Dia membiarkan sikap Agatha seperti itu, selama tidak berlebihan maka dia tidak akan memberi tahu siapapun.
...**...
Bel terdengar berbunyi, tanda istirahat dalam pembelajaran telah tiba. Ruby masih terlihat sibuk dengan alat tulis nya
"By, ayo kita cari makan !" Ucap Reina, teman Ruby satu bangkunya.
"Ayo, cacing di perutku sedari tadi berdemo, nih!" Timpal Meily diiringi tawa kecil sesekali mengusap perut nya.
"Eum ayo, tunggu bentar!" Ruby merapihkan terlebih dahulu alat tulis nya dan langsung beranjak pergi tanpa menunggu kedua teman nya.
" Yak, eh eh eh dasar giliran makan paling terdepan kau By!" Ledek Meily melihat Ruby melewati dirinya yang masih belum beranjak dari duduk.
"Ruby!"
Teriak mereka berdua, berlari mengejar Ruby yang telah keluar dari dalam kelas.
Di kantin sekolah terlihat banyak meja yang sudah di tempati, tapi mereka melihat ada meja kosong di ujung dekat jendela kantin dan memutuskan duduk di sana.
"Kalian mau pesan apa?"
Tanya meily pada kedua temannya.
"Samakan sajalah. Mei!" Jawab Reina dengan melipat kedua tangannya di atas meja.
"Kamu By?" Tanya Meily
"Samakan sajalah Mei ! Ayolah perutku sudah lapar, ini!" Usir Ruby sedikit menggerakkan tangannya.
"Kau ini kenapa By, bukankah tadi kau enggan pergi ke kantin ?!" Ejek Reina sembari tertawa dan bola mata pun berputar bodoh, Meily pun ikut tertawa dengan setengah berlari hendak memesan makanan.
...**...
BRAAKK,,
Suara terjatuh di tambah dentingan sendok saling berjatuhan membuat semua pesanan yang di bawa berserakan.
Semua yang berada di kantin pun terkejut dengan suara itu, hingga mereka mencari asal suara tersebut, tak luput Ruby dan Reina pun melihat ke asal suara sembari berdiri.
Ruby mematung melihat orang yang terjatuh di sana, baju nya nampan basah dengan pakaian sudah kotor. Reina pun mengikuti langkah Ruby dan akhirnya dengan jelas melihat siapa yang terjatuh. Raut wajah Reina berubah khawatir namun Ruby malah menajam saat ini.
"Yaak!" Meily menengadah, dia membentak seketika pada orang yang ada di depannya. Ya dia adalah Meily yang tengah melangkah dengan membawa nampan berisi makanan berkuah.
Mereka malah tertawa melihat keadaan Meily yang terlihat acak-acakan, bahkan semua pakaian nya kotor dan basah.
"Hahahaha, itu wajahmu kenapa ?!". Tawa Resa semakin pecah.
Resa Meilani Jordan teman dekat Agatha. Mereka sengaja membuat Meily jatuh dengan Agatha menjulurkan kakinya.
"Sorry, aku tidak sengaja !" Ucap Agatha menutup mulutnya sembari menahan tawa.
Ruby sedari tadi mematung melihat sikap kaka angkatnya yang keterlaluan, bukan nya Ruby tidak ingin membalas, hanya saja dia malas meladeni manusia bermuka dua seperti Agatha.
"Sudahlah Mei. Dari pada marah-marah tidak jelas mending kau secepatnya mengganti bajumu!"
Ucap Ruby membujuk temannya yang terlihat sudah membucah ingin marah sembari membantu nya berdiri.
"Iya Mei ayo!" Timpal Reina menggandeng lengan Meily.
Kejadian naas yang di terima Meily, semua murid yang berada di kantin berbisik-bisik membicarakan sikap Agatha dan kedua teman nya itu. Lagi dan lagi ketiga siswi itu yang berulah tapi aneh nya tidak pernah mendapat teguran.
...**...
Di toilet masih terdengar ocehan seorang gadis yang masih merasa kesal dengan Agatha dan kedua teman nya. Siapa lagi jika bukan Meily yang masih ngedumel tidak terima di perlakukan seperti itu.
"Jika bukan karena kalian, Aku pasti sudah mencakar wajah menyebalkan mereka!!"
Cerocos Meily sembari menata pakaian dan rambutnya yang terlihat segar dan baru.
"Tapi By, kenapa kau selalu saja diam dengan sikap mereka mu?" Aneh Reina dengan wajah penuh keheranan.
"Iya By, kenapa kamu diam saja?!" Meily pun ikut terheran, menatap Ruby dari cermin masih merapihkan baju baru nya.
"Eum lebih baik mengacuhkan nya bukan ? dia sudah terbiasa dengan sikap itu, jadi walaupun aku nasehati pun tidak akan masuk ke dalam kepala nya !". Jawab Ruby .
"Oh!". Reina dan Meily hanya ber oh ria.
"Benar juga sih, pala nya dari batu ampe ati nya dari baja! Jahat bener tu orang, kalau dia Kakak kita pasti sudah jadi abu, dah!" Ujar Reina.
Reina dan Meily tak pernah bertanya alasan kenapa Ruby bersikap berbeda pada Agatha, padahal mereka tau dan Ruby pun tau Agatha tak pernah menyukainya.
Walaupun mereka berteman tapi jika itu privasi maka mereka memakluminya, dan mereka satu sama lain tak pernah memaksa. Untuk itu sampai saat ini mereka tidak mengetahui jika Ruby adalah putri bungsu dari keluarga Smith.
|
|
LIKE
KOMEN
VOTE
FAVORITE
Othor Rekomendasikan juga nih Novel yang lainnya, tidak kalah seru dan Menarik lohh guys. Penuh dengan Emosi dan juga intrik. Romance nya juga adaaa teman-teman!!!
Jangan Lupa Mampir, yesss
Mafia Girls 2 ( Triplets of Red Pheonix )
The Future King
DamnxRich
Kembalinya Sang Bos Mafia
Cinta Yuma
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
dita18
msh nyimak
2024-01-04
0
Rohaeni
mampir yuk
dibuang suami pelit dinikahi brondong elit
2023-12-02
0
Vee J. kiki
lah untungnya lu dipungut, dasar ular
2023-01-03
1