Bab 11: Aku Sangat Terpuruk

Setelah semua kontestan selesai menunjukkan performanya masing-masing, para juri pun berdiskusi siapa yang menenangkan lomba. Aku dan Gray, kita berdua sangat gugup. Namun, kita sudah memberikan yang terbaik dan menurutku aku sudah mengerahkan semua yang aku miliki. Tetapi, apakah itu cukup bagi para juri? Bisa saja tidak. Tak lama kemudian kita mendapatkan pengumuman, "Para kontestan, mohon semua untuk berkumpul di panggung." Aku dan Gray serta kontestan lainnya berkumpul di panggung. Semua orang menyoraki kita. Bahkan sudah ada beberapa kontestan yang memiliki penggemar. Aku sangat iri dengan mereka. Tetapi jangan biarkan rasa iri ini menguasaimu Amethyst. Suatu hari kau pasti bisa mendapatkan fansmu sendiri. Apalagi mungkin jika aku memenangkan lomba ini. Sebuah tabel lalu muncul. Menunjukkan tingkatan 10 kontestan dengan performa terbaik dengan nomor 1 sebagai pemenang lomba ini. Nomor 1 sudah jelas adalah targetku. Satu persatu nama mulai masuk dari nomor 10. Gray yang berada di sebelahku gemetaran. Dia lalu menggenggam tanganku dengan sangat kuat. Sudah sampai di nomor 3 dan namaku serta Gray tidak muncul. Aku mulai menjadi khawatir. Apakah sebenarnya aku sangat buruk di mata juri? Meskipun aku sudah mengerahkan segalanya. MC lalu berkata, "Dan pemenang lomba ini adalah..." Nomor 1 dan 2 pun mulai terbuka dan ternyata...

DEG DEG

DEG DEG

"Selamat terhadap Candice sudah memeangkan lomba ini dan Amethyst serta temannya Gray sebagai runner up!!" Panggung mulai dipenuhi oleh suara penonton. Ada yang protes, ada yang merasa senang, ada yang bertepuk tangan. Aku dan Gray menjadi runner up. Seorang gadis bernama Candice lalu diberi piala emas oleh salah satu juri beserta hadiah uang 1.000.000. Dia juga dihampiri oleh Cluck dan berfoto bersama Cluck dan para jurim Perasaan apa ini? Mengapa aku merasa sangat tidak enak? Ada sesuatu dalam diriku yang tidak menyukai ini. Tiba-tiba seorang juri juga menghampiriku dan memberikan sebuah buket bunga serta uang 500.000. Aku dan Gray lalu berfoto bersama para juri. Aku tidak bisa berfoto dengan Cluck dan setelah ini aku tidak bisa menemui dirinya lagi. Meskipun aku mendengar banyak kontestan lain di belakang yang mengatakan bahwa aku sangat beruntung bisa mendapatkan posisi ini, tetapi perasaan sedih apa ini. Kita lalu melalui penutupan lomba. Peserta sudah diperbolehkan untuk pulang. Gray dan aku, kita berdua tidak mengatakan sepatah kata apa pun saat kembali. "Amethyst, apa kau kecewa?" Aku menatap Gray dan langsung menangis dihadapannya. Gray bingung melihat tingkahku. "Amethyst!! Tenangkan dirimu!!" Gray yang melihatku menangis juga ikut menangis. "Kenapa kau menangis dan lemah sepertiku, Amethyst? Bukankah kau orang yang kuat?" Pertanyaan Gray membuatku terdiam. Ya, aku bukan orang yang kuat. Aku adalah orang yang penuh dengan ambisi tetapi kalah karena talentaku tidak seberapa. Sembari aku dan Gray berusaha menenangkan diri, suara seseorang mengagetkan kita. "Kenapa kalian menangis?" Kita berbalik dan rupanya orang tersebut adalah bu Sumiko.

Bu Sumiko lalu melihat buket bunga dengan tulisan juaran 2 di tanganku. Dia lalu berkata, "Aku tidak kaget." Aku lalu menjatuhkan diriku dan berkata, "Kesal!! Kesal!! Sungguh kesal! Aku kira aku sudah berlatih dengan baik dan aku kira aku dan Gray sudah mengerahkan segalanya!!" Gray mengangguk setuju sambil menangis juga. Bu Sumiko lalu berkata, "Aku akui kalian memang berbakat. Hanya saja kami belum menemjkan titik terbesar potensi dan bakat kalian." Aku menatap bu Sumiko dan berkata, "Ketika kau merekrutku, apa yang kau pikirkan?" Bu Sumiko cukup kaget dengan pertanyaanku. Namun, ia lalu tersenyum dan menjawab, "Karena kau memiliki aura seorang bintang. Saat sedang berada di jalan biasa, mataku hanya tertuju pada satu orang dan itu adalah dirimu. Begitu juga dengan banyak orang lainnya. Seakan-akan presensimu seperti seorang bintang. Hanya saja kau tidak peka." Aku cukup kaget mendengar perkataan bu Sumiko. Selama ini ketika aku berjalan biasa orang-orang memperhatikanku? Bu Sumiko lalu mengalihkan pembicaraan dan berkata, "Kadang ada hal yang tidak bisa diubah. Untuk sementara ini, kurasa kalian harus latihan dan belajar lebih banyak terlebih dahulu. Ayo, masuk asrama kalian masing-masing. Kalian pasti kelelahan." Aku dan Gray menuruti kata-kata bu Sumiko dan kita kembali ke asrama masing-masing.

Sesampainya di sana, aku langsung melapisi diriku dengan selimut sambil mendengar lagu. Ya, ini adalah hal yang kulalukan ketika aku stress. Crush dan Clarity sudah mengerti akan apa yang terjadi lewat Gray. Tak lama kemudian, Crush masuk ke kamar kita sambil membawakan sesuatu. "Hei, kau mau pizza?" Aku tersenyum mendengar penawaran Crush. "Kau memang tahu apa yang terbaik di saat-saat seperti ini!" Crush tersenyum padaku. Tiba-tiba ada yang memgetok pintu lagi. Crush membukakan pintu dan menemukan Clarity. Rupanya ia ingin berkunjung dan melihat keadaanku. Kita pun bersantai di dalam kamar sembari menikmati pizza. "Kau dan Gray memang tidak berpikir dua kali. Jujur, aku sangat kaget sebenarnya saat Gray mengatakan padaku bahwa kaloan akan mengikuti lomba sebesar itu." Kata Clarity. Crush lalu menambahkan, "Kita kan masih kelas 1." Aku hanya mengangguk setuju. Kurasa aku dan Gray memang belum siapa. Crush lalu menghiburku, "Tetapi, untuk lomba sebesar itu kau bisa mendapatkan juara 2 itu keren lhoo." Aku tersenyum mendengarnya. Banyak orang yang memujiku dan Gray saat kita memasuki asrama karena berhasil mendapatkan juara 2. Namun, aku merasa kecewa pada diri sendiri. Rasanya kemampuanku memang harus diasah lagi. Clarity menghela nafas dan berkata, "Aku tahu kau sedang terpuruk. Tapi, jangan sampai terpuruk terus menerus. Kau harus bangkit lagi." 'Bangkit lagi'. Bagaimana caranya aku bangkit lagi? Apakah ini rasanya ditampar oleh realita? Crush lalu menambahkan, "Iya itu benar." Aku lalu terdiam. Tak lama kemudian, aku pun berkata, "Akan kupikirkan bagaimana aku mengatasi keterpurukanku ini." Crush tersenyum mendengar pernyataanku. "Aku yakin kau pasti bisa, Amethyst!" Crush tersenyum mendukungku.

Keesokan harinya, Gray absen dengan alasan ia sedang demam. Apakah efek dari tidak memenangkan lomba sebegitunya terhadap dirinya? Aku sebenarnya ingin menjenguk, tetapi cewek tidak diperbolehkan masuk ke asrama cowok. Jadi, aku menitipkan cookies yang kubuat untuknya kepada satpam penjaga asrama cowok untuk diberikan kepada Gray. Semoga itu dapat menghiburnya. Meskipun cookies buatanku tidak seenak buatan bu Mulia, tapi aku harap Gray suka. Kemarin malam, aku berpikir panjang dan menemukan sebuah ide. Aku akan membuka channel Youtube dimana aku akan meng-cover lagu tetapi juga membuat lagu tersebut menjadi versiku sendiri. Semenjak aku mengikuti lomba SURE Entertainment, follower instagramku bertambah banyak dan bahkan aku di chat oleh seseorang yang mengaku sebagai fansku. Aku belum memiliki rencana apapun tentang video apa yang akan aku rilis. Tetapi, aku rasa ini adalah cara yang baik agar aku bisa bangkit dari keterpurukan. Yaitu, berjuang dengan caraku sendiri!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!