Azzam yang sedang bersiap-siap untuk kekampus. memasukkan dompet nya ke dalam saku celananya. dan juga menyisipkan ponselnya di saku kemejanya. ia memakai tas ransel di punggung nya
ia mengambil kunci motor nya. ia melihat gantung kunci motor tersebut yang memakai mainan kucing Tedy bear yang berukuran kecil sekitar 2 jari.
Aisah.....
suara teriakan Azzam memenuhi isi kamar nya
ia turun dari tangga.manggil-mangil ibunya.
ada apa, ucap Siti yg datang dari arah belakang.
Bu, Ica ke sekolah bawak motor aku bu.
keluhnya.
seperti nya gak. dia pakai motor nya sendiri.
ucap Siti sambil mengingat.
ini Bu bukti nya, Azzam mengangkat kunci motor adiknya.
ia berjalan bersama ibunya ke halaman rumah untuk melihat motor yang ada di depan.
mata Siti membelalak tidak percaya ketika di lihatnya motor matic putri nya yang berwarna biru tersebut ada di halaman rumah nya.
ya udah Bu, Azzam udah buru-buru.
sambil menyalami Tangan Siti.
Siti tidak menyahuti ucapan Azzam saat pergi. ia masih tampak tidak percaya. saat mengingat tingkah putri bungsu nya.
Azzam yang memakai tas ransel tersebut turun dari motor matic adeknya.
pemuda yang berstatus mahasiswa semester 1 itu. begitu banyak di sukai oleh para gadis di kampus nya. selain menjadi atlit taekwondo, ia juga masuk dalam tim futsal kampus nya. tubuh tinggi, kulit putih, alas tidak terlalu tebal. bibir nya tidak tebal dan berwarna merah. karena ia memang tidak perokok.
Azzam berlari masuk ke dalam kelas. lewat 10 menit. maka ia di suruh keluar. seperti itu lah kontrak kuliah yang mereka sepakati di awal pertemuan Dengan dosennya.
Azzam berlari. agar ia bisa lebih dulu sampai di dalam kelas.
walaupun nafasnya ngos-ngosan.namun Azzam sudah duduk di kursinya.
hai...
sapa gadis cantik yang duduk di sebelah nya.
hai juga. jawab Azzam.
****
seorang pemuda tampan yang berstatus ketua OSIS. dengan rambut ABCD ( agak botak cepak dikit ) masuk ke dalam ruangan adek kelasnya
pria itu menemukan orang yang sedang di cari nya. Aisah yang sudah merapikan meja nya. dan berencana untuk ke kantin bersama sahabatnya, harus menghentikan niatnya. saat di lihatnya kakak kelasnya Tersebut duduk di kursi yang ada di depan nya.
bang Mardian.
ada apa bang. tanya aisah
Mardian memandang Aisah yang masih memakai baju olahraga dan celana training. ia sudah sedang memegang baju seragam nya untuk di ganti di kamar mandi.
mau ke kantin tanya Mardian.
Aisah mengangukan Kepala nya.
iya bang. ucapnya kemudian.
Abang boleh ikut?
tanya Mardian.
Aisah memandang teman-teman nya. anggukan dari arah yang di pandang nya membuat Aisah menjawab. "boleh bang"
oh iya ada apa bang cari Ica?
tanya nya.
Mardian mengeluarkan tiket dari dalam saku celananya.
tim futsal sekolah kita masuk semi final.
Ica datang ya ucapnya sambil memberikan tiket tersebut.
Ica memegang tiket tersebut.
yang tertulis harganya 50.000.
Ica lagi gak pengen lihat tanding bang. ucapnya.
datang dong ca, masak Ica gak mau ngasih semangat sama tim kita. ucap Mardian.
selaku anchor dalam tim futsal tersebut. strategi serangan yang di buatnya nya sangat sulit di baca lawan.
Ica lagi malas bang. lagian kalau tiket nya cuman 1. Ica malas pergi sendiri. teman-teman Ica gak ikut. ucapnya sambil memandang kedua sahabatnya. Mardian diam. ya udah tunggu Abang di kantin ya. Abang mau cari 2 tiket lagi. moga aja belum habis. ucap nya. sambil pergi dari kelas tersebut.
ketiga gadis itu berjalan ke arah kantin sambil tertawa.
gila lu ca, ngerjain bang mard kelewat.
ucap Erika.
padahal satu sekolah ini pada mendambakan bang mard. tapi gak ada yang di pilih nya.
malah dia milih orang yang gak pernah mandangin dia ucap derlin.
satu tiket 50.000 3 tiket 150.000. udah gak jajan Abang itu selama 1 Minggu.
Erika tertawa.
siapa suru naksir sama calon istri orang. ucap derlin.
Aisah hanya diam tanpa menangapi ucapan teman-teman nya. mereka menuju kantin sekolah nya. sambil memegang baju seragam.
Aisah mengaduk-ngaduk bakso yang ada di tangan nya. setelah menambah kan saus sambal, kecap dan sedikit sambil. Mardian duduk di depan nya. Abang mau pesan apa, tanya Ica saat melihat ketua OSIS sekolahnya tersebut.
Abang nasi goreng dan teh es aja ca.
ucapnya. suara Erika yang terdengar keras. selalu bisa mereka handalkan saat meminta pesanan Kepada ibuk kantin tanpa harus berjalan.
nasi goreng satu, teh es satu buk.
gak pakai lama. ucap Erika yang mendapat kan balasan siiip dari ibuk kantin yang selalu sok gaul tersebut.
ini ca tiketnya. ucap Mardian sambil memberikan tiga tiket di tangan nya. yang langsung di sambut Erika. yang begitu girang melihat tiket tersebut.
ye kita nonton derl ucapnya kepada sahabatnya itu.
kita wajib cepat datang untuk dapat posisi depan.ucap derlin
ini mard pesan nya. ucap gadis yang bekerja di kantin sekolah tersebut. yang mendapat kan balas terima kasih dari mard.
Aisah tidak banyak bicara. ia menikmati bakso nya yang masih panas.
setelah makan ia kembali ke dalam kelas.
bang, berapa uang tiket nya?
tanya dengan Mardian.
Mardian tersenyum. udah Abang bayar. Ica cukup nonton aja. jawab nya
tapi itu banyak bang tiga tiket.
ucapnya yang tidak enak hati.
Mardiana ketawa.
udah Abang bayar.
jawab nya dan kemudian pergi menuju kelas nya. jangan lupa ya ca. ucapnya sambil memutar kepalanya ke belakang.
Ica mengangkat jempol nya dan masuk ke dalam kelas.
********
Ica yang sampai di rumah melihat mobil Abang ipar nya sudah terparkir di halaman rumah nya. dan juga mobil yang biasa di pakai oleh pengawal pribadi Abang nya.
Aisah turun dari atas motor nya. dan langsung masuk ke dalam. ia menyalami tangan Abang iparnya yang lebih dulu sampai.
kak Arum mana mas. tanya
kak Arum masih di rumah sakit. nanti langsung ke sini. ucap pria satu anak tersebut.
Vira , Aisah mengembangkan tangannya untuk mengendong ponakan nya yang bertubuh berisi Tersebut.
Vira langsung mengembang tanganya.
aunty baru pulang sekolah?
tanya gadis kecil tersebut sambil memeluk tubuh aunty nya.
iya aunty baru pulang. jawab nya.
mana nenek tanya kepada ponakan nya tersebut.
nenek belum pulang Dali alican.
ucapnya.
oh nenek belum pulang ya. ucapnya Aisah yang say memancing amahami bahasa kaponakan nya walaupun masih celat.
Aisah,
suara Azzam membuat gadis remaja itu terkejut.
bang Azzam udah pulang?
tanya nya tanpa dosa.
kamu lariin motor Abang ya?
ucapnya masih dengan nada yang.cukup tinggi. membuat habibi melihat adik iparnya secara bergantian.
Ica pinjam.
jawab nya.
itu bukan pinjam nama nya.
adek, Makai motor Abang secara diam-diam. omel pemuda tampan tersebut.
kalau minjam juga gak bakalan Abang kasih ucapnya kemudian.
Ica tu perempuan.
apa kata orang lihat bawak motor gedek gitu.
omel Azzam.
keren.
jawab Aisah.
membuat Azzam semakin kesal mendengar jawaban adik nya.
awas ya Abang laporin kamu sama kak Arum.
bilang aja. Ica juga bakalan kasih tau sama kak Arum balasnya mengancam.
Azzam membesar kan matanya dengan mulut yang berkomat-kamit. sebagai isyarat untuk tutup mulut.
Habibi mengerutkan keningnya.
mendengar perdebatan adik-adik iparnya tersebut.
mas, aku letak tas ke atas dulu ya. ucap Azzam sambil menyalami tangan Abang ipar nya. dan pria itu menjawab iya.
mas, beliin Ica motor gedek mas.
bang Azzam gak mau minjam. keluh gadis remaja tersebut.
gak berani mas ca. kak Arum pasti ngamuk.
kalau mas beliin ica motor gedek.
ucap habibi.
Ica bisa kok mas bawak motor gedek.
ucapnya penuh keyakinan.
kalau Ica udah 17 tahun. mas beliin mobil aja gimana?
bujuknya.
Ica mau motor mas. ucapnya.
mas,. Ica mau ganti baju dulu.
habibi mengangukan kepalanya.
kita main ke kamar aunty ya. ucapnya sambil mengendong kaponakan nya.
Habibi menggelengkan kepalanya melihat adik iparnya.
******
makasih ya untuk yang udah ngasi vole sama author.
jangan pernah bosan y sama karya author.
terimakasih atas semua dukungan nya.
like, komen serta vole nya sangat author harap kan. terimakasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Lusiana Trimurdiati
ceritanya bagus banyak typo yang harus diperbaiki
2024-03-28
0
divyyy
thor tulisan awal episode bagus kok sekarang malah jadi kurang bagus ya Thor, nggak ada tanda bacanya
2022-09-03
0
Eni Supriyono
ini gimana..obrolannya tanpa tanda baca
2021-09-17
0