Bab 12: A Day Off

"U-umm, Amethyst.." Crush tiba-tiba datang kepadaku dengan gugup. Aku barusan saja selesai membjat video cover. Crush lalu mendekatika dan berkata, "Ini ada surat dari panti asuhan." Aku tersenyum mendengarnya. "Itu kabar yang bagus kan?" Crush lalu menyodorkan suratnya kepadaku. "Kau baca saja." Dia lalu pergi meninggalkan ruangan. Crush kenapa wajahnya terlihat takut sekali. Kalau dipikir-pikir Orchard tidak pernah mengechatku selama aku berada di luar panti asuhan. Selalu Bu Mulia yang mengechatku dan memastikan keadaanku baik-baik saja. Kalau dilihat sari stempel suratnya, ini adalah surat dari Orchard. Aku membuka surat dan wajahku langsung mengeluarkan ekspresi ketakutan. Sekarang aku mengerti kenapa Crush menatapku ketakutan. Surat itu berisi...

Kakak!!!

Kapan kamu akan pulang hoii!!!

Katanya kamu akan berkunjung saat weekend!!

Dasar pembohong!!

Yang lebih parah lagi, tinta dalam surat itu kemana-mana. Membuat surat terlihat semakin menakutkan. Aku terlalu fokus pada kegiatan di sekolah selama ini. Jadi, aku melupakan janjiku. AAAAA, bagaimana ini?!! Tiba-tiba Crush masuk kembali ke kamarku. "K-kau. Apakah kau baik-baik saja Amethyst?" "Crush, sepertinya aku harus pulang ke panti asuhan." Crush mengangguk setuju. "Aku setuju. Orang yang mengirim surat tersebut kelihatannya sangat merindukanmu. Anggap saja ini sebagai cutimu selama bersekolah disini." Aku berpikir dan kurasa tidak ada salahnya aku berkunjung ke panti asuhan. Lagipula ini hari Sabtu. Aku akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum itu aku harus mencari cara agar Orchard tidak marah padaku saat aku kembali. Aku pun memutuskan untuk pergi ke Convenience Store. Di sana, aku akan membeli sandwich daging merek Clarie. Itu adalah sandwich daging yang disukai oleh Orchard. Semoga setelah menerimanya, ia tidak akan marah lagi kepadaku. Tanpa membuang waktu, aku memgambil tasku dan mengenakan outfit kasual. Meskipun outfit yang aku gunakan kasual dan simple tetapi juga bergaya. Lagipula aku ingin menunjukkan perubahan gayaku pada Bu Mulia dan anak-anak panti asuhan.

Aku kali ini mau memakai style yang kasual dan edgy. Hehe, aku pasti bisa mengagetkan Bu Mulia dan anak-anak panti asuhan. Aku pun bergegas pergi. Aku melambaikan tanganku pada Crush. Juga mengatakan padanya bahwa aku akan pulang malam. Aku menaiki bus tentu saja. Sampailah kau di kawasan perumahan komplek panti asuhanku. Namun, sebelum kesana aku berkunjung ke Convenience Store. Sesampainya di sana, aku langsung mengambil sandwich dan pergi ke kasir. "Sandwich ini satu ya." Sang ibu kasir hanya diam memperhatikanku. "Umm, Ibu." Ibu itu lalu tiba-tiba berkata, "Kau yang menjadi runner up lomba itu kan?" Ah, itu dia. Sepertinya ibu ini tahu tentang aku. "Aku adalah salah satu penggemarmu. Aku tidak percaya bahwa kau akan menjadi runner up. Padahal menurutku, kau itu juara 1." Aku seketika tersenhum mendengarnya. Meskipun aku baru menemukan satu penggemar, aku yakin aku bisa mendapatkan lebih banyak penggemar lagi kedepannya. Aku membayar lalu memberi tanda tangan pada sang ibu. Setelah itu aku bergegas untuk pergi ke panti asuhan.

Aku mengetuk pintu lanti asuhan. Aneh, kok tidak ada yang menjawab? Apa mereka sedang pergi hari ini. Namun, tiba-tiba seorang anak membukakan pintu dan seketika itu juga, "Ibu, Amethyst pulang!!!" Dia berteriak keras sekali. Aku mulai bisa mendengar suara-suara bergeruduk di panti asuhan. Sepertinya suasana di sini menjadi sangat heboh gara-gara aku pulang. Bu Mulia lalu kaget melihatku di pintu. "Astaga, Amethyst. Itukah kamu?" Aku tersenyum lalu menjawab, "Iya, aku datang untuk berkunjung. Aku akan berada di sini sampai malam." Bu Mulia langsung memelukku. Membuatku sangat kaget. "Kau terlihat sehat. Aku sangat bersyukur. Kami semua merindukanmu. Ayo, masuk." Aku lalu masuk ke panti asuhan. Di sana aku menemukan Orchard yang langsung menghampiriku dengan wajah cemberut. Wajahnya ya ampun, imut sekali!! Karena tidak tahan, aku mencubit pipinya. Dia langsung dengan kesal berkata, "H-Hei!! Kakak kenapa tidak menepati janji?!" Aku mengelus rambutnya lalu berkata, "Maafkan aku. Ini aku membawakan sandwich kesukaanmu." Matanya langsung berbinar dan mengambil sandwich itu. Dia membuka kemasan dan langsung memakannya. "Hmm, baiklah aku akan memaafkan kakak." Aku merasa lega. Kurasa suasana hati Orchard sudah baik. Aku dan bu Mulia pun duduk di meja makan. Aku memakan kue buatan bu Mulia sambil menceritakan pengalamanku selama berada di The Fame Academy.

"Tak disangka, putri kecilku selangkah lagi akan menjadi seorang artis." Aku tersipu malu. "Aku harus berjuang lebih dari apa yang kukerahkan sekarang." Bu Mulia mengangguk setuju. "Benar sekali. Kamu harus push your best limit." Aku mengangguk mendengar perkataan bu Mulia. Tak lama kemudian, setelah berbincang-bincang dengan bu Mulia cukup lama, aku pergi ke kamar Orchard. Orchard langsung berlari dan memelukku. Dia lalu mengatakan bahwa ia ingin memberikan sesuatu padaku. Aku segera mengikuti dirinya. Orchard lalu menyuruhku untuk menutup mata. Aku menurut dan menunggu apa kejutan yang ia berikan padaku. "Sekarang, buka matamu!!" Aku membuka mata dan melihat sebuah kaos dengan gambarku saat aku mengikuti lomba SURE Entertainment. "Bagaimana kak? Apa kakak menyukai kaosnya. Ini adalah buatanku lho kak. Aku menjualnya kepada teman-teman di sekolah dan ada beberapa anak yang sudah nge-fans dengan kakak lhoo." Aku mengambil kaos itu dengan senang. "Ini bagus Orchard." Aku tersenyum tulus, sementara Orchard merasa kegirangan.

Setelah keluar dari kamar Orchard sambil membawa kaos, aku berkeliling ke rumah panti asuhan untuk melihat apakah ada yang berubah semenjak aku pergi. Aku lergi ke kamarku dan menemukan bahwa kasurku tidak memiliki seprai. Bu Mulia tiba-tiba berkata di belakangku, mengagetkanku. "Kamarmu sekarang kukosongkan untuk sementara. Jika kau ingin menginap pada saat hari-hari libur, kau bisa mengontak aku. Aku akan menyiapkan dan mendekor kamarmu seperti dulu." Ya, semenjak aku pergi kamar ini tidak digunakan. Jadi, kurasa memang keputusan yang tepat untuk mengosongkannya. Aku lalu berlanjut melihat sekeliling ruangan. Tidak ada yang jauh berbeda selain foto kepergianku dari panti asuhan yang di pajang di lorong bersama foto-foto lainnya.

Ini adalah hari tersantai dan menyenangkan yang aku lewati. Aku menghabiskan banyak waktu bersama anak-anak di panti asuhan. Kita bercerita, bercanda, dan makan bersama. Sampai pada kahirnya jam menunjukkan pukul 7 malam. Aku harus segera berbalik. Bu Mulia berbicara dengan bangga kepadaku, "Aku sudah merasakan adanya hawa-hawa seorang bintang dalam dirimu." Orchard berlari dan memelukku. Ia menatapku dengan memelas dan berkata, "Apakah kakak akan datang lagi?" Aku tersenyum menenangkannya sambil berkata, "Aku pasti akan datang lagi. Tenang saja!" Orchard mengangguk mengerti. Setelah itu, aku melambaikan tanganku dan berbalik ke asrama. Aku tidak sabar untuk menceritakan segala pengalamanku hari ini pada Crush.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!