Bab 6: Realita Yang Tidak Mengenakan

Ini adalah hari pertama sekolah. Apa yang ada di pikiran kalian saat hari pertama sekolah? Pasti masa-masa yang masih santai. Masa-masa dimana guru-guru masih baik-baik. Sifat buruknya belum terlihat. Tetapi, aku dan Crush terlihat lumayan stres. Kita terlihat sedih sambil memakan nasi goreng telur. Semua orang memperhatikan kita dengan aneh. Clarity dan Gray tiba-tiba datang duduk dengan kita. "Hei, kalian kenapa?" Crush hanya menunduk. Sementara aku menghela nafas lalu menjawab, "Kita disuruh membuat esai tentang salah satu selebriti yang terkenal. Kita harus menjelaskan biodata mereka serta pencapaian mereka selengkap-lengkapnya." Wajahku semakin lesu mengingat-ngingat tugasnya. Clarity lalu tersenyum percaya diri dan berkata, "Itu masih tugas yang sangat gampang lhoo. Kalau tugasnya seperti itu mah aku pasti cepat selesai." Crush lalu bertanya pada Clarity, "Ngomong-ngomong kalian sudah mendapat tugas?" Gray lalu menjawab, "Di kelasku dan Clarity, kita mendapat tugas untuk membuat data diri kita. Seperti CV tetapi menjelaskan kemampuan kita. Juga harus ada portfolionya." Clarity lalu menambahkan, "Menurutku ini adalah tugas yang sangat bermanfaat. Ini bisa membuatku menceritakan bakat dan kemampuanku kepada para guru." Crush lalu cemberut dan berkata, "AAAAAAA. Aku iri. Aku juga ingin hanya membuat CV." Di sisi lain aku memiliki opini berbeda. "Kurasa aku lebih baik jika kita belajar langsung to the point bagaimana agar kita bisa menjadi artis."

Aku dan Crush pulang sekolah ke asrama dengan wajah yang sangat kelelahan. "Ini adalah hari pertama. Tapi kita sudah disuruh membuat esai, membuat CV juga sama seperti Clarity dan Gray, membuat foto fashion dan temanya akan diundi." Aku menghela nafas dan menambahkan, "Lalu disuruh melakukan wawancara terhadap salah satu kakak kelas kita dengan alasan agar kita dapat mencari inspirasi dari mereka." Crush menundukkan kepalanya. Namun, tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan terlihat pede. Dia lalu mengatakan padaku, "Ini adalah mimpi kita kan. Mari kita buktikan kepada para guru bahwa dengan banyaknya tugas setiap hari, kita tetap mengerjakannya dengan totalitas." Aku tersenyum mendengar kata-kata Crush. Apa yang dikatakan olehnya betul. Jika kita tidak bisa melakukan ini, bagaimana selanjutnya perjalanan kita sebagai seorang artis. Aku dan Crush akhirnya menyusun rencana untuk menyelesaikan semua tugasnya. Targetnya, malam ini kita berdua sudah harus menyelesaikan esai biodata salah satu selebriti. Lalu, besok kita akan bangun lebih pagi untuk menyelesaikan CV. Untuk sisanya karena memiliki jangka waktu yang lebih lama, kita akan mencari cara agar bisa melakukannya dengan totalitas.

Sesampainya di kamar, kita langsung duduk di meja kerja dan mengerjakan biodata. Waktu terus berjalan dan aku berhasil menyelesaikan 3 halaman. Crush juga sama. Ini adalah pertama kali aku mengerjakan esai dengan penuh totalitas dan niat. Sebelum-sebelumnya aku selalu mengerjakan esai setengah halaman. Hal ini membuat para guru selalu memberiku nilai dibawah 60. Mungkin karena ini adalah hal yang kuperjuangkan. Aku mengerahkan apapun untuk mencapainya. Kita berdua akhirnya beristirahat. Sungguh malam yang melelahkan untuk hari pertama sekolah. Tetapi ini baru hari pertama. Bagaimana dengan hari-hari selanjutnya. Ayolah, Amethyst! Kamu harus kuat!! Aku menengok ke Crush dan menemukan dirinya sudah fokus dan serius pada game yang sedang ia mainkan. Aku memutuskan untuk berjalan keluar dari asrama. Hawa-hawa alam dari luar adalah yang kubutuhkan sekarang. Aku melihat bintang-bintang di atas langit sambil berjalan. Tak lama kemudian, aku mendemgar suara musik. Siapakah itu? Suaranya dekat dengan perbatasan asrama cowok dan cewek. Aku menelusuri lebih dalam. Di bagian perbatasan ada gazebo dan aku menemukan seseorang di sana. Aku mengendap-endap dan melihat. Aku kaget rupanya di sana ada Gray. Gray sedang memainkan gitarnya. Kurasa karena malam ini sunyi dan sepi suara gitarnya terdengar dengan jelas.

