Bab 19: Rencana Nilai Akhir

          Crush memanggilku, Clarity dan Gray untuk bertemu di cafetaria. Dia akhirnya membeberkan rencananya untuk nilai akhir. "Ini harus bagus oke? Aku ingin mendapatkan nilai yang terbaik." Clarity berbicara menuntut. Crush cemberut mendengarnya dan berkata, "Iya, iya. Ini ide bagus kok." Aku dan Gray hanya menunggu dan mendengarkan. Crush lalu mulai menyatakan idenya dengan mata yang berbinar-binar. "Jadi, aku punya ide untuk membentuk grup idol!!"

. . .

         "EH?!!!!" Gray langsung teriak kaget. "T-tunggu ini sangat tiba-tiba. UAS hanya sebulan lagi!! Bagaimana kita bisa membentuk grup idol?!!" Clarity langsung menyatakan tidak setuju. "Crush, jika idemu seperti ini, HARUSNYA KAMU BILANG DARI BULAN-BULAN LALU!!!" Aku hanya diam lalu melotot ke Crush. "E-eh, maaf gess. Soalnya aku gak enak karena bulan lalu kan Amethyst lagi sedih-sedihnya karena skandal jatuh itu. Tapi, dengerin aku dulu temen-temen. Aku punya rencana agar kita bisa bikin grup idol ini berjalan dengan lancar." Kita pun menenangkan diri dan membiarkan Crush menjelaskan secara rinci idenya. "Oke, pertama Gray. Yang perlu kamu lakukan adalah membuat musik dan membuat backing sound. Kamu juga adalah orang yang bertugas di backstage dan kau akan memantau kami serta memberitahu apa yang harus kami lakukan lewat ear device yang akan di pasang di setiap telinga kita." Gray terdiam sebentar namun tak lama kemudian ia mengangguk. Crush lalu berpaling pada Clarity dan aku. "Lalu, kita bertiga akan tampil di panggung. Yang berada di posisi tengah adalah Amethyst. Namun, seiringnya berjalannya lagu kita juga akan berganti-ganti posisi sesuai bagian yang kita nyanyikan. Yang pastinya, Amethyst akan banyak di posisi tengah. Bisa dibilang ia adalah vokalis utama dan center. Aku bisa menari sejak aku kecil dan dulu aku mengikuti les dance. Clarity, kau harus menunjukkan visual yang bagus di atas panggung. Lalu, aku juga akan membuat baju-baju yang akan kita kenakan." Oke, sepertinya aku mulai menyukai ide ini. Maka dari itu, aku mengangguk setuju. Claroty juga tersenyum dan mengatakan pada Crush bahwa ia setuju.

          Aku lalu mulai teringat dengan kriteria penilaian UAS yaitu performance, backstage, outfit, visual, dan karisma. Hmm, sepertinya ide idol grup ini tidak buruk juga. "Sekarang kita tinggal menentukan nama grup." Kata Clarity. Crush mengangguk sambil terlihat berpikir, "Hmm, apa yaa yang bagus?" Kita semua berpikir dan tiba-tiba Gray memberikan ide nama. "U-umm bagaimana kalau nama grupnya adalah Fuyumi?" Menurutku, itu nama yang bagus. "Fuyumi, bagus juga." Kataku. Clarity dan Crush lalu menyetujuinya. ****** pun terbentuk. Kita pun mulai persiapan di hari esok. Kita mulai membantu Gray mempersiapkan lagu yang akan kita nyanyikan. Kita akan menyanyikan lagu berjudul 'Core'. Lagunya memiliki genre rock. Lagu ini memiliki makna yaitu mendalami diri sendiri dan kita menggunakan metafor yaitu 'Core' atau inti. Kita benar-benar bekerja keras dalam UAS ini dan dalam satu minggu kita berhasil menyelesaikan lagu 'Core'. Setelah itu, aku, Clarity, dan Crush mulai latihan nyanyi dan menari. Kita menari secara simpel dan gampang. Para guru menyarankan agar kami melakukan ekspresi di cermin dan juga melatih agar stamina meningkat karena waktu UAS cukup dekat.

          Akhirnya sudah sampai pada hari ketiga sebelum UAS. Jujur saja, badanku sakit semua dan aku merasa sangat kelelahan. Namun, demi mencapai mimpiku ingin menjadi selebriti tingkat atas, aku akan melakukan yang terbaik agar sampai di kejayaan. Bahkan jika tubuhku sudah sangat lelah dan rasanya seperti mau patah. Crush lalu tiba-tiba datang dengan pakaian kita dan kita memulai sesi fitting. "Wahhh, lihatlah kita terlihat sangat bagus bukann?!!" Crush sangat senang melihat hasilnya. Aku lalu membayangkan diriku, Crush, dan Clarity berada di panggung.

          Kita memang trio yang sangat keren. Kita mengirim foto selfie kita ke Gray dan dia bilang bahwa desain Crush bagus. Crush tentu saja sangat senang dong desainnya di puji. Kita lalu mulai mencoba menari dengan pakaian tersebut. Memang agak susah awalnya tapi akhirnya berhasil dan kita lalu mulai latihan terakhir kita karena besok kita sudah gladi bersih. Ya, sekolah besok akan mengadakan gladi bersih untuk kita semua yang akan tampil. Kalau seingatku kelompok kami memulai gladi bersih pada jam 10 pagi. Aishh, sungguh menyebalkan. Padahal aku, Clarity dan Crush berharap kota mendapatkan yang jam 2 siang. Tapi sepertinya besok Sabtu kita tidak bisa bangun kesiangan.

         Aku, Crush, dan Clarity kembali ke asrama. Clarity di gedung asramanya, sementara aku dan Crush ke gedung asrama kita. Hari ini sungguh melelahkan. Namun, Crush memberitahu padaku bahwa kita harus segera tidur karena besok jam 9 pagi kita sudah harus berada di lokasi sekitar panggung. Tentu saja kita tidak lupa untuk meberitahukan Gray perihal hal ini. Aku akhirnya menutup mata dan tidur. Keesokan harinya, aku dibangunkan oleh Crush jam 8 pagi. AAAAAA sangat susah aku membuka mata. Tapi akhirnya aku terpaksa bangun dan kita berempat sampai di lokasi panggung dengan kondisi yang agak teler. Untungnya suara-suara musik dari performance beberapa anak membangunkan kita. Sungguh tidak beruntung mendapatkan jam 10 pagi sebagai hari gladi bersih kita. Akhirnya giliran kita ****** tiba juga. Kita segera mengatur posisi, Gray mempersiapkan segalanya di backstage dan memantau kita dari layar backstage. Setelah melihat kita sudah siap di posisi kita, dia lalu langsung menyetel lagu. Kita pun langsung menari dan bernyanyi. Semuanya berjalan dengan sangat lancar di awal. Sampai tiba-tiba aku menyadari bahwa Crush, heelsnya sepertinya akan segera patah. 3 detik. 2 detik. 1 detik.

KRAK

Menyadari Crush yang akan jatuh ke belakang, aku segera menangkapnya dari belakang agar ia tidak cedera. Kita semua langsung berhenti di tempat. Gray yang menyadari ini dari layar segera menghentikan lagu dan berlari ke panggung. Seorang guru lalu langsung berkata, "Performance kalian sudah bagus di awal. Namun, sayangnya itu menjadi kelar semua karena heels yang mau rusak. Saya sarankan saat hari kalian tampil, kau yang berambut pirang memakai sepatu baru! Lagipula kenapa sii memakai sepatu yang sudah mau rusak!!" Kita pun ditegur oleh guru tersebut. Selesai ditegur kita turun dari panggung ke backstage dan membiarkan Crush menenangkan diri dari syoknya saat tampil tadi. Dia berkata, "Aku tidak akan menyangka sepatunya akan patah. Terima kasih Amethyst, sudah menangkapku dari belakang tadi. Jika tidak, aku pasti sudah cedera." Aku menggelengkan kepala dan berkata, "No problem. Yang penting kau baik-baik saja dan sekarang kita butuh sepatu baru untukmu." Clarity setuju, "Di kamar asramaku ada banyak sepatu. Coba kau lihat." Crush tersenyum mendengarnya dan ia lanjut menarik nafas. Sementara itu, aku dan Clarity membantu Gray membereskan perlengkapan kita di backstage.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!