Bab 15: Simplicity

Aku melewati neraka (UTS). Suaraku mulai membaik dan aku berjanji aku tidak akan memaksakan diriku untuk berlatih terus menerus. Besok adalah hari audisi. Aku sudah membuat surat ijin. Jadi, besok aku tidak perlu ke sekolah. Lagu yang aku nyanyikan berjudul 'Simplicity'. Cocok untuk drama film dalam audisi ini. Aku sudah mulai berlatih ekspresi dengan bu Sumiko. Bu Sumiko sangat mendukung keputusanku untuk mengikuti audisi ini. Ia mengatakan padaku bahwa kemampuan vokalku lebih baik dari sebelumnya. Aku tersenyum mendengar pujiannya.

Oooh

They say it's very ridiculous

They say that i'm a failure

But i love my life

I love the way i live

Sometimes people don't get that this is how i live

There's a beautiful thing in life

Even there's a philosophy about it

Simplicity

Live happy, live simply

Don't stress too much

Don't try to get too much

The earth is a place where we can sleep on

So, just be chill and always be young

Aku menyiapkan baju audisiku. Satu kamar dengan Crush membuatku memiliki kemampuan dalam mix and match. Setiap hari aku juga selalu menjadi lebih stylish. Aku rasa itulah yang terjadi jika kamu sekamar dengan seseorang yang sangat antusias dengan fashion.

Aku segera bergegas ke tempat audisi. Sebelum audisi aku membeli beberapa snack dulu di Convenience Store. Rupanya ibu pemilik toko telah menempel wajahku di tokonya. Maka dari itu, namaku mulai dikenal. Jujur, aku agak sedikit kesal karena dia tidak ijin ke aku dulu. Tapi kurasa at least namaku menjadi lebih terdengar lewat tokonya. Setelah aku berjalan ke tempat audisi sembari memakan keripik yang barusan aku beli di toko tersebut. Saat aku berjalan, ada beberapa orang mulai memghampiriku dan meminta tanda tangan. AAAAA, aku senang sekali. Sepertinya namaku memang mulai dikenal.

Akhirnya aku sampai di tempat audisi. Hatiku berdegup kencang. Ini adalah hal yang lebih menegangkan daripada saat aku berlomba di SURE Entertainment. Aku memasuki tempat lomba dan ada beberapa mata tajam yang sudah tertuju padaku. Aku berjalan mencari tempat duduk. Aku lalu mendengar ada orang-orang yang bergosip di belakangku. "Dia adalah juara 2 lomba SURE Entertainment." "Wahh, menyeramkan. Dia sudah punya pengalaman." "Aku tidak akan kalah darinya!!" Aku segera duduk dan mengambil earphoneku. Ini adalah waktu bagiku untuk rileks. Bukan untuk mendengarkan ocehan orang tentangku. Aku menarik nafasku dalam-dalam. Aku tidak boleh gugup. Jika tidak, rasa gugup itu hanya akan membuatku gagal dalam ujian ini.

Seseorang lalu masuk dan mulai memanggil nama satu persatu untuk masuk ke ruangan audisi. Orang tersebut memperkenalkan dirinya sebagai asisten sutradara. Tak lama kemudian, satu persatu orang mulai keluar ruangan. Menurut orang-orang yang keluar ruangan tersebut, tidak hanya aku akan bernyanyi di depan juri, tapi juga kita semua akan di video agar para juri dapat melakukan penjurian ulang. Ya, memang banyak sekali orang yang mengikuti audisi hari ini. Bahkan lebih banyak daripada lomba SURE Entertainment yang aku ikuti. Aku memerhatikan sekitarku dan ada beberapa orang yang membawa gitar atau alat musik kecil mereka yang lainnya. Andaikan aku bisa bermain gitar, pasti aku akan membawa gitar. Tak lama kemudian namaku dipanggil. Aku lalu bergegas mengikuti arahan sang asisten. "Hei, kau yang menjadi juara 2 di lomba itu kan?" Mengerti apa yang dia katakan aku mengangguk. Dia lalu berkata. "Semua orang di sini terintimidasi olehmu. Tetapi mari kita lihat saja. Bagaimana lagu yang akan kau bawakan hari ini." Aku mengangguk lagi. Sesampainya di ruangan aku langsung dengan sopan memperkenalkan diri dan menyapa para juri. Setelah itu asisten sutradara langsung memperbolehkanku untuk mulai bernyanyi.

Aku langsung menarik nafas dan menyanyikan lagu buatanku yaitu simplicity. Lagunya sedikit upbeat namun juga ada sisi slownya. Menurutku ini cocok untuk drama ini. Aku melihat beberapa juri telah mengetuk meja dengan jarinya. Menunjukkan mereka suak dengan beat laguku. Ada juga yang tersenyum menikmati. Hal seperti ini membuatku semakin percaya diri. Aku bernyanyi dengan semangat namun tidak menghilangkan kesan bahwa lagu ini aku nyanyikan untuk menggambarkan orang yang santai dalam hidupnya. Lagu pun selesai aku nyanyikan dan para juri langsung bertepuk tangan. Asisten lalu mengatakan padaku bahwa aku boleh pulang atau menunggu di ruang tunggu audisi tidak apa-apa. Merasa bahwa tidak ada urusan lagi di tempat ini, aku memutuskan untuk pulang. Keluar dari ruangan, seketika banyak sekali mata yang melihat ke arahku. Aku menghiraukannya. Saat aku ber-audisi mereka pasti sedang bergosip tentang aku. Aku pun sampai di pintu exit tempat tersebut sebelum aku dicegat oleh beberapa orang. "Apa yang kalian lakukan menutupi pintu keluar? Aku akan pulang. Kusarankan kalian minggir." Mereka lalu menjawab dengan suara gugup, "Tu-tunggu. Jangan pulang dulu. Bisakah kamu memberi kami tanda tangan?" Ternyata ada juga orang yang mengikuti audisi ini merupakan penggemarku. Aku lalu segera memberi mereka tanda tangan. Saat memberi seluruh ruang tunggu audisi berfokus padaku. Aku mulai menulis tanda tangan dengan cepat dan setelah itu juga aku berpamitan dengan para penggemarku dan pulang. Mereka paati akan memamerkannya di ruang tunggu audisi.

Sepulangnya dari audisi aku menceritakan semua hal yang terjadi terhadap Gray, Crush, dan Clarity. "OMG Amethyst. Ini adalah tanda-tanda bahwa impianmu menjadi selebriti semakin dekat." Aku hanya menggarukan kepalaku dan berkata, "Yaa, aku tidak menyangka bahwa banyak orang telah mulai mengetahui namaku di kota ini." Clarity ikut berbicara, "Ya, ini adalah langkah yang bagus. Semakin banyak hal yang kau ikuti, semakin banyak orang yang akan tahu namamu." Sementara itu Gray memuji-mujiku. Mengatakan bahwa dengan suaraku, laguku pasti diterima sebagai lagu ost dari drama It's Convenient. Setelah berbincang-bincang lama, kita semua kembali ke asrama masing-masing. Sesampainya di kamar, aku dan Crush membuka kabar apa yang ada di sosial media dan betapa kagetnya diriku dan Crush. Rupanya kabar bahwa aku mengikuti audisi ost drama It's Convenient sudah diketahui. Rupanya ada seseorang yang memotretku diam-diam di audisi dan menyebarkannya. Aku melihat beragam komentar di postnya yang viral. 'Dia cantik sekali!! Sepertinya aku sudah menjadi penggemarnya.' 'Apa kalian tahu channel youtubenya? Dia bernyanyi dengan sangat indah lhoo.' 'Heh! Doa terlihat biasa menurutku.' Crush lalu memukul meja dan berkata, "Ini keterlaluan. Bagaimana bisa kau memotret seseorang tanpa ijin." Aku menenabgkan Crush dan mengatakan padanya bahwa ini adalah kasus paparazzi pertamaku dan semakin namaku terkenal, semakin banyak paparazzi yang akan mengincar. Crush lalu mulai menasihatiku untuk lebih berhati-hati dan menyuruhku untuk membeli pepper spray dan belajar karate sebagai perlindungan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!