"Baik, itu saja untuk wawancara kali ini. Terima kasih, kak!!" Kak Tory tersenyum padaku dan berkata, "Sama-sama. Ini benar-benar mengingatkan masa laluku saat aku pertama kali masuk ke sekolah ini." Ya, aku berhasil mendapatkan semua jawaban dari wawancara. Aku sangat bersyukur Tory mau aku ajak untuk wawancara. Coba kalau tidak, aku akan bingung mau bertanya kepada siapa untuk di wawancarai. Tak lama kemudian, aku mendengar bel berdering dan itu berarti aku harus segera masuk kelas. Di dalam kelas, aku duduk di sebelah Crush. Hari ini kita akan belajar dengan bu Sumiko. Orang yang menawarkanku untuk masuk ke sekolah ini. Dia mengajar di bidang ekspresi dan komunikasi, bagaimana kita harus bertindak serta mengekspresikan diri di depan publik. Dia juga orang yang memberikan kami semua tugas wawancara. Sebelum pelajaran dimulai, tiba-tiba bu Sumiko memberikan sebuah pengumuman. "Anak-anak. Aku ingin memberitahukan sesuatu pada kalian semua. SURE Entertainment akan mengadakan lomba menyanyi lagu cover bebas. Bagi pemenangnya akan mendapatkan sertifikat dari SURE Entertainment serta uang seharga 1.000.000. Lalu, kalian akan mendapat kelas latihan eksklusif dengan penyanyi ternama yang dinauingi oleh SURE Entertainment yaitu Cluck. Jika kalian tertarik, kalian bisa melihat papan pengumuman sekolah. Di situ sudah tertera segala keperluan yang perlu disiapkan untuk mengikuti lomba tersebut." Setelah pengumuman tersebut, pelajaran berlanjut.
Setelah mendengar pengumuman tadi, mataku berbinar-binar. Aku tahu tentang Cluck. Dia adalah musisi yang beberapa tahun ini sedang berada di puncaknya. Aku sangat mengidolakan dirinya. Tiba-tiba Crush menepuk pundak dan berbisik kepadaku, "Hei kau memiliki suara yang indah. Bagaimana jika kau ikut lomba itu?" Aku hanya menunduk dan mengatakan, "Aku tidak tahu. Akan kupikirkan." Crush lalu hanya tersenyum mendengar jawabanku. Setelah sekolah sudah selesai, aku bergegas ke papan pengumuman untuk melihat tentang lomba menyanyi tersebut. Hal yang dijelaskan oleh bu Sumiko tertera di papan pengumuman. Hanya saja ada link pendaftaran yang bisa aku akses dimana aku bisa mengisi biodata diri. Aku berpikir panjang. Jika aku memangkan lomba ini, aku bisa bertemu dengan idolaku. Tetapi apa aku pasti bisa bertemu dengan idolaku. Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang memanggilku, "Amethyst!! Halo!" Aku menegok dan menemukan Gray. "Apa yang kau lakukan, Amethyst? Bagaimana kabarmu seharian ini?" Aku tersenyum dan menjawab, "Aku baik-baik saja. Aku sedang berpikir haruskah aku mengikuti lomba ini atau tidak?" Aku menunjuk flyer agar Gray mengerti lomba apa yang aku bicarakan. Gray lalu tiba-tiba menatapku tajam.
"Amethyst, maukah kamu ikut lomba berdua denganku?!!" Tiba-tiba dia memohon kepadaku. "Eh!! Gray berdirilah! Kita dilihat banyak orang!!" Memang benar minimal 1 orang untuk mengikuti lomba. Jika lebih dari 1 boleh. "Gray, kau bisa bernyanyi?" Aku bertanya padanya. "Aku bisa bermain gitar dan aku ingin menggunakan lomba ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan gitarku. Tapi aku membutuhkan seorang penyanyi." Dia berbicara dan menatapku memohon. Sepertinya ia benar-benar menginginkan untuk masuk klub band DEMO. Lagipula aku tidak jauh berbeda dengannya. Entah kenapa aku memiliki hasrat untuk membuktikan diriku dengan cara apapun dan ini adalah salah satu cara untuk membuktikan talenta bernyanyiku. "Oke Gray. Mari kita sama-sama masuk lomba tersebut." Gray tersenyum senang mendengar pernyataanku. "Wahhh. Terima kasih Amethyst!!" "Sama-sama. Perjuangan kita mulai disini. Ayo kita menangkan lomba ini." Gray mengangguk lalu dia dengan senag kemabli ke asramanya. Aku pun kembali ke asramaku.
Sesampainya di asrama aku menjelaskan pada Crush bahwa aku akan ikut berpartisipasi. Crush langsung dengan senag mendukungku, "Wahh!! Aku yakin kau pasti bisa menang. Aku kngat dengan jelas seperti apa suaramu dan suaramu itu indah." Aku tersenyum mendengar pernyataan Crush terhadap suaraku. Namun, tentu saja aku membutuhkan latihan. "Jadi, lagu apa yang akan kamu nyanyikan?" Crish bertanya padaku. Jujur, aku masih bingung mau memilih lagu apa. Tiba-tiba hapeku bergetar sepertinya Gray menge-chatku.
Gray: Amethyst!! Aku sangat excited. Ngomong-ngomong apa kau sudah memikirkan lagu?
Amethyst: Hmm belum, aku belum memikirkan lagu apa-apa.
Gray: Aku punya ide. Apakah kau mau mendengarnya?
Amethyst: Tentu saja. Jelaskan semua ide-idemu.
Gray: Jadi, aku berpikir kita bisa menggunakan lagu artis-artis klasik dan menjadikan lagu mereka akustik.
Amethyst: Bagus-bagus. Tapi lagu apa ya yang bisa.
Gray: Lagu legendaris jaman dulu berjudul 'Diamonds are a girl best friend'.
Setelah mendengar usulan Gray, aku langsung menyetujuinya. Padahal aku tidak tahu sama sekali lgu berjudul 'Diamonds are a girl best friend'. Aku menanyakan Crush tentang lagu itu dan jawabannya adalah, "Itu adalah lagu legendaris dari film jaman dulu berjudul 'Gentlemen Prefer Blondes". Kau bisa mencarinya di Youtube. Ternyata memang itu lagu yang cukup lama. Tapi lagu lama maupun barupun aku akan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik. Itulah caraku untuk membuktikan diri bahwa aku adalah penyanyi yang bisa menyanyikan berbagai genre. Aku segera membuka Youtube dan melihat cuplikan video lagu 'Diamonds are a girl best friend'. All i can say is, ini asalah lagu yang fabulous. Namun, memiliki sisi matre tetapi juga smart woman yang tahu akan realita kehidupan. Bagaimana semua kenyamanan yang ada di dunia ini hanya bisa didapatkan dengan uang. Dan mungkin saja pada jaman tersebut wanita tidak boleh bekerja, maka salah satu cara untuk melanjutkan kehidupan adalah menikah dengan pria yang kaya. Setelah mendengar sejarah lagunya, lagu ini sangat terkenal tetapi tentunya kontroversi. Well, tidak ada sesuatu yang terkenal tanpa kontroversi bukan?
Aku lalu latihan bernyanyi di kamarku. Sementara Crush menjadi semacam 'cheerleader' yang sedang mendukungku. "Bagaimana menurutmu?" Aku baru menyanyikan lagu ini pertama kali. Crush lalu mengomentari, "Hmm, sebenarnya suaramu bagus. Tetapi kurang karakter. Kau mengerti kah maksudku?" Aku menaikkan alis menandakan aku tidak paham maksudnya. "Maksudku adalah kau harus membuat gaya bernyanyimu itu seperti kau adalah wanita yang seductive namun kau hanya menginginkan uang. Mengerti? Karena menurutku cara kau bernyanyi tadi agak monoton. Suaramu enak tapi terkesan monoton." Hmm, benar juga. Lagipula seorang penyanyi harus mengerti makna dari lagunya dan suaranya tidak hanya enak didengar saja tetapi juga harus dibuat seakan-akan mendalami lagunya. Malam itu aku berlatih terus menerus. Bahkan Crush sampai menyuruhku tidur karena sudah jam 10 malam dan aku masih berlatih. Aku tahu lomba ini masih 3 hari lagi. Tetapi jika aku maaih monoton, aku tidak akan berhenti bernyanyi sampai suaraku mengeluarkan sebuah karakter. Akhirnya jam 11 malam, aku mendengar hasil record terakhirku dan suataku mulai terdengar seductive dan sedikit playful dan aku senang mendengarnya. Dengan begini yang hanya perlu kulakukan adalah melatih volume suara selanjutnya. Aku benar-benar tidak sabar untuk mengikuti lomba ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments