Bab 7: First Photoshoot

Aku dan Crush berhasil menyelesaikan esai dan CV. Masih ada banyak PR tertulis dan diketik yang harus kami kerjakan. Namun, sudah seminggu kami bersekolah di The Fame Academy dan kami mulai terbiasa. Sekarang adalah hari minggu. Kita sedang bersantai di kamar. Well, Crush terlihat sedang mencari sesuatu di lemarinya. "Apa yang kau cari Crush?" Crush lalu berbaik menatapku dan berkata, "Ini hari Minggu, bagaimana kalau kita memanfaatkannya untuk mulai membuat tugas foto kita." Oh iya, aku baru ingat ada tugas foto. Wahh, mulai sekarang aku harus lebih mulai mencatat tugas. "Ngomong-ngomong Crush, tema yang kau dapatkan apa?" Crush menjawab, "Tema yang aku dapatkan adalah classic. Bagaimana denganmu?" "Hmm, aku mendapat tema cute." Crush tersenyum, "Pas sekali! Aku baru saja menemukan baju ini." Aku melihat baju pink yang Crush berikan kepadaku. "Apa tidak apa-apa aku memakai bajumu?" "Tidak apa-apa Amethyst. Menurutku kau akan cocok memakai baju tersebut." "Bagaimana denganmu? Apa yang akan kau kenakan?" "Karena temaku classic, aku akan memakai ballgown mewah ini."

Sebuah pertanyaan muncul di benakku, "Ngomong-ngomong Crush darimana kau memiliki banyak outfit ini?" "Well, kalau outfit pinkmu aku dapatkan karena aku waktu itu memenangkan lomba desain baju dan styling model. Seorang desainer ternama yaitu nyonya Fuwari, memberikan baju itu sebagai hadiah karena dia terpesona dengan desainku." "Desainer Fuwari?" Crush kaget mendengarku. "Astaga Amethyst! Apakah kau tidak tahu merek Little Lamb? Little Lamb adalah merek yang terkenal karena pakaian mereka yang terkesan polos dan imut. Juga karena pakaian yang mereka buat memiliki bahan yang nyaman dan cocok untuk semua size!" Crush terlihat sangat antusias saat menceritakan tentang merek yang baru pertama kali ini aku dengar. Sepertinya masih ada banyak sekali nama-nama di dunia industri hiburan yang aku tidak tahu. Aku lalu bertanya lagi pada Crush, "Bagaimana dengan dress ballgown mewah itu?" "Ah, ini sebenarnya dulu adalah dress yang dijual dengan sangat murah. Namun, aku memperbaikinya dan sekarang terlihat sangat indah bukan?" Aku mengangguk dress itu memang terlihat indah. Sekarang aku hanya perlu waktu untuk memikirkan lokasi yang tempat untuk berfoto. Aku bahkan belum memikirkan siapa yang mau mem-fotoku. Kurasa dengan baju yang kugunakan, aku akan berfoto di taman sekolah. Aku keluar dari asramaku dan menju ke taman sekolah. Sementara Crush berencana mengambil foto di bawah chandelier di living room.

Aku berjalan ke area sekolah. Hari minggu sangat sepi. Tentu saja, karena ini adalah hari semua orang beristirahat. Apakah benar tidak ada orang yang bisa membantu memotretku? Tidak mungkin aku bertanya pada satpam. Tiba-tiba aku menemukan seseorang sedang berfoto di taman sekolah. Aku mendekat dan rupanya itu adalah Clarity. "Clarity, hai!!" Aku melambaikan tanganku. "Amethyst, apa yang kau lakukan disini?" "Aku ingin mengambil foto untuk tugas sekolah. Kalau kau?" Clarity tersenyum dan berkata, "Aku mengambil foto untuk sosial media. Aku harus selalu konsisten update terhadap para penggemarku." Seingatku Clarity adalah seorang influencer. Tapi, aku tidak tahu apa nama akunnya dan berapa followernya. Aku memerhatikan sekelilingnya dan tiba-tiba menemukan sebuah tongsis. "Clarity, bolehkah aku meminjam tongsis tersebut?" Clarity mengangguk. Dia lalu berbicara, "Akan kupinjamkan. Tapi jangan sampai rusak. Kembalikan padaku jika kau bertemu aku lagi. Sekarang aku harus melakukan proses pengeditan di kamar asramaku." Aku mengangguk berjanji. "Oh iya Clarity." Ada yang ingin kutanyakan sebelum dia kembali ke asrama. "Hmm? Ada apa lagi?" "Apa nama akun sosial mediamu?"Dia tersenyum pede dan berkata, "Namanya adalah Queen of Savage dengan emoji api." Aku tersenyum lalu mengangguk. Setelah itu Clarity meninggalkanku dan dia kembali ke asramanya. Aku langsung menaruh hapeku di tongsisnya dan menyesuaikan ukuran. Lalu membuka kamera dan mengaturnya dengan timer. Aku berfoto 10 take dan menghasilkan 10 foto. Aku melihat gambar-gambarnya satu persatu dan ada satu gambar yang menurutku bagus. Karena gambar itu bertepatan dengan adanya kelopak bunga yang turun dan menurutku itu bagus.

Aku menyukai hasil fotonya. Kurasa foto itu yang akan kukumpulkan dalam tugasku. Aku berjalan kembali ke asrama sambil berhati-hati membawa tongsis di kamarku. Sesampainya di asrama, aku melihat Crush yang sedang duduk di sofa living room sambil melihat hapenya dengan serius. Sepertinya dia sedang melihat hasil foto-fotonya. "Eh, Amethyst. Kau sudah kembali. Bagaimana photoshoot pertama?" Aku bertemu Clarity dan aku meminjam tongsisnya. Aku juga mendapatkan nama akun sosial medianya. Terus aku juga sudah mendapatkan foto yang akan kukumpulkan." Crush tersenyum dan menanggapi, "Aku masih bingung foto mana yang harus kupilih." "Mau kubantu?" Aku menawarkan bantuan pada Crush. "Eh, tentu saja boleh. Coba lihat foto-fotoku." Aku melihat foto-fotonya dan ada satu foto yang menarik perhatianku. Namun, aku bingung kenapa chandeliernya ada tiga. Padahal di diliving room hanya ada satu chandelier. Menyadari kebingunganku Crush berkata, "Tadi sambil memerika foto semuanya ku edit agar backgroundku lebih gelap dan aku menambahkan 3 chandelier supaya lebih mewah." "Ooh begitu. Hmm menurutku ini hasil yang paling bagus." Crush tersenyum lalu berkata, "Ya, kurasa aku memang terlihat cantik di foto tersebut."

Aku juga menunjukkan fotoku pada Crush dan dia langsung memuji, "Kau terlihat imut disitu. Pilihan yang bagus untuk melakukan photoshoot di taman sekolah." "Iya, tapi aku berharap aku ada fotografernya." Crush tertawa mendengar pernyataanku. "Hei, kita baru semester 1 dan kelas 1 di sekolah ini. Masih ada banyak hal yang harus kita pelajari sebelum fotomu akan diambil oleh fotografer professional." Aku tersenyum mendengar Crush. Memang benar kita harus mulai dari titik terendah agar bisa merasakan puncak nantinya. Sekarang tinggal satu tugas lagi yang belum kita selesaikan yaitu wawancara. Rupanya Crush sudah membuat janji dengan seorang desainer yang memiliki kerja sama dengan The Fame Academy untuk diwawancarai. Sementara aku masih bingung siapa yang mau diwawancarai. Tiba-tiba muncul seseorang di benakku yaitu Tory. Fia cukup terkenal kan sebagai aktor komedi di serian 'Keluarga Bajakan'. Aku rasa aku bisa mewawancarainya. Tetapi apa yang harus kutanyakan padanya. Aku pun mulai menyusun beberapa pertanyaan. Semoga ini cukup untuk mendapatkan jawaban yang lengkap.

Mengapa kamu masuk The Fame Academy?

Bagaimana kehidupanmu menjadi seorang artis? Apakah ada perbedaan signifikan dari kehidupanmu dulu?

Maukah anda memberi kesan pesan untuk para murid baru?

Kurasa itu sudah cukup. Masalahnya ini adalah hari minggu dan aku tidak diperbolehkan masuk ke asrama cowok. Kurasa aku harus menunggu sampai besok baru bisa mewawancarainya. Aku harus melakukan apapun untuk bertemu dengannya. Aku juga berharap dia mau diwawancarai. Lagipula tidak mungkin aku langsung meminta jawabannya secara langsung. Aku harus merangkai kata-kata yang baik agar dia mau diwawancarai. Aishh, akan kupikirkan malam ini. Untuk sementera ini aku hanya bisa berharap bahwa apapun yang aku lakukan akan mengarah pada hal yang positif.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!