EPS 9

" Hikss,,,hiksss,,,hikss ka ". Suara tangisan memenuhi gendang telinga mereka yang berada di sana.

Ada rasa kecewa di dalam hati Ruby, kenapa orang tua nya berubah seperti ini, apa saja yang di katakan Agatha kepada mereka, kenapa semarah ini ? Batin Ruby sakit.

" Dengarkan ini baik-baik, mulai saat ini RUBY ALDERIA SMITH bukan lagi bagian dari keluarga ini !".

Pernyataan itu membuat jantung Ruby berdetak tak karuan, tubuhnya bergetar karena rasa takut, kepalanya pun berdenyut sakit karena tangis.

" Keluar dari rumah ini sekarang juga !". Usir Luis menyeret tangan Ruby keluar rumah dan disaksikan ratusan mata melihat kejadian yang membuat nya meringis.

" Tidak dad, tidak jangan seperti ini ku mohon dad hiksss,,,hiksss maaf kan aku kumohon dad !".

" Pergi ". Bentak Luis.

" Mom ". Mata Ruby terus mengeluarkan cairan bening yang tak kunjung surut tapi tak membuat mommy nya luluh.

" Pergi, apa kau tuli hah ?!". Seringai licik menghiasi bibir Agatha.

**

Sementara di lain tempat seseorang terus mondar-mandir merasa resah entah kenapa, hatinya merasakan sakit, sakit sekali, dadanya sesak tak kunjung mereda.

" Ada apa ini, kenapa dadaku terasa sesak sekaki ?!". Batin Revan merasakan sesak di dadanya.

Revan segera menghubungi keluarganya, khawatir tersirat dalam dirinya takut sesuatu terjadi kepada mereka dan dia mengingat Revin yang sedari tadi belum menghubunginya.

CALLINGG,,,,,

" Sial kenapa tidak ada yang menjawab, ada apa ini ? ". Gumam Revan resah terus menghubungi mereka satu persatu.

" Ruby pun sama, tidak biasanya dia seperti ini ". Bingung Revan sedari tadi karena semua orang tidak bisa di hubungi.

tuttttt,,,,tutttttt,tuttttt

" Hallo ka ?!". Sahut Revin di seberang sana.

" Vin, apa kau sudah sampai di rumah ?". Tanya Revan dengan nada resah.

" Belum ka, perjalananku sangat macet dan aku masih jauh dari rumah ka ". Keluh revin di seberang sana.

" Ada apa ?". Tanya Revin.

" Bukan apa-apa, hanya saja perasaan kaka tidak nyaman sedari tadi, apa tadi Ruby sempat menghubungi kamu Vin ?". Duduk Revan menenangkan dadanya yang terus merasa sesak.

" Sudah ka, tenanglah, mungkin dia sedang menikmati acara nya !". Ucap Revin menenangkan kakaknya.

" Semoga semuanya baik-baik saja ". Ucap revan.

" Kaka tutup telponnya, hati-hati di jalan, jika sudah sampai kabari kaka jangan lupa ". Diseberang sana Revin mengiyakan perintah kakaknya itu.

" Sshh kenapa sakit sekali, apa mungkin tubuhku terlalu lelah ?!". Revan berjalan menuju ke arah tempat tidurnya dengan masih merasakan sesak di dada, dia mencoba merebahkan dan mengistirahatkan tubuhnya.

Tidak lama Revan berbaring, matanya mulai terpejam perlahan, kantuk yang dirasakan tidak bisa di tahan. Revan akhirnya tidur dengan nyenyak nya.

**

" Maaf mom dad, maaf karena aku membuat keluargamu merasakan malu, maaf karena aku terlalu manja padamu, maaf tidak bisa membanggakan kalian, maaf merepotkan kalian selama ini, maaf karena aku juga tidak bisa membalas semua kasih sayang kalian, maaf maaf maaf hikss,hiksss,,,hikss. Maaf karena aku tidak bisa menjadi anak yang baik untuk kalian, tapi percayalah aku tak sekotor itu hikss hiksss !". Isak Ruby sampai bicara pun terputus putus.

Ruby berlari keluar gerbang dengan menunduk dan di sela langkah nya menuju gerbang, Ruby melihat pak Alan menangis menyaksikan kekacauan di dalam sana.

" Jaga mereka untuk ku pak ". Pinta Ruby kepada Pak Alan. Sebelum pergi, Ruby memeluknya sangat erat.

" Terima kasih dan maaf ". Ucap lirih di sela peluknya.

" Terima kasih selalu menjagaku, mengantarku kemanapun aku pergi, terima kasih telah bersedia menjadi orang tua kedua ku !". Ruby memegang kedua tangan pak Alan dan mengelusnya, tangan pak Alan bergetar dan Ruby menatapnya dan ternyata pak Alan menangis di dalam tunduk nya.

" Dan maaf aku selalu merepotkan mu ". Ruby berlalu pergi dari sana menuju jalan yang terasa sepi, sangat senyap tidak seperti biasanya.

**

Pernyataan dady nya meninggalkan rasa sakit yang mendalam pada hati Ruby.

Gadis cantik berjalan tanpa tujuan bahkan tidak membawa apapun dalam genggamannya, terus berjalan menjauh, itu lah yang di lakukan Ruby saat ini.

Tangisan terus memecah dan terus mengalir tanpa henti, Ruby masih menangis dalam lamunannya, rasa dingin mulai terasa dalam tubuh nya, angin berhembus serta suara petir bersahutan seperti akan turun hujan.

Ruby benar-benar meninggalkan rumah tanpa membawa apapun, bibir berdarah pun bekas tamparan sang dady tidak terasa sakit, hatinya terlalu sakit melebihi luka apapun.

Hujan mulai turun membasahi semua yang ada di permukaan, kilatan petir saling bertautan tapi Ruby enggan untuk berteduh, terus berjalan menjauhi rumah nya, mengikuti kemanapun kakinya melangkah, hatinya teriris tapi tak berdarah.

" Kaka, hiks,,hiksss,,,hikss ". Ruby terus memanggil kedua kakak nya sepanjang jalan.

**

" Terimakasih pak, ambil saja kembaliannya ". Ucap Revin terburu-buru.

" Ada apa ini kenapa sepi sekali, apa acara nya telah selesai ?!. Batin Revin heran melihat keadaan rumah nya terasa sangat sepi.

" Selamat malam tuan muda Revin !". Ucap serentak para pelayan yang terlihat sedang bersih-bersih.

" Bi Elle, apa acara nya sudah selesai bi ? dimana yang lainnya kenapa sepi sekali ?!". Revin terus bertanya kepada bi Elle selaku kepala pelayan di rumah nya, tapi pertanyaan Revin membuat semua orang tertunduk sedih.

Revin bingung dengan sikap para pelayannya malam ini, sejenak Revin mengarahkan pandangan nya kepada pak Alan yang sedari tadi berdiri menatap kosong entah kenapa.

" Pak Alan, pak, pak kenapa melamun, ada apa ?!". Tanya Revin menyadarkan lamunannya.

" Nona muda tuan ". Lirih pak alan menunduk.

" Ada apa sebenarnya ini pak, semuanya terlihat aneh ". Tutur Revin menghela nafas karena tak kunjung dapat jawaban darinya.

" Pak, pak hey kenapa dengan adik bungsuku pak, ada apa dengan Ruby ?!". Kibasan tangan Revin sekali lagi membuyarkan lamunannya.

Suara menggema memenuhi isi ruangan terdengar oleh Revin, suara sepatu menuruni tangga rumah dengan sangat cepat, tubuh Revin membeku seketika mendengar pernyataan itu.

" Tidak ada lagi yang bernama Ruby di dalam keluarga ini ". Teriak tegas Luis menatap tajam ke arah Revin sembari menuruni tangga rumah.

" Memangnya kenapa ?". Tanya kesal campur bingung Revin kepada ayahnya.

" Dia bukan lagi anak ku mulai sekarang ". Luis berhenti sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.

" Hanya Agatha putri perempuan ku satu-satunya mulai sekarang, dia yang tidak bisa menerima keputusanku bisa keluar dari sini". Ujarnya tegas seolah mengusir, Luis masih setia mengangkat tangannya menujuk ke arah pintu.

tak,,,,tak,,,,takk

suara seseorang menuruni tangga dan ternyata Nameera sedang di pegang erat oleh Agatha. Sesampainya turun, Revin menghampiri mommy nya dan memeluknya erat.

" Mom ada apa, kemana Ruby ?!".

Heran Revin, mommy nya malah menjauhkan pegangan Revin dan sedikit memundurkan tubuh nya.

Revin terduduk menunggu seseorang menceritakan, sebenarnya apa yang terjadi ? Batin Revin berkecamuk. Nameera dengan derai air matanya penuh pedih dan kecewa akhirnya dia menceritakan semua apa yang terjadi di pesta Tadi.

Revin tak percaya sedikitpun dengan apa yang menimpa adiknya, dia tetap meneguhkan hatinya jika ini hanyalah rekayasa semata.

Agatha berdiri tidak jauh dari Nameera.Revin melihat terdapat guratan senang di keningnya Agatha, Revin marah, dia yakin jika ini ulah dari Agatha.

Revin beranjak dari duduk nya dan berdiri menghampiri Agatha.

pllaaaakkkk,

Tamparan keras terdengar, para pelayan pun puas dengan apa yang di lakukan Revin

" Kau !". Tunjuk Revin

Terpopuler

Comments

yanah

yanah

ikut nyesek sih thor 😭😭😭

2023-02-14

1

Mella Soplantila Tentua Mella

Mella Soplantila Tentua Mella

kasian rubby 😘😭😭😭😭😭😭

2022-10-18

0

✯𝒞𝒶𝓃𝓉𝒾𝓀𝒶𝓃𝒶

✯𝒞𝒶𝓃𝓉𝒾𝓀𝒶𝓃𝒶

Ruby ngapain minta maap sih njg, kan dia ga salah hey!
Minta maaf sama aja kek dia tuh ngakuin klo emg dia salah.

2021-10-16

2

lihat semua
Episodes
1 PERKENALAN TOKOH
2 eps 1
3 EPS 2
4 EPS 3
5 EPS 4
6 EPS 5 ( Ronald Esten )
7 EPS 6
8 EPS 7
9 EPS 8
10 EPS 9
11 EPS 10
12 EPS 11
13 EPS 12
14 EPS 13
15 EPS 14
16 EPS 15
17 EPS 16
18 EPS 17
19 EPS 18
20 EPS 19
21 EPS 20
22 EPS 21
23 EPS 22
24 EPS 23
25 EPS 24
26 EPS 25
27 EPS 26
28 EPS 27
29 EPS 28
30 EPS 29
31 EPS 30
32 EPS 31
33 EPS 32
34 EPS 33
35 EPS 34
36 EPS 35
37 EPS 36
38 EPS 37
39 EPS 38
40 EPS 39
41 EPS 40
42 EPS 41
43 EPS 42
44 EPS 43
45 EPS 44
46 EPS 45
47 EPS 46
48 EPS 47
49 EPS 48
50 EPS 49
51 EPS 50
52 EPS 51
53 EPS 52
54 EPS 53
55 EPS 54
56 EPS 55
57 EPS 56
58 EPS 57
59 EPS 58
60 EPS 59
61 EPS 60
62 EPS 61
63 EPS 62
64 EPS 63
65 EPS 64
66 EPS 65
67 EPS 66
68 EPS 67
69 EPS 68
70 EPS 69
71 EPS 70
72 EPS 71
73 EPS 72
74 EPS 73
75 EPS 74
76 EPS 75
77 EPS 76
78 EPS 77
79 EPS 78
80 EPS 79
81 EPS 80
82 EPS 81
83 EPS 82
84 EPS 83
85 EPS 84
86 EPS 85
87 EPS 86
88 EPS 87
89 EPS 88
90 EPS 89
91 EPS 90
92 EPS 91
93 EPS 92
94 EPS 93
95 EPS 94
96 EPS 95
97 EPS 96
98 EPS 97
99 EPS 98
100 EPS 99
101 EPS 100
102 EPS 101
103 EPS 102
104 EPS 103
105 EPS 104
106 EPS 105
107 EPS 106
108 EPS 107
109 EPS 108
110 EPS 109
111 EPS 110
112 EPS 111
113 EPS 112
114 EPS 113
115 EPS 114
116 EPS 115
117 EPS 116
118 EPS 117
119 EPS 118
120 EPS 119
121 EPS 120
122 EPS 121
123 EPS 122
124 EPS 123
125 EPS 124
126 EPS 125
127 EPS 126
128 EPS 127
129 EPS 128
130 EPS 129
131 EPS 130
132 EPS 131
133 EPS 132
134 EPS 133
135 EPS 134
136 EPS 135
137 EPS 136
138 EPS 137
139 EPS 138
140 EPS 139
141 EPS 140
142 EPS 141
143 EPS 142
144 EPS 143
145 EPS 144
146 EPS 145
147 EPS 146
148 EPS 147
149 EPS 148
150 EPS 149
151 EPS 150
152 EPS 151
153 EPS 152
154 EPS 153
155 EPS 154
156 EPS 155
157 EPS 156
158 EPS 157
159 EPS 158
160 EPS 159
161 EPS 160
162 EPS 161
163 EPS 162
164 EPS 163
165 EPS 164
166 EPS 165
167 EPS 166
168 EPS 167
169 EPS 168
170 EPS 169
171 EPS 170
172 EPS 171
173 EPS 172
174 Eps 173
175 EPS 174
176 EPS 175
177 EPS 176
178 EPS 177
179 EPS 178
180 EPS 179
181 EPS 180
182 EPS 181
183 RUBY
184 Bodoh
185 Aku baik-baik saja
186 Mengandung
187 Katakan jika itu tidak benar
188 Dimana adik ku
189 Aku ingin dia kembali
190 Habisi Dia
191 Apa kau masih ingin bermain
192 Sean, Shane, Shabila
193 Maafkan mommy
194 Keahlian si triplet
195 Uang Jajan
196 Tanpa Ibu
197 Masih berani menggodaku ?
198 Baby
199 Dad !
200 Kau siapa ?
201 Peluklah aku sepuasmu
202 Selamat malam tampan
203 Menggemaskan ?
204 Baby terimakasih
205 Bodohnya Aku
206 Kakek maafkan Aku !
207 Aku bisa sendiri
208 Kita memang sehati
209 Terimakasih dan maaf
Episodes

