Ardi duduk di pinggir tempat tidur. Kedua orang tua nya sudah menyampaikan prihal perjodohannya dengan gadis tersebut. Terdengar gila memang. Namun inilah fakta yang harus diterimanya. Gadis kecil yang seperti adiknya sendiri yang akan menjadi istrinyanya. Ardi tidak bisa membayangkannya. Setelah pertunangan Arumi dan Habibi, ia selalu menghindar untuk bertemu dengan sahabatnya itu. Ia begitu lemah untuk membunuh rasa yang ada di dalam hatinya. Walaupun terkadang ia merindukan sahabatnya itu. Ia ingin merasakan semuanya seperti dulu. Namun setiap kali ia melihat sahabatnya itu dari kejauhan, hati nya terasa begitu pedih. Menghindar pilihan terbaik untuknya.
Ia juga memilih menyibukkan dirinya dengan kuliah dan mengikuti organisasi kampus dan tugas-tugas kuliahnya. Esok, sahabatnya nya itu akan resmi menjadi milik orang lain. Kepalanya yang terasa begitu berat. Ia berusaha agar ia tampak biasa saja. Namun nyatanya, ia harus menahan rasa perih itu.
******
Saat mendengar bahwa dirinya di jodohkan dengan Ardi, Aisah begitu bahagia. Ialah satu-satunya orang yang paling bahagia saat ini. Usianya yang beranjak dewasa, ia telah mengerti akan perjodohan. Ia sudah mengetahui cinta. Saat ia bersama Ardi, ia merasa sangat bahagia.
Ia begitu menyukai Ardi. Bagaimana mungkin seorang gadis kecil sudah mengenal cinta. Tapi ya seperti itulah kondisinya zaman saat ini. Anak-anak lebih cepat dewasa. Entahlah mungkin karena dunia yang sudah semakin tua. Bahkan Aisah sudah berencana untuk tidak akan berpacaran. Ia akan setia menunggu calon suaminya untuk menghalalkannya.
Aisah senyum-senyum sendiri di depan kaca. Ia melihat pantulan wajah cantiknya yang imut. Ia juga sudah membayangkan 10 tahun yang akan datang, ia akan menjadi istri Ardi. Ia ingat pesan Ardi yang melarangnya untuk tidak boleh pacaran dan tidak boleh di pegang-pegang oleh laki-laki. Ia berjanji akan selalu menjaga hal tersebut. Wajah Ardi tidak pernah bisa hilang dari ingatannya. Ia juga mencuri beberapa foto pemuda tersebut saat pemuda itu tidak melihatnya.
***********
Ardi sudah menyelesaikan coass nya di sebuah rumah sakit umum di Jakarta. Saat ini ia mengambil sumpahnya sebagai dokter dan resmi menyandang gelar dokter. Ia sudah mengurus bea siswanya untuk mengambil spesialis jantung di Amerika. Ia berhasil mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan studinya.
Ia berusaha untuk pergi sejauh mungkin, ia ingin membunuh rasa yang ada di hati nya. Ia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya itu. Saat ini perempuan itu sudah bahagia dengan keluarganya. Sudah beberapa tahun ini ia tidak pernah berjumpa dengan Aisah. Terakhir kali ia bertemu gadis itu ketika ia menjenguk Arum saat melahirkan.
Ia juga tidak ada berhubungan dengan Arum. Baik bertemu langsung maupun lewat telepon. Ia tidak ingin kehadirannya membuat rumah tangga sahabatnya itu bermasalah. Ia juga harus menjaga jarak mengingat status sahabatnya itu sudah menjadi istri orang. Sudah 4 tahun ia tidak berjumpa dengan gadis kecil tersebut. Beberapa hari lagi ia akan terbang ke Amerika. Apa kah ia akan menemui gadis kecil terlebih dahulu.
***
Ardi duduk di sebuah coffe shop ia menunggu kedatangan sahabatnya. Malam ini mereka akan merayakan kelulusan mereka dan juga sekaligus perpisahan mereka. Mengingat Ardi yang akan berangkat ke Amerika beberapa hari lagi. Ardi duduk sambil memainkan ponselnya. Ia melihat sahabatnya sudah berjalan ke arahnya.
“Keren lu,” ucap Ari yang menjabat tangan Ardi. “Lulus dengan nilai terbaik dan sekarang dapat bea siswa ke Amerika. Salut gue. “Ucap nya.
Ardi tersenyum. “Terimakasih bro,” jawabnya kemudian.
“Sukses bro.” Ucap Doni yang berganti menyalami tangannya.
“Thank you friend,” jawabnya.
Mereka menduduki kursi kosong yang ada di depan sahabatnya itu.
Sarah hanya tersenyum dan duduk di sebelah kekasihnya. Cukup lama mereka menjalin hubungan, sudah lebih 4 tahun. “Selamat Di.” Ucapnya kemudian.
Ardi tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Pelayanan datang membawa kan coffe pesan mereka. Mereka mulai menikmati coffe serta cemilan yang mereka pesan.
“Apa lu udah kasih tau Aisah,” tanya Ari.
“Belum,” jawab Ardi.
“Kenapa?” Tanya Doni.
Ardi tampak diam.
“Jangan kejam, Aisah wajib tau.” Sarah memberikan sarannya
Ardi diam.
“Udah berapa lama lu gak ketemu sama calon istri lu?” Tanya Ari.
“4 tahun. Terakhir jumpa waktu kita jenguk Arum melahirkan,” jawabnya.
Doni dan ari diam menatap sahabatnya tersebut.
“Nanti aku akan memberi tahunya.” Jawab nya kemudian.
Mereka melanjutkan menikmati coffe yang ada di cangkir tersebut.
“Maaf ya, aku belum bisa janjiin untuk datang ke pesta pernikahan kalian.” Ucapnya ke Doni dan juga Sarah.
“Kami ngerti kok.” Jawab Sarah.
Ari sudah di terima bekerja di sebuah rumah sakit. Doni dan Sarah, mereka berencana untuk membuka klinik. Cukup lama mereka ada di sana. Mereka bercanda dan menerawang masa depan. Tidak tau kapan mereka bisa berjumpa kembali.
“Aku pasti akan sangat merindukan kalian,” ucap Ardi.
“Ntar kalau ada cewek bule yang musim. Kenali gua ya.” Ucap Ari ketika menjabat tangan Ardi.
Ardi tertawa. “Okey,” jawab nya sebelum mereka berpisah.
***********
Ardi sudah berada di dalam kamar kosnya. Ia mengingat perkataan sahabatnya. Apa wajib dia memberi tau Aisah, Pikirnya.
Malam ini matanya tidak bisa terpejam di saat ia menghabiskan malamnya dengan mengepak-gepak barangnya. Ardi memisahkan barang-barang yang akan di bawanya ke Amerika. Besok orang tuanya akan datang. Barang-barang yang tidak bisa di bawanya ke Amerika, akan di bawa mamanya ke kampungnya.
"Bagaimana kabar Aisah sekarang," pikirnya. Ia sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Wajah gadis kecil itu melintas diingatkannya. Apa harus ia memberi tahu gadis kecil itu tentang keberangkatannya. Namun selama ini, Ardi tidak pernah menemui gadis kecil itu atau bertukar kabar.
***********
jangan lupa like dan komen nya.
dan vole nya juga. 😃😃. terima kasih🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Muhammad Yasin
hahauuu. memang Ica paket sempurna tu untuk Abang Ardi heee hee
2023-01-18
0
Putri Auren
beritau lah aisyah...
kalau gak di beritau nanti nyesel kamu lho dii...
2022-11-21
0
Anna Loebis
Harus kasih tau
2021-06-09
0