Seiring berjalan nya waktu, dengan tekad, motivasi dan keteguhan, Ruby telah matang dalam beladiri nya, memainkan senjata pun sudah dirinya kuasai. Bahkan keahliannya bertambah dalam merakit senjata dari senjata yang sangat kecil sampai yang besar.
Suara gemercik air terdengar dari dalam kamar mandi. Setelah lelah dengan aktifitas padat membuat Ruby ingin bersantai sebentar melemaskan otot-otot nya, gadis itu pun merebahkan tubuhnya dalam bak mandi, lalu memejamkan mata perlahan dengan pikiran melanglang buana entah kemana.
"Bulan depan ulang tahun pernikahan mommy, hadiah apa yang harus aku berikan"
Batin itu bergulat bingung karena belum terfikir kan hadiah apa yang harus di berikan nya. Setelah lama, Ruby teringat rencana nya awal nya.
"oh ia baru ingat"
Senyum Ruby terlihat sangat manis, sesekali melintir rambut basah dengan telunjuknya yang di penuhi shampo, harum sabun membuatnya lebih nyaman dan rileks.
Satu jam penuh Ruby berada dalam kamar mandinya seperti mayat hidup karena tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
ceklllekkk,,
suara pintu terbuka
"By. Sudah siapkah?!" Revan berdiri di ambang pintu, menghembuskan nafasnya tidak habis pikir akan adiknya yang masih sibuk menata rambut.
"Ayoo. Aku sudah siap!" Ucap Ruby berjalan menghampiri Revan yang kalau di lihat-lihat malah santai menyender di pintu kamar.
Ruby menyipitkan mata karena Kakak nya seperti tengah melamun.
"Kak?!" Ruby mengibaskan tangan nya berkali kali tapi tidak membuat Revan sadar.
"Kak Revaan!" Teriak Ruby di telinga Sang Kakak dengan berjinjit.
"Astaga. sejak kapan kau berada di sini?!" Bingung Revan melihat adik nya malah sudah berada di depannya dengan kening berkerut.
"Cantik sekali adik kesayangan kakak ini!" Puji Revan mengangkat dagu Ruby dan mengguncang nya ke kanan dan ke kiri.
"Sudah puas lihatnya?" Cebik Ruby menepis tangan Kakak nya kemudian berlalu dari pergi.
**
Bandara itulah tujuan mereka, Revan dan Revin bersiap pergi keluar kota karena pekerjaan yang di berikan oleh Daddy nya yang di rencanakan sebulan yang lalu. Perusahaan di Negara Z sedang bermasalah dan butuh bantuan dari mereka untuk mengarahkan, makanya Daddy Luis mempercayakan Perusahaan cabang kepada kedua putra nya.
Di lobi bandara, kedatangan mereka membuat suasana bandara riuh dengan suara pengunjung terutama kaum hawa menatap penuh puja.
Keluarga Smith dipenuhi orang-orang tampan, mereka berjalan beriringan seakan semua mata tertuju padanya, tak terlewat bunyi kamera terdengar oleh telinga adik kaka itu.
"Wah tampannya!"Puji semangat terdengar dari mulut mereka yang begitu antusias.
"Jika aku menjadi istri pria itu, tidak akan aku tolak!" Mata kaum hawa terus menyapu bersih setiap langkah mereka.
"Tidak ada kata menyesal jika yang seperti ini berada di bandara" Cerocos wanita di belakang Revan.
"Lihat lihat. Wanitanya pun tidak kalah cantik! Waaaa pakai perawatan apa dia ya?!" Sesal mereka seakan insecure dengan kecantikan Ruby.
"Lihatlah. yang satunya sudah ada yang punya!"
Mulut kaum hawa yang ada di bandara terus terdengar tanpa hentinya sampai tak terasa waktu penerbangan mereka tiba.
cup
Revan mengecup kening Ruby dengan lembut karena itu kebiasaan Revan jika sedang dalam mode perpisahan.
"Hati-hati Kak. jika sudah sampai langsung hubungi aku. Ya!"
Revin hanya mengelus lembut rambut Ruby seperti biasa di lakukan nya.
"Sesuai keinginan mu. Sayang!" Seru Revin dan di balas dengan senyum hangat.
"Tunggu. Kalian tidak akan lama kan di sana nya? Usahakan jangan terlalu lama ya!" Ruby merajuk bergelayut di lengan Revan.
"Kita belum tahu By. pokok nya jika sudah selesai kami akan segera pulang!" Ucap Revan.
**
Helaan nafas kasar, Ruby melangkahkan kaki nya ke luar bandara, tidak lupa dengan masker yang masih menutup setengah wajahnya, kacamata setia bertengger di hidung mancungnya merubah suasana bandara semakin riuh. Mereka tidak mengetahui bahwa orang yang sedang mereka tatap adalah anak bungsu dari keluarga SMITH.
Ruby tidak pernah ikut dalam pesta- pesta yang diselenggarakan setiap perusahaan, menurutnya terlalu buang-buang waktu mengikuti acara seperti itu, tidak seperti anak gadis lain yang berlomba lomba menghias diri agar dapat pujian.
Telponnya berdering tertera nama mommy nya di sana, tak menunggu lama, Ruby langsung menggeser ikon berwarna hijau nya itu
"Mom? Iya mom ada apa? Ruby masih di Bandara!"
"........................."
"Baik Mom tunggu Ruby ya. Ruby langsung pulang!" Serunya terburu-buru memasuki mobil berwarna hitam mengkilap keluaran terbaru.
Jarak bandara dengan rumah Ruby tidak terlalu jauh, jika lancar hanya butuh 1 jam perjalanan.
Ruby telah sampai di rumah dan segera memarkirkan mobil nya.
"Mom" Panggil Ruby, semua penghuni rumah langsung reflek melihat ke arahnya.
Ruby berjalan melewati para pelayan yang tengah hilir mudik membawa cemilan untuk para tamu.
"Kemari lah. Sayang!" Nameera menepuk sofa disampingnya,
"Al. apa kau lupa sebentar lagi ulang tahun pernikahan mommy?". Tanya Agatha dengan suara khas seseorang yang sedang menyindir.
"Iya By. d Dari tadi teman-teman mommy sudah pada kumpul!" Seru Nameera.
"Mungkin dia langsung main tadi. Mom!". Tuduh agatha tersenyum sinis.
" Aku saja ingat jika hari ini ulang tahun pernikahan mereka Al, kenapa kamu malah sepertinya lupa?!". Ucap Agatha penuh sindiran melihat Ruby yang hanya diam, mommy nya terlihat kecewa kepada Ruby.
Ruby yang mendengar Ucapan Agatha hanya buat telinga semakin sakit.
" Kenapa aku harus lup? Tidak mungkin sama sekali! Terus aku langsung pulang tadi, dari mana main nya dulu. Jangan ngada-ngada deh Kak!" Ruby memeluk mommy nya erat tapi matanya tidak melepaskan tatapan nya kepada Agatha.
Acara ulangtahun ini akan di adakan sangat meriah dari sebelumnya, akan ada orang-orang ternama yang di undang, baik itu pengusaha maupun artis sekalipun akan di undang untuk merayakan ulangtahun ini.
"Dad. Ruby boleh masuk?" Ruby mengetuk pintu ruangan kerja Sang Daddy.
"Ada apa. By?!" Tanya Luis mendongakkan kepala nya memandang ke arah kedatangan putri kecilnya.
"Dad. Ada yang ingin Ruby bicarakan!" Ucap Ruby duduk di sofa menghadap daddy nya.
"Bicaralah!"
"Dad. Boleh kah Ruby besok malam keluar?!" Izinnya sembari memperlihatkan gigi kelincinya.
"Aku mau ikut merayakan acara sebelum kelulusan sekolah di rumah temanku. Jam 7 sudah pulang! Bolehkah?!" Ruby berdiri melangkah maju menghampiri Daddy nya.
Acara seperti itu sering di adakan sebelum hari di mana kelulusan sekolah tiba dan biasanya mereka akan saling tanya kemana mereka akan melanjutkan pendidikan nya. Malam nanti Ruby dan juga semua teman nya akan merayakan kembali di mana malam yang akan di jumpai itu pun beriringan dengan bertambah nya usia mereka yang akan segera menuju ke usia dewasa.
Dulu saat mereka sekolah menengah pertama pun merayakan hari sebelum kelulusan tiba dan sekarang pun sama, mereka merayakan kembali, karena mereka akan segera lulus daru high school dan melanjutkan ke Universitas bergengsi di seluruh dunia.
"Agatha ikut?" Tanya Daddy nya.
"Ruby tidak tau Dad. Kita kan beda kelas jadi kurang tahu!" Seru Ruby kembali duduk di sofa.
"Tidak lebih dari jam 7!" Tatap daddy nya dengan penuh penekanan.
"Siap Dad" Ciuman lembut dari Sang putri membuat Luis menatap nya sayang.
"Yasudah. Istirahatlah!" Ucap Luis.
"Daddy juga. Jangan terlalu lelah Dad, nanti takutnya penyakit akan berlomba mendekatimu. jaga kesehatan juga ya! Kan ulangtahun pernikahan kalian akan diadakan sebentar lagi,. istirahat yang cukup!" Perhatian Ruby selalu membuat Daddy nya merasa nyaman
**
Beberapa minggu telah terlewati. Pesta Wedding Anniversary pun telah tiba.
Rumah bak istana sudah di hias dengan sangat menakjubkan, semua orang berdatangan dengan fashion yang berbeda beda, terlihat jelas para undangan berasal dari kalangan atas, mobil keluaran terbaru terparkir di ruangan bawah tanah yang sudah di sediakan, karpet merah tergelar dengan sempurna.
Tidak sedikit anak muda baik laki-laki atau pun perempuan dengan antusias memenuhi undangan dari keluarga Smith, biasanya acara seperti ini di jadikan peluang mencari jodoh oleh mereka karena bisa bertatap muka langsung.
satu persatu para tamu undangan memberi ucapan selamat kepada tuan rumah, canda tawa bahagia terdengar keras di telinga.
tak,,,,tak,,,tak
Ruby menuruni tangga seperti model kelas atas, semua mata tertuju padanya.
"waaahhh cantik"
Satu kata yang keluar dari mulut orang orang di sana, terpesona dan terhipnotis dengan keanggunan gadis yang perlahan menuruni setiap anak tangga itu.
Dress berwarna peach sampai mata kaki terbalut indah dan pas pada tubuh ramping Ruby, ujung rambut panjang ruby terlihat menggantung sempurna, hiasan natural tertata rapi pada wajah ruby. Siapapun yang melihat itu pasti akan terpesona dengan kecantikan ruby.
"Happy Anniversary mom!" Peluk Ruby bergantian.
"Eghem"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 209 Episodes
Comments
îñdâh
visual nya mana thor
2021-03-12
5
Astri
pnsran siapa pemeran prianya
2020-12-11
29
Herlina Aulina
selamat
2020-12-01
4