ia berangkat lebih dulu. mengingat ia ada jadwal operasi pagi ini.
Deddy apa kau lupa Ded. bahwa aku putri mu satu-satunua ucap Lusi dengan mengeraskan suara nya. agar Elias mendengar nya. namun pria tua itu terus berjalan tanpa mau mengubris Putri nya.
mom, kau lihat ucapnya sambil memajukan bibirnya ke depan.
Marta memandang putri nya.
iya hanya mengerutkan keningnya. dan kemudian memperhatikan penampilan putri nya Tampak begitu manis. Lusi, kau ini seorang dokter. sampai kapan kau harus bersikap seperti ini. coba lah untuk dewasa.
ucap Marta sambil melihat putri nya.
tidak ada yang salah dengan Ku mom.
kau tau, nilai ku tidak pernah mengecewakan kalian. kinerja ku di rumah sakit juga sangat baik dan bahkan membanggakan.
jadi apa kurang aku mom.
sikap mu sayang. ucap Marta. yang kemudian berdiri dan mencium kening putri nya.
kalau sikap mu tidak berubah juga. kami akan menikahkan mu. ucap Marta
mom, sikap ku baik. aku tidak ingin kalian nikahkan dengan pilihan kalian.
ucap Lusi.
mommy akan ke rumah sakit. apa hari ini kau kuliah. tanya Marta yang sudah berdiri dari tempat duduk nya.
ia mom aku kuliah. jawab Lusi
hati-hatilah di jalan.
mommy sangat senang melihat penampilan mu yang begitu manis seperti ini. ucapnya dan kemudian pergi.
Lusi terlahir dari keluarga dokter.
marta seorang dokter sepesialis anak. dan Elias seorang profesor dokter sepesialis jantung.
******
ana
suara Septian memanggil nya.
ada apa tian ucapnya saat ia memandang kembaran nya Tersebut.
papa mencari dokter umum untuk praktek di rumah sakit papa. kamu punya kenalan. ucap pria tinggi 180 cm dan tampan tersebut. usianya 26 tahun.
ana Tampak berfikir. seperti nya ada. teman ku. nanti aku akan menghubungi papa.
ucapnya.
apa hari ini kamu ke kampus tanya Tian kembali.
iya aku ada jadwal kuliah.
aku juga ada jadwal kuliah. apa kamu ingin pergi bersama ku. tanya Tian kepada saudara kembarnya tersebut.
seperti nya aku akan pergi sendiri. ucap ana.
baiklah sampi berjumpa di kampus. ucap Septian sebelum ia masuk ke dalam mobil nya.
Septian seorang dokter muda baik dan juga ramah. Septian mengambil sepesialis dalam. ia memiliki kelinik sendiri berbeda dengan Septiana. ana lebih memilih membantu di rumah sakit milik papa mereka.
*****
hai Sorang pria duduk di sebelah Ardi.
pria itu mengulurkan tangannya Ardi menjabat tangan pria tersebut. yang tampak seusia dengan nya.
Ardi ucapnya.
Fery balas pria tersebut.
kau berasal dari mana?
tanya nya kemudian.
Indonesian. Fery menceritakan bahwa ia kuliah sambil bekerja di sebuah rumah sakit.
saat mereka bercakap-cakap, Fery melihat Septian yang melintas di depan ruangan kelas nay. ia melambaikan tangan nya ke arah sahabnya itu dan memanggil nama Septian.
hai fer ucapnya sambil menepuk pundak Fery.
ketika ia sudah berada di depan sahabnya. ia menduduki kursi yang kosong di sebelah Fery.
kenalkan ini teman baru ku. ucap Fery.
Tian ucapnya saat tangan mereka berjabat.
Ardi jawab nya kemudian memperkenalkan dirinya.
mereka saling berkenalan. kau mengambil sepesialis apa tanya Ardi.
aku sepesialis dalam. namun adik kembar ku mengambil sepesialis jantung. dan dia di kelas ini. Tian memberikan jawaban.
Ardi memandang wajah Tian. apa saudara kembar mu ana?
tanya nya.
Tian tersenyum ramah.
ia kau sudah berkenalan dengan ana?
tanyanya yang mendapat anggukan dari Ardi.
kami dulu satu kelas. hanya saja tian mengambil sepesialis dalam. ucap Fery menjelaskan.
cukup lama mereka bercakap-cakap.
saling memperkenalkan diri masing-masing.
maaf aku akan mulai kuliah 5 menit lagi. ucap Tian. sambil memandang jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
kita akan sambung nanti.
baiklah jam makan siang nanti, kau ikut dengan kami?
"feri"
tentu. jawab Tian
ia meninggal ruangan tersebut. namun saat ia berada di ambang pintu. ana masuk ke dalam ruangan itu. ia memandang kembaran nya yang baru saja datang.
kenapa baru sampai?
tanya Tian.
aku tersenyum tadi mengisi bensin. ucap ana.
kau jangan lupa makan. ucapnya sambil mengacak-acak rambut kembaran nya.
hai hentikan tangan mu. kau membuat rambut ku berantakan, lagi pula aku bukan anak kecil lagi. ucap ana yang merasa kembaran nya itu begitu membuat nya seperti anak-anak
Tian hanya tersenyum dan kemudian meninggalkan saudaranya.
ana masuk ke dalam ruangan sambil merapikan rambutnya. ia berjalan dengan anggun nya menuju kursi yang berada di sebelah Ardi yang masih kosong. namun seseorang dengan santai nya menyenggol tubuhnya dan mendahuluinya. mengambil kursi yang akan di incar nya terlebih dahulu.
Lusi duduk di sebelah Ardi dan menjulurkan lidahnya kearah ana. membuat ana merasa kesal. ingin rasanya ia menarik lidah Lusi keluar.
Fery tersenyum kepada nya. dan memukul kursi yang ada di sebelah nya. agar ana duduk di sebelah nya.
Fery memandang Lusi yang tampak jauh berbeda. ia memakai baju kemeja dengan lengan tiga perempat. dan rok sepan panjang berwarna krem. ia mengingat seluruh rambutnya ke atas. memperlihatkan lehernya yang jenjang.
Fery memandang nya. apa kau baik-baik saja Lusi tanya.
tentu jawab Lusi sambil tersenyum memandang Ardi. namun Ardi memandang ke depan.
*****
setelah selesai perkuliahan. mereka masih memiliki waktu sekitar satu jam setengah untuk beristirahat dan makan. Fery dan Tian mengajak nya untuk makan bersama. namun Ardi menolak. mereka tetap memaksanya.
dan pada akhirnya Ardi mau ikut mereka makan bersama namun Ardi yang memilih tempat nya.
Lusi dan juga ana ikut serta.
mereka sudah berada di dalam restoran yang menjadi pilihan Ardi.
kalian boleh makan duluan. tidak usah menunggu aku. waktu ibadah ku sudah masuk. aku akan sembahyang terlebih dahulu.
ucapnya.
kamu sembahyang di mana?
tanya ana.
di belakang ada musholla. aku akan sholat di sana. ucapnya.
Ardi meninggal kan meja tersebut.
ia sholat di mushola belakang. setelah sholat ia mengeluarkan Al-Qur'an sakunya. yang selalu di sisipkan nya di dalam saku baju kemeja nya. ia mengaji hanya 3 ayat. dan kemudian ia kembali ke meja teman-teman nya.
berapa kali kau melakukan ritual ibadah mu dalam seminggu?
tanya Lusi yang merasa heran, baru semalam Ardi permisi untuk melakukan ritual ibadah nya. dan sekarang, masih melakukan nya juga.
yang wajib 5 kali dalam sehari. jawab Ardi.
ada yang wajib dan tidak wajib?
tanya Lusi.
Ardi mengangukan Kepala nya. mari makan, ucapnya saat di lihatnya teman-temannya belum ada yang makan.
*******
Aisah duduk di kursi nya. iya melipat tangan nya dan meletakkan di atas meja. ia menjadi kan tanganya sebagai bantal. ia menangis, sampi saat ini, calon suami tidak pernah mengabari nya. sudah beberapa Minggu Ardi pergi. namun pria itu tidak pernah lagi mengabari nya. terkecuali saat sudah sampai di Amerika. ia sudah berusaha untuk berfikir secara positif. namun tetap saja pikiran negatif nya selalu muncul. surat yang di berikan Ardi berulang kali di simpan nya. karena ia membenci Ardi. namun saat rasa rindu itu datang. ia mengeluarkan nya kembali. dan membaca ulang Sutra yang sudah di laminating nya tersebut. ia mengusap air matanya setiap kali ia menangis.
bang kenapa Ica cengeng gini. ucapnya.
padahal abang Udah bilang, kalau Abang akan fokus dengan kuliah Abang. Ica juga akan fokus dengan sekolah Ica. tapi gimana caranya Ica bisa fokus. kalau hati Ica sakit gini. ica benar-benar rindu Abang. Ica udah seperti hp yg baterainya tinggal 10 %. ternyata dilan benar kalau rindu itu berat ucapnya.
kondisi kelas yang masih kosong mebuat gadis sma itu bisa menagis sepuasnya.
Ica kamu gak apa-apa.
suara seorang pria membuat Ica menghentikan tangisnya dan mendongakkan kepalanya ke atas.
*****
like komen serta vole nya author tunggu ya reader.
makasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Anna Loebis
Maklum masih abg
2021-06-09
0
Nasrullah
maay y thor..cm ngingetin..
cerita'a seru..tpi mata aq sakit dgn tulisan'a yg gk da jedah'a..
jadi bingung membedakan mn yg percakan atau tidak..
jgn ngambek utk terus up y thor 🤗🤗
2021-02-24
0
Woonyoung
Thor typo tulisan nya dong ko jdi pda nyambung sihh
2021-02-16
0