Updated 209 Episodes

1
PERKENALAN TOKOH
2
eps 1
3
EPS 2
4
EPS 3
5
EPS 4
6
EPS 5 ( Ronald Esten )
7
EPS 6
8
EPS 7
9
EPS 8
10
EPS 9
11
EPS 10
12
EPS 11
13
EPS 12
14
EPS 13
15
EPS 14
16
EPS 15
17
EPS 16
18
EPS 17
19
EPS 18
20
EPS 19
21
EPS 20
22
EPS 21
23
EPS 22
24
EPS 23
25
EPS 24
26
EPS 25
27
EPS 26
28
EPS 27
29
EPS 28
30
EPS 29
31
EPS 30
32
EPS 31
33
EPS 32
34
EPS 33
35
EPS 34
36
EPS 35
37
EPS 36
38
EPS 37
39
EPS 38
40
EPS 39
41
EPS 40
42
EPS 41
43
EPS 42
44
EPS 43
45
EPS 44
46
EPS 45
47
EPS 46
48
EPS 47
49
EPS 48
50
EPS 49
51
EPS 50
52
EPS 51
53
EPS 52
54
EPS 53
55
EPS 54
56
EPS 55
57
EPS 56
58
EPS 57
59
EPS 58
60
EPS 59
61
EPS 60
62
EPS 61
63
EPS 62
64
EPS 63
65
EPS 64
66
EPS 65
67
EPS 66
68
EPS 67
69
EPS 68
70
EPS 69
71
EPS 70
72
EPS 71
73
EPS 72
74
EPS 73
75
EPS 74
76
EPS 75
77
EPS 76
78
EPS 77
79
EPS 78
80
EPS 79
81
EPS 80
82
EPS 81
83
EPS 82
84
EPS 83
85
EPS 84
86
EPS 85
87
EPS 86
88
EPS 87
89
EPS 88
90
EPS 89
91
EPS 90
92
EPS 91
93
EPS 92
94
EPS 93
95
EPS 94
96
EPS 95
97
EPS 96
98
EPS 97
99
EPS 98
100
EPS 99
101
EPS 100
102
EPS 101
103
EPS 102
104
EPS 103
105
EPS 104
106
EPS 105
107
EPS 106
108
EPS 107
109
EPS 108
110
EPS 109
111
EPS 110
112
EPS 111
113
EPS 112
114
EPS 113
115
EPS 114
116
EPS 115
117
EPS 116
118
EPS 117
119
EPS 118
120
EPS 119
121
EPS 120
122
EPS 121
123
EPS 122
124
EPS 123
125
EPS 124
126
EPS 125
127
EPS 126
128
EPS 127
129
EPS 128
130
EPS 129
131
EPS 130
132
EPS 131
133
EPS 132
134
EPS 133
135
EPS 134
136
EPS 135
137
EPS 136
138
EPS 137
139
EPS 138
140
EPS 139
141
EPS 140
142
EPS 141
143
EPS 142
144
EPS 143
145
EPS 144
146
EPS 145
147
EPS 146
148
EPS 147
149
EPS 148
150
EPS 149
151
EPS 150
152
EPS 151
153
EPS 152
154
EPS 153
155
EPS 154
156
EPS 155
157
EPS 156
158
EPS 157
159
EPS 158
160
EPS 159
161
EPS 160
162
EPS 161
163
EPS 162
164
EPS 163
165
EPS 164
166
EPS 165
167
EPS 166
168
EPS 167
169
EPS 168
170
EPS 169
171
EPS 170
172
EPS 171
173
EPS 172
174
Eps 173
175
EPS 174
176
EPS 175
177
EPS 176
178
EPS 177
179
EPS 178
180
EPS 179
181
EPS 180
182
EPS 181
183
RUBY
184
Bodoh
185
Aku baik-baik saja
186
Mengandung
187
Katakan jika itu tidak benar
188
Dimana adik ku
189
Aku ingin dia kembali
190
Habisi Dia
191
Apa kau masih ingin bermain
192
Sean, Shane, Shabila
193
Maafkan mommy
194
Keahlian si triplet
195
Uang Jajan
196
Tanpa Ibu
197
Masih berani menggodaku ?
198
Baby
199
Dad !
200
Kau siapa ?
201
Peluklah aku sepuasmu
202
Selamat malam tampan
203
Menggemaskan ?
204
Baby terimakasih
205
Bodohnya Aku
206
Kakek maafkan Aku !
207
Aku bisa sendiri
208
Kita memang sehati
209
Terimakasih dan maaf

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!