Senyum dan pikiran licik muncul di wajahku. Aku akan mengagetkan Gray. Aku diam-diam mengendap lalu "LELELELELELELELE!!!" "WAHHHH!!" Gray saking kagetnya dia sampe melompat. "Amethyst!! Kamu!!" Aku tertawa terbahak-bahak sementara Gray menggembungkan pipi cemberut. "Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" Aku bertanya pada Gray. "Aku sedang berusaha untuk merekam video yang sempurna." Jawabnya. "Video untuk apa?" "Clarity mmeberitahuku membuat video di media sosial adalah salah satu cara agar aku bisa di notice oleh klub band DEMO. Band paling terkenal di sekolah kita!" Matanya berbinar-binar saat membicarakan band DEMO. Sepertinya ia benar-benar berambisi agar bisa masuk band tersebut. "Ooo jadi begitu?" "Iya, tetapi aku sangat gugup dengan kamera dan malah mengacaukan nada musikku." Aku tersenyum lalu berkata, "Bolehkah aku mendengar nada musik yang kamu ciptakan?" "Tentu boleh." Dia lalu mulai memainkan gitarnya. Dia bermain dengan lancar dan musik ciptaanya sangat indah. Setelah selesai aku bertepuk tangan. "Sangat indah!!" Dia tersipu malu lalu berkata, "Ketika aku tidak di depan kamera, aku bisa lancar memainkannya." Aku lalu berpikir dan muncul ide di kepalaku, "Bagaimana kalau aku membantu dengan menyanyi sesuai alunan nadamu?" Gray kaget mendengar ucapanku. "Apa?! Jangan-jangan! Aku hanya akan merepotkan dirimu." Aku tersenyum dan berkata, "Tidak-tidak. Sama sekali tidak merepotkan. Kurasa kau akan lebih berani jika ada orang di sebelahmu. Ayo. Aku akan bernyanyi lagu audisiku mengikuti alunan nadamu." "O-oke baiklah." Gray menjawab dengan gugup.

Kamera sudah siap. Gray dan aku sudah siap. Gray mulai memainkan gitarnya dan aku bernyanyi. Meskipun wajah Gray jelas terlihat gugup, tapi dia bermain dengan baik. Akhirnya video selesai dibuat. Gray berterima kasih padaku dan ia menunjukan nama channelnya. Rupanya sudah ada beberapa subscriber. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia memang sempat posting beberapa video sebelumnya. Tetapi itu lebih tentang cover. Jadi dia meng-cover yang sudah ada. Ini adalah pertama kalinya ia membuat nadanya sendiri. Aku segara mengambil hapeku dan subscribe channel Gray. "Sekali lagi terima kasih Amethyst. Aku akan kembali lagi ke asramaku." Aku melambaikan tangan dan aku pun kembali ke asramaku. Sesampainya di sana aku melihat Crush yang sudah tertidur pulas di kasurnya. Aku melihat hapenya masih menyala. Seprtinya ia lupa mematikannya sebelum tertidur. Akhirnya aku diam-diam mematikannya. Aku lalu juga berencana tidur mengistirahatkan diri. Entah aku bisa tidur atau tidak. Karena aku memikirkan tentang tugas-tugasku. Memang untuk menjadi artis aku harus berada di titik paling bawah dulu baru aku bisa merasakan kejayaan nantinya. Besok adalah hari baru dan aku harus lebih berusaha daripada hari ini. Karena pasti ada tugas yang lebih susah di hari esok.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!