Beberapa minggu lagi akan diadakan UTS atau kepanjangannya ujian tengah semester. UTS \= Kesengsaraan karena semua ujiannya tertulis. Para guru mengatakan penampilan dan show akan diadakan saat kita UAS. Aishh, kenapa tidak langsung saja mengadakan pertunjukkan atau show?! Aku dan Crush akhirnya setiap hari membaca buku, baik buku asli atau dari internet. Ya, kita memang anak-anak ambis. Suatu ketika saat aku pulang ke asrama habis karaoke dengan Crush, dia tiba-tiba melihat sesuatu yang membuatnya terhenti dan membuat dirinya terdistraksi. "Kenapa Crush?" Crush lalu tiba-tiba memegang tanganku dan langsung berlari, membuatku juga ikut berlari. Dia lalu membawaku ke tempat rombongan. "Aku kepo ada apa disini." Rombongan itu terlihat sedang melihat sesuatu. Aku dan Crush beruntung memiliki badan yang kurus dan kita menyelinap di tengah kerumunan. Sesampainya di paling depan, aku dan Crush menemukan flyer yang bertuliskan, 'Dicari penyanyi untuk drama It's Convenient.' Setelah itu dibawahnya dituliskan hari dan tanggal audisi di kota Dentro. Seketika itu juga, aku memiliki sebuah hasrat untuk mengikuti audisi ini. Aku dan Crush keluar dari kerumunan dan aku mengemukakan pada Crush bahwa aku ingin mengikuti audisi ini. Crush langsung mendukungku dan memgatakan bahwa siapa tahu aku diterima.
Sesampainya di asrama, aku segera mencari tahu informasi tentang audisi. Rupanya sang sutradara dan vokalis yang menjadi juri audisinya telah melakukan audisi di 4 kota. Namun, sayangnya mereka belum menemukan suara yang tepat. Kali ini mereka mengadakan audisi di kota Dentro. Ini bisa menjadi kesempatanku setelah aku tidak memenangkan lomba SURE Entertainment. Siapa tahu mereka menyukai suaraku dan menganggap suataku pas untuk dramanya. Aku segera melohat ketentuan lagu dan membaca sinopsis drama It's Convenient. It's Convenient adalah drama yang menceritakan seorang pria yang hidup dengan gaya hidup yang simple dan dia tidak menyukai segalanya yang ribet. Dia ahli dalam membuat hal tidak ribet dan simple. Sampai suatu hari, ia harus menggantikan bisnis ramen kakeknya yang sudah meninggal. Ia pun mulai berjuang hidupnya namun dengan simple. Ia membuat banyak hal dari pembuatan ramen, pengaturan uang, menjadi sangat simple dan tidak ribet. Lalu, film ini adalah genre komedi. Aku langsung memikirkan sebuah lagu. Masalahnya kali ini adalah karya original. Sebuah ide muncul di kepalaku. Aku segera memgambil buku kosong dan menulis lirik lagu bersama dengan nadanya. Ternyata aku memiliki bakat seperti ini. AAAAAA harusnya aku memgembangkan bakat ini sejak kecil. Sayangnya dulu aku tidak sepede sekarang. Crush tersenyum dari kejauhan melihatku. Dia lalu menaruh roti bakar pisang di mejaku dan teh. "Sedikit camilan untukmu. Semangat yaa!!" Aku bersyukur memiliki teman seperti Crush.
Keesokan harinya, sepulang sekolah aku tidak pulang dulu, namun aku bertemu dengan para anggota band DEMO dan aku meminta mereka untuk meminjamkan studionya agar aku bisa membuat musik untuk laguku. Mereka menyetujuinya dan bahkan ada beberapa dari mereka yang membantuku. Gray juga aku ajak untuk ikut membantu terutama dalam bagian gitar. Setelah selesai merekam musik aku mulai latihan di rumah untuk bernyanyi laguku dengan musik yang sudah dibuat dan direkam. Crush bertepuk tangan. Dia mengatakan vokalku sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Tentu saja menurutku ini adalah sebuah pencapaian kecil.
Tentu saja aku tidak lupa dengan Clarity. Ketika aku bertemu dengannya di sekolah, aku menunjukkan laguku padanya dan ia memberiku jempol. Ia sempat mengusulkan padaku untuk mengupload lagunya di sosial media. Tetapi aku menolak karena lagu ini akan keluar dengan sendirinya dan didengar banyak orang jika lagu dan suaraku terpilih menjadi OST dalam drama It's Convenient. Saat hari-hari weekend, aku menunjukkan lagu baruku terhadap Bu Mulia dan anak-anak panti asuhan. Bu Mulia sangat bangga padaku dan berkata, "Kembangkan bakat ini dan keluarkanlah lebih banyak musik dari sebelumnya." Aku mengangguk. Sementara itu Orchard meminta diriku untuk menyanyikan lagunya sekali lagi. Hari ini aku akan menginap di rumah panti asuhan. Malam itu, aku menyanyikan lagunya kembali pada Orchard yang kagum sambil memakan cookies dan sekali-kali ikut bernyanyi. Tiba-tiba ia tersedak. "Uhuk!! Uhuk!!" Aku segera menepuk punggungnya. "Hati-hati Orchard. Makannya jangan nyanyi sambil makan cookies." Orchard hanya menggaruk kepalanya dan tersenyum. "Hehe."
Keesokan harinya, aku kembali lagi ke asrama. Sejujurnya, audisi akan diadakan setelah UTS. Namun, perasaan apa ini yang membuatku sangat senang dan bersemangat untuk segera tetap berlatih bernyanyi. Crush mengatakan padaku bahwa aku harus fokus pada UTSku. Ya, aku fokus pada UTSku. Tapi, tentu aku tidak melupakan audisi penting ini. Aku bahkan tidak bisa tidur malam lagi. Haa, ini mengingatkanku saat sebelum aku audisi di The Fame Academy. Bukankah waktu itu aku tidak bisa tidur sampai diketahui oleh Bu Mulia? Kurasa inilah yang terjadi ketika kamu terlalu bersemangat dan senang. Kau tidak biaa tidur. Besok dan besok seterusnya aku berlatih bernyanyi dengan serius. Bahkan aku latihan bernyanyi sambil membaca buku. Membuat Crush dan Clarity menatapku aneh. Memang bagus aku berlatih terus, namun aku tidak memikirkan konsekuensinya...
Pagi hari yang tenang, namun tiba-tiba "Eh-eh, ke-kenapa radangku?" Yep, tiba-tiba aku bangun dengan suaraku yang hampir hilang. "Tuh kan, sudah kubilang Amethyst, jangan memaksakan diri." Crush menegurku sambil memberikan jahe. Crush mengatakan padaku bahwa jika aku meminum jahe terus, suaraku tidak akan serak lagi. Dia memperkirakan bahwa setelah UTS sebelum audisi, suaraku akan membaik dan seperti semula. Ya, setidaknya itu yang bisa kuharapkan. Aku mematuhi Crush dan meminum jahe setiap hari. Meskipun, jika aku boleh jujur, aku tidak terlalu suka rasa pedas jahe. Namun, Crush mengatakan padaku bahwa jahe dan teh adalah dua obat paling manjur daripada obat-obat yang diracik oleh farmasi. Seingatku, Crush pernah menceritakan padaku bahwa ayahnya adalah peracik obat tradisional. Biasanya itu lebih manjur daripada obat-obat modern yang sering dibuat sekarang. Clarity yang mendengar kabarku menjadi sangat khawatir dan menyuruhku untuk lebih baik berhenti bernyanyi selama masa-masa swbelum UTS dan saat UTS. Gampang sekali bagi dia untuk mengatakannya. Karena dia tidak suka menyanyi. Masalahnya, menyanyi aku ibaratkan sebagai makananku. Benar-benar susah jika sehari aku tidak bernyanyi. Aku sangat tersiksa. Haa, seharusnya aku tidak terlalu memaksakan diri. Sekarang suaraku serak dan hari-hariku diisi dengan keluhan. Belum lagi meminum jahe yang tidak enak. Semenjak suaraku serak, Crush tidak memperbolehkanku untuk makan gorengan dan aku hanya bisa makan sup sayur. Sungguh tidak memggugah selera. Badanku akhirnya bertambah kurus. Aduhh, aku hanya bisa berharap semuanya akan baik-baik saja di hari audisi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments