Hari ini, aku memutuskan untuk menemui Gray. Aku menyuruhnya untuk bertemu denganku di Cafetaria sekolah. Di sana aku menemukan Gray, tetapi wajahnya terlihat sangat sedih. Aku bingung apa yang terjadi. Di sisi lain ada Clarity yang terlihat pusing melihat Gray. Aku segera menghampiri mereka. "Gray, ada apa?" Aku bertanya dengan khawatir. Gray tidak menjawab seperti dia enggan untuk menjawab pertanyaanku. "Temanmu ini memiliki masalah besar. Ini akan sangat berpengaruh dengan lomba SURE Entertainment kalian." Kata Clarity. Memangnya apa yang terjadi dengan Gray. Kenapa ini akan berpengaruh dengan lomba kita. Gray lalu menatapku dengan mata penuh penyesalan. "Amethyst, sebenarnya aku..." Ia terhenti sejenak. Lalu tiba-tkba dengan kencang sambil menangis ia berkata, "Aku tidak sengaja merusak gitarku sendiri!! Huhuhuhu!!" Aku kaget mendengar pernyataanya. Apa gitarnya rusak?!! Yang benar saja. Gray lalu lanjut berbicara sambil menangis, "Kurasa Clarity benar. Seharusnya aku mengganti gitarku yang kuno dan sudah usang. Tapi aku tidak mau. Lalu kemarin malam saat sedang latihan bermain gitar dengan lagu 'Diamonds are a girl best friend', tiba-tiba dua senar gitarku putus!!!" Oke, aku mulai panik. Bagaimana ini?!! Apakah kita harsu mengundurkan diri? Apa yang harus kita lakukan?! Aku panik. Aku akhirnya berusaha menenangkan diri dengan menghela nafas.
Setelah cukup tenang, aku meminta Gray untuk tenang. "Apakah ada tempat untuj meminjam gitar di sekolah ini? Tempat yang kamu tahu?" Aku bertanya pada Clarity. Clarity berpikir sebentar, lalu dia berkata, "Ada, tetapi itu ada di klub band dan kalian harus meminta pinjam kepada band DEMO." Gray yang mendengar nama band DEMO langsung bertanya, "Mereka mau meminjamkan tidak yaa?" Aku lalu menjawab pertanyaan Gray, "Kita harus mencobanya!!" Gray menatapku kaget. "Tetapi kita hanya anak-anak kelas satu dan DEMO adalah grup band dengan anak-anak kelas tiga dan sangat berbakat. Kurasa mereka tidak akan mau meminjamkan kita gitarnya." Meskipun aku tidak tahu akan dipinjamkan atau tidak, namun entah kenapa aku memiliki perasaan ini bahwa aku harus berjuang untuk lomba ini. Aku akhirnya tanpa basa-basi segera menuju ke ruang band. Gray menyadari perbuatanku dan memutuskan untuk mengikuti. "Kau yakin dengan ini?" Aku tersenyum dan menjawab, "Jika kita tidak mencoba kita tidak akan pernah tahu jawabannya, bukan?" Gray menatapku kagum. Kita lalu segera pergi ke ruang band.
Sesampainya di sana, tiba-tiba aku mendengar sebuah pertengkaran. Gray dengan takut berkata, "Amethyst, sepertinya kita lebih baik kembali saja. Mereka terlihat sedang bertengkar." Aku tidak mendengar perkataan Gray dan malah menguping. "Astaga Amethyst." Gray akhirnya juga ikut menguping. Di dalam aku mendengar suara seperti ini.
"Apa?!! Yang benar saja. Kita sudah berjanji unyuk latihan hari ini bersama-sama dan kau mengatakan bahwa vokalis kita terlambat?!!"
"Dia beralasan sedang menghadiri sebuah seminar katanya."
"Bagaimana ini?!! Bagaimana kita bisa latihan tanpa sebuah vokalis?!!"
"Mungkin salah satu dari kita hari ini dapat menjadi vokalis dan memgambil posisi Bryan untuk sementara."
Sepertinya mereka bertengkar gara-gara vokalis mereka bernama Bryan terlambat. Tiba-tiba muncul sebuah ide di kepalaku. "Gray, itu dia!! Aku punya ide!!" "Ide apa yang kau miliki?" Aku tersenyum dan berkata, "Aku akan menawarkan diri sebagai pengganti vokalis sementara mereka untuk latihan ini. Lalu, sebagai gantinya aku akan meminta mereka untuk meminjamkan gitarnya untuk lomba kita besok." Gray hanya bisa menganga mendengar ideku. Wajahnya juga menunjukkan ekspresi kaget. "Apa kau serius?!!" "Iya, ayo kita coba!" Gray akhornya hanya mengangguk. Aku lalu mengetuk pintu ruang band tersebut. Tak lama kemudian seseorang membukanya. "Iya, anda siapa ya?" Aku menarik nafas dan berkata, "Hai, namaku Amethyst. Aku dengar kau butuh vokalis sementara untuk latihan bandmu. Bagaimana jika aku menjadi vokalis sementara kalian? Sebagai gantinya, aku ingin kalian untuk meminjamkan gitar kalian pada kami." Aku sengaja membuat volume suaraku agak keras supaya terdengar. Orang tersebut terdiam mendengarku dan berkata, "Hmm, bagaimana ya? Masalahnya..." Belum selesai dia berbicara tiba-tiba seseorang di belakangnya mendekat dan berkata, "Boleh!! Tentu saja, lagipula kita sangat membutuhkannya sekarang!!" Orang yang membukakan pintu sangat kaget dan menoleh ke belakang. "Apa kau yakin?! Dia terlihat seperti anak kelas 1 yang baru masuk sekolah ini!! Dia pasti masih amatir, Roy!" Ternyata yang memperbolehkanku menjadi vokalis sementara adalah orang bernama Roy. "Tidak apa-apa Tamaki, ini kan cuma latihan. Dia juga bisa sambil melatih kemampuan vokalnya kan?" Dan ternyata orang yang membukakan pintu bernama Tamaki. Akhirnya aku dan Gray diperbolehkan untuk mengikuti latihan. Sembari Gray berbincang-bincang dengan Roy yang ternyata adalah gitaris band dan idolanya. Aku mulai mempelajari lagu band tersebut dan ternyata mereka adalah pecinta genre rock.
Waktu berjalan dan aku melakukan latihan bersama band DEMO. Di sisi lain, Gray menyemangatiku. Ini adalah pertama kalinya aku menyanyikan lagu rock. Setelah selesai berlatih, Roy memanggilku. "Hei kau!! Kau yang namanya Amethyst kan?" "Eh iya, itu aku!" Roy kemudian tersenyum padaku dan berkata, "Ya, kau memang masih harus banyak latihan bernyanyi. Tetapi mendengar suaramu hari ini. Kau bisa berpotensi untuk menjadi vokalis rock band." Aku senang mendengarnya. Aku tahu masih banyak hal dalam diriku yang belum terasah, tetapi mendapatkan pujian bahwa aku memiliki potensi besar dari artis yang sudah cukup terkenal membuatku sangat senang. Lalu, ia berbalik pada Gray, "Kau ingin menjadi seorang gitaris kan?" Gray dengan gugup menjawab, "I-iya itu benar." Roy lalu berkata, "Caramu bermain gitar tadi itu sangat bagus. Hanya saja sama seperti Amethyst, kalian adalah orang-orang yang talentanya belum diasah. Jika kalian mengasah talenta kalian dengan baik, pasti kalian bisa menjadi artis papan atas. Aku yakin dengan hal itu." Gray tersenyum sekaligus kagum mendengar jawaban Roy. Tiba-tiba aku teringat tentang masalah gitar. "Oh ya, ehmm, kak Roy. Sekarang bolehkah kami meminjam gitarnya?" Roy lalu tertawa dan berkata, "Tentu boleh!! Melihat kalian sangat antusias dalam latihan hari ini membuatku kagum! Aku akan meminjamkan gitarnya pada kalian jangan sampai rusak yaa." Kita berdua langsung menunduk mengucapkan terima kasih. Akhirnya masalah terpecahkan. "Dengan begini, kita bisa latihan bersama sekarang." Gray tersenyum kepadaku sambil menganggukan kepala. Kita pun menyari tempat untuk berlatih dan kita memutuskan untuk berlatih di taman sekolah karena tempatnya sunyi dan indah. Sesampainya di sana, kita bertemu Crush dan Clarity. "Hai, kalian? Kenapa kalian ada di taman?" Crush bertanya padaku. "Kami ingin latihan untuk lomba SURE Entertainment." Crush lalu meras senang dan berkata, "Oke aku akan mendengarkan performance kalian!!" Clarity lalu menambahkan, "Tidak disangka kalian berhasil meminjam gitarnya. Aku apresiasi untuk itu. Sekarang, aku juga ingin ikut mendengar lerformance kalian." Dengan penuh ambisi aku berkata, "Oke, inilah performance dari Gray dan aku. Ready, set, go!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments