Bab 10: Perjuangan Pertama

Akhirnya, hari lomba pun tiba. Aku dan Gray telah sampai di depan gedung SURE Entertainment. "Wahh, gedungnya besar sekali!!!"Mata Gray berbinar-binar melihat gedung tersebut. Ya, gedung itu memang besar. Aku berharap aku bisa menjadi artis naungannya kedepan nanti. Kita lalu diarahkan oleh penjaga ke ruangan kontestan. Sesampainya disana kita melihat banyak sekali orang dengan bakat bernyanyi yang berbeda-beda. Apakah suaraku bisa mengimbangi mereka? Gray lalu berkata kepadaku, "Bagaimana kalau kita berlatih juga sama seperti mereka? Anggap saja ini sebagai gladi bersih." Aku mengangguk setuju. "Oh ya, ngomong-ngomong apa kau sudah mempersiapkan outfit yang tepat?" Aku tersenyum mendengar pertanyaan Gray. "Sudah dong!! Aku beruntung sekali memiliki Crush sebagai temanku!" Gray tersenyum kepadaku dan berkata, "Syukurlah kalau begitu." Kita berdua pun mulai berlatih. Sembari berlatih, aku melihat rupanya kontestan lomba ini lumayan banyak. Dan semuanya memiliki keunikan masing-masing.

Tak lama kemudian, aku merasa kebelet pipis. Jadi, aku pergi ke toilet sebentar. Sudah selesai dengan urusanku di toilet. Aku berlari kembali ke ruang tunggu kontestan lomba. Aku secara tidak sengaja menabrak seseorang. Aku langsung meminta maaf meskipun aku tidak tahu siapa orangnya. Aku mengangkat kepalaku dan betapa kagetnya aku melihat wajah orang tersebut. Orang itu adalah Cluck!! Idolaku!! Pujaan hatiku!! Apa dia akan memarahiku karena aku berani-berani menabraknya? Cluck lalu tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa gadis. Lain kali jangan lari-lari dan lebih berhati-hati yaa." AAAAAA OHMYGOD OHMYGOD OHMYGOD!! Cluck barusan berbicara denganku. Dia lalu bertanya, "Apakah kau staff baru disini? Aku belum pernah melihatmu?" AAAAA, Cluck suaramu sangat indah. Aku menjawab pertanyaan Cluck dengan gugup dan agak terbata-bata, "Umm a-anu, a-a-aku mengikuti lo-lomba yang diadakan oleh SU-SURE Entertainment!" Melihat diriku yang gugup membuat dia tertawa. AAAAA, aku membuatnya tertawa. Aku membuatnya tertawa!!! "Penjurian disini sangat ketat, tetapi jika kau sudah latihan dengan benar dan percaya diri, aku yakin kau bisa menang." Apakah ini kenyataan? Cluck barusan menyemangatiku meskipun sedikit. "I-iyaa." Saat menjawabnya aku bahkan hampir terjatuh. Sepertinya aku tidak akan pernah melupakan pengalaman ini. "Ngomong-ngomong, aku memiliki sedikit informasi tentang lomba. Apakah kau mau mendengarnya? Namun, aku mendengar ini dari desas desus para staffku." Mendengar tawarannya, bagaimana aku bisa menolak. Ooh, Cluck. Aku tidak akan pernah menolakmu. "Tentu!! Aku mau mendengarnya!!" Cluck tersenyum puas lalu berbisik, "Jadi, aku mendengar para juri akan lebih suka jika kamu sedikit menari saat bernyanyi. Itu untuk menunjukkan bahwa suaramu bisa stabil meskipun ada pergerakan sedikit." Cluck berbisik kepadaku!! Suaranya OHMYGOD!!! Oke Amethyst, kau harus tenang. Jangan sampai kau bertingkah memalukan di depan idolamu. Aku menundukkan kepala dan mengucapkan terima kasih. Cluck tertawa lalu dia pergi meninggalkanku. Aah, andaikan saja aku bisa berbicara lebih lama dengannya. Namun, aku tahu Cluck adalah seorang artis yang sedang berada di puncaknya. Dia pasti memiliki banyak kesibukan yang harus ia kerjakan.

Aku kembali ke ruang tunggu dan Gray cemberut kepadaku, "Kemana saja kamu?" Aku menggaruk kepala dan menjawab, "Kau tidak akan percaya tetapi aku bertemu dengan Cluck dan kita berbincang-bincang sebentar." Gray membelalakan matanya. "Apa kau serius?!!" Aku mengangguk. Gray langsung menyatakan padaku betapa beruntungnya aku dan aku hanya bisa tersenyum. Aku dan Gray melanjutkan latihan kita. Aku mulai bergerak sedikit sesuai tempo lagu dan menari sedikit. "Gerakan yang bagus. Bisa meningkatkan performa kita pada lomba ini." Kata Gray. Aku tersenyum mendengarnya. Aku tidak tahu apa yang akan juri pikirkan tentang performaku di lomba ini, tetapi dengan begini setidaknya aku bisa meluluhkan hati para juri dan menghibur mereka. Waktu lomba pun dimulai. Aku sudah berganti baju dan menata rias diriku.

Aku dan Gray mendapatkan nomor 15. Sembari menunggu, tiba-tiba Gray memegang tanganku gemetar dan tangannya sangat dingin. "A-amethyst. Aku gugup." Dia menunduk ke bawah. Aku menenangkannya. Mengatakan padanya bahwa semua akan baik-baik saja. Sejujurnya, aku juga merasa gugup. Tetapi aku juga merasa tidak sabar untuk bernyanyi di panggung untuk pertama kalinya. Ya, ini pertama kalinya aku bernyanyi di panggung. Sebelumnya aku tidak pernah. Aku bukan anak yang terlalu aktif di sekolahku dulu. Sehingga aku tidak pernah terpilih untuk mengikuti show bakat sekolah. Aku menarik nafas dan menenangkan diriku juga. Ini adalah momen yang sangat penting. Aku harus mengerahkan segalanya dalam perlombaan ini. Tidak lama kemudian, "No 14 silahkan menuju panggung." Gray langsung gemetar hebat luar biasa. Aku lalu menenangkannya lagi. "Tenanglah!! Juri tidak menggigit!!" "O-oke." Aku melihat ekspresi cemas di wajahnya. "Hei, kita sudah berlatih kan?" Aku berusaha menghiburnya. "I-iya." "Maka dari itu, percayalah bahwa hasil latihan tidak akan sia-sia." Gray terdiam lalu teraenyum sedikit. "Benar! Aku tidak boleh gugup. Jika aku gugup maka hasil latihan akan sia-sia." Aku tersenyum bahwa Gray sudah mulai menenangkan dirinya.

Akhirnya kita pun dipanggil untuk masuk ke panggung. Sesampainya di panggung, aku melihat banyak lautan orang. Semuanya menonton, berharap mendapatkan pertunjukan yang bagus dari kita semua. Aku harus mengerahkan semuanya pada perlombaan ini. Aku akan menghibur kalian semua. Gray dan aku lalu mulai mengatur posisi. Gray duduk di kursi belakangku. Sementara aku berpose sambil memegang kalung diamond Cartierku. Sebenarnya itu hanya replica yang dibuat oleh Crush. Dan ia menggunakan batu diamond yang murah. Namun, karena keahliannya, dia bisa membuatnya terlihat mewah dan persis seperti yang dibuat oleh Cartier. Gray lalu mulai memainkan gitarnya. Aku segera menggerakkan badanku sedikit sesuai dengan musiknya. Lalu, aku mulai bernyanyi.

A kiss on a hand maybe grand

But won't pay the rental on your little flat

Or help you out to get on life

Man grow old and girls grow old

And we all lose our chance in the end

But laze back at Tiffany's

These rocks don't lose their shape

Diamonds are a girl best friend

Aku benar-benar merasa seperti aku seorang superstar saja. Aku mendengar para penonton ada yang menyemangatiku. Ada yang menikmati lagu. Ada juga yang menepuk tangannya sesuai tempo laguku. Aku sudah tidak merasa gugup lagi. Sekarang aku merasa ingin terus berada di panggung ini. Tetap menyanyi sepenuh hati. Para juri juga terlihat terhibur dengan performaku. Gray juga memainkan gitarnya dengan baik, aku sangat bangga padanya. Dan sepertinya ia juga sangat enjoy bermain gitarnya dan melupakan rasa gugupnya. Akhirnya aku menutup lagu,

Diamondsss

Diamondss

I don't mean just stones

But diamondss

Are girl best

(guitar sounds)

Best friend!!!

Tepuk tangan dan suara sorakan melanda. Aku sangat senang mendengarnya. Aku dan Gray menundukkan kepala dan kami mengucapkan, "Terima kasih banyak." Ini adalah momen yang selalu kutunggukan. AAAA, aku berharap aku bisa lebih lama lagi di panggung ini. Aku dan Gray kembali ke ruang tunggu dimana kami disuruh menunggu pengumuman ujian. Gray memuji performaku dan aku pun memuji cara dia bermain gitar. Kita berdua merasa puas dan kita memutuskan untuk pergi ke kantin SURE Entertainment. Apapun yang terjadi, aku memiliki keyakinan besar akan performaku hari ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!