Bab 5: Memasuki Dunia Yang Besar

Hari ini adalah hari dimana aku meninggalkan panti asuhan dan hidup di asrama sekolah The Fame Academy. Aku sangat gugup. Bu Mulia lalu berteriak kepadaku, "Apakah kau tidak ada yang ketinggalan? Kartu artis sudah kamu siapkan?" "Sudah bu!!" Aku bergegas turun ke ruang tamu. Disana anak-anak panti asuhan memelukku. Bu Mulia juga memelukku sambil mengatakan beberapa hal motivasi untukku. Aku mengecek barang-barangku lagi. Baju-baju sudah masuk ke dalam koper. Kartu artis sudah kubawa. Aku sudah mengenakan seragam. Orchard lalu menghampiriku dan mmeberiku cookies buatannya. Aku dengan senang menerimanya. Ia lalu memuji penampilanku, "Seragam yang kamu kenakan membuatmu semakin cantik. Aku serasa bertemu seorang artis!" Aku hanya tertawa mendengar pernyataan Orchard. Tapi kalau dilihat-lihat memang seragam yang aku kenakan tidak seperti seragam sekolah pada umumnya. Seragamku bisa dibilang memiliki bahan yang lebih bagus dan bisa lebih fleksibel untuk bergerak.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara bus The Fame Academy datang menjemputku. Aku lalu berpamitan kepada Bu Mulia dan anak-anak panti asuhan. "Aku pasti akan berkunjung ke panti asuhan jika aku ada waktu." Bu Mulia tersenyum dan berkata, "Hidup dimulai dari sekarang. Semoga kau dapat bertahan dan melewati segala rintangan." Aku mengangguk lalu aku memasuki bus The Fame Academy.

Sesampainya di bus, aku sangat senang melihat ada Crush rupanya. Crush yang menyadari diriku langsung berteriak, "Amethyst, halo!!" Aku lalu menuju ke arah Crush untuk duduk dengannya. "Kau diterima juga ya?" Crush bertanya padaku. "Iya, aku adalah 5 anak yang beruntung." "Apa?! Sama dong. Aku juga termasuk 5 anak yang beruntung!!" Aku mengangguk senang kepada Crush. Tak lama kemudian aku mendengar suara berdehem. Aku melihat ke sampingku dan ternyata ada Clarity juga. Dia lalu berkata dengan sombong, "Hmph. Kalian dua dari 5 anak yang beruntung senang sekali masukThe Fame Academy. Namun, jika kalian sudah ditampar oleh kenyataan, aku yakin kalian tidak akan bertahan lama." Crush menggembungkan pipi. Astaga wajah cemberutnya imut sekali. "H-hey. Tetapi kita yang beruntung ini kan berarti para juri waktu itu melihat potensi dalam diri kita." Si Clarity hanya tertawa mendengar tanggapan Clarity. Aku melihat sekeliling dan menemukan Gray. "Halo Gray!!" Gray yang sadar akan panggilanku menoleh ke aku. Dia lalu menjawab dengan malu-malu, "Eh, ha-halo." Aku tersenyum. "Kau masih menggunakan gitar kuno tersebut?" Tiba-tiba Clarity menanyakan Gray. "I-iya. Meskipun gitar ini terlihat kuno tetapi awet." Memang benar gitar tersebut terlihat sudah usang dan banyak bekas-bekas yang dapat terlihat. "Kau ternyata bisa bermain gitar ya?" Aku bertanya pasa Gray. "I-iya. Aku sangat suka bermain gitar." Aku, Crush, Clarity, dan Gray akhirnya berbincang-bincang di bus sembari menunggu sampai di The Fame Academy.

Setelah menunggu, akhirnya kita sampai di The Fame Academy. Ternyata para murid-murid baru lebih banyak daripada yang ku kira. "Aku kira hanya kita ber-55 yang menjadi murid The Fame Academy." Clarity lalu berbicara, "Bukan hanya kita. Mereka adalah anak-anak yang masuk dengan membayar. Mereka juga anak-anak yang masuk karena adanya tes tertulis." Oh ya, aku baru ingat. The Fame Academy menerima murid dengan 3 sistem. Sistem pertama adalah audisi. Audisi itu berbayar tetapi biasanya tidak terlalu mahal. Kebetulan aku mendapatkan audisi eksklusif yang gratis bersama beberapa anak lainnya. Lalu yang kedua adalah dengan mendaftarkan diri dan membayar. Ini adalah cara yang paling mahal. Ketiga dan terakhir adalah dengan tes tertulis. Tes tertulis itu gratis tetapi aku mendengar bahwa tes tertulis itu sangat susah. Setiap bus yang kita tumpangi dipimpin oleh OSIS. OSIS ini yang akan membimbing kita selama OSPEK. Kita langsung dibagi perkelompok. Karena kita berada di bus yang sama, aku, Crush, Clarity, dan Gray menjadi satu kelompok.

Kita semua dibawa ke asrama kita masing-masing. Bangunan asrama terlihat seperti mansion. Satu kamar ada yang hanya bisa diisi satu orang dan ada juga yang dua orang. Kebetulan aku mendapat kamar yang isinya bisa dua orang dan aku ternyata sekamar dengan Crush. Sementara Gray dan Clarity ada di bangunan asrama yang lain. Clarity berada di bangunan asrama tepat sebelah asramaku dan Gray masuk ke komplek halaman asrama cowok. Meskipun sebenarnya ini adalah asrama tetapi aku berasa seperti di dalam hotel. Aku dan Crush langsung bermain-main di kasur asrama tersebut. Juga sambil mengaktifkan tempat duduk alat pijat yang ada. Selain itu ada TV super besar dan intinya ruangan asrama kita itu seperti hotel khusus orang kaya. Di setiap asrama juga disiapkan sebuah tempat spa. Tempat spa memiliki kolam air hangat yang bisa dibuat untuk berendam. Juga ada tempat pijat dengan berbagai macam pilihan pijat. Sungguh ini adalah sebuah keberuntungan besar bagiku.

Tak lama kemudian setelah menikmati pemandangan asrama dengan Crush, tiba-tiba kakak OSIS memanggil. Rupanya mereka mengajak kita untuk melihat dalam sekolah seperti apa. Aku masih ingat beberapa hal di lantai 1 dan lokasi ruangan dance kelas 1. Di sekolah tersebut ada 5 lantai. Lantai 1 akan digunakan untuk anak-anak kelas 1. Lantai 2 akan digunakan untuk anak-anak kelas 2. Lantai 3 akan digunakan untuk anak-anak kelas 3. Sementara, lantai 4 terdapat tempat panggung yang besar. Lalu, ada juga ruangan backstage untuk semua artis yang akan tampil di panggung tersebut. Terakhir di lantai 5 adalah ballroom. Tempat untuk mengadakan berbagai acara. Aku melihat banyak sekali orang-orang berbakat dan luar biasa. Jujur saja hal ini membuatku mulai sedikit takut. Ini membuatku merasa seperti aku sangat kecil. Sebuah anak burung yang masih belum bisa terbang ke langit yang tinggi dan aku benci perasaan ini. Aku berjanji kepada diriku sendiri bahwa nanti aku pasti bisa menjadi sebesar orang-orang ini.

Kita lalu diajak ke bangunan Cafetaria. Atau lebih tepatnya restoran All You Can Eat. Aku belum pernah melihat Cafetaria selengkap ini. Daripada dibilang Cafetaria lebih mending dibilang sebuah restoran all you can eat. Dari makanan yang sehat sampai makanan tidak sehat, semua ada. Sangat menggugah selera. Tiba-tiba ada seseorang familiar yang mendekatiku. "Hei kau bukannya anak yang menanyakan dimana ruangan pada saat audisi ya?" Ya, dia adalah orang pertama yang aku temui saat aku ingin audisi. "Iya benar kak." Aku menanggapinya. Tiba-tiba Crush menghampiriku dna dia terlihat sangat senang. "Oh my god!!! Apakah kamu Tory?!! Seorang aktor dan model yang muncul di serian komedi 'Keluarga Bajakan'?!!" Pria tersebut mengangguk sambil tertawa. Aku lalu menjelaskan pada Crush bahwa ia adalah orang pertama yang aku temui saat aku mau mengikuti audisi. Crush langsung berbicara iri, "AAAA!! Amethyst kau sangat beruntung bisa bertemu salah satu selebriti dari sekolah ini!!!" Kalau boleh jujur aku belum pernah melihat serian 'Keluarga Bajakan'. Maka dari itu, aku tidak pernah mengenal pria ini. Yang pastinya aku harus menghormatinya karena dia seniorku. Ya, dia memang terlihat lumayan tampan sii. Setelah sudah memperkenalkan semua ruangan di sekolah, kita semua diantar balik ke asrama untuk beristirahat. Sekolah dimulai hari Senin dan ini masih hari Sabtu. Maka dari itu aku dan Crush memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih menikmati lagi pelayanan di asrama kami.

Terpopuler

Comments

Armin Arlert

Armin Arlert

Teramat menarik

2023-11-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!