Kabar baik!! Kabar baik!! Aku sangat senang!! Ternyata laguku diterima sebagai ost drama It's Convenience. Kabar tersebut tentunya sudah langsung di beritakan di mana-mana. Follower dan sibscriberku bertambah banyak. "Selamat, Amethyst!! You deserve it!!" Crush bersama Clarity dan Gray mengundangku ke restoran untuk merayakannya. "Sekarang sepertinya kau adalah seorang E-List." Clarity berkata seperti itu kepadaku. Aku lalu membuka aplikasi bernama STARS. Itu adalah aplikasi yang penting bagi pemula selebriti dan selebriti tingkat atas. Aku melihat rankingmu di sana dan aku sudah masuk jajaran E-List Celebrity. Tak lama kemudian, makanan mulai berdatangan. "Hmm, baunya enak sekali." Kata Gray. Dia langsung memotong fuyunghai yang ada di meja. Clarity susah memesan fuyunghai, nasi hainan, sup kepiting, dan bingsu. Kita langsung dengan antusias dan penuh rasa lapar menghabiskan makanan lezat ini. Setelah selesai merayakan, aku bersama kawan-kawanku pulang kembali ke asrama. Para anak-anak panti asuhan dan Bu Mulia lalu juga mengucapkan selamat lewat chat dan Bu Mulia mengirimkanku hadiah-hadiah yang dibuat oleh anak-anak panti asuhan. "Woww, ini cookies buatan bu Mulia. Enak sekali!!" Crush berbicara sambil memakan kiriman cookies yang kuterima dari panti asuhan. Aku mengangguk sambil memakan cookiesnya.
Keesokan harinya, aku segera pergi ke AMaze Studio untuk melakukan sesi recording lagu simplicity. Di sana aku langsung bertemu dengan sutradara dan pengatur studio. Aku lalu mulai bernyanyi. Namun, bernyanyi di studio tentu berbeda dari bernyanyi yang biasanya. Di sini aku harus merecord ulang suaraku berkali-kali agar mendapatkan hasil yang tepat. Bahkan ada beberapa bagian dalam lagu yang diubah sedikit. Selain itu, yang paling menyebalkan adalah sutradara film ini agak galak dan dia selalu meminta emosiku tercurahkan dalam bernynayi yang menurutku masih susah. Sesi recording rupanya cukup lama. Aku berangkat pagi dan selesai sore. Jujur, karena tidak terbiasa, mulutku terasa capek. Padahal aku hanya bernyanyi dari pagi sampai sore tetapi badanku tetap terasa lemah. Sesampainya di asrama, Crush langsung memberiku jahe. Aku sebenarnya berniat menolak. Namun karena aku tidak ingin suaraku serak lagi, aku akhirnya terpaksa meminum jahe meskipun sebenarnya aku tidak suka.
Kehidupanku di sekolah mulai berubah. Banyak orang-orang di sekolah mulai menjadi penggemarku. Setiap hari saat makan siang di Cafetaria, para ibu dan bapak kantin selalu memberiku porsi terbesar. Lalu, setiap weekend saat aku balik ke panti asuhan, ibu di Convenience Store mengatakan bahwa aku sudah dikenal oleh seluruh kota Dentro. Intinya aku seperri selebriti lokal. Benar juga sih. Sekarang kemana-mana aku pergi semua orang selalu memperhatikanku. Bahkan ada yang meminta tanda tangan. Ini adalah hal yang menyenangkan. Namun, kembali ke realita. Aku harus melakukan studio recording lagi di AMaze Studio. Seperti biasa hari ini sang sutradara memintaku melakukan nada yang tidak masuk akal. Dan bahkan menyuruhku fales sedikit. Aku mulai sebel sebenarnya dengan orang ini. Tapi, dia adalah orang yang sudah berpengalaman lebih daripadaku di dunia hiburan. Jadi, lebih baik aku menuruti saja apa yang dia inginkan. Setelah selesai bernyanyi aku tidak langsung pulang. Aku ingin makan dan istirahat sejenak di studio. Sementara, sang sutradara langsung meninggalkan studio setelah aku selesai. Tak lama kemudian, penjaga studio memghampiriku. "Kau pasti lelah. Ingin donut?" Aku tersenyum dan menerima tawarannya. Sembari makan, aku bertanya padanya, "Aku bingung, kenapa recoding harus berkali-kali? Padahal kalau menurutku hasil pertama sudah bagus." Penjaga studio tersenyum dan menjawab. "Memang itu bagus. Tapi tidak sampai amazing. Amazing dan yang terbaik termasuk visi misi studio ini." Aku lalu menatap dengan ekspresi bertanya kepada orang tersebut.
Mengerti maksud wajahku, ia lanjut berbicara. "Dulu ini adalah studio yang sangat kecil. Tidak terkenal sama sekali. Namun, namanya sangat bagus bukan? AMaze Studio. Kita selalu ingin yang terbaik dari hasil studio recording kita. Effort kita selalu lebih daripada studio yang lain." AMaze studio rupanya studio kecil. Pasti penuh perjuangan untuk membangunnya sampai sebesar ini. Dia lalu lanjut bercerita, "Coba kau lihat gambar-gambar di studio ini. Masing-masing menunjukkan prestasi kami setiap tahun dan kamu adalah prestasi baru kami." Dia menepuk pundakku. "Ini adalah pertama kalinya AMaze Studio recording lagu ost drama. Maka dari itu, kami semua termasuk sutradara berharap lebih padamu." Jika hasil yang dihasilkan tidak maksimal, studio pasti akan rugi dan itu semua salahku. Setelah cukup lama berbincang-bincang aku pulang ke asrama. Seperti biasa aku meminum jahe. Namun, setelah itu aku keluar asrama. "Kau mau kemana?" Crush bertanya padaku. "Untuk latihan." Aku menjawab sambil tersenyum lalu segera meninggalkan asrama.
Taman sekolah adalah tempat yang tenang. Suara jangkrik memenuhi tempat tersebut. Aku lalu mulai bernyanyi dengan berbagai ekspresi dan membuat nada suaraku berbeda-beda. Pokoknya aku tidak boleh gagal dalam ost drama ini. Aku harus berusaha lebih. Jika tidak, semuamya akan kecewa padaku dan terlebuh lagi AMaze Studio pasti akan rugi. Ingat Amethyst!! Kau prestasi baru mereka. Jangan mengecewakan sutradara dan seuluruh orang di AMaze Studio. Aku bernyanyi sampai jam 11 malam. Aku tentu membawa minum agar suaraku tidak serak. Setelah itu baru aku kembali ke asrama.
Rutinitasku berjalan seperti biasa. Aku mulai sering menghabiskan waktuku di recording studio. Sementara itu, Crush selalu memberitahukanku akan pelajaran apa saja di hari itu dan tugasnya. Aku masih siswa yang bertanggung jawab. Aku masih mengerjakan semua tugas-tugasku dengan baik. Waktu berjalan dan sesi recording lagu ost selesai. 1 bulan lagi drama akan dirilis. Aku tidak sabar mendemgar laguku dan menonton dramanya. Selama menunggu 1 bulan itu, aku sering melakukan konsultasi dengan bu Sumiko dan beberapa guru lainnya karena aku adalah selebriti baru dan jujur, rasa gugup selalu menghantuiku di setiap saat. Tory juga sesekali datang kepadaku memberi nasihat.
1 bulan kemudian, drama episode 1 It's Convenient telah rilis. Aku sangat senang. Aku lalu mendengar laguku untuk pertama kalinya. Aku sangat kaget. Oh my god, ini bagus sekali. Sekarang aku mengerti, kenapa recording harus berkali-kali. Ini adalah hasil yang sempurna. Aku sangat puas. Cerita episode 1nya juga sangat lucu. Aku nobar (nonton bareng) dengan Crush, Clarity, dan Gray sambil memakan popcorn. Beberapa hari kemudian, aku mendengar dari berita bahwa drama It's Convenient viral. Aku tentu lega mendengar kabarnya. Para kritik juga memuji suaraku dan laguku. Mereka mengatakan bahwa suaraku unik dan berbeda dari vokalis lain. AAAAA aku sangat senang dan bersyukur